Whiteocean: The Testament Limitless

Whiteocean: The Testament Limitless
Chap 37: Melihat Mimpi itu lagi!


__ADS_3

Bagaimana ini Sylphy? Apa yang akan kau lakukan sekarang? Di hadapan ini, di situasi ini…


“Kalau begitu, bagaimana kalau kau tinggal bersama ku?”


Ucap Sylphy dengan senyumannya…


“Eh?”


Oh, ya… itu benar juga, ya…! Masih ada pilihan itu, ya…? Kalau begini, tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi… kami bisa menjaga Kisa sampai waktunya sudah tiba. Dia berpisah dengan kami…


Tapi, walau begitu… ada satu hal yang menggangguku! Yaitu… apa diperbolehkan?


Ya benar! apa ini diperbolehkan oleh pihak sekolah? Kau tahu, kami berdua ini tinggal di Asrama milik Akademi. Bukan di rumah pribadi… jadi perlu adanya peraturan yang harus kami semua taati.


Karena itulah, aku akan mencoba membicarakan ini lagi dengan Sylphy… segera setelah itu, aku langsung saja mencoba untuk membicarakannya dengan Sylphy.


Aku sedikit berbisik dan menyuruhnya untuk sedikit mendekat…


“Oi, Sylphy… sini sebentar!”


Setelah melihat dan mendengar bisikan ku, ia segera


mendekat kearah ku juga dan berbisik...


“Ada apa?”


Ucap Sylphy membalasnya denan berbisik juga.


"Apa kau yakin? Kuakui mengajaknya untuk bersamamu itu ide yang cukup bagus… tapi, apa ini akan diperbolehkan?”


Ucapku dengan berbisik… setelah aku mengatakan hal itu, Sylphy langsung saja memasang pose berpikir.


“Benar juga, ya…! Kalau tidak salah peraturannya itu…”


“Apa dilarang membawa seseorang ke Asrama?”


Ucapku…


“Entahlah! Aku tak tahu soal itu… tapi kalau tak salah, keluarga boleh!”


“Benarkah!?”


“Iya... benar!”


“Jadi, bagaimana? Jangan bilang kalau kau ingin berbohong dan mengatakan kalau Kisa itu keluargamu!?”


Ucapku dengan sedikit memperingati Sylphy…


Namun, ia justru memasang senyumannya… apa orang ini, benar-benar ingin melakukan hal yang nekat itu? Haah, ya biarlah… kalau itu satu satunya cara, aku tak akan terlalu keberatan...


“Memang begitulah niatku!”


Ucap Sylphy dengan memasang senyuman yang nampak sedikit terlihat licik.


Setelah, itu kembali menanyakannya kepada Kisa.


“Jadi, Kisa…? Apa kau mau tinggal denganku?”


Ucap Sylphy… sementara itu, Kisa terlihat menjadi sangat kebingungan!


“Eeh..? apa boleh seperti itu?”


Ucap Kisa sedikit khawatir…


“Tentu saja boleh, ayo…!”


Setelah itu semua, Sylphy langsung saja mengajak dan menarik Kisa untuk keluar dari Resto ini… dan aku, yang kulakukan hanyalah mengikuti mereka dari belakang


Sebenarnya, Sylphy sudah menariknya keluar tanpa Kisa menyetujui ajakannya itu… mereka menunggu diluar sembari menunggu aku membayar seluruh pesanan yang kami bertiga makan tadi…


Huhu… aku membenci bagian ini! karena sangat menguras isi dompetku… Diriku yang memutuskan untuk hidup irit beberapa waktu yang lalu… sudah tak bisa dipercaya lagi!


Ah, sudahlah… mengeluh pun juga tak ada gunanya. Itu semua sudah terjadi, lebih baik aku segera keluar. Mereka sudah menungguku…


Setelahnya, aku keluar menemui Sylphy dan Kisa… mereka berdua sedang menunggu didekat pintu masuk Resto. Dan saat ini sedang mengobrol dengan baik, hingga mereka berdua menyadari kehadiranku.


“Ayo…!”


Dan begitulah, kami bertiga segera berjalan pulang, Sylphy berjalan dengan menggandeng tangan Kisa yang berjalan sedikit di belakang. Sementara aku, aku berjalan sejajar dengan Sylphy…

__ADS_1


Sesekali, aku mencoba untuk sedikit melihat kearah Kisa yang memang memasang wajah yang sedikit merasa tak enak untuk tinggal bersama Sylphy.


Aku terus menatap kearahnya, hingga dia sadar akan hal itu… dan sedikit membuang pandangannya.


“Ada apa, kau terlihat seperti merasa tak nyaman??”


Ucapku menanyakan suasana hati Kisa sekarang…


“Apa kau tak ingin tinggal bersamaku?”


Kali ini, Sylphy yang mengatakan hal itu… ia juga memasang wajah yang, err… aku tak tahu haru mendeskripsikannya seperti apa. Tapi, yang pasti itu bukanlah ekspresi yang baik.


“T-tidak bukan hal itu! Aku senang akan hal itu, tapi…”


“Tapi apa?”


Dengan cepat, Sylphy membalasnya.


“…”


Aku hanya diam saja melihat…


“Apa benar, tidak apa-apa! Apa tak akan menimbulkan masalah kepada keluarga kakak?”


Ucap Kisa sedikit tak yakin…


Jadi begitu, ya…! Dia mengira kalau kami masih tinggal bersama dengan orang tua, begitu kira-kira.


Setelah mendengar itu, Sylphy menghadap kearah Kisa dan memegangi pipinya.


“Tidak apa-apa! Sebenarnya, kami ini tidak tinggal bersama orang tua lagi! kami tinggal di Asrama besar, di Akademi…!”


“Benarkah!”


“Benar, justru karena itulah, aku ingin kau tinggal bersamaku! Dengan begitu, kau bisa menemaniku!”


Ucap Sylphy dengan senyumannya…


“Apa ini tak melanggar peraturan?”


“Tentu saja tidak…!”


“Kalau begit, tolong bantuannya!”


Ucap Kisa pelan…


“Itu baru bagus…!”


Setelah itu, kami kembali lagi melanjutkan perjalanan. Namun, walau Kisa sudah mengonfirmasikan ‘iya’ untuk tinggal bersama Sylphy. Suasana ini belum berubah… karena itu.


“Oh, ya… sebenarnya, aku penasaran dengan sesuatu yang Saidhan bilang All See Eye’s itu! Bisakah aku mencobanya juga!? Multiple Scene…”


Ucap Sylphy untuk mencoba mencairkan suasana…


“Tentu saja boleh!”


Balas Kisa dengan tersenyum, karena tangan mereka berdua sudah saling menggandeng, Kisa segera mengaktifkan All See Eye’s miliknya dan mengalirkan energy ke tubuh Sylphy.


Karena itulah, Sylphy segera mendapatkan koneksi untuk melihat Multiple Scene dan takjub karenanya…


“Waah, jadi ini, ya… hebat sekali!”


”Aku senang mendengarnya!”


Mereka berdua berjalan dengan saling mengobrol dan tertawa, yang kulakukan hanya tersenyum melihat kebersamaan mereka. Sekarang, mereka benar-benar terlihat seperti adik-kakak!


Hingga, Sylphy menoleh kepadaku, dan sedikit mengangkat tangannya yang satu lagi kehadapan ku. Karena tak mengerti, aku menanyakannya.


“Ada apa?”


“Ini! kau juga mau lihat, bukan?”


Haah…


“Ya benar. Kak Saidhan jangan diam saja, dan ikut kami melihat bulan dong!”


Kali ini, KIsa yang berkata.


“Jadi begitu… kalian sedang melihat bulan, ya? Kalau begitu, dengan senang hati…!”

__ADS_1


Aku segera meraih tangan Sylphy dan mendapatkan koneksi untuk melihat Multiple Scene. Dan melihat bulan…


“Sungguh bagus sekali!”


“Benar bukan?”


Dan begitulah, kami semua berjalan kembali ke Akademi kami sembari melihat kearah bulan yang bersinar.


Disisi lain…


......................


Di sebuah tempat yang dalam keadaan gelap dan berantakan, kalau dilihat dengan seksama … ini adalah Gudang bekas yang sebelumnya diselidiki oleh Sylphy dan Saidhan.


Terdapat 3 orang yang berada didalamnya… mereka melihat betapa berantakan tempat ini, karena sebelumnya… terjadi pertarungan kecil disini.


Jika dilihat dari Energy yang saat ini mereka semua pancarkan, mereka adalah Magician, selain itu… mereka bukan Magician biasa! Mereka ini… kuat!


“Jadi dia melarikan diri, ya…?”


Ucap seseorang dengan baju bewarna paduan antara hijau gelap dengan hitam dan warna rambut hijau gelap. Melihat kearah sebua Kristal besar, dan mengambil beberapa serpihan ini…


“Cih… sial! Ini tak bisa dibiarkan! Kita harus mencarinya sampai dapat!”


Ucap kali ini dari orang yang bertubuh agak besar dan nampak kekar. Ia memakai pakaian selayaknya atlet bela diri.


“Ya… aku setuju denganmu! Tuan RIO bisa marah kalau mendengar hal ini!”


Kali ini, seseorang dengan baju bewarna Silver dan hitam, dengan warna rambut Hitam pekat. Ia duduk di salah satu boks sembari merokok.


“Ya, tunggu… tenanglah sedikit kalian! Ini semua masih dalam kendali dan perhitunganku! Selain itu, aku bisa merasakan Energy yang terpancar!”


Ucap orang berbaju hijau dan hitam dengan santai…


“Jadi begitu? Kalau kau yang mengatakannya, aku akan mengikuti mu!”


Ucap si baju Silver dengan santai…. Sementara itu, SI badan besar ini juga terpaksa mengikutinya.


“Ya, benar! untuk saat ini, lebih baik kita lepaskan dulu dia! Sampai itu bangkit sepenuhnya!”


Sambung si baju hitam hijau itu, ia sedikit terlihat menjilat bibirnya sendiri, tandanya kalau ia bisa merasakan keuntungan besar yang menarik perhatiannya, dengan ini…


“… Sampai ia berevolusi ke bentuk yang sesungguhnya! Mata legendaris yang bisa melihat kedalam seluruh yang ada, [Heavenly Eye’s!]”


......................


Kembali lagi ke sisiku… saat ini, kami sudah berhasil dengan sangat baik, membawa Kisa ke kamar Sylphy tanpa ketahuan oleh siapapun. Itu bagus sekali


Dam saat ini, aku sedang tiduran di kasur, aku baru selesai mandi dan ganti baju dari seragam ke baju santai…


Tak ada hal yang terlalu penting untuk dilakukan… lebih baik aku tidur saja! Selain itu, saat ini aku sudah sangat mengantuk.


Tak berapa lama kemudian aku sepenuhnya tertidur dengan sangat nyaman. Mungkin itu karena semua hal melelahkan yang terjadi salam hari ini. itu sangatlah melelahkan…


Dan kemudian aku bermimpi… ini bukanlah mimpi biasa! Ini adalah mimpi yang sama dengan yang waktu itu… aku melihat ruang kosong, melihat dunia luas, melihat yang tak terbatas!


Hingga kemudian, aku tertarik dalam paradoks hingga akhirnya, kesadaran ku terlempar kedalam dimensi kecil dengan isi sebuah Ketiadaan…


Aku tak tahu lagi, ini bisa disebut sebagai mimpi atau tidak, tapi yang pasti… ini adalah pengelihatan dari Limitless…


Aku mencoba untuk menjelajahi dimensi kosong ini, berjalan terus berjalan tak tahu harus ke arah mana, hingga sebuah suara datang dan mengagetkanku…


“... 'Yaah! Lama tak bertemu' dan haruskah aku mengatakan hal itu… Protagonis!"


Suara ini, ini sama dengan suara yang dari pengelihatan waktu pertama kali aku membangkitkan Limitless!


Mendengar itu, aku segera berbalik ke asal suara itu, dan memasang kuda-kuda siaga…


"Kau...!?"


"Jadi, bagaimana bisa kamu ada disini?"


Aku melihat sosok itu, namun kali ini, ia sudah menjadi sangat jelas… dia seperti orang dewasa dengan warna rambut yang sama denganku. Dan warna mata yang memiliki banyak warna, layaknya pelangi…


Ia saat ini sedang duduk di sebuah altar dan berada di puncak tangga besar dan luas. Dan aku berada di bawahnya.


“Harusnya dirimu yang sekarang masih belum bisa mencapai Altar Biru, tapi sepertinya koridor jiwa kita terhubung karena Limitless dan memotong jarak Antara 2 Altar Biru! Apa sistemnya sedang ada gangguan, ya?”


Ucapnya pelan…

__ADS_1


“Kau ini… siapa kau sebenarnya!”


__ADS_2