Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 30: Memulai Penyelidikan


__ADS_3

Setelah membicarakan seluruh permasalahan tetang Pergerakan Magician tipe kuno. Seluruh anggota klub ini, akhirnya menyetujui untuk membantuku.


Dengan begitu aku diterima secara resmi untuk bergabung ke Klub mereka. Klub ini memiliki kapasitas yang sedikit, namun kualitas yang super hebat.


Bagaimana tidak, mereka semua merupakan Stage 6 yang berpengalaman.Dan, anggota mereka yang baru


Sebenarnya, aku sendiri masih agak bingung. Karena, padahal aku yang bilang sendiri, kalau tak akan memulai pergerakan sampai menemukan alasan untuk bertambah kuat.


Aku jadi merasa malu karena sudah mengatakan hal yang sok keren seperti itu. Jadi, merasa tak enak kepada Tooru-san dengan ini.


Kira-kira seperti apa reaksinya jika tahu kalau aku sudah memulai pergerakan untuk menyelidiki. Ugh… aku tak ingin membayangkannya.


Tapi, yang pasti… aku secara resmi bergabung ke klub ini.


Sudah sekitar 1 bulan, semenjak pertama kali aku menampakkan kakiku di Akademi ini…


Banyak hal yang memang terjadi, tapi aku sudah lupa…


Aku juga mungkin sudah membuat beberapa teman, walau tak terlalu dekat. Tapi mereka semua baik denganku.


Selain itu, aku juga menemukan beberapa hal yang mengejutkan dan menarik mengenai teman-teman satu Klub ku.


Tentang para anak berbakat dari negri ini.


Sylphy, ternyata dia itu bukanlah tipe orang yang pendiam… mungkin dia terlihat dingin terhadap orang yang baru ia kenal. Tapi dia cukup hangat kepada teman-teman yang sudah ia kenal baik.


Bahkan, menurutku dia ini bisa dibilang sebagai orang yang ceria. Tentu saja tingkat keceriaannya tak selevel dengan Charla.


Charla, menurutku ia mirip dengan Tooru-san. Jika mereka bertemu, mungkin mereka akan berteman baik, aku yakin…


Sebaliknya, adik kembarnya, Charlotte sangatlah pendiam dan kalem sifatnya. Jujur saja, aku masih sedikit canggung jika harus berbicara dan berkomunikasi dengannya., tapi untungnya di orangnya baik. Dia yang selalu menyodorkan ku cemilan dan teh.


Kalau soal Fano, ya… kami sudah berteman cukup dekat, mau bagaimanapun, dia ini satu-satunya Esper di sini. Al yang lainnya adalah Magician… sedangkan aku?


Entahlah, klasifikasi mengatakan aku ini masih misteri, walau 70% diriku bisa dikatakan sebagai Esper.


Mungkin ini alasan kami cukup dekat, selain itu… dia juga mengakui kecerdasan yang aku miliki.


Oke, kita kesampingkan soal hal itu… saat ini, kami semua sedang berdiskusi di ruangan Klub.


Walau mereka semua menerima pemintaan dariku sekitar 1 bulang yang lalu, kami semua tak langsung melakukan penyelidikan begitu saja. Itu perlu persiapan dan biaya tentunya…


Sehingga, kami baru mulai aktif melakukan penyelidikan dan mengumpulkan biro informasi adalah sekitar seminggu yang lalu.


Walaupun begitu, tetap saja informasi yang kami kumpulkan tak bisa digunakan untuk melacak mereka.


Ini sangatlah sulit…


Akan tetapi, mereka memang sedang melakukan pergerakan, aku yakin akan hal itu… itu dibuktikan dengan berita-berita yang tersebar kemana-mana. Tentang pencurian barang-barang antik yang diduga sebagai Artifak Sihir.


Bahkan pembongkaran dan perusakan terhadap benda-benda bersejarah.


Dengan adanya berita itu, aku yakin sekali kalau suatu hari, aku dan seluruh rekan-rekanku bisa mengalahkan mereka.


Wala aku yakin akan hal itu… kendala kami sekarang mungkin ialah soal jarak. Kami belum bisa menemukan orang yang siap membantu kami sekarang. Oleh karena itu, jarak yang bisa kami sampai mungkin hanya Jabodetabek.


Hanya sekitaran situ saja yang baru bisa kami sampai.


“Sepertinya, kendala kita saat ini adalah jarak, ya…!?”


Ujar ku kepada yang lainnya...


“Ya… akhir-akhir ini, media memang sudah mulai meliputi tentang permasalahan Artifak sihir! Tapi jarak memang kendala terbesar kita!”


Ucap Sylphy membalas.


Kami memang sering berkumpul di ruangan Klub, sekedar untuk melakukan kegiatan kecil, dan berdiskusi tentang masalah ini.


Saat ini, hanya ada Aku, Al, Fano, dan Sylphy saja yang datang. Charla dan Charlotte bilang kalau mereka sedang tidak bisa datang karena sesuatu.


“Apa ada informasi terbaru? Fano?”


Tanya Al kepada Fano yang sedang memainkan Smartphone miliknya


Biro informasi saat ini berada di dalam kendali Fano… walaupun begini dia itu seorang Hacker Pro… aku saja kaget saat mengetahui tentang hal itu.


“Aku tak yakin…kalau dalam Range kita kasusnya kecil-kecil semua! Paling kepolisian saja sudah cukup membereskannya!”


Balas Fano…

__ADS_1


“Begitu, ya…”


Bagaimana ini? apakah aku perlu mengubungi Tooru-san? Tidak, bisakah aku berkomunikasi dengannya?


Karena aku yakin dia itu popular, mungkin kalau ia aku Chat dia, kemungkinan ia membalas akan sangat kecil… bahkan tidak ada.


Urungkan saja…


“Benar-benar tidak ada sama sekali?”


Tanya Sylphy sekali lagi…


“Kubilang tidak ada!”


Balas Fano…


“Cih... Informannya tidak bisa diandalkan!”


Ucap Sylphy dengan volume suara pelan dan raut wajah yang sedikit kesal.


Walaupun ia sudah mengecilkan volume suaranya, tetap saja itu bisa didengar oleh Fano. Aku dan Al juga bisa mendengarnya, secara… kami berdua duduk dekat dengan Sylphy.


Mendengar itu, Fano langsung segera menjawab…


“Hey…! Apa maksudnya tadi itu?”


“Apa maksudmu?”


Ucap Sylphy pura-pura tak tahu, mungkin ia tak menyangka kalau suaranya akan terdengar.


“Tadi kau mengejek ku, ya…?”


Ujar Fano…


“Tidak… kau mungkin salah dengar, kali!!”


Balas Sylphy tidak mau mengakuinya…


Yan aku dan Al bisa lakukan hanyalah terdiam dan menyimak saja, pertengkaran kecil yang memang sudah biara tejadi. Itulah yang membuat hari-hariku sedikit menjadi terasa menyenangkan.


“Dia mengatakannya! Ya, bukan… Aldian, Saidhan?”


Fano mengucapkan itu, dia menanyakan kami.


Arere… kok jadi kami yang kena, sih!?


“Entahlah!?”


Aku yang mengucapkan itu… untuk amannya, aku menggunakan jalur tengah! Pura-pura tak tahu! Itu adalah yang paling aman, ehm… paling aman!


Karena jawabanku itu, mereka berdua segera mengalihkan pandangan mereka kepada Al, dan akhirnya ia juga menggunakan jalur yang sama!


“Aku juga tak tahu!”


Dan akhirnya, mereka berdua kembali berseteru karena merasa tak puas dengan jawaban kami.


Hingga bunyi notifikasi dari Smartphone milik Fano menghentikan perseteruan mereka.


*Ding dung!


Setelah mendengar itu, Fano berhenti dan mengambil Smartphone miliknya. Notifikasi yang masuk membuatnya memasang ekspresi terkejut kecil.


Karena penasaran, aku coba untuk bertanya.


“Ada apa, Fano?”


Fano diam tak menjawab, kemudian…


“Aku mendapatkan informasi bagus!”


Ucap Fano dengan nada membanggakan diri.


“Apa itu?”


“Dari informasi yang ku terima! Di sekitar sini, ada sebuah Energi sihir besar yang akhir-akhir ini terfokus pada suatu tempat!”


“Menurut laporan, energy sihir itu terasa kuat dan luas!”


Ucap Fano menjelaskan informasi yang ia terima.

__ADS_1


"Apakah ini Energi dari Artifak sihir??”


“Kalau sampai situ, aku kurang tahu! Tapi kemungkinannya besar!”


Hmm… bagaimana ini? Perlukah aku mengunjungi itu…?


“Dimana tempat itu? Apa jauh…?”


“Eh… tidak juga! Apa yang ingin kau lakukan di sana?”


“Aku akan memeriksanya! Jadi, dimana tempat itu?”


Setelah mendengar itu, Fano segera menyerahkan Smartphone nya yang sudah menunjukkan peta letak tempat itu. Aku melihatnya dengan serius… disini, kan!


“Bukanya ini Gudang lama di dekat pusat perbelanjaan bukan?”


Ucapku kepada, Fano… Al dan Sylphy juga sedikit terkejut mendengar hal ini.


“Ya memang disitu!”


“Bukannya ini dekat! Kenapa kita tak pernah sadar? Memangnya hal ini sudah berapa lama terjadi?”


Tanyaku kembali…


“Ah… mungkin sekitar sebulan ini! aku juga kurang tahu mendetail nya, biasanya Energi Sihir itu terasa setiap tiga hari sekali!”


Aku kembali fokus ke letak gudang ini, kemudian…


“Aku akan ke sana! Apa kalian ingin ikut!?”


“Tidak!”


“Setelah ini aku ada sedikit urusan!”


Yang menolak itu ialah Al dan Fano, siapa lagi kalau buka mereka berdua…


Haah, orang-orang yang tak bisa diandalkan! Sepertinya Sylphy benar soal tadi..


Karena Al dan Fano menolak, aku kemudian sedikit menoleh kearah Sylphy. Baru saja aku ingin menanyakannya, segera aku urungkan niat itu.


Kalau dipikir-pikir sepertinya tak baik mengajak seorang perempuan ke tempat seperti itu… Aku menghela nafas pelan.


“Hufft, baiklah kalau begitu aku pergi…!”


Disaat aku aku hendak pergi, tiba-tiba suara Sylphy menghentikan ku.


“Tunggu Saidhan! Apa kau ingin memeriksa tempat itu? Sendirian?”


“Ya, begitulah!”


Ucapku pelan…


“Bukankah terlalu berbahaya? Pergi sendirian?”


“Ah, tidak apa-apa! Aku bisa menjaga diri sendiri!”


“Haah, baiklah! Aku akan ikut denganmu!”


Eh…?


Setelah mengucapkan itu, Sylphy bangkit dari tempat duduknya dan segera menuju kearah ku.


“Kau yakin?”


Ucapku untuk mengkonfirmasi sekali lagi…


“Tentu saja! Lagipula aku juga penasaran dengan Energi sihir itu!”


“Eh, merasakan itu?”


“Ya... hanya sedikit!”


“Lalu kenapa kau tidak bilang?”


“Ya, aku sendiri juga tak tahu soal itu! Aku pikir itu dari orang yang sedang berlatih atau semacamnya!”


Haah, sama saja! Yaa… kalau soal ini aku juga tak bisa terlalu menyalahkannya. Karena aku sendiri saja tak menyadarinya.


“Baiklah! Ayo pergi!”

__ADS_1


Dengan begitu, pada akhirnya juga, aku pergi ke sana dengan Sylphy. Tanpa kedua orang itu…


Walau aku sendiri sebenarnya merasa tak enak dengan ini, membuatku merasa canggung!


__ADS_2