Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 50: Electro Master Terkuat


__ADS_3

Dimalam hari yang dingin ini, bukalah sembarangan malam bagiku.


Malam ini, adalah malam disaat aku melihat dua orang Esper terkuat didepanku. Mereka berdua adalah seorang dari Stage 7, bertiga jika aku dihitung.


Dan juga, mereka bilang kalau akan melatihku untuk dapat setidaknya mengerti atas kemampuan khusus milikku.


Aku tahu, latihan ini akan sangat berat, namun aku sudah siap.


Semuanya sudah ku pertimbangkan dengan matang-matang.


“Aku akan menerima segala jenis latihan!”


Itu yang kukatakan kepada mereka berdua.


Namun, Tooru-san hanya membalas dengan mengatakan.


“Tidak perlu terburu-buru! Hari ini kau istirahat saja dulu! Besok kita akan bertemu di taman samping, oke…!?”


Dan begitulah… saat ini, aku sedang terbaring di kasur ara,a yang sudah mulai kurindukan ini.


Setelah pembicaraan itu, aku kembali ke kamar rumah sakit. Dan berniat untuk mengambil barang-barang yang sudah ku rapikan.


Namun, sesampai di sana… kamar tersebut sudah dipakai orang lain. Tentunya, aku bingung dengan hal ini. keluarga pasien bilang kalau kamar ini sudah kosong sejak mereka masuki. Sekitar 30 menit yang lalu.


Dan disaat aku menanyakan perawat. Mereka bilang kalau teman-temanku sudah kembali dengan membawa semua barang-barang. Mereka meminta perawat memberitahuku jika saja aku kembali kesini.


Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 23:40. Dan aku, sama sekali tidka menunjukkan tanda-tanda mengantuk.


“Haa, aku tidak bisa tidur!”


Tentu saja, orang lainpun kemungkinan akan sama jika mereka ada diposisi ini. Bayangkan saja, besok kau akan dilatih dengan orang-orang yang bisa melawan 1 dunia sendirian?


Tentu saja akan sangat menengangkan bukan. Tentunya, aku sedang merasakan hal itu… walaupun secara Stage, aku dan mereka adalah sama. Tapi tingkatan kami berbeda.


Mereka bisa mengendalikan kemampuan mereka dengan sempurna. Berbanding terbalik denganku yang paham saja tidak.


Intinya, aku tidak bisa menebak… jenis latihan apa yang akan dilakukan oleh seorang seperti Tooru-san.


Keesokan harinya…


“Okee… hari ini kita akan latih tanding! Saidhan-kun!”


Aahh… langsung ke kemungkinan paling buruk!


Disebuah hamparan rumput yang luas sekali. Aku tidak tahu ini dimana, Tooru-san membawaku dengan kecepatan yang tidak masuk akal.


Jauh lebih cepat daripada cahaya.


Aku diseret ketempat ini, sebuah tempat yang nampaknya adalah pulau yang mungkin merupakan tempat terpencil. Namun, untuk sebuh pulau yang cukup jauh dari peradaban, tempat ini cukup luas.


Kuakui, udara disini sangatlah segar dan sejuk. Rasanya naman sekali disini. namun, tentunya semua kenyamanan ini tidak bisa menutupi kegrogian ku saat ini.


Karena, saat ini… aku akan segera melakukan latihan tanding.


Bahkan, lawannya adalah Tooru-san.


Aku l,masih diam membeku di situasi ini. Aahh, setidaknya aku akan menanyai dimana kita saat ini.


“Heey, Tooru-san…! Sekarang ini, kita ada dimana?”


Aku berbalik badan, melihat kearah Tooru-san yang sedang menikmati pemandangan dan suasana yang bagus ini juga.


“Ohh… tempat ini, adalah satu pulau tak berpenghuni di tengah Samudra Pasifik! Kalau dari Indonesia, ini sekitar jauh ke Timur laut kurasa!”


Aahh, sudah kuduga! Tooru-san, membawaku ketempat yang sangat jauh!


“Ehh… yang benar saja!”


“Benar, waktu itu aku menemukan pulau ini saat mau pergi ke Amerika!”


“Haa, memangnya pergi keluar negri kau anggap seperti apa?”

__ADS_1


“Hanya jalan-jalan biasa!”


Dia mengatakan itu dengan pandangan dan raut wajah yang, terlihat biasa saja. Tooru-san mungkin menganggap kalau ini biasa saja. Tapi, bagiku ini adalah hal yang ku anggap sebagai keren…


Karena memang, Tooru-san berada di keluarga yang cukup ternama di Jepang. Mungkin, mereka memiliki pesawat pribadi… Jadi, itu mungkin biasa baginya.


“Ah, memang ada beberapa yang seperti itu! Enaknya, punya pesawat pribadi!”


Tooru-san, ia justru kebingungan dengan perkataan ku begitu.


“Pesawat pribadi? Aku tidak punya hal seperti itu!”


“Ehh…? Lalu, bagaimana kau bisa kesini? pesawat komersial biasa tidak mungkin menurutimu begitu saja!”


“Atau jangan-jangan…”


Tiba-tiba… aku membayangkan kalau Tooru-san, dia yang langsung terjun bebas begitu saja. Mengingat bagaimana sifat dan kekuatannya, ia mungkin melakukan hal itu.


“Tentu saja, aku datang sendiri kesini, dengan kemampuanku! Seperti yang tadi…”


Aahh, benar juga. Aku melupakan detail itu… tapi, kenyataannya jauh lebih gila dari yang kubayangkan.


Haa, seperti yang diharapkan dari Esper terkuat.


“Aahh, sudahkah! Lupakan itu…! Kenapa kita harus susah-susah pergi ke tempat yang jauh seperti ini?”


Ya, aku menanyakan ini walaupun sebenarnya… aku sudah tahu mengapa alasannya. Alasannya adalah…


“Eeh… Kenapa? saat ini kita akan melihat dua seorang Stage 7 sparing, loh! Tidak ada yang tahu, apa yang bisa terjadi!”


Balas Tooru-san, tak lama kemudian… terdengar suara perempuan dari arah belakang memanggil kami.


“Hooi!”


Aku menengok ke sumber suara itu. Orang yang memanggil kami adalah Sua, ternyata ia memang benar ikut kesini.


Tentu saja, aku tidak ingin repot-repot memikirkan bagaimana ia bisa ada disini.


“Tentu saja! Kan Tooru-chan sudah bilang, aku akan membantumu berlatih juga, Sai-chan!”


Aku hanya bisa tersenyum masam melihat raut wajahnya itu. Ia terlihat sangat menantikan saat-saat ini. dan juga, sejak kapan aku jadi terbiasa dengan caranya memanggil namaku.


Kemudian, terdengar bunyi tepukan tangan dari Tooru-san.


“Oke… Kau juga sudah kesini, Sua! Kalau begitu kita mulai sajakah? Sparing nya!”


“Yaa… aku siap kapan saja!”


Tunggu, dari perkataannya Sua-san… kemungkinan besar, dialah yang akan menjadi lawan tanding ku, tapi tidak menutup kemungkinan ia hanya akan menjadi spectator dan menilai caraku bertarung.


Ahh, aku ingin kalau bukan kedua kemungkinan itu yang terjadi! Itu hanya akan berakhir sama saja.


“Baiklah, Saidhan-kun! Dari kami berdua, kau ingin sparing dengan siapa?”


Ehh… aku yang memilih ternyata.


“Yaa… kalau disuruh memilih…! Tentunya, aku memilih untuk tidak bertarung!”


Ucapku dengan suara yang tentunya sangat kuperkecil volume suaranya di kalimat akhir. Bahkan itu nyaris tidak terdengar sama sekali.


“Hmm, kalau begitu! Kau lawan saja Sua dulu! Kalau aku nanti saja!”


“Ah, Er, ehm… baiklah.”


Pada akhirnya, yang bisa kulakukan adalah menuruti mereka berdua. Lagipula, aku tak bisa kabur dari sini.


...----------------...


Kemudian… setelah memilih teman sparing. Aku akan bertarung melawan Sua. Sekarang ini, aku masih belum terlalu mengenal dengan jelas, siapa itu Hi-wa Sua.


Aku sudah sedikit mencarinya di internet. Namun, itu semua bukanlah informasi yang bagus. Dia adalah seorang Stage 7 generasi yang baru, sekitar satu angkatan dengan Esper terkuat selain Tooru-san, Brian Vector.

__ADS_1


Umurnya 2 tahun lebih tua dari Tooru-san, yaitu 20 tahun. Dia ini ternyata adalah orang China, namun setengah Jepang dari ibunya.


Yang pastinya, dari segi kemampuan, dia ini memang tidak sekuat Tooru-san. Tapi, sebagai Stage 7 aku tidak mungkin bisa meremehkannya begitu saja.


Walaupun begitu, jika lawannya adalah Tooru-san. Aku mungkin setidaknya bisa memprediksi bagaimana ia melakukannya.


Walaupun belum serius, aku pernah melihat gaya bertarungnya. dan setidaknya aku bisa memprediksinya. Tapi, jika lawannya adalah Sua-san. Maka ini perlu lebih dari bekerja keras…


“Baiklah akan ku mulai!”


Setelah mengatakan itu… Sua-san menghubungkan kedua jari telunjuknya. Dengan sedikit mengalirkan energy miliknya. setelahnya, ia kembali memisahkan dua jari itu dan tercipta percikan listrik.


Listrik-listrik yang awalnya sedikit itu mulai bertambah banyak dan mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.


“Ini dia…!”


Sua-san memulai dengan Serangan kecil, ia hanya menghantarkan listriknya kearah ku. Untuk serangan setingkat itu, aku tidak perlu menghindar. Karenanya…


‘Spatial Delay!’


Ya, itu akan segera aktif.


Listrik kecil ini langsung saja menghilang.


“Hoo… sudah kuduga! Listrik sekecil itu tidak akan berkesan apa-apa denganmu!”


“Ya, begitulah!”


“Bagaimana kalau yang ini!”


Dia merentangkan tangan kanannya, memusatkan arus listrik pada jari telunjuknya. Jaringan-jaringan listrik itu mulai membentuk sebuah camnuk listrik panjangnya mungkin sekitar 3 meter.


“Wahh…! Hebat sekali!”


Aku sedikit terkesan dengan itu, ia bisa memanipulasi ya dengan sangat mudah.


“Haa, terima kasih! Kalau begitu, ini dia…”


Sua-san mengayunkan cambuknya itu. Sesaat, aku mengira kalau jangkauan dari Cambuk itu tidak akan sampai kepadaku. Mau bagaimanapun, jarak kami ini hampir 7 meter. Panjang cambuknya hanyalah 3 meter.


Tapi, tak lama kemudian, aku menyadari. Kalau yang harusnya diwaspadai bukanlah aku yang terkena cambukan itu.


Tapi… dampak yang diciptakan dari ayunan cambuk itu.


Uluran cambuk itu ada di udara. Sua-san sudah bersiap untuk menyerang. Namun, lonjakan energy besar-besaran terasa dari cambuk itu.


“Bahaya…”


“Hya…!”


*Bruaghh!


Haa…


Kehancuran, memang sebuah kata yang tepat untuk mendeskripsikan seorang Stage 7. Ini tidak bisa dipungkiri lagi…


Aku hanya bisa diam dan membeku melihat ini. Keadaanku masih tidak bergerak dari tempat. Tanah di sebelahku hancur karena dampak dari cambuk itu.


Sekarang, tercipta sebuah kawah besar. Sebuah garis besar kawah yang sedikit terputus karena Spatial delay ku bisa melindungi ku.


“I-ini…”


Aku hanya bia shock melihat ini…


“Ahh…! Sua, terlalu berlebihan!”


Tooru-san melihat ini dengan senyumannya.


Disaat ini pula, aku semakin yakin… kalau aku tidak akan cocok berada di Stage 7… Jadi ini, kekuatan dari Electro master terkuat…!?


Hi-wa Sua!

__ADS_1


__ADS_2