Wo Men De Ai

Wo Men De Ai
Part 20


__ADS_3

***Dapatkah kau melihat hatiku??


Dapatkah kau membaca pikiranku??


Dalam pandangan mataku,


Mengucapkan cinta dengan lembutnya.


Setiap kali ku memandangmu,


Hati ini berdebar tak menentu.


Aku tak berani mengangkat pandangan,


Takut wajah merahku terbingkai dalam pandanganmu.


Beginilah cinta yang selalu bersemi di dalam hatiku.


Kau yang begitu mempesona dan luar biasa,


Aku hanyalah sosok samar yang mengikut langkahmu,


Menjagamu agar tetap damai di bawah sayap ku,,,


Menarik angin berhembus lembut agar dapat selalu membelai wajahmu...


Kaulah hatiku***


❣❣❣❣


12:30 Di kediaman Lian dan Kaila.


Lian meletakan 2 porsi makan siang yang dia beli di Cafe Ceria tadi di meja makan. Kaila yang sibuk berkeliling memandangi setiap sudut apartemen itu berdecak kagum. Tak sedikit pun ada perubahan di sana. Semua nampak persis seperti terakhir kali dia meninggalkan tempat ini.


"Jadi Lian...kamu nggak mengganti apa pun yang ada di sini??" Ujarnya mulai angkat bicara. Di tariknya kursi di meja makan dan duduk manis dengan tangan kanan menopang dagu.


"Apa yang di ganti??, bisa hidup di sini aja aku udah bersyukur" Sahut Lian melepaskan jasnya dan menggulung lengan kemejanya hingga ke siku. Wew!!, itu urat tangan apa urat sapi sih, kekar banget. Nampaknya Lian masih menjalani hobi nge Gym nya.


"Hidup???, aku nanyain perabot di sini. Bukan nanyain hidup kamu yang selalu bersyukur itu panci"Senyum lebar mengembang di wajah gadis itu. Panci?? hahahha itu gelar yang selalu Vino lontarkan kepada Lian jika mereka bertikai. Dan Lian akan memanggil Vino dengan sebutan Ember karena waktu kecil dia tukang ngadu ke orang tua Lian tentang ke bandelan Lian.


Senyum Kaila sempat membuat hati Lian berdesir,"Harus ku apakan gadis ini??, senyum aja bikin aku deg deg an"Ucap batinnya.


"Udah lah La, ayok makan siang dulu. Udah jam 12 lewat nih"Lagi...sikap kaku dan dingin. Dia menyodorkan makanan ke hadapan Kaila dengan senyuman, namun terasa dingin di hati Kaila.


Akhirnya mereka menyantap makan siang dengan suasana hening. Halah...Kaila merasa bosan, dengan cepat dia menyelesaikan makan siangnya. Beranjak dari meja makan dan hendak memasuki kamar Lian.


"Minum dulu La..."


"Ups!!, lupa"Dia berbalik dan menenggak jus jeruknya dalam sekali tarikan.


Sedikit terkejut, Lian memperhatikan Kaila minum dengan tergesa gesa"Mau kemana sih La, pelan pelan minumnya"


"Mau ke kamar"Sisa jus jeruk menempel di sekitar bibir tebalnya.


Lian meletakan alat makannya. Menyabet tisyu dan menarik Kaila ke dalam pangkuannya.


Jelas Kaila terperangah, kedua mata bulatnya semakin membulat besar. Kakinya seakan tak berpijak di bumi, ya iyalah orang kakinya ngegantung.


"Di bilangin kalo minum tu pelan pelan, berantakan banget sih La"Udah kaya ngelapin mulut anak TK aja Lian terus mengomel menyeka sisa Jus di bibir Kaila. Setelah selesai dia membantu Kaila berdiri kembali dari pangkuannya.


Kaila sangka...Selesai menyeka bibirnya Lian akan mendaratkan sebuah ciuman di bibirnya. Mungkin!! tapi ternyata dia salah besar, kini dia tlah berdiri kembali di samping Lian sementara pria dingin itu menyelesaikan makannya.


Tanpa tahu menahu Lian meminum ice kopi nya, merapikan kembali meja kan. Meletakan piring sisa makan mereka di wastafel dan segera mencuci piring.


Bibir Kaila manyun seketika, Apa aku nggak menarik??apa dia nggak berdebar ketika aku dalam pangkuannya??


"Uwwww!!!, kamu harus membeli penghangat ruangan Li" Seloronya memegangi pundaknya layaknya orang yang kedinginan.


Lian berbalik"Kamu kedinginan??"Sontak Lian mencuci tangannya, mengeringkan tangannya dengan kain lap bersih dan cepat menghampiri Kaila.


Tangannya memeriksa suhu badan gadis itu"ng! kening kamu nggak panas La"Ujarnya meletakan punggung tangannya di kening Kaila, sementara tangan satunya memeriksa keningnya sendiri.


"Kedinginan bukan berarti demam Lian, di sini..."Kaila menekan dada Lian.


"Segumpal darah yang di ciptakan Allah menjadi benda yang di sebut hati manusia....yang begitu dingin dan mungkin saja beku...membuat aku yang berada sangat dekat denganmu ikut merasakan kebekuan itu"Ada rasa sedih di wajah Kaila, dia tak menduga Liannya yang hangat terjebak dalam kebekuan setelah kepergiannya.


Lian mengerti sekarang, Kaila merasa nggak nyaman bersamanya, lantas dia memeluk tubuh kekasihnya dengan erat.


"Maaf La..."Hanya kata itu yang mampu Lian ucapkan. Dia begitu getol membuat Kaila kembali padanya namun dia belum bisa membuat dirinya kembali seperti dulu untuk Kaila.


Kaila coba mendengar detak jantung Lian..."Jantung kamu berdetak normal Li, kamu nggak berdebar bahkan ketika aku berada di pelukanmu??"Pandanganya terangkat, manik kedua matanya nampak sedih.


"Aku harus gimana Li biar kamu deg deg an??"


"Hehehe...jangan yang aneh aneh La, aku deg deg an banget tau. Kamunya aja yang nggak tau"Yay..akhirnya Kaila melihat senyuman itu.

__ADS_1


Kaila melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lian"Apa harus lebih dekat begini??aku pengen denger jantung kamu berbedar keras Li"


Kedua mata Lian berkedip berkali kali, udah kaya bola lampu soak tuh.


"Anu...kamu perlu Stetoskop La, jantung aku jumpalitan sekarang. Kamunya aja yang nggak bisa dengar"Kepanikan mulai merajai diri Lian. Dia bahkan menggigit bibir bawahnya ketika Kaila kembali menempel lebih dekat di dadanya.


Wangi aroma rambut Kaila begitu menggoda naluri lelakinya, Tuhan!!!kuatkan imanku!!! Jerit hati Lian.


Ujung bibir Kaila melengkung naik, benar kata Lian. Perlahan Kaila mulai mendengar jantung Lian berdetak abnormal di dalam sana.


"Hm...kamu zombie ya Li...detak jantung kamu biasa biasa aja nih"Goda Kaila. Dia ingin tau seberapa panik Lian ketika dia terus menggodanya.


"Ya elah La!!jantung aku udah kaya orang dangdutan. Kamunya aja yang nggak denger"


"Balik kerja yok!!, jam makan siang udah mau abis nih"


Kaila tak menghiraukan ucapan Lian. Dia menarik tubuh Lian kembali ketika Lian berusaha menjaga jarak di antara mereka.


"La...kerja La"Ucap Lian pelan. Dia tau Kaila yang sensitif tlah kembali, jangan jangan Kaila yang agresif juga kembali?? Oh iman...tetap lah bertahan!!! Jerit hatinya lagi.


"Aku nggak menarik Li??, aku cuman mau berlama lama sama kamu"Hahahha...Wajah Kaila begitu imut. Dia ingat dengan jelas Lian nggak kuat jika dia menghidupkan mode cute di dalam dirinya.


"Kamu sangat menarik Sayang"Nah kan..akhirnya dia memanggil Kaila dengan sebutan Sayang lagi. Nampaknya usaha Kaila membuahkan hasil. Tatapan penuh cinta Lian mulai menghujani Kaila, dia bahkan terlihat menelan salivanya ketika Kaila mengibaskan rambut memperlihatkan tengkuk mulusnya.


"Terus..kenapa kamu menjaga jarak sama aku??"Kaila memainkan jemarinya dengan wajah tertunduk. Bisa banget si Kaila bertingkah menggemaskan.


Lian meraup wajah yang tertekuk itu perlahan"Aku harus jagain kamu La, dari tadi aku menahan diri biar nggak lepas kendali"


"Satu kali, cium aku satu kali"Permintaan Kaila bisa membuat Lian candu, bisa bahaya kalo Lian menyerah dengan pertahanan dirinya. Bisa bisa kejadian di Bangkok akan terulang kembali 🤣. Pria itu sempat hendak melangkah mundur, namun hal itu dia urungkan. Kaila jelas akan mengamuk jika dia menolak bukan??


"Cup.."Sebuah ciuman mendarat di kening Kaila.


Wajah datar Kaila menunjukan ketidak sukaan."Huh!!!,dah lah. Ayok balik"Kaila merajuk. Apa bibirnya kalah menarik dengan keningnya??


Dia melepaskan pinggang Lian. Membuat jarak di antara mereka dan hendak meraih tas yang dia letakan di sofa birunya.


"Hupffhhh, merajuk deh"Gumam Lian. Pria itu melangkah kembali mendekati Kaila. Gadis yang sedang membelakangi Lian itu terkejut ketika sebuah kehangatan memeluk dirinya. Lian mendekapnya dari belakang.


"Bisa lama La kalo aku meladeni sikap agresif kamu barusan, kamu yakin bakal balik ke Toko bunga tepat waktu??"Bisiknya sangat dekat di telinga Kaila.


Gadis itu berbalik, dia pikir Lian akan melepaskan pelukannya ketika dia berbalik. Tapi dia salah, Lian malah semakin mendekapnya lebih dekat.


"Li__Ka_katanya mau balik"Kaila tergagap.


"Kamu harus tanggung jawab, dari tadi aku menahan diri tapi kamu terus menggodaku Sayang"Matanya begitu sayu menatap Kaila. Sayu begitu dia bisa menelan Kaila bulat bulat lho 😆


"Pake senyum pula, dari tadi nanyain detak jantung aku. Gimana kalo giliran aku yang pengen denger detak jantung kamu??" Langkah majunya membuat Kaila melangkah mundur.


"Heitss!!" Sebuah tangkapan besar. Inilah akibat yang harus di tanggung Kaila, berani bermain api maka dia harus bersedia terbakar bersamanya. Dengan satu lengan saja, Lian dapat memeluk pinggang wanita itu"Aku bisa bermain lebih lama denganmu La, kamu kan yang memulai duluan"


Kaila merasa jemari Lian mulai bermain di punggungnya. Jemari nakal itu bahkan bermain semakin nakal dengan menarik kemeja yang dia masukan ke dalam celana jeansnya.


"Li_Lian!!"


"Ng???"


"Hehe"Kaila tertawa canggung.


"Aku denger kok tadi, udah yah. Kita balik kerja ya"Dia mulai gelisah, tangannya coba menghentikan aksi tangan nakal Lian.


"Tadi kamu mau ke kamar kan, mau ngapain Sayang"Tanyanya kembali berbisik pada Kaila.


"Ya pengen ke kamar kecil lah"


"Kamar kecil juga ada di dapur sini kan Kaila,atau...kamu kangen tempat tidur kamu ya??"Dekat, sangat dekat. Bahkan hidung mancung Kaila kini bersentuhan dengan hidung Lian.


"Nggak Li___"


Terlanjur menarik tuas pengamannya Lian menarik Kaila ke arah kamar. Di sana hal yang tlah lama pernah terjari di antara mereka kini terjadi kembali. Bukan hanya sekali, dalam kesempatan ini Lian dan Kaila bahkan memadu kasih berkali kali.


Tak terasa waktu tlah menunjukan hampir pukul 2 sore hari. Kaila mengerjap di balik selimut coba mengusir rasa lelah, terdengar rintik hujan bak nyanyian merdu di luar sana.


Lian masih melingkarkan tangan di tubuh Kaila saat itu"Hujan__"Gumamnya bangun dari posisi rebahannya. Sontak pergerakan Kaila membuat Lian juga terjaga.


"Mau kemana Yank??"


"Berapa lama kita ketiduran Li??"Kaila balik bertanya.


Lian meraih ponsel di nakas "13:45"


"La!!!!, telat banget Sayang!!"Pekik Lian segera bangkit dari tempat tidur. Di tariknya Kaila agar ikut bersamanya ke kamar mandi.


"Hey!!!, mesum banget sih Li!!"


"Ih..otak kamu yang mesum Sayang,aku cuman ngajakin mandi demi memangkas waktu"Jelas Lian terkekeh mendapati wajah bersemu Kaila.

__ADS_1


Tersipu malu Kaila memalingkan wajah dari hadapan Lian. Astaga!!! Kaila oh Kaila 😂


❣❣❣❣


"Bos kamu kemana??"Tanya Vino membuyarkan lamunan Dion yang melamun di pojokan sembari menatap hujan.


"Tau ni Pak Vino, Wa saya nggak di baca"


Dion tiba tiba mengejar bayang di luar sana, Bos Lian berlari dalam hujan.


"Permisi Pak Vino"Seru Dion buru buru menghampiri Lian.


"Tumben parkir di luar, hujan hujanan pula. Apa dia kangen mandi hujan?? masa kecil kurang bahagia nih orang"Ujung mata Vino memperhatikan gerak gerik mereka di luar sana.


"Kok parkir di sana Pak??"


"Mau cepet!!" Sahutnya singkat.


"Telat kenapa Pak???ada masalah di jalan??"


Sebuah senyuman melengkung naik di wajah Lian"Ketiduran" Sahutnya tertawa kecil.


Dion garuk garuk"Power of bobo, ternyata dengan ketiduran saja Bos Lian bisa tertawa"


Mendahului langkah Dion sang asisten Lian di halau oleh Vino yang mencurigai seringai tawanya.


"Wuidih!!Seneng mainan hujan??"


"Kehujanan, bukan mainan hujan. Kata kata kamu aneh tau!!"Sahut Lian mengibas ngibaskan kemejanya yang setengah basah.


"Kamu yang aneh!!, basah begini malah ketawa ketawa. Udah gila Li??"


"Uwhh!! otak kamu di benerin deh Vin, mikirnya yang bukan bukan nih"


"Oke deh, aku ngalah deh. hm...paket kemeja yang aku pesan tadi baru nyampe di sini, kamu pake aja dulu. Dari pada basah basahan kek begini ntar masuk angin"


"Boleh deh, aku terima kebaikan kamu"


"Heleh, jangan ke geeran dulu. Kamu pinjem baju aku biar sekalian kamu yang nyuciin, baju baru kan harusnya di cuci dulu baru di pake" Vino yang jago ngeles dan jago memanfaatkan teman ternyata punya maksud tersembunyi menawarkan kebaikan kepada Lian.


"Dasar manusia durjana, masalah nyuci baju sih oke oke aja. Tapi kamu nggak merasa kasihan ngerjain aku nih??"


"Happy begini, apanya yang di kasihanin??"Tepok Vino pada pundak Lian.


Lian terkekeh dengan celoteh Vino.


Mereka melenggang ke ruangan Vino untuk mengambil kemeja yang akan di pinjam Lian. Tanpa sungkan Lian melepaskan kemejanya di depan Vino dan membuka kemasan kemeja baru Vino untuk dia kenakan.


"Apaan tuh??"Batin Vino.


Karya Kaila ketika bercinta tertangkap mata Vino.


Dia menarik pundak Lian agar dapat melihat tanda itu dengan jelas.


"Waw....****** Li??" Seloronya begitu lancar.


Fatur nongol dengan seabrek berkas di tangan.


"Hah?? Hickey??sama siapa??"Langkah seribu membawa Fatur ke hadapan Lian dan Vino.


Mempertahankan wajah santai, Lian yang tertangkap basah coba bersikap santai.


"Boro boro punya tanda Hickey,Pacar aja lagi ngegantung" Tukasnya menarik kemeja yang hendak dia kenakan.


Namun rasa bahagia tak bisa dia sembunyikan dari wajahnya.


Fatur menatapnya penuh curiga. Tanpa di sangka Fatur menyingkap kaos yang dia kenakan dan terlihat dengan jelas karya Kaila yang lain. Tepat di dada Lian terbentuk bak sekuntum bunga sebuah tanda kepemilikan itu.


"Wuaaaaaaa!!!" Pekik Vino dan Lian bersamaa. Vino yang biasanya mesum merasa sedikit malu mendapati tubuh Lian tlah terjamah. Kedua tangan menutup mulut nya yang terbuka lebar karena terkejut.


"Bercinta sama siapa kamu Li!!"Fatur berusaha menahan volume suaranya.


"Hus hus!!!, Kepo. Aku kerja dulu. Kapan kapan aku ceritain deh"Tak hanya Fatur yang memiliki langkah seribu, Lian juga punya jurus ninja untuk melarikan diri.


Secepat kilat dia melarikan diri dari dua sahabatnya dan kini dia tlah berada di luar ruangan Vino.


"Li!!, jangan kabur dong"


Lian melambaykan tangan kepada Vino yang berseru. Dia bahkan tertawa ketika Fatur terlihat begitu penasaran dengan apa yang tlah terjadi padanya.


To be continued...


Happy reading, Jangan lupa like vote dan komen.


8 Oktober 2020.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2