Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 65: Kisa tersadar kembali


__ADS_3

Hanya dengan perkataan biasa saja, kemenangan ini terlihat sangat manis. Kami sudah berada diluar bangunan, dengan sinar oranye dari matahari bersinar.


Setelah kukatakan hal yang bisa dibilang cukup memalukan seperti itu, sebagai seorang Otaku.


“Itu, Parody bukan?”


Charla mengatakan hal itu, nampaknya dia mengerti apa yang ku maksudkan.


“Ya, hanya sebuah ungkapan rasa senang ku, dan aku akan senang kalau kalian bisa melupakan hal tadi...”


Aku hanya bisa menyangkalnya.


“Kau jadi seperti Light, bukan...?”


Kali ini Al yang merespon, tatapannya terlihat seperti sedang mengejek bagiku.


“Sudahlah, abaikan saja...”


Lama-kelamaan, itu membuatku menjadi sangat malu kau tahu. Lebih baik kalau diabaikan hal yang seperti itu.


Dan kemudian yang terjadi, setelahnya... mereka semua tertawa dengan sangat puas. Melepaskan semua beban pikiran dan letihnya. Membuatku dapat melihat bagaimana raut wajah teman-temanku ini saat merek tertawa...


Terutama dengan Charlotte dan Fano.


“Bwaahaha...”


Tak kusangka ungkapan parody tidak jelas seperti itu bisa memancing gelak tawa seperti itu. Jadi, yaa... lebih baik aku ikut tertawa saja kalau begitu.


Pada akhirnya, suara gelak tawa kami yang bertumpang tindih ini secara perlahan-lahan menyadarkan Kisa yang masih terlelap setelah lama tertidur pasca kebangkitannya.


Gerakan yang lembut ia buat. Sebagai orang yang membawa Kisa, Sylphy adalah orang yang pertama menyadari itu.


“Hah...”


“Ada apa, Sylphy?”


“Aa, tidak...! hanya saja, aku tadi merasakan gerakan pada Kisa...”


“Begitukah?”


Setelah mengatakan hal itu, Sylphy segera menurunkan Kisa kebawah dan memosisikannya terlentang.


Teman-teman yang lain juga ikut mendekat kearah Sylphy. Aku sedikit menunduk dan berjongkok, dihadapan langsung dari Sylphy.


Secara perlahan, Kisa kembali menggerakkan bibirnya, untuk sesaat juga sebuah energi sihir kembali memadat disekitar.


Sontak, ini membuatku dan yang lainnya menjadi terkejut. Ada apa dengan ini, apa semuanya masih belum selesai. Mungkin mereka akan berfikir seperti itu...


Tapi, aku yakin... hal seperti itu tidak mungkin sama sekali. Permohonannya sudah dikabulkan oleh Heaven’s One.


Seharusnya, kebocoran sihir tak berlaku lagi bagi tubuh Kisa sekarang, karena dirinya sudah layak.


Sylphy mengangkat sebelah tangan Kisa... dan menggenggamnya dengan erat.


“Kisa...?”


Genggaman dari Sylphy itu secara perlahan mulai dibalas oleh Kisa. Ia berbalik menggenggam tangan Sylphy. Tentunya, senyuman langsung terlihat di wajah Sylphy mengetahui kalau Kisa tidak dalam keadaan yang buruk.


“Haah, dia masih stabil toh...”


Ujar Charla setelah tadi memasang posisi siaga sekarang sudah meregang lagi.


Itu benar sekali, sihir yang memusat sebelumnya cukup mengagetkan mereka.tapi hal itu sekarang sepertinya sudah terkendali kembali.


“Huft, kupikir akan terjadi lonjakan sihir lagi!”


Celetuk Fano membalas ujaran dari Charla.

__ADS_1


“Haha, kau benar...”


Suasana kembali melunak, yang lain hanya menatap mereka dengan senyuman dan sedikit gelak tawa.


Di situasi yang seperti itu, Sylphy masih fokus kepada Kisa. Aku menatap kearahnya, dia fokus terhadap apa yang ia lihat.


Perlahan, Kisa mulai membuka matanya, dirinya akhirnya kembali tersadar.


“Haa...”


Cahaya sedikit redup, aku bisa melihat hal itu dari sana. Entah karena itu adalah pantulan dari cahaya matahari senja ini, atau memang Heavenly Eye’s yang mengeluarkannya. Tetapi yang pasti, itu terlihat sangat indah...


Ya, tentunya bukan hanya aku yang sedikit terpana dengan hal ini. Yang lainnya juga ikut merasakan hal yang sama.


Mata itu, terlihat berbeda dengan mata manusia normal pada umumnya. Nampaknya, Heavenly Eye’s memberikan bekas permanen pada pola dan warna mata Kisa saat ini.


Tak seperti All See Eye’s yang warnanya berubah hanya disaat ia mengaktifkannya saja, selain itu juga dengan tambahan polanya. Untuk Heavenly Eye’s,telah berubah dan berdampak pada warna mata Kisa, untuk seterusnya.


Ya, jujur saja... menurutku, yang sekarang itu sangatlah terlihat indah. Gradasi dari beberapa warna cerah yang didominasi oleh warna biru langit itu terlihat sangat padu. Tanpa adanya corak atau pola sedikitpun.


Baiklah, mari kita kesampingkan hal itu terlebih dahulu, lebih baik adalah mencoba mengecek kondisi mental Kisa.


“Kisa...? kau baik-baik saja?”


Ucapku pelan kepadanya, dia masih memproses dalam untuk mengerti situasi saat ini. Dikelilingi oleh aku dan seluruh anggota Klub Penelitian Sejarah Dunia yang sudah cukup ia kena, mungkin ia bisa menganggap kalau ini hanyalah ilusi atau mimpi.


Kisa menatap ke sekitar, kemudian menatap kearah ku. Tak lama kemudian, ia menoleh kearah Sylphy.


“A-...“


Suaranya masih terdengar rapuh sekali. Sylphy degan lembut berusaha mendudukkan Kisa.


“Cobalah dengan tenang!”


Ucapnya menasihati...


“Kau ada masih disini, tak jauh dari tempat sebelumnya...”


Aku membalasnya, dengan fakta yang ada.


“Kak Saidhan, Kak Sylphy... semuanya!”


Matanya itu menatap kearah kami, untuk sesaat ia terkena sedikit sakit kepala. Karena itu ia menopang sebelah kepalanya.


Membuat kami menjadi khawatir dengan kondisi fisiknya sekarang, bukan mental lagi.


“Ada apa? Apa kau merasakan sakit di kepalamu...”


Kali ini, Al yang menanyakan hal ini.


“Tidak, hanya saja... aku kesulitan memproses kembali ingatan tetang hal sebelumnya! Tapi saat aku menatap semuanya, rasanya ada sesuatu yang masuk...”


Aku cukup mengerti apa yang ia pikirkan, bisa dibilangin ia mengalami hilang ingatan untuk beberapa kejadian dibeberapa waktu kebelakang.


Karena permintaannya adalah untuk terus bersama kami, maka kemungkinan Genesis Gift miliknya sendiri menghapus beberapa ingatan yang berpotensi menghambatnya dalam keinginannya.


Mungkin seperti perasaan bersalah terlah melibatkan kami dalam masalahnya, mungkin...


“Sudah tidak apa-apa! Yang paling penting, kau selamat Kisa!”


Nice, terima kasih atas perkataan mu itu, Charlotte.


Charlotte menjawabnya dengan tersenyum, dan direspon dengan anggukan dari Charla dan Fano bersamaan. Dasar mereka itu...


“Ya, terima kasih, kak!”


Setelah itu, aku berusaha membantu Kisa untuk berdiri. Diikuti dengan yang lainnya kami berjalan dengan pelan. Mencoba menyesuaikan dengan kecepatan Kisa...

__ADS_1


Hingga, terdengar suara seseorang memanggilku dari belakang.


“Saidhan-kun!”


Panggilan ini, sudah pasti ia adalah...


“Tooru-san? Kau benar-benar kesini lagi, ya...”


Yaah, aku ingin sedikit bersikap cuek.


“Yaah, tentu saja...”


Kedatangannya saat ini, membuat seluruh teman-temanku terkejut bukan main. Terutama untuk Charla... walau ia seorang Magician, nampaknya ia sedikit menyukai Esper Stage-7.


“Jadi dia, salah seorang yang ada dipuncak dunia! Esper Stage 7, Tooru Shinyaku?”


Charla mengatakannya dengan sedikit berbisik kepadaku. Aku hanya membalas dengan anggukan.


“Hebat sekali, aura manusia kuat terasa sekali dari dirinya...”


Yap, benar sekali... Charla adalah seorang Fans girl Tooru-san.


Sementara Tooru-san hanya memperhatikan orang-orang di sekelilingku.


“Jadi kalian, teman-teman Saidhan-kun, bukan?”


“Ya, itu benar...”


“Kalau begitu perkenalkan! Namaku Tooru adalah Shinyaku, untuk saat ini aku ini mungkin adalah mentor dari Saidhan-kun!”


Yaa, untuk ini aku tidak akan menyangkalnya... lagipula itu memang kenyataannya. Dia yang melatihku untuk mengembangkan Tehnik Kekosongan.


“Whoa, Saidhan... kau beruntung bisa dilatih oleh orang sepertinya!”


Ucap Charla sembari sedikit menyikut ku, di dalam hati aku ingin tertawa karena ia tak tahu latihan macam apa yang dijalankan.


Kemudian, pandangan Tooru-san terlihat terfokuskan kepada Kisa. Dia berjalan sedikit kedepan, menuju kearah Kisa.


Kisa yang merasa sedikit gugup sedikit melangkah mundur. Kisa tidak tahu siapa orang ini, tapi kisa tahu kalau orang ini sangatlah kuat.


“Haah... ada apa denganku?”


Tooru-san sedikit menunduk, membuat Kisa semakin gugup.


“Hou, jadi ini ya... Goddes Eye, Heavenly Eye’s...!?”


Ucap Tooru-san dengan terus memperhatikan mata Kisa.


“... Ini sangat menarik, mungkin ia bisa melihat Point of Singularity!”


Gumaman Tooru-san, kali ini dengan volume suara yang sangat kecil, bahkan kurang terdengar olehku. Tapi Kisa mendengarnya dengan sangat jelas, karena itu dia bertanya...


“Point of Singularity?”


“Tidak lupakan saja! Yang lebih penting, Saidhan-kun...”


Dia mengalihkan pembicaraan dan menoleh kearah ku.


“Tujuanku kesini adalah karena aku ingin membawamu, ketempat Sua!


“Ketempat Sua-san? Untuk apa...?”


Balasku bertanya...


“Kau tahu, ada yang ingin kubiarkan denganmu...”


Ahh, ini pasti soal Haki... tapi, ya... ini memang merepotkan tapi mau bagaimana lagi. aku harus mengikutinya.

__ADS_1


"Yaa, baiklah..."


__ADS_2