Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 49: Kejutan dari Tooru


__ADS_3

Ini benar-benar sangat mengejutkanku. Seorang yang kukenal di Jepang sekitar 1 bulan yang lalu, saat ini berada di depanku. Jauh dari tempatnya berasal…


Ini aneh sekali, apa dia ada keperluan disini?


“Tooru-san? Kenapa kau ada disini?”


Aku mengatakannya dengan sedikit terkejut…


“Oya!? Memangnya tidak boleh?”


Balas Tooru-san…


“B-bukannya begitu, aku hanya tidak menyangka kalau kau akan kesini!”


“Hmm, bagaimana, ya… aku kesini memang ada urusan sih! Tapi yang pasti…”


Ia menanggungkan perkataannya, ia kemudian bergerak dan langsung saja memelukku dengan erat.


“Saidhan-kun! Aku senang kau akhirnya memutuskan untuk bergerak melawan para Magician sakte kuno itu!”


Dia memelukku dengan sungguh kuat… ini sangat sesak.


“Aa…! Tooru-san sesak sekali!”


Setelah aku mengatakan hal itu, Tooru-san segera menghentikan aksinya…


“Ops… maaf! Aku kelewatan!”


Dia hanya mengangkat kedua tangannya, melihatku yang masih sedikit mengatur pernapasan.


“Yaa, tapi tidak perlu sampai seperti itu!”


“Ah… ya maaf!”


Balasnya…


“Oke, kembali kepertanyaan awal! Sedang apa kau disini, apa kau ada suatu urusan di Indonesia, Tooru-san?”


Ucapku mengulang pertanyaan sebelumnya. Tooru-san segermenatapku dengan senyumannya.


“Ya, begitulah! Aku ingin mengunjungi Fasilitas baru di Jakarta atas suruhan para tetua! Ya, hitung-hitung jalan-jalan!”


Ucap Tooru-san, ini langsung saja mengingatkanku…


Aku baru ingat, kalau fasilitas dari SRC sedang dibangun dikawasan Jakarta Utara.


“Oh, ya…! Aku baru ingat kalau sedang ada pembangunan seperti itu!”


Aku sedikit menyentuh rambut poniku untuk mengingat kembali…


“Ya… seperti itulah! Tapi, sebenarnya bukanlah itu tujuan utamaku datang kesini! Dan juga, aku akan menetap disini untuk sementara!”


Ucap Tooru-san.


“Eh…? Benarkah!?”


Dia membalas itu dengan anggukannya…


“Lalu, untuk apa tujuan utama-“


Setelah aku belum selesai mengucapkan itu, dia dengan cepat menunjukkan jari telunjuknya didepan wajahku.


“Eehh…?”


Ya, itu sebenarnya agak mengejutkanku, karena sia melakukan itu secara tiba-tiba.


“Soal masalah itu, kita kesampingkan terlebih dahulu…”


“Haa, baiklah!”


Setelah itu, Tooru-san menurunkan jarinya.


“… Sebenarnya, aku sudah disini semenjak 2 hari yang lalu! Disaat aku mendengar kabar kalau dirimu sedang dirawat dirumah sakit karena deman, aku berpikir kalau itu dampak dari tubuhmu yang mulai kelelahan menampung kemampuanmu!”


“Kau sudah disini sejak 2 hari, ya? Kenapa kau tidak mendatangiku?”


“Ya, bukan karena apa-apa! Aku juga sebenarnya ingin menjengukmu! Tapi, tidak bisa karena aku sedang sibuk! Jadi baru bisa sekarang!”


Ucap Tooru-san…


“Hee, begitukah?”


“Ya, seperti itu…! Dan juga, aku sudah cukup mengetahui soal situasimu saat ini!”


Tooru-san mengatakannya dengan nada yang agak datar. Aku hanya bisa diiam saja karena itu…


Kemudian, aku sedikit mencoba untuk menutupi hal ini.


“Eh, situasi apa yang kau maksud, Tooru-san?”


Aku hanya bisa memasang senyum palsu untuk menutupinya… dia menatapku dengan tatapan tajam dan serius, kemudian menutupnya sementara.


“Haa, jangan pasang ekspresi seperti itu, Saidhan-kun! Bagiku, itu seperti membuatmu semakin menjelaskan keadanmu saat ini!”


“…”


“Maaf sebelumnya, lagi pula… aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu tadi, suatu tentang anak bernama Kisa!”


Ucap Tooru-san… jika dia sudah tahu sampai sejauh itu, aku sudah tidak mungkin bisa menutupinya lagi.

__ADS_1


Aku kemudian sedikit membuang muka…


“Begitu, ya…! Kau sudah menetahuinya sampai sejauh itu, Tooru-san!”


"Kalau begitu..."


Kemudian, aku segera menceritakan semuanya kepada Tooru-san. ia hanya menyimak ceritaku dengan baik...


“Yaa…! Masih tak disangka, Magician yang kau lawan adalah RIO!”


Aku agak kaget mendengar itu, karena ia mengatakan nama RIO seakan-akan dia mengetahuinya.


“Kau tahu soal RIO, Tooru-san?”


Tanyaku…


“Tentu saja, bukannya temanmu sudah bilang? Dia itu termaksuk Magician buronan kelas Internasional!”


“Ah, benar juga…”


Haa, bahkan sampai seorang Esper terkuat mengetahui namanya, RIO… apa dia itu sekuat dan seberbahaya itu?


“Haa, Saidhan-kun! Kusarankan kau jangan meremehkannya, dia itu mengerikan!”


“Whoa…! Kau sampai menyebutnya mengerikan?”


Aku mengucapkannya, Tooru-san membalas itu dengan mengangguk.


“Ya, walau aku memang berlum bertemu denganya secara langsung. Tapi, rekanku sudah!”


Ucap Tooru-san.


“Dia bilang, kalau ia pernah bertemu dengan seorang Magician buronan yang menggunakan Sihir Jiwa!”


“Sihir Jiwa?”


“Itu tipe sihir yang sanat berbahaya! Rekanku itu bahkan tak bisa melawannya! Disaat aku menyelidikinya, aku mendapatkan bukti. Kalau yang ia laan adalah RIO, Black Shaman dari Indonesia!”


Aku hanya bisa menyimak cerita dari Tooru-san. Walau…


“Yaa, kalau dibandingkan deganku dia itu cuma ‘cecunguk’ sih!”


“Waa…”


Dia mengatakan itu dengannada suara dan raut wajah yang terlihat konyol. Entah mengapa, melihat sosok sepertinya saat ini cukup memberikanku kesan yang baik.


Entah karena dia itu memang tipe yang humoris, atau karena dia itu super dper kuat. Aku jadi merasa agak lega…


“Ya… memang begitu kenyataanya sih, lagipula Tooru-san itu Keganjilan tingkat 1 bukan?”


Benar, aku sudah cukup mengerti soal gelar Singularity dan tingkatannya. Aku sudah mencari tahunya di internet. Dan tentunya, Tooru-san sangatlah layak disebut sebagai keganjilan.


“Ya, benar juga…”


Kemudian, terjadi jeda sesaat. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan lagi. Tapi tidak dengan Tooru-san.


Tentunya, ia punya berbagai topik untuk dibahas. Namun, ia mencoba untuk menyesuaikan dengan situasi saat ini.


“Haa, Saidhan-kun! Soal permasalahan tadi, ini adalah seperti yang kuperingatkan kepadamu bukan?”


“Ehm, ya…! Itu benar sekali, aku tidak bermaksud mengabaikanmu waktu itu!”


Dia mengangguk tahu soal itu…


“Ya aku mengerti! Ekspresimu setelah itu sudah cukup membuatku tahu!”


“Eh, benarkah?”


‘Ya, karena itu saat aku memintamu untuk bertambah kuat, kau mengatakan ‘Setidaknya sampai aku menemukan alasan pasti untuk bertambah kuat!' Begitu..!”


Dia sedikit membuka memori lama. Ya, tidak terlalu lama sih… mungkin baru 1 bulan lebih.


“Itu, ya…! Memang aku mengucapkan itu begitu saja!”


Aku mencoba untuk menutupi ******** atas kata-kata sok keren yang pernah kuucapkan itu. Ini benar-benar memalukan. Tapi, reaksi yang ditunjukkan Tooru-san berbeda.


Dia menampakkan senyum yang bukan seperti yang kubayangkan.


“Jadi, apakah ka sudah menemukan ‘alasan’ itu?”


Aku diam… ya, aku hanya bisa diam saja soal pertanyaan itu. Mencoba menyelami kehidupanku yang belakangan ini memang berubah 180 derajat. Yang tadinya diremehkan menjadi disanjung. Yang sebelumnya sebagai yang terlemah menjadi yang terkuat.


Sejumlah perubahan dalah kehidupan pribadi seorang Saidhan. apa itu membawa fase baru? Apakah aku harus membuang ideology lamaku sebagai seorang Unknown Class?


Ya, benar…! Yang kubutuhkan saat ini adalah perubahan, aku harus menjadi kuat. Setidaknya aku bisa sebanding dengan teman-temanku di klub. Ya, itu adalah alasa yang lebih dari cukup…


Aku mengangkat wajahku, mengubahnya dengan cahaya yang terang dan tulus.


“Tentu saja, iya…!”


Aku mengatakannya… itu adalah hal yang benar, pasti. Sementara itu, Tooru-san terlihat tersenyum mendengar hal itu.


“Itu bagus! Baiklah kalau begitu, aku akan membantumu sekuat tenaga!”


“Ah, kalau soal itu tida perlu!”


Aku menolaknya… dia hanya bisa mematung karena hal itu.


“E-eh? K-kena-pa?”

__ADS_1


Dia sedikit terbata dengan kata-katanya…


“Ya, tentu saja…! Ini adalah, permasalahanku dan para teman-temanku! Lagipula, jika kau sampai turun tangan, maka tidak ada gunanya, bukan?”


“Ah… kalau dipikir-pikir benar juga! Tapi tenang saja, Saidhan-kun! Yang kumaksudkan sebagai membantu bukan yang seperti itu!”


“lalu seperti apa!”


“Aku akan membantumu dengan melatihmumengendalikan kemampuan khusus mu!”


“Hee? Kau mau melatihku?”


“Ya, tentunya! Lagipula, itu adalah tujuan utamaku datang kesini! Untuk memenuhi pernyataanku untuk melatih mu!”


”Kapan kau membuat pernyataan seperti itu?”


“Itu tidak perlu dipikirkan! Yang lebih penting, dengan adanya aku disini, kau ak perlu khawatir lagi!”


Dia mengatakan itu dengan wajah yang penuh dengan kepercayaan diri. Namun,yang ada itu menimbulkan rasa keraguan pada diriku.


“Kok aku meragukan hal itu, ya?”


“Eh, kenapa?”


“Ya… Tooru-san, kau sepertinya bukanlah tipe orang yang mengajarkan sesuatu dengan baik!”


Aku mengatakan itu berdasarkan penilaianku, dan memang aku meragukan Tooru-san.


“S-soal itu, kalau belum dicoba aku tida akan tahu!”


Ahh, ini… aku jadi teringat kejadian tadi!


“Heh, yaa… aku memang sudah menduga kalau kau akan bicara seperti itu, oleh karena itu! Aku sudah menyiapkan orang untuk membantuku!”


Dia memasang pose yang sedikit tidak jelas. Namun, melihat siapa orang yang akan dibawa Tooru-san itu sedikit menarik.


“Hoo, jadi siapa?”


Tooru-san diam sesaat, ia kemudia menutup matanya dan menghela nafas. Kemudian, ia menengok kearah kanan, tanpa sadar aku juga mengikuti itu.


“Dia sudah sampai…”


“Hoii! Disini, Sua!”


Ia memanggil seornag perempuan yang namaknya sedang mencari sesuatu. Perempuan itu segera menoleh kearah Tooru-san kemudian menuju kearah kami berdua.


Aku tidak menyangka, orang yang dimaksud oleh Tooru-san adalah seorang perempuan. Ia semakin dekat, jika dilihat dari ciri-ciri fisiknya, dia asti orang Asia Timur. Mungkin, ia adalah orang China.


“Yo, Sua!


Jadi nama perempuan ini adalah Sua…


“Ya… Tooru-chan! Sudah lama tida bertemu! Tumben sekali kau memanggilku!”


Ucapnya, menyapa Tooru-san. Aku sendiri kaget karena Sua memakai 'Chan' untuk Tooru-san. Apa ini berarti dia orang Jepang juga?


Tak lama kemudian, ia menengok kearah ku. Dia menatapku sesat, ini sedikit membuatku canggung. Karena, tentunya dia ini adalah perempuan yang cantik.


Setelah melihatku untuk beberapa saat, dia memejamkan matanya. Dan memasang raut wajah seakan-akan dia ini mengerti tentang hal ini.


“Jadi begitu, ya…! Pantas saja kau bahkan sampai memanggilku ke Indonesia! Rupanya untuk bertemu dengan Stage 7 terbaru!”


Eh? Dia langsung tahu? Teman dari Tooru-san hebat juga…


“Hahahah! Ya, begitulah! Tapi bukan hanya itu, aku juga ingin memintamu untuk membantu melatihnya!”


“Hou…”


Mereka berdua menatapku. Tentunya, aku kebingungan dengan situasi ini.


“Anu, Tooru-san… Dia ini?”


“Oh, benar! aku masih belum memperkenalkannya padamu, ya! Kalau begitu…”


Tooru-san sedikit mendorong Sua untuk berdiri didepanku secarang langsung, dan memintanya untuk memperkenalkan diri. Sua menuruti itu…


“Perkenalkan, Sai-chan!”


“Eh, Sai-chan!?”


Yang ada aku malah kaget dengan cara ia memanggilku.


“Namaku, adalah Hi-wa Sua! Senang bertemu denganmu!”


Dia mengajukan tangannya, hendak berjabat tangan. Aku memenuhi ajakannya itu.


‘"Aku, Saidhan M. Ardhiyasa! Senang bertemu…”


Terjadi keadaan senyap sementara. Untuk memecahkan itu, Tooru-san memberikan suatu fakta yang mengejutkan.


“Saidhan-kun! Sua adalah seorang Esper yang sangat kuat, loh! Sama seperti kita, dia juga seorang Stage 7!”


“Hoo, begi-… Eh, tunggu? Stage 7?”


Aku langsung tersentak mendengar hal itu.


“Benar! dia ini adaah seorang Esper yang bisa mengendalikan dan memanipulasi listrik secara besar-besaran! Electro Master terkuat! Hi-wa Sua!”


Ya ampun… yang melatihku adalah 2 orang Esper yang menempati puncak ternyata!

__ADS_1


__ADS_2