
‘Soul Extermination?’
Apa-apaan itu? Suatu hal seperti itu memangnya ada didunia ini? Artifak sihir yang bisa menghancurka dan memusnahkan Jiwa-jiwa…
Tentu saja, hal seperti itu pasti termaksud kedalam kategori bencana dan illegal. Hal yang sangat Tabu untuk dilakukan seorang Magician.
Yaa, itu berlaku untuk Magician yang memegang erat prinsip kemanusian. Bagi mereka yang berada disisi gelap dunia, dan orang-orang yang memuja Sihir Kuno. Hal ini adalah pasti yang mereka dambakan.
Dan tentunya, Haki juga merupakan salah satu dari mereka. Jika ini demi menyelesaikan tugas yang harus diemban oleh dirinya. Ia pasti akan melakukan segala cara dan upaya demi menyelesaikan itu.
Wadah Heavenly Eye’s sudah berada di tangan orang-orang kuat… untuk saat ini, dirinya mustahil untuk merebutnya seorang diri. Jika saja ia memanggil 2 orang rekan yang sebelumnya bersama dirinya, maka kemungkinannya masih ada…
Tentu saja, itu akan tetap saja sulit… selain itu, ia yang sudah meminta kendali penuh atas Heavenly Eye’s. jadi, jika ia meminta bantuan, itu akan menudai harga dirinya yang tinggi.
Oleh karena itu, ia memilih untuk menggunaka kartu As miliknya. Artifak sihir langka dan tentunya saja tingkat tinggi.
Soul Extermination adalah salah satu Artifak sihir pemberian dari RIO. Salah satu dari sekian banyaknya Artifak dengan kemampuan Soul Manipulation. Yang satu ini adalah salah satu yang terkuat…
Energi yang dimuatnya bukan main-main…
Bahkan, dua orang perempuan yang sangat kuat saat ini terlihat sangat tertekan karenanya.
Sylphy dan Charlotte, mereka berdua dan juga Kisa… Mereka tahu kalau yang dihadapi saat ini adalah bencana.
Sylphy tahu kalau Haki pasti menyimpan sebuah Artifak sihir, jika saj dirinya dikalahkan. Tai, ia sama sekali tak menduga kalau yang dipakai adalah sebuah Artifak tingkat tinggi.
Mereka berdua memasang posisi siaga. Haki mengangkat tangannya kearah mereka, selang beberapa detik kemudian. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat. Cincinnya mulai kembali bercahaya merah delima.
“Dia datang…!”
Peringat Charlotte…
Tak lama kemudian, cincin itu memancarkan sebuah tekanan aura sihir dan maju kearah Mereka bertiga. Bersamaan dengan itu, tercipta lingkaran sempurna yang mengelilingi mereka.
Area disekitar mereka sudah berada dalam jangkauan mantra Haki. Asap berwarna merah tercipta dan menyelimuti daerah lingkaran itu.
“Inikan…?”
Gumam Sylphy yang memperhatikan asap berwarna merah ini, begitu pula dengan Charlotte.
Namun, tiba-tiba…
*Dug!
“Khekh…!?”
Secara bersamaan, Sylphy dan Charlotte mulai merasakan sesuatu pada bagian dalam diri mereka. Rasa sakit seakan-akan jiwa mereka sedang di tarik.
Seketika, mereka berdua langsung bertekuk lutut. Mengalami sesak nafas yang berat…
“S-soul Ma-manipulation… khekh, ini berbahaya!?”
Gumam Sylphy…
Namun, ada suatu yang aneh disini. Kisa yang berada dibelakang mereka berdua sama sekali tak mengalami reaksi akibat sihir jiwa ini.
Karena itu, Kisa sangatlah kebingungan. Ia juga menjadi panik.
“Kak Sylphy! Kak Charlotte! Ada apa?”
Kisa menghampiri mereka, melihat mereka berua secara bergantian…
‘Sudah kuduga, Asap ini hanya menargetkan untuk membuat kami melemah… Kisa sama sekali tidak terkena dampaknya…!’
Batin Charlotte mencoba menerka situasi sekarang.
“S-sylphy…!”
Ucap Charlotte dengan sedikit berteriak, memberikan kode kepada Sylphy untuk segera bertindak. Sylphy tentunya bisa menyingkirkan ini, lagipula asal racun ini kemungkinan besar berasal dari asap mearh ini.
Dengan sihir Angin miliknya, hal ini tentu mudah dlakukan. Ya, mudah saja jika Sylphy berada dikondisi terbaiknya.
Kondisi yang sekarang, tentu saja masih bisa. Tapi, setidaknya butuh waktu. Dirinya sudah cukup kelelahan setelah bertemu dengan lawan yang seimbang dengannya.
Selain itu, orang itu juga memiliki tipe sihir yang sama dengannya, yaitu sihir angin. Tentu saja pertarungan itu cukup melelahkan. Terlebih lagi, ia sedang dalam keadaan merasa jiwanya sedang ditarik.
__ADS_1
“A-aku tahu…!”
Segera, Sylphy langsung merentangkan kedua tangannya. Ia mengumpulkan energy di telapak tangannya dan melepaskannya untuk sebagai pendeteksi.
Berjaga-jaga, jika saja Haki sudah kembali bergerak dan beruaha melumpuhkan dirinya dan Charlotte.
Dan benar saja, ekspansi energy miliknya mendeteksi Haki.
“Charlotte, arah jam dua! Sekarang!”
Teriak Sylphy memperingati…
Charlotte tentu tahu maksud dari itu. Ia menyentuh tanah dan memunculkan es-es yang tumbuh dan menuju kearah yang diseruka Sylphy.
Karena asap ini cukup tebal, Haki yang sedang bergerak juga hampir saja terlambat bereaksi.
“Cih…!”
Haki langsung saja melompat dan menghindari es itu.
Disaat yang bersamaan, energy yang terkumpul di telapak Sylphy sudah mencukupi. Langsung saja ia melepaskan sedikit badai angin guna menghilangkan asap merah yang diduga sebagai sarana serangan berbasis manipulasi jiwa.
Tercipta sebuah badai angin yang langsung menerpa kumpulan asap ini dan menghilangkannya. Seketika, rasa sakit yang mereka rasakan mulai berangsur-angsur menghilang. Dugaannya tepat sasaran.
Dengan membawa Kisa, Sylphy dan Charlotte langsung bergerak meninggalkan daerah lingkaran ini. Disaat yang bersamaan, Charlotte juga melesat dan berusaha menyerang Haki.
“Hyaa!”
Ia melapisi tangannya dengan es tajam dan berusaha langsung menyerang. Haki merespun dengan menahan dengan tangan kosong, tanpa adanya pelindung apapun.
Ya, itu adalah yang pertama kali Charlotte kira. Namun, cincin itu kembali berinar dan mengeluarkan aura pekat dan terlihat sangat lentur disaat berbenturan dengan es tajam dari tangan Charlotte.
“Haa!?”
Aura ini berwarna hitam gradasi biru tua. Disaat itu, Charlotte merasakannya, jiwa-jiwa yang terkandung dalam artifak sihir itu.
Karena merasa tertekan, dengan itu… dirinya langsung segera mundur. Ia juga seudah mengerti akan satu hal.
Namun, es yang menempel dengan aura itu sama sekali tak mau lepas. Mereka sudah menempel dengan sempurna terhadap aura yang dikeluarkan cincin itu.
Dengan memanfaatkan kesempatan ini, Haki juga melepaskan tekanan angin yang telak mengenai Charlotte. Namun, tentunya bagi Charlotte itu bukan apa-apa. Justru, ini semakin membuat dugaannya semakin kuat.
Charlotte bisa mendarat dan menapak dengan mudah. Dia juga terlihat memasang senyuman.
“Haa, sudah kuduga…”
Charlotte berdiri dan kemudian menunjuk kearah Haki.
”… Kau sebenarnya sudah melemah!”
Ucapan ini membuat Sylphy, Kisa, bahkan Haki sendiri terkejut. Ia sudah menyadari apa yang sedang terjadi pada dirinya.
“Haa? Apa maksudnya itu, Charlotte?”
“Kekuatannya memang hebat sekarang, ia bisa memusnahkan dan memanipulasi Jiwa-jiwa dengan artifak itu!!”
“Namun, sebagai gantinya… artifak itu memakan banyak eergi sihir miliknya! Seperti tadi, serangan sihirnya sama sekali tak berkesan kepadaku!”
“Itu artinya…”
Gumam Sylphy setengah bertanya… itu dibalas dengan anggukan oleh Sylphy dan berkata…
"Jika kita bertaruh pada waktu, maka kita pasti yang akan menang!”
Ucap Charlotte…
Sementara itu, Haki diam tak bereaksi. Hingga, ia menunjukkan wajahnya yang setengah tersenyum saat ini.
“Hahaha, yaa… sudah kuduga! Kau memang hebat, Charlotte si Ratu Es Beku! Kau bisa mengetahuinya dengan cepat!”
Ucap Haki sedikit tertawa.
“Benar! kuakui, artifak ini bukan tipe yang memberikan Energi sihir kepada penggunanya, tapi memberikan kekuatan untuk memanipulasi dan memusnahkan Jiwa! Kekuatan itu harus dibayar dengan energy sihir yang besar! Kondisiku yang sekarang, itu tidak akan bertahan lama!”
“Tapi, untuk menang… aku tidak perlu mengalahkan kalian berdua…!”
__ADS_1
Haki mengucapkan itu dengan sedikit menggantung… ia mengangkat tangannya kearah mereka bertiga, kemudian langsung mengepalkan tangannya.
Melihat itu, Sylphy dan Charlotte langsung memasang posisi bersiaga.
“Jika aja aku bisa menahan kalian untukwaktu yang lama, maka aku yang menang!”
Ucap haki dengan nada dan senyumannya yang licik.
“Haa…!?”
Tiba-tiba, Sylphy dan Charlotte merasakan kembali perasaan yang tidak enak. Tekanan, yang berbeda dari sebelumnya…
Mereka melihat dunia dalam sisi lainnya, gelap dan gelap…
Mereka terpengaruh dalam ilusi yang dibuat Haki. Dengan itu, tiba-tiba muncul lingkaran sihir dibawah mereka berdua. Kemudian, beberapa tangan supernatural bewarna putih dari tanah. Tangan-tangan itu menggenggam dan menarik mereka untuk berteuk liutut bahkan hinggan tersungkur.
Disaat itu pula, mereka berdua tersadar dari ilusi sebelumnya…
“Ini…!?”
“Tadi hanya ilusi kah?”
Gumam mereka melihat tangan-tangan ini. mereka berdua berusaha dengan keras untuk bisa lepas dari jeratan tangan jiwa ini. tapi semua itu percuma, yang ada jeratannya semakin menguat.
“Khekh, tidak mau lepas…!”
Tentu, Kisa tak terpengaruh dengan ini. Karena itulah, ia menjadi ketakutan…
“Ka-kakak!”
Haki berjalan maju menuju kearah Kisa. Sylphy tah situasi ini, dia langsung menyurh Kisa untuk segera melarikan diri.
“Kisa, cepatlah lari dari sini!”
Ucap Sylphy dengan teriak…
“T-tapi…!”
Kisa agak ragu dengan itu.
“Sudahlah, jangan pikirkan kami! Cepatlah lari!”
Setelah itu, dengan terpaksa Kisa langsung saja pergi meninggalkan mereka berdua yang masih dalam pengaruh sihir ini.
Namun, belum jauh Kisa lari… dia terjatuh. Kakinya sedang dipegangi oleh tangan yang sama dengan Sylphy dan Charlotte.
“Haa…!?”
“Kau pikir, aku akan membiarkan hal itu terjadi? Kisa…”
Suara Haki, terdengar dari belakang, Kisa mencoba untuk menatap kebelakang… Haki memasang senyum yang menandakan kalau ia sudah berhasil dan menang.
“T-tidak…”
“Kisa…!”
Teriak Sylphy dan Charlotte, mereka tai bisa melihat terlalu jelas karena itu berbalik dengan arah mereka menghadap. Tapi, mereka bisa dengan jelas mengetahuinya.
Kisa, ia sudah tertangkap…
Haki langsung memegang tangan kisa dan mengangktanya. Kisa mendesak Haki untuk melepaskannya, juga sedikit memukulnya.
“Tidak…! Lepaskan aku!”
Namun, ini sudah tidak bisa dihentikan lagi… Haki, sudah menang dengan telak.
Itulah, yang diinginkan oleh Haki dan dikira oleh Sylphy dan Charlotte. Naun, sepertinya ada kemungkinan situasi sedikit berubah.
Suhu, disekitaran mulai kembali berubah, ini menjadi terasa sangat panas. Jejak-jejak es yang dibuat oleh Charlotte bahkan sampai mencair.
“!?”
Haki juga menyadari itu, ia menatap ke sekitar dan kemudian menatap ke langit. Dia mebelakkan matanya…
“Ini, tidak mungkin…!”
__ADS_1
Wonder Kid akan datang!