
Udara disekitar menggelegar...
Di ruangan tengah dari Labirin ini, terlihat Haki dan Mala sedang menatap layar besar. Menampakkan bagaimana situasi dari pertarungan di dalam labirin.
Dan situasinya sangatlah tidak bagus, untuk pihak mereka tentunya. Sebagian besar penyihir yang dipanggil oleh Haki sudah dikalahkan.
Disini, ia benar-benar sangatlah panik. Untuk 50 orang penyihir biasa itu, memang tidaklah mengejutkan bagi Haki. Tapi, ketiga orang yang dipanggil langsung oleh Haki dari RIO juga sudah dikalahkan.
Haki memasang aura yang menyeramkan unruk melampiaskan kekesalannya saat ini...
“Cih...sialan! Bagaimana mungkin ini terjadi...!?”
Ungkapan kekesalan dari Haki, ia juga berulang kali menghentakkan kakinya kelantai. Hingga menimbulkan kerusakan pada lantai itu sendiri.
“Hampir 75% penyihir yang kita panggil sudah dikalahkan! Bahkan mereka bertiga...! mereka itu, moster'kah?”
Sebuah tambahan dari Mala, semakin meningkatkan kemarahannya. ‘Monster’ mungkin itu kata-kata yang tepat dari Mala... menggambarkan kemampuan dari Aldian, Sylphy, Fano, Charla, dan Charlotte yang luar biasa.
Mampu mengalahkan semuanya dengan mudahnya...
“Sial... situasi ini sangat tidak bagus! Aku terlalu meremehkan mereka...!”
Ujar Haki, dirinya bahkan sampai menggigit salah satu dari kuku jarinya. Menandakan seberapa paniknya dirinya itu.
‘Kalau begini terus... rencana ini akan gagal lagi! Tidak bisa kubiarkan rencana ini gagal, aku jadi tidak bisa menampakkan wajahku ini didepan Tuan RIO!’
Lanjut Haki didalam batinnya... ia terus mencari cara yang bagus untuk menanggapi situasi ini. Yang tentunya, ini sangatlah sulit untuk diperbaiki kembali.
Bahkan dengan pemikiran cerdas nan licik yang dimiliki oleh Haki. Ini tidak bisa dilakukan dengan semudah itu.
Hingga, tak lama kemudian datanglah Dios yan membawa suatu kabar...
“Tuan Haki...!”
“Dios!?”
Haki dan Mala bereaksi seperti itu secara bersamaan...
“Keadaan kita sedang kacau balau! Penyihir kita sudah dikalahkan...!”
Ucap Dios, untuk pertama ia ingin melaporkan itu terlebih dahulu.
“Tanpa kau laporkan aku juga sudah tahu...!”
Balas Haki, ia kemudian mengalihkan pandangannya kembali kearah layar besar. Dios melihat layar itu juga, ia kemudian langsung menunduk...
Tetapi, sebenarnya bukan itu...
“Tentunya anda sudah tahu...! akan tetapi, sebenarnya bukan itulah hal utama yang saya ingin bicarakan! Tetapi, saya ingin menyerahkan ini!”
Dios menujjukan sesuatu yang ada diganggaman nya. Itu adalah sebuah batu permata hijau dan mengeluarkan aura sihir yang cukup kental, tentunya permata itu adalah sebuah Artifak sihir.
Dan Haki sendiri, terkejut dengan itu.
“Ini, kan...!?”
......................
Disisi lain... terlihat sosok Aldian. Setelah mengalahkan Hari sebelumnya, ia langsung segera menyusuri lorong demi lorong labirin ini.
Aldian memanglah bukan ahlinya dalam Magic Sense, indra sihirnya juga tak sebaik lainnya. Akan tetapi, ia sendiri tahu kalau ia sudah semakin dalam dan dekat menuju ruangan tengah labirin.
Karena, ia merasakan sebuah pancaran gelombang energi sihir yang kuat.
Untuk sekarang ini, akan dijelaskan sedikit hal tentang keberadaan Aldian dan teman-temannya.
Setelah diubah dengan sihir, bentuk ruangan dalam gedung ini adalah labirin lingkaran yang luas. Untuk saat ini, Aldian dan Sylphy adalah yang paling dekat dengan Ruangan tengah labirin.
Sedangkan untuk Fano, ia berjalan sedikit terlalu kekiri dari ruangan sebelumnya. Charlotte masih lebih baik... ia memang dalam arah yang dekat dengan ruang lingkaran. Tetapi, sayagnya ia bergerak terlalu maju dan melewatinya.
Untuk Charla sendiri, ia benar-benar sepenuhnya tersesat. Dirinya hanya berputar-putar saja sedari tadi.
Kembali ke sisi, karena bergerak menurut insting dan Magic sense nya. Akhirnya, Aldian sampai sumber energi sihir itu sekarang. Dan tak sengaja, saat ingin membuka pintu ruangan...
Aldian berpas-pasan dengan Sylphy...
“Sylphy...!?”
“Aldian...!?”
Suara saling memanggil dari mereka berdua...
“Haah, sepertinya kita sudah sampai secara bersamaan, ya...!”
“Ya...!?”
Obrolan dari mereka berdua. Dan juga, untuk saat ini, Aldian ingin menanyakan prihal kebenaran lokasi dari ruangan tengah labirin ini. Karena, Sylphy sanga ahli dalam sihir tipe sensor dan Magic Sense miliknya sangat baik.
“Hei, Sylphy...! apa ruangan ini tengah labirin?”
Sylphy tak langsung menjawab itu. Ia sempat memejamkan matanya sesaat, mencoba merasakan hawa keberadaan dengan Magic Sense miliknya.
__ADS_1
“Ya, nampaknya benar...! ini adalah yang paling dalam dan tengah... aliran sihirnya berbeda dari yang sebelumny!”
Jawab Sylphy... ini menimbulkan sedikit perasaan lega dari Aldian. Karena, dengan begini ia semakin dekat dengan keberadaan Kisa.
“Dan juga... kesana aku merasakan kumpulan energi sihir yang besar sekali di sana!”
“Begitukah? Dengan begini, kita harus saja mengeceknya secara langsung!”
Ucapan Aldian, dibalas dengan anggukan oleh Sylphy... dengan begitu, mereka langsung saja bergerak kembali. Menelusuri lorong demi lorong.
Mengandalkan kemampuan sensor dan Magic Sense dari Sylphy. Hingga, mereka sampai kedepan sebuah pintu yang berukuran besar ini. Strukturnya terbuat dari beton... dan juga terdapay ukiran yang begitu bagus.
Aldian agak terkejut dengan itu... ia tak menyangka akan ada ukiran seperti ini. Dia jadi berpikir, apakan ukiran ini asli bagian dari gedung ini? Ataupun hanya buatan dari sihir itu.
Tapi, sekarang ini bukanlah waktu yang tepat untuk memikirkan itu... selain itu, dia juga akhirnya merasakan energi sihir yang dikatakan Sylphy.
Aldian menatap kearah Sylphy... keadaannya saat imi sedikit mengkhawatirkan. Ia nampak pucat dan seakan-akan ingin pingsan.
“Eh, ada apa...!? Sylphy...”
Sylphy tak langsung menjawab, Sylphy sedari tadi sedang melakukan resonansi sihir dengan sekitar. Dan hasilnya, sangatlah mengejutkan.
“I-ini...! aku mengenal energi sihir ini!”
“Ini adalah, All See Eye’s!”
“All See Eye’s...? itu bukannya... kalau begitu, berarti disini!?”
“Yaah, didalamnya ada Kisa! Tetapi...”
Sylphy memotong ucapannya sendiri, menimbulkan perasaan ingin tahu pada Aldian.
“Auranya menumpuk! Sihir dari All See Eye’s terasa ingin berubah!”
Kepanikan muncul... Aldian dan Sylphy... apakah mereka ini terlambat. Yang diincar oleh para Magician itu adalah versi lebih tinggi lagi dari All See Eye’s. Dengan Sylphy merasakan perubahan pada aura sihirnya...
Apakah mereka sudah terlambat?
Tak lama dari itu, Sylphy mengangkat tangan kanannya. Menunjuk kearah Pintu besar ini. Dan seketika...
*Bruagghh! Bragghh!
Pintu itu dihancurkan dengan sangat mudah oleh Sylphy... seketika, ia langsung melesat masuk kedalam...
“Kisa...!”
......................
Kehancuran dari pintu masuk... ini tentunya mengagetkan orang-orang yang ada didalam ruangan ini.
Benda yang diberikan oleh Dios sebelumnya, adalah sebuah artifak sihir tingkat tinggi. Artifak itu tak bernama... lebih tepatnya tak diketahui namanya.
Itu merupakan salah satu dari kelas atas yang mereka miliki. Kemampuan sihirnya itu sangt luar biasa dan bisa menentang hukum alam. Kemampuannya ialah... Interval Skip.
Artifak ini memang tak terlalu kuat dalam bertarung, namun kemampuannya sungguh dicari oleh dunia.
Secara rinci, Artifak ini bisa langsung bisa melongkapi waktu proses yang dibutuhkan dalam melakukan sesuatu. Sampai ke tahap hampir jadi. Dan artifak ini digunakan oleh mereka untuk langsung menuju ketahap peningkatan.
Perubahan dari All See Eye’s menjadi Heavenly Eye’s.
Dengan begini, mereka hanya tinggal mencangkokkan nya dan membawanya kepada RIO.
Dan, disela-sela itu...
*Bruagghh! Bragghh!
“Kisa...!”
Suara seseorang perempuan yang menerobos masuk kedalam ruangan ini. Menimbulkan sedikit ketekejutan dari mereka. Walau sebenarnya, mereka tahu ini akan terjadi cepat atau lambat.
Haki menatap kearah itu, asap masih cukup tebal didaerah situ. Hingga asap menipis dan menampakkan dua orang, laki-laki dan perempuan yang sedang memacarkan aura permusuhan yang tinggi.
Haki sedikir tersenyum melihat kedua orang itu...
“Yaahh, kalian hampir saja terlambat!”
Kata-kata yang diucapkan Haki, sedikit meredam amarah dari mereka berdua. Ini karena, dia masih memakai kata ‘hampir’ yang berarti mereka masih belum terlambat.
“Sialan kau...! dimana Kisa...!?”
Sylphy langsung saja menanyakan intinya. Haki masih memasang wajah yang seperti tadi, sementara Mala dan Dios yang disampingnya sudah memasang kuda-kuda bertarung.
Haki menunjuk kebelakang... kearah Kirstal sedang dibelakangnya, yang terhubung dengan pancaran energi sihir yang besar itu.
“Apa kau tidak melihat di belakangku?”
Melihat itu, mereka berdua... baik Aldian dan Sylphy mebelakkan matanya. Bukan karena kristalnya... tetapi karena sosok yang tertidur dalam kristal itu.
Seketika, kemarahan dari Sylphy sudah tak terbendung lagi. Aura sihirnya bocor menimbulkan tekanan yang teramat sangat dirasakan oleh Haki. Namun, ia masih belum gentar dengan hal itu...
Sylphy akan menggunakan itu sekali lagi...
__ADS_1
“Fairy Form : Notos!”
Bentuk berbeda dari Fairy Form Sylphy, walau secara garis besar sama saja. Notos adalah dewa angin dari Anemoi sama seperti Boreas yang disebut sebagai angin selatan. Melambangkan angin panas dan kering...
Seperti kemarahan dari Sylphy saat ini...
“Aku akan menghabisi mu!”
Sesaat setelah kata-kata itu keluar dari mulut Sylphy... sebuah pusaran angin horixontal tercipta dan menekan Haki
Haki yang sudah bersiap siaga sendiri, masih saja tak bisa menebaknya. Serangan tiba-tiba Sylphy mengenai Haki.
“Cih...!”
Haki membelokkan angin itu keatas, menyebabkan langit-langit rusak dan runtuh akibat itu semua.
Tak ketinggalan dengan itu, Aldian juga langusng bertindak... karena Sylphy yang melawan Haki. Jadinya, ia yang melawan Mala dan Dios secara sekaligus.
Mereka berdua menatap kearah Aldian dengan tajam.
“Aku mengerti perasaanmu, Sylphy...! Karena aku juga seperti itu sekarang. Yang perlu kita lakukan adalah mengalahkan musuh!”
Gumaman seorang diri dari Aldian... tangan kanannya mengeluarkan apii yang berukuran besar, bahkan juga menutupi sebagian wajahnya.
“Ini adalah pertarungan akhir...!”
Tentunya, Mala dan Dios tahu soal Aldian ini. Dia adalah yang paling sering diamati oleh mereka berdua saat memata-matai Kisa.
Karena, faktanya Aldian adalah yang paling kuat diantara para Stage 6 itu. Bahkan, Sylphy disaat ini belum tentu bisa mengalahkan Aldian dengan kekuatan penuhnya.
Tapi, mereka tetap optimis melawan Aldian.
“Jangan remehkan kami...!”
Dios yang mengatakan itu, beberapa saat kemudian, diirinya langsung bergerak. Kecepatan kilat yang sempat memblitz Aldia.
Walau tak lama kemudian, ia bisa mengikuti pergerakan itu lagi. Mala kemudian juga ikut bergerak. Mereka bergerak dengan cepat, mengelilingi Aldian dalam formasi lingkaran... mengira kalau ia akan kesulitan menghadapi ini.
“Tapi, sayang sekali...! jangan kalian kira aku tak bisa mengikuti kecepatan ini...”
Aldian merentangkan tangannya keatas. Menciptakan sebuah kobaran api sedang.
“Sihir Api...!”
Aldian memutar tangannya itu, putaran api yang tepat dengan kecepatan itu. Panas yang alami ini, bisa berfek dengan mereka berdua.
“Cih...!”
Suara keluhan dari Dios, panas ini sangat mengganggunya. Oleh karena itu, Dios menapakkan kakinya dan melompat keatas. Bersiap menggunakan sihir pamungkas miliknya...
“Sihir Suci : Arus Listik Putih!”
Dios menggunakan sihir sucinya, menimbulkan sedikit kekaguman dihadapan Aldian.
“Hou!”
Dan kemudian, terjadi benturan antara pertahanan api dengan sambaran listrik.
Disisi lain, Haki melawan Sylphy... terlihat tak seimbang. Sylphy mendominasi jalannya pertarungan sejak awal. Itu adalah wajar karena Haki bar saja selesai dengan fase pengumpulan energi sihirnya.
Berbeda dengan Sylphy yang ada didalam konsisi lebih tinggi dari prima. Fairy From ini, benar-benar kuat.
Dua buah angin topan saling beradu... perbedaan ukuran memang jelas terlihat disitu.
“Khekh... sialan!”
Haki kesal dengan ini, dia mengangkat kedua tangannya. Memperkuat aliran sihirnya itu. Itu tak digubris oleh Sylphy...
Namun justru Sylphy terpikirkan hal yang menarik. Sylphy menatap kearah Aldian, yang nampak terlihat bisa menangani dua anak buah Haki itu dengan bak.
Setelah melihat itu, Sylphy menaikan sihirnya. Ia menyatukan Angin Topan miliknya dengan milik Haki. Kemudian...
“Aldian...!”
Teriakan Sylphy... sementara itu, Aldian hanya bereaksi dengan mengalihkan pandangannya. Atau lebih tepat ia hanya memutar bola matanya kearah Sylphy...
Dengan hanya melihat saja, Aldian langsung mengerti itu. Ia mengangkat sebelah tangannya dan menjentikkan jarinya.
Dan langsung saja, topan itu berubah menjadi tornado api yang besar sekali.
Menimbulkan keterkejutan dari Haki, Dios, dan Mala. Pusaran anngin besar diperparah dengan sentikan api dari Aldian.
Ini adalah alasan mengapa Aldian dan Sylphy cocok dalam pertarungan tim. Namun, dengan seketika keterkejutan itu digantikan hal yang lainya.
Sebuah suara yang berasal dari Add Crystal itu, menggelegar! Sebuah pancaran cahaya berbalik keatas dan terang sekali.
Haki menatap itu, pancaran cahaya itu menyerap Pusaran Tornado api yang membara itu. Seakan-akan mencari sumber energi sihir untuk diserap.
Haki tersenyum melihat cahaya itu...
“Ini dia...! akhirnya, kau telang bangkit kembali setelah ratusan tahun!”
__ADS_1
Kata-kata dari Haki...
“Mata para Dewa, Heavenly Eye’s!”