
**** Percayalah masa depan pasti kan lebih baik,
Sejauh apa pun mari kita tetap berjalan bersama,
Membangun rumah di tengah hamparan bunga,
Habiskan masa bersama hingga masa tua menyapa.
Semilir angin membelai lembut rambut hitam mu,
Menyingkap manis dan cantikmu semakin nyata di depan mataku.
Perlahan ku bisikan kata cinta..
Perlahan ku bisikan kata rindu...
Perlahan ku bisikan kata ingin memilikimu...
Engkaulah mahabbah cintaku****
♡ ♡ ♡ ♡
Seperti dugaan Tunder, kembalinya mereka dari halaman kantor polisi pasangan pengantin baru ternyata sudah kembali dari bulan madu mereka. Berbaur dengan para pelayan di halaman kediaman Brander nan luas Kaila nampak memperhatikan mereka yang sibuk akan pekerjaan masing masing.
Bak drama jaman bahula, Tunder yang menjumpai Kaila untuk pertama kalinya secara langsung bergegas menghampiri wanita itu sembari menyerukan namanya.
Dengan dua tangan merentang" Kailaaaaaa~~!!!!" Ujarnya dengan suara lantang. Tingkahnya jelas menarik perhatian para pelayan dan juga pekerja dari WO milik Nyonya Sook yang sudah mulai mempersiapkan dekorasi untuk menggelar pesta pernikahan Bryan dan Maira.
Kaget! itulah hal pertama yang Kaila rasakan. Makhluk tampan dari planet mana yang begitu percaya menyongsongnya sembari merentangkan kedua tangan. Untung Tunder itu cowok yang cakep, sikap absurd nya di pandang lucu oleh siapa saja yang menyaksikan tingkahnya saat itu. Hadah, wajah memang berpengaruh besar dalam kehidupan sosial mu Tunder.
Tapi sebentar!!! ada apa dengan kedua tangan yang dia rentangkan sembari berlari menuju Kaila?? apa dia pengen peluk Kaila?? gila aja!!.
Dengan sigap Kaila jongkok ketika Tunder sudah hampir merengkuh tubuhnya dalam pelukannya. Alhasil angin nan hampalah yang berhasil si Om Durjana masukan dalam pelukannya. Ckckckkckc pengen langsung peluk aja ni orang, untung Kaila gerak cepat.
" Siapa kamu??" Sentak Kaila gusar. Kalo di pandang pandang ni cowok cakep banget sih, tapi tingkahnya aneh. Apa dia orang gila dalam bentuk lelaki rupawan??
Bermacam macam dugaan menari nari dalam pikiran Kaila. Sementara Tunder yang di hujani tatapan penuh tanya dari Kaila hanya tersenyum lebar menatap lekat lekat wanita cantik di hadapannya ini.
" Sleding aja Dek!!! orang gila itu" Seru Bryan.
" Serius Kak??" Pertanyaan Kaila di angguki Bryan. Sedangkan Maira hanya tertawa kecil di samping Bryan. Dia memberi hormat pada Kaila dengan sedikit membungkukan badannya dan Kaila balas membungkukan badan kepadanya.
Orang gila??? Oh Noo!! Tunder tak terima di berikan gelar gila oleh sang keponakan. Apa lagi di depan Kaila, wanita yang hampir saja di jodohkan dengannya. Akh!! seandainya Odet benar benar menjodohkannya dengan Kaila dahulu____ nggak jamin juga sih si Tunder bakal mau nikah. Pernikahan kan belum pernah muncul dalam kamus kehidupannya.
Demi nama baiknya, Tunder langsung menyela cercaan Bryan" Enak aja!! ini Om cakep bin tampan rupawan bin keren bin kece____"
" Bin buaya darat!!" Serbu Bryan. Maira kembali tertawa menyaksikan pertikaian yang nampaknya akan segera terjadi di sini.
" Enggak!!dia yang gila" Tunjuknya terarah pada Bryan.
" Ini aku, Om ganteng yang dulu pernah Video call sama kamu pas baru keluar dari rumah sakit" Terang Tunder lagi mengirim finger heart kepada Maira.
Kaila berpikir sejenak, sedikit menyusuri memori di dalam otaknya hingga akhirnya garis bibirnya melengkung naik membuat sebuah senyuman" Om Tunder!!"
" Huum" Dua bola mata Tunder berbinar bak mutiara. Di meraih tangan Kaila dan menggenggamnya erat" Gimana kabar kamu?"
" Baik dong Om" Sahut Kaila. Ternyata Om cakep banget pas ketemu langsung begini" Sejatinya Kaila salah menilai di kali pertamanya berjumpa dengan Om Durjana.
Kepala yang tak gatal tiba tiba ingin di garuk, Bryan kesal akan kepolosan sang Adik dalam menilai Om Tunder " Hayaaa~~~ hati hati lho Dek, nggak lama lagi kamu bakal nyesel lho ngasih pujian sama sesepuh kaum buaya darat ini" Cibir Bryan.
" Ya kan Ra??!" Ujarnya pada Maira.
Gadis itu mengangguk pasti, namun dia sedikit bersembunyi di belakang Bryan ketika ujung mata Tunder melirik kepadanya.
" Pissss ✌" Maira tersenyum lebar menampilkan barisan gigi putihnya kepada Tunder. Sebagai lelaki pecinta wanita cantik kecil mini binti bonsai kaya Maira, sekilas senyum Maira saja sudah bisa membuatnya memaafkan kesalahan Maira padanya. Inget ya!! ini salah satu kelebihan Tunder, dia maha pemaaf jika itu menyangkut mbak bidadarinya si Maira.
Dan sepertinya dia akan menjadi lelaki maha penyayang jika itu menyangkut Kaila sang gadis idola barunya.
Kaila menepuk lengan Bryan" Jangan julid dong, sopan sama orang tua" What!!? Orang tua??
" Buakakakkakak!!!" Bryan tertawa, bahkan terpingkal pingkal. Seperti ada yang sedang menggelitik perutnya Bryan masih tertawa untuk beberapa saat.
" Ada yang lucu??" Tanya Kaila. Tunder menatap tajam pada Bryan. Dia paham betul alasan Bryan tertawa begitu puas saat ini.
" Tau aja Dek kalo Om Tunder udah tua"
" Eh anak piyak!!" Tonjoknya hendak mendarat di jidat Bryan. Tapi di sini ada Maira dan Kaila, Ck !! oke kali ini jidat Bryan terselamatkan oleh dua wanita cantik ini.
" Apa Om durjana??" Demi apa!! Wajah Bryan nyebelin banget.
" Sopan sama aku!!" Ujarnya membusungkan dada.
" Iya Om, Bryan akan sopan kok sama Om. Om kan sudah tua"
__ADS_1
" Ayok Ra kita masuk ke dalam. Jangan lupa permisi sama orang yang lebih tua ini" Sambung Bryan lagi sembari menarik lengan Maira dan berlalu dari hadapan Tunder dan Kaila.
" Hehehe, permisi dulu ya Om" Dan kekesalan Tunder semakin jadi ketika Maira nampaknya setuju dengan ledekan Bryan kepadanya.
" Permisi La" Ujarnya pada Kaila dan Kaila menyertai mereka dengan lambaian tangannya.
" Hahahha, maaf ya Om. Jadi di ledekin deh" Derai tawa Kaila membuat tatapan kesal Tunder pada Bryan teralihkan. Kini dia menatap lekat pada wajah cantik Kaila yang masih terkekeh di depannya.
" Seneng banget Om nya di ledekin" Ujar Tunder tersenyum. Dalam sekejap dengusan kekesalannya berubah menjadi senyuman hangat yang mampu menyihir Kaila. Fix, Kaila jatuh pada pesona sang Om Durjana pada pandangan pertama.
" Maaf Om, lain kali Kaila akan jaga omongan kok" Ujarnya membalas senyuman.
Sembari mengibaskan tangan di depan dada" Salah ngomong aja terus, kalo itu bikin kamu senang dan tertawa lepas seperti tadi aku rela kok" Om Durjana mulai melancarkan rayuan mautnya.
" Selain cakep Om tuh baik hati ya" Kaila benar benar tenggelam dalam pesona Tunder. Prilaku yang baik, wajah yang menawan, kulit putih bersih dengan rambut hitam lembut tertiup angin. Hahahha Lian menghilang sejenak dari dalam hati Kaila. Damage si Om Durjana kuat banget dah 😅.
Jemari Tunder sedikit merapikan rambut hitamnya " Oh jelas, Tuhan kan sudah ngasih Om wajah tampan rupawan begini, Om sebagai pria baik baik harus menyempurnakan pahatan sang pencipta di wajah Om ini dengan sikap dan hati yang baik pula" Jelasnya panjang lebar. Perkataanya membuat Kaila kembali terkesima.
" Om beda banget sama Kak Bryan" Ujarnya dengan mata berbinar binar. Pandangannya tak bisa lepas begitu lama dari Tunder, entah sihir apa yang pria ini gunakan hingga Kaila tak bisa mengalihkan pandangan darinya.
" Jelas!!! dari segala sisi anak piyak itu jelas beda banget sama Om. Dia mah julid, nggak jarang Om jadi korban kejahilan dia. Tapi sebagai Om yang baik, Om sabar dan tabah kok menghadapi dia" Dia berbicara sembari menyurai rambut hitamnya kebelakang. Udah berasa cowok terkece sedunia aja dia di depan Kaila sekarang.
Dari jauh Lian menyaksikan interaksi antara Kaila dan Tunder.
" Jangan di liatin doang, yang lagi ngomong sama Kaila itu rajanya buaya darat. Buruan di samperin Kaila nya" Kompor merek Bryan tiba tiba berbisik pada Lian.
" Kupret!! kata Papah dia itu Om kamu sama Kaila"
" Aku sama Kaila kan Kakak Adek ketemu gede, otomatis dia Om ketemu gede juga dong. Nih aku kasih tau, mulai sekarang kamu harus sungkem sama aku" Sekali songong tetap aja songong, sejauh ini Lian sama Bryan belum menemukan kecocokan di antara mereka. Sepertinya mode Tom and Jerry masih begitu lekat pada mereka berdua.
Jidat yang sempat selamat dari geplakan Tunder kini harus bertahan dengan tekanan dari jari telunjuk Lian " Dih otak kamu geser nih, suuzon sama Om sendiri, lagian pede amat! emang situ pangkatnya apa sampe pantes di hormati sama aku??" Sahut Lian sewot.
" Ck!" Jari telunjuk Lian di tepis Bryan dengan kasar" Di bilangin malah songong. Kaila kan masuk ke keluarga ini karena permintaan aku ke Papah"
Lian berkacak pinggang sembari menyimak perkataan Bryan" Hm...terus??"
" Sebenarnya dari awal Papah emang pengen masukin Kaila di keluarga Brander sih___"
" Kalo ngomong yang jelas dong! dari tadi muter muter mulu!" Kesabaran Lian mulai menipis.
" Ya elah!! gak sabaran banget sih!"
" Iya aku emang nggak sabaran, makanya kalo cerita jangan kebanyakan drama. To the point aja!!"
" What!!!!" dua mata Lian membesar seakan hendak melompat keluar.
" Nah!! kek biji bakso kan biji mata kamu, kalo nggak aku yang minta dia jadi Adek angkat aku sekarang dia udah jadi nyonyah Tunder Brander" Cerocos Bryan lagi.
" Dasar ulat keket, bilang kek dari tadi"
" Lagi di jelasin juga___"
" Minggir deh, duileh bini dalam bahaya aku malah ngobrol sama kamu" Lian menepikan Bryan dari hadapannya dan segera menghampiri Kaila.
Bryan terkekeh, kali ini dia menang dari Tunder dan juga Lian. Api kecemburuan sudah dia nyalakan di antara Lian dan Tunder, otomatis Tunder akan di buat repot sama Lian yang posesif abis sama Kaila. Jadi neng Maira bakal aman dong dari serangan Om Durjana itu 🤗.
❣❣❣❣
Malam itu Bryan mengantar Maira pulang dari kediamannya sampai ke depan pintu kontrakan. Sesampainya mereka di sana mereka di sambut Adik lelaki Maira yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas.
" Bang" Sapa Hendro sang Adik begitu sopan.
" Ibu sama Ayah kemana?? kayaknya mereka nggak ada di dalam" Bryan ikut duduk bersama Hendro.
" Lagi pergi, kencan kali"
" Kencan?? emang mereka masih suka kencan??"
Hendro tersenyum" Beh!! meski sudah bukan anak muda lagi, Ayah sama Ibu masih sering goda godaan, masih sering manja manjaan. Mata Hendro rasanya berdosa banget lho Bang" Remaja itu menjelaskan sembari mengusap ngusap matanya.
" Jadi kalo di tanya masalah kencan__jadwal kencan mereka lebih banyak dari jadwal kencan Hendro sama anaknya pak Hansip di kampung Bang" Sambungnya lagi, ceriwis juga si Hendro 😉
Maira mengintip mereka berdua" Ngobrol apa sih??"
" Itu___"
Bryan memberi kode dengan jari telunjuk di bibirnya kepadanya Hendro. Remaja itu langsung diam sembari menutup mulut dengan kedua tangan.
" Heh!! rahasia rahasiaan yak??"
Hendro menciut" Nggak kok!!"
" Hendrooo~~~"
" Nggak!! ih Kakak nggak percaya banget sama Hendro! orang ngobrol biasa aja kok"
__ADS_1
" Iya kan Bang??!" Ujarnya berharap dukungan dari Bryan.
" Iya"
" Tuh, dasar Kak Ros!! bawaanya pengen marah mulu. PMS tahunan ya Kak??" Hendro angkat kaki dari tempatnya" Permisi ya Bang, Kakak galak begitu kok abang suka sih??"
" Yah...gitu deh, dahlah kamu pergi sono"
Hendro memanyunkan bibirnya pada Maira dan segera meninggalkan mereka.
Seperginya Hendro, Bryan menarik lengan Maira dan mengajaknya duduk bersama di dipan.
" Galak bener sama Hendro"
" Nggak galak, cuman tegas"
" Yakin nggak galak??"
" Selama ini aku pernah galak sama kamu??"
" Hm...___Pernah lah, pas aku ngasih kamu hape dulu" Dia terkenang masa masa Maira menolak kehadirannya dahulu.
Alis Maira bertaut naik" Jadi mau mengenang masa lalu nih ceritanya??"
Pria itu langsung menggeleng" Nggak!!, bercanda kok Ra" Hidung gadis itu mendapat cubitan kecil dari jemari Bryan.
" Jangan pegang pegang!!"
" Nah emang galak kan"
" Bryan~~~~" Rengek Maira tak terima di bilang galak.
" Canda kok" Bryan mengusap pelan pucuk kepala Maira. Mengecup pelan poni yang menutupi kening sang gadis.
Pipi gadis itu mendadak berubah warna, dia sedang tak menggunakan pewarna di pipi tapi sekarang wajahnya terlihat memerah seperti orang yang kelewatan dalam berdandan.
" Maira, terimakasih kamu bersedia memaafkan kesalahanku di masa lalu"
" Kita bukan lagi berada di masa lalu, kamu nggak usah meminta maaf atas kekhilafan mu di masa lalu" Bibir boleh membalas perkataan Bryan namun kedua mata gadis itu tak berani beradu pandang pada dua bola mata Bryan sekarang.
" Makasih sayang"
Deg!! sebaris kata itu membuat jantung Maira kembali berdetak abnormal.
Dia tak kuasa membalas kata kata Bryan lagi, di panggil sayang saja Maira sudah merasa tak berdaya.
" Ayolah Maira, kamu kuat! nggak akan tersipu malu hanya karena panggilan sayang itu keluar dari mulut Bryan!!" Pekik hatinya.
" Ra"
" Hm?"
" Kenapa bengong??"
" Aku nggak bengong"
" Terus kenapa diam??"
Maira kikuk" Ya~~~ karena nggak tau mau ngomong apa lagi sama kamu"
" kamu masih malu malu ya sama aku"
" Dih ge_er!!" Gadis itu berlagak acuh. Dia menunduk memainkan jemari tangan di pangkuannya. Padahal benar apa yang di katakan Bryan, dirinya masih malu terhadap pria yang tak lama lagi akan menjadi suaminya itu.
" Maira!!" Bryan mendekati wajah gadis itu secara tiba tiba.
" Yak!!" Gadis itu terkejut lantas mundur dari duduknya.
" Ka___kamu b__bikin kaget Bry!!"
" Hahahha, katanya aku ke geeran. Sekarang kamu di deketin gitu aja wajahnya udah merah kaya kepiting rebus" Ledek Bryan dengan tawanya.
" Bryan~~~!!!" Maira menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
To be contiued...
Happy reading, jangan lupa like vote dan komen ya 🤗
10 februari 2021.
Salam anak Borneo.
Kenalin ini Hendro, Adek semata wayangnya Maira. Baru lulus SMA taun kemarin kakak 🤗🤗 tunjukan cinta kalian kepada Hendro juga yaa 😆
__ADS_1