
Sebenarnya, aku datang kesini bersama dengan seseorang… siapa lagi kalau bukan Sylphy! Kami, tidak… lebih tepatnya dia itu tiba-tiba saja memutuskan untuk berbelanja di Pusat Perbelanjaan di daerah ini.
Walau sebenarnya aku agak malas karena itu, tapi mau bagaimana lagi? melihat kekuatan miliknya sebelumnya, membuatku agak takut untuk menentangnya.
Lagipula, dia sama sekali tak menanggapi perkataan ku sama sekali, ia langsung menarik ku kesini.
Jadi, yaah… pada akhirnya, aku terkesima dengan Pusat Perbelanjaan. Tentu saja kerena disini menjual banyak sekali Manga yang sangat menarik, bahkan Full Volume!
Ini menjadi nilai Plus yang sangat baik. Selain itu, harus kuakui… barang-barang yang dijual disini semuanya cukup menarik dan beragam macamnya, selain itu harganya juga sangat murah dan terjangkau.
Sebuah Pusat Perbelanjaan yang sungguh luar biasa, tidak heran banyak sekali pengunjung yang datang kemari, ini sangatlah ramai.
Dan… alasan kenapa saat ini aku tak bersama dengannya lagi dan justru sedang makan dengan santai? Semua itu dikarenakan seorang anak kecil yang baru saja selesai makan ini…
Ya, dia adalah penyebab utama aku terpisah dengannya… siapa lagi kalau bukan Kisa! Orang yang sebelumnya hendak mencuri dompetku namun aku berhasil mendapatkannya kembali.
Dan sekarang, kenapa aku justru makan bersama orang yang sebelumnya ingin mencuri dompetku?
Ah… sudahlah! Ceritanya akan sangat panjang sekali kalau dijelaskan.
Sekarang yang lebih penting adalah, bagaimana cara menjelaskan semua itu dengan baik dan tidak akan menimbulkan sesuatu yang berbau hukuman dan kesalahpahaman.
Itu adalah prioritas sekarang ini!
Saat ini, Sylphy sudah dekat sekali dengan Restoran tempat aku makan malam bersama Kisa.
Aku tahu hal ini karena batuan dari All See Eye’s, sebuah kemampuan yang kemungkinan besar merupakan Sihir, ia mentransfer Energy miliknya kepadaku.
Hingga, aku berhasil mendapatkan pengelihatan dari All See Eye’s, dan Multiple Scene-nya!
Dan karena itulah, aku mendapatkan jikalau Sylphy sedang berada dekat dari tempatku saat ini. selain itu, ia memasang muka masam dan kesal.
Tentu saja dengan itu membuatku merasa sedikit takut.
Ugh… bagaimana ini?
Sementara itu… Kisa membatalkan Transfer Energy yang sedang ia lakukan dan membuatku terputus dari Multiple Scene.
“Ada apa, kak?”
Dia terlihat memasang raut wajah yang khawatir.
“Ah, tidak… bukan apa-apa!”
Segera setelahnya, aku bangkit dari tempat dudukku untuk menghampiri Sylphy.
“Ah… Kisa! Tunggu disini dulu, ya! Sebentar lagi aku akan kembali, akan tetapi… jikalau saja aku tak kembali dalam waktu 1 jam… serahkan saja ini ke kasir!”
Ucapku sembari mengeluarkan beberapa lembar uang dan kemudian menyerahkannya kepada Kisa…
Kisa menerimanya dan kemudian berkata…
“Eh, kenapa…? Ada masalah apa?”
Disaat aku baru saja aku ingin mencoba untuk pergi, aku sempat mengecek jendela dan…
Sylphy saat ini sudah berada di luar kaca jendela sedang menatap kedalam, tepat kearah ku dan Kisa. Ahh, ini dia… sudah tak bisa dihindarkan lagi!
“Saidhan…”
Inilah akhirnya…
...----------------...
Saat ini, setelah kejadian itu… aku langsung saja mengajak Sylphy langsung untuk masuk! Dia saat ini sedang duduk disebelah Kisa yang hanya menatap kearah kami secara bergantian. Tatapannya itu terlihat sangat polos.
Tak lupa, aku juga memesankan nya secangkir teh, dia sedang meminum teh nya sekarang.
Yang bisa kulakukan disini, saat ini adalah hanya diam saja, tutup mulut!
Ya ampun, padahal sebenarnya aku ingin menjelaskannya secara perlahan dan kemudian mempertemukannya dengan Kisa. Ini setidaknya tak akan menimbulkan kesalahpahaman yang tak perlu.
Kalau tadi...? Itu buruk sekali… dia berada diluar menatap kearah kami berdua yang ada didalam. Dan yang lebih parahnya lagi… ia melihat disaat aku sedang berdiri dan memegang dompet, dan Kisa yang sedang memegang uang.
Dia melihatnya saat kami sedang begitu… dengan hal ini, tentu ia akan sangat mudah untuk salah paham!
__ADS_1
Tapi, yah.. mau bagaimana lagi? ini semua sudah terjadi.
Kemudian, Sylphy sedikit menjeda acaranya yang sedang meminum teh itu, tanpa menurunkannya.
“Lolicon!”
Ucap Sylphy dengan nada yang sangat menusuk.
“Bukan! Tolong, tolang dengarkan dulu penjelasan ku!”
Sylphy menghela nafasnya.. ia kemudian menaruh cangkir teh nya kembali ke meja. Dan kemudian ia memasang pose seperti ingin menginterogasi…
Dia menyatukan tangannya, dan menaruhnya di atas meja juga. Ia juga memancarkan aura yang sungguh menekankan.
“Baiklah, akan ku dengarkan!”
Ugh… aku sungguh tertekan karenanya! Aku tahu kalau ini akan terjadi… jadi, sebisa mungkin akan aku perbaiki kesalahpahaman ini.
Dan setelahnya, aku langsung saja menjelaskan seluruh kejadian yang terjadi dari awal aku dan Sylphy berpisah, hingga sampai bertemu kembali.
Syukur, Sylphy sungguh mudah dan enak diajak bicara. Ini sungguh membantuku...
Dan akhirnya, ia mengerti dan kesalahpahaman bisa dituntaskan sampai selesai…! Setelah mendengar seluruh cerita tentang tadi, Sylphy kemudian kembali meminum teh miliknya.
“Baiklah! Aku mengerti situasinya!”
Ucap Sylphy pelan…
“Haah, terima kasih atas pengertiannya!”
Ucapku membalasnya dengan hembusan nafas untuk mengawalinya, tanda kalau aku sudah lega atas tuntasnya kesalahpahaman ini/
“Tapi… yaah, aku tak bilang kalau memaafkan mu!”
Ugh, entah mengapa ini lebih terdengar lebih menekan dari sebelumnya!
“Kenapa?”
Ucapku bertanya dengan nada yang agak tinggi dan sedikit memajukan wajahku ke dekat wajahnya!
Sylphy Nampak agak kaget karena itu, pipinya sedikit memerah. Namun, ia menutupinya dengan segera memundurkan kembali diriku, dan kembali meminum teh miliknya.
“Ah… baiklah!”
Ya, untuk sekarang lebih baik aku tidak perlu terlalu mempermasalahkan sesuatu hal dengan Sylphy… itu bisa berakibat buruk.
Sementara itu, saat ini Kisa hanya menyimak saja. Ia diam dan menyimak apa yang kami berdua bicarakan dari tadi. Hingga, ia menyadari kalau aku sedang menatapnya, Ia segera mengirimkan kode bertanya.
“Siapa Kakak yang ini?”
Tanya Kisa kepadaku, ini juga didengar oleh Sylphy… karena itu, ia segera menaruh cangkir tehnya dan segera mengenalkan dirinya kepada Kisa.
“Oh, ya benar juga! Aku masih belum memperkenalkan diriku, ya?”
Ucap Sylphy dengan senyumannya… Kisa merespon itu dengan anggukan pelan.
“Kalau begitu, Perkenalkan! Namaku Sylphy Hartiningrat! Kau boleh memanggilku, SYlphy!!”
Ucap Sylphy mengenalkan dirinya, ia juga sembari sedikit mengelus kepala Kisa dengan lembut.
Sementara itu, Kisa yang merasakan kelembutan dari orang yang sedang mengelus-elus kepalanya, menjadi terlihat sangat nyaman dan menikmati itu.
“Na-namaku Kisa…! S-salam kenal, Kak Sylphy!”
Ucap Kisa sembari menikmati elusan yang dilakukan oleh Sylphy kepadanya. Ia benar-benar terlihat sangatlah Imut disini, bahkan Sylphy juga menjadi sangat bersemangat melihat betapa imutnya Kisa saat ini.
Bahkan, saat ini… Sylphy yang tadinya hanya mengelus kepalanya saja, kini meningkat menjadi memeluknya, bahkan sampai sedikit menggosok pipinya terhadap pipi Kisa.
Benar juga, setelah mengenalnya dengan baik selama kurang lebih 1 bulan kebelakang, sifatnya memang agak berubah kepadaku. Nyatanya, setelah ku perhatikan lebih dalam lagi… dia itu sangatlah baik dan ramah, selain itu… Charla pernah bilang sekali, kalau Sylphy sangat menyukai hal-hal yang lucu dn imut.
Sungguh feminim sekali! Diluar kemampuannya yang sungguh hebat!
“Ehmm! Ah… Kisa! Kamu imut sekali! Umurmu berapa!”
Oh, iya… benar juga! Kalau tidak salah, aku ini masih belum menanyakan umurnya berapa, yang kulakukan hanya menebak-nebak umurnya… aku cukup tertarik akan hal itu!
__ADS_1
“Umurku 12 tahun!”
Ucap Kisa, walaupun sedikit tidak jelas suaranya, karena ulah Sylphy.
Waah, dia sudah cukup besar juga, ya ternyata…!
Setelah Kisa mengatakan hal itu, Sylphy langsung saja menghentikan aksi yang telah ia lakukan… ia menggantinya dengan elusan kepala dengan lembut.
“Hooh! Kamu berumur 12 tahun, ya? Kamu sudah cukup besar juga, ya…!”
Ah, sepertinya Sylphy menjadi merasa sedikit tidak enak, mungkin ia mengira kalau anak umur segitu, sudah merasa tidak nyaman jika diperlakukan dan dimanjakan seperti itu.
Yaah, itu memang merupakan hal yang biasa, bahkan aku sudah begitu di saat berumur 12 tahun, pemikiran ku saat itu tidak jauh berbeda dari pemikiran ku di umurku yang sekarang, yaitu 15 tahun!
Tapi, pemikiran orang itu berbeda-beda! Bisa saja ada orang dengan pemikiran yang lebih dewasa, walau umurnya lebih muda daripadaku, mungkin ada juga orang yang pemikirannya lebih kekanak-kanakan, walau usianya lebih tua daripadaku…
Jadi, itu tergantung pada diri masing-masing!
“Ahh, tidak Begitu juga!”
Ucap Kisa membalas perkataan dari Sylphy… setelahnya, Kisa kembali menatap kearah ku.
“Jadi, Kak Sylphy ini, pacarnya kakak?”
Ucap Kisa dengan nada yang agak polos, sudah kuduga… ia bisa saja berpikiran seperti itu!
Sama sepertiku, Sylphy terlihat agak kaget karena ucapan Kisa barusan, ia segera membalasnya.
“B-bukan! Bukan, kok Kisa! Saidhan dan aku hanyalah teman sekelas!”
Ucap Sylphy…
“Ya… itu benar!”
“Oh, jadi begitu… kalau begitu, maaf karena sudah menduga yang tidak-tidak!”
“Ah, tidak apa-apa! Tenang saja!”
Ucap Sylphy membalas permintaan maaf Kisa.
Setelah itu, kami bertiga mengobrol… sekalian Sylphy langsung memesan makanan, karena dia belum sempat makan sebelumnya.
Ah… ini salahku! Kalau begini, ia pasti memintaku untuk membayarnya!
Ah tidak… lagi-lagi aku kembali harus melakukan pengeluaran! Jika begini terus, Manga yang kuinginkan terpaksa harus ku beli 2 bulan lagi, sialan!
Tapi, yaah… pasrah saja!
Kami terus melanjutkan mengobrol, sekalian menunggu Sylphy selesai makan malam.
Saat ini sudah menunjukkan pukul 20:30, 30 menit lagi sudah jam 9 malam, ini tidak baik! Seorang siswa berkeliaran hingga jam segitu… lebih baik kamu pulang sekarang, tapi… bagaimana dengan Kisa?
"Sylphy… bukankah lebih baik, kita pulang sekarang?”
Ucapku kepada Sylphy, mendengar hal itu… ia segera melihat kearah jam dinding yang terpasang di resto ini, lalu ia mengangguk setuju.
“Benar juga, ya…! Tidak baik jika kita terus disini!”
Setelah mengatakan itu, Sylphy bangkit dari duduknya… dan kemudian.
“Oh, ya…! Bagaimana denganmu, KIsa? Kau tidak pulang!?”
Ucap Sylphy kepada Kisa… karenanya, Kisa langsung saja menunduk.
“Sebenarnya… aku, tak punya tempat untuk pulang!”
Begitu, ya?… jadi seperti dugaan ku, dia ini seorang Tunawisma… kalau begini, aku tak bisa meninggalkannya begitu saja!
“Begitukah?”
“Tapi tidak apa-apa kok! Aku punya tempat yang layak untuk tidur, jadi kakak kembali saja pulang! Keluarga kalian pasti mengkhawatirkan kalian…!”
Ucap Kisa dengan senyuman yang terlihat agak dipaksakan.
Hentikan itu, oi! Kalau begini aku semakin menjadi tak enak untuk meninggalkanmu!
__ADS_1
Sementara itu, Sylphy masih saja diam, tak mengatakan apa-apa…
Sekarang… apa yang akan kau lakukan untuk menghadapi ini, Sylphy?