Wo Men De Ai

Wo Men De Ai
Part 29


__ADS_3

***Sebuah lilin di balik cahaya temaram...


Sebuah janji di dalam gelas anggur merah...


Aku kan selalu melindungimu...


Di sisiku...percayalah padaku.


Satu hal yang sangat ingin aku wujudkan,


Impian sebuah kebahagiaan abadi bersamamu.


Biasa saja...


Sama seperti lainnya...


Sebab bersamamu hal biasa akan menjadi luar biasa.


Yang ku mau hanyalah kamu...


Jangan takut....


Jangan gundah...


Percayalah sedikit pun aku tak kan melupakan kenangan kita.


Peluk aku....


Tersenyumlah hanya padaku...


Kita tak kan kehilangan cahaya untuk selamanya.


Karena cintamu begitu manis..


Kau adalah segalanya bagiku...


Mimpi terindah di malam pertama itu.


Bukan sekedar rayuan..


Bukan sekedar candaan...


Selamanya aku hanya akan menatap dirimu.


Sebab kau satu satunya cahaya dalam hidupku***


🌻🌻🌻🌻


Para orang tua akhirnya berkumpul malam ini. Wajah datar Bryan membuat Lian merasakan sebuah kemenangan besar. Hahahahha Adik tersayang akhirnya akan segera berpindah tangan. Bagaimana pun Kaila yang memang milik Lian sedari awal nyatanya harus segera kembali ke pelukan sang empu nya.


Mereka duduk di meja makan nan besar. Beberapa pelayan siap melayani mereka dengan sigap di sekitaran meja makan tersebut.


Hamparan langit malam penuh bintang menaungi mereka malam itu, sungguh suasana yang romantis bagi pasangan yang minggu depan akan segera menikah, namun suasana itu membuat Bryan sangat mual hingga selera makannya hilang di telan bumi.


Bagaimana tidak, berkali kali seringai tawa mengembang di wajah Lian"His!!senyum terus dari tadi, songong banget sih!"Gerutu batinnya. Tangannya mengaduk ngaduk menu makan malam di hadapannya, setelah sempat menyuap sekali dan tatapannya bertabrakan dengan pandangan mata Lian....oh!!!!semua isi perutnya seakan hendak keluar di hadapan pria menyebalkan itu.


Dia membuang muka, menyandarkan diri dan melepaskan peralatan makannya. Hal itu menarik perhatian Tuan Odet.


"Bryan....kamu kenapa??"


"Im okay Pah, udah kenyang"


Aura ketidak sukaan tergambar jelas di wajah Bryan, Lian yang berada tepat di hadapannya semakin senang melihat gelagat itu.


"Lagi ngak enak badan ya Bro?"Tanya nya sok perhatian.


Sikapnya membuat Bryan semakin eneg, tapi boleh juga alasan gak enak badan itu.


"Iya nih, badan aku sakit semua"


Tuan Odet beranjak dari tempatnya, tangan pria paruh baya itu hendak memeriksa suhu tubuh di kening sang putra.


Cepat cepat dia menghindar"Bryan gak papa Pah, cuman kecapean sedikit"Ujarnya berkilah.


"Beneran Nak Bryan??"Tanya Rilley.


Dia mengangguk"Iya Om, saya gak apa apa kok"


Kaila berinisiatif mengantar Bryan untuk beristirahat.


"Kaila anterin Kak Bryan ke kamar aja ya Pah"


Lian yang gercep tak ingin membiarkan Kaila saja yang mengantarkan Bryan, hohoho wanitanya gak boleh jauh jauh darinya malam ini.


"Kak Bryan tinggi tegap, sedangkan kamu mini begini. Aku bantu memapah Kak Bryan yak"


"Kak Bryan!!!"Kedua mata Bryan memicing dengan bibir mengerucut. Emang lelaki bermulut manis, sekarang Lian mendadak memanggilnya Kakak seperti Kaila. Beh!! emang jago mengambil hati ni cowok. Pen geplak tu muka tapi ada emak ama bapak nya. Sumpah Bryan dongkol banget sama Lian malam ini!!!.


"Ya sudah kalian para anak muda cari kegiatan lain deh, kalian emang cocok jadi saudara sekarang. Belom apa apa udah nyambung begini"Tukas Tuan Odet.


Lian tertawa canggung"Kak Bryan kita anterin ke kamar yah Om"Ujarnya meraih tangan Bryan.


"Set!"Bryan menarik lengannya. Menghindari kontak fisik dirinya dan Lian.

__ADS_1


"Jagain Bryan nya Li!"Perintah Vivi sang Mamah.


"Siap Bos!!"Sahut Lian menarik paksa lengan Bryan dan meletakannya di pundaknya. Sok memapah gitu.


"Permisi dulu Pah...Tante...Om"Kaila membungkukan badan memberi hormat.


"Iya iya"Sahut para orang tua. Seperginya mereka para orang tua berlanjut membicarakan kembali rencana pernikahan Lian dan Kaila.


"Kita harus bikin acara besar besaran untuk mereka"Ujar Rilley berucap.


"Jelas dong, Kaila adalah anak gadis kesayangan saya. Juga kesayangan Kakak nya. Pernikahan ini memang harus kita bikin sangat meriah"Sahut Tuan Odet.


Sesampainya di kamar.


"Bruk!!"Sengaja atau tidak Lian menghempas tubuh Bryan di ranjang berulas hitam. Tindakannya membuat Bryan mengaduh sebab tangannya sempat terhempas mengenai tepian ranjang.


"Niat bantuin gak sih!!"Sentak Bryan memijat lengan nya yang sakit.


"Ups!!!Sorry Kak, badan kamu kekar banget sih. Aku sedikit kewalahan memapah kamu ke sini"Sahutnya dengan tampang menyebalkan.


Lian berbalik pada Kaila tanpa menghiraukan desisan sang Kakak.


"Sayang~~~Aku capek. Pasti Kakak kamu makannya banyak yak, badannya berat banget"Mode manja Bin menyebalkan telah aktif pada diri seorang Lian.


"Cup cup" Kaila memperlakukan Lian layaknya anak kucing. Jemarinya mengusap bagian bawah dagu Lian kemudian mengelus pucuk kepalanya dengan lembut.


"Buk buk"Kaila menepuk sofa mengajak Lian duduk bersama.Sini deh aku pijatin biar capeknya ilang Sayang"


"Ya Tuhan~~~~, please jangan mesra mesraan di depan aku. Kalian budak cinta pergi aja deh dari sini"Pekik Bryan merasa sesak nafas menyaksikan tingkah 2 manusia yang sedang di mabuk cinta.


Lian terkekeh"Kamu kenapa sih!! kaya benci gitu sama cinta cintaan"Pria berlesung pipi ini duduk manis di samping Kaila. Menikmati pijatan sang kekasih pada pundaknya.


Bryan bertambah kesal karena mereka terus mempertontonkan kemesraan di depannya"Pret!!makan tu cinta"Sahutnya ketus.


Bryan berpaling pada Kaila"Dek...yang sakit tuh Kakak, kok kamu lebih perduli sama Lian sih. Kakak dong yang di pijitin"


"No!!!Kaila mau latihan jadi istri yang solehah, langkah pertama ya harus manjain calon suami dong"


Bryan hanya bisa manyun.


"Fix kalian menyebalkan. Sangat menyebalkan. Minggat aja sono!!"Dia menghampiri Lian agar berdiri kembali dan mendorong pria itu agar menjauh darinya.


Sikapnya membuat Lian oleng dan terjungkal ke sisi sofa. Lantas jus jeruk sisa tadi sore tumpah dan"Byur!!"Ternodailah kemeja yang Lian kenakan.


"Hah!!"Kaila terkaget. Dia segera membantu Lian berdiri dan berusaha membersihkan kemejanya.


"Kemejaku!"Pekik Lian. Itu kemeja hadiah dari mamah Vivi, kalo dia tau kemeja pemberiannya yang mahal itu ternodai, umurnya mungkin akan berkurang beberapa hari.


"Kak Bryan!!!"Desisnya kesal. Matanya menatap Bryan dengan tajam.


"Kalo sampe lecet aku gunduli pala Kak Bryan!!"Geram Kaila mendengus kesal."Lepasin Yank, harus buru buru di cuci nih"


"Wew!!!mahkota ku ini La!!"


"Makanya jan dorong dorong"Tegas Kaila.


"Bi!!!"


"Bibi!!"Wanita usia 40'an berjalan cepat menghampiri Kaila di muara kamar Bryan.


"Tolong cuciin secepatnya!"Pintanya pada sang Bibi yang secepat kilat datang ketika dia di perlukan.


"Baik non"Segera sang Bibi melaksanakan permintaan Kaila.


Seperginya sang Bibi Kaila gak bisa membiarkan Lian tanpa busana kan.Bisa runtuh imannya mendapati tubuh kotak kotak itu nongol lagi. Dia membuka lemari pakaian Bryan dan menyabet pakaian untuk Lian kenakan sementara.


"La!!!"


"Jan protes!! ini karena kesalahan Kak Bryan sendiri"Ujarnya tegas memotong kata kata Bryan.


"Jan galak Yank"Lian kasihan juga melihat Kaila begitu kesal pada Bryan. Jangan sampe tanduk sama taring wanita ini keluar, bisa abis Bryan kalo sampe dia ngamuk.


"Gak galak kok, Kak Bryan tuh yang songong!pake dorong dorong!"


"Iya deh, gak doyong doyong lagi kok"Bryan mengolok olok pasangan bucin. Dia sadar akan kesalahannya, dirinya hanya bisa pasrah menerima kekesalan sang Adik padanya.


"Ciks!!! dorong dorong Kak!!kalo doyong mah membernya NCT 😍😍😍"Hilang sudah amarah dan kekesalan pada dirinya. Jiwa bucin Kaila terhadap lelaki ganteng meronta ronta hanya karena si Bryan salah nyebuti kata.


"Halah!!tuh liat Li!! hatinya masih terbagi bagi tuh. Kamu yakin mau nikahin Adek aku???liat anak anak NCT joged joged aja matanya langsung bersinar 100 watt"


"Iri bilang bos!!"Sahut Lian santai"Udah dari jaman batu si Kaila emang doyan Kpop. Sebagai bukti cintaku padanya yah aku harus terima dia apa adanya dong"


Perasaan jengah benar benar menguasai Bryan hari ini"Dih....cinta lagi. Pen muntah!!!"Ucapnya dengan bola mata memutar.


"Kamu ngidam yak??"Selidik Lian"Pen muntah mulu!!"


"Gila aja!!!ada gitu cowok ngidam???!"


"Yah ada lah bambank!! makanya kenalin cinta biar kenal dunia luar yang penuh warna. Cowok ngidam aja gak tau. Kamu dari planet mana sih??"Songong ketemu songong, jadi lah perdebatan duo songong πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†.


"Ya bumi lah, emang aku alien!"


"Lah makanya, dari tadi kayak jijik banget ama cinta, bukan makhluk bumi kali nih!!"Tunjuk Lian mengarah di hadapan Bryan.

__ADS_1


"Alien aja bisa jatuh cinta Kak!!"Tambah Kaila menimpali.


Kekesalan Bryan kini mencapai ubun ubun. Mimpi apa dia tadi malam sampe harus di kuliahin pasangan bucin yang sok kayak Kaila dan Lian.


Tangannya menepis di udara"Dahlah!!jangan bahas cinta citaan lagi. Bisa budeg telingaku!!!, btw tu kaos jangan di bawa pulang yak!"


"Pinjem bentar doang Bryan, pelit amat sih!"


"Ngomong ngomong nih, kenapa sih Kak Bryan anti banget sama cinta??"Kaila berayun di kursi gantung menghadap balkon kamar Bryan.


"Gak!"


"Gak apa nya??, ngomong yang jelas bro!"


"Dih tadi manggilnya Kakak, sekarang bro. Kamu nggak istiqomah banget sih Li!!yakin Dek mau nikah sama ni cowok?"


Biasa...Bryan ngeles lagi. Dia balik pada topik percintaan Lian dan Kaila dari pada harus menjawab pertanyaan Kaila barusan. Rasanya berat banget menanggung kecewa karena cinta tapi dia juga gak mau membagi derita karena cintanya pada Lian dan Kaila. Bisa di bully seumur hidup dia kalo ketahuan pernah jadi bucin hingga akhirnya kalah rebutan cewek dengan sahabatnya.


"Suka suka aku lah mo manggil kamu apa"


"Kak Bryan minta di panggil kompor meleduk nih, dari tadi pen misahin Kaila ama Lian mulu. Kalo gak setuju kita nikah terus terang aja Kak!"Cicit Kaila berwajah sedih.


"Yah...bukan gak setuju sih. Tapi___"Serba salah deh dirinya. Bryan memegangi tengkuknya pertanda kebingungan. Wajah mewek Kaila membuatnya kehabisan kata kata.


"Wuuu...manusia labil. Gak jelas juga kalo ngomong"Tandas Lian.


"Kayaknya hati Kakak kamu terbuat dari es batu Sayang. Biarin sendiri deh, kita mojok di balkon aja yuk"


Dia mendekati Kaila dan mengajaknya ke balkon menikmati udara sejuk dan taburan bintang di langit malam.


"Bwekkkk!!!Es batu!!Kak Bryan hati es batu!! 😝😝😝"Ledek Kaila .


Bryan hanya bisa berdecih menanggapi ledekan sang Adik. Mau nggak mau dia harus menonton kemesraan Lian dan Kaila malam ini. Di hati kecil terbesit sedikit kerinduan tapi entah pada siapa. Pada Maira kah???heiii...dia sudah di menangkan June. Dan dirinya tlah terikat janji yang di buat June saat itu"Jika kamu kalah dalam balapan ini berhentilah mengejar Maira, juga berhenti berteman dengannya".


🌼🌼🌼🌼


Memikirkan tunggakan uang kontrakan membuat Maira pusing tujuh keliling. Kemana lagi dia harus mengadu sedangkan Keano satu satunya tempat bersandar nyatanya juga tengah kering kerontang perihal fulus.


Iseng menscroll kontak di ponselnya sang jempol berhenti pada nomor bernama"Bos kamvret"


"1~2~3~~~~....!"Maira menghitung tanggal gajihan dengan jemarinya.


"10 hari lagi gajihan! pinjem sama Pak Bos kah???"Jalan buntu. Otaknya berpikir di luar kendali. Sikap Bryan aja begitu menyebalkan, gimana kalo dia pake acara mo pinjem duit sama dia...alamat di bikin otak otak sama tu Bos kamvret kan.


"Tapi___"Maira coba mencari jalan keluar selain mendatangi Bryan.


"Tring!!"Notif dari aplikasi berwarna hijau membuat jantungnya berdetak abnormal.


πŸ“©:"Neng...uang kontrakan udah redy kan. Engkong mo ngasih jatah ama bini muda nih"


Tweeewww!!Maira mendengus kesal. Kang kontrakan pake nagih lagi pula.


πŸ“¨:"Kasih waktu lagi dong kong, Maira 10 hari lagi gajihan kok"Pesan terkirim. Maira berharap Kang kontrakan mau mengerti dengan keadaannya. Buat makan sehari hari aja dia musti ngutang dulu ama Keano di mini market. Pas gajihan barulah dia nyetor tu utang sama Keano.


πŸ“©:"Maaf aja yak neng, bini muda engkong pen beli gelang baru. Lagian si eneng udah 2 bulan kaga bayar kontrakan, toleransinya udah abis neng. Engkong takut aja kalo bini muda Engkong nyamperin ke kontrakan besok nih"


"Glek"Menelan saliva bagaikan menelan biji kedondong. Rasanya sereeettt banget.


πŸ“¨:" Tolongin dong Kong, 10 hari lagi kok. Please kasih Maira waktu lagi"


πŸ“©:"MINGGAT DARI KONTRAKAN!!!(BINI MUDA NAN CANTIK JELITA)"


"****!!! langsung bini muda yang balas pesan"Desah batinnya. Mending gak usah bales dah, bini muda si engkong galaknya minta ampyun. Diemin aja lah, dari pada ntar dia ngomel via telpon.


Maira tersandar di dinding kontrakan. Tubuhnya melongsor hingga berakhir rebahan di ubin tak beralas.


"Hick...apa aku balik ke kampung aja yak??pasrah di kawinin ama anak tetangga gitu??"Ringisnya menatap langit langit kontrakan yang sudah beberapa tahun menjadi tempat berlindungnya dari panas dan hujan.


"Ogah!!!"Pekiknya dalam rasa putus asa.


Rasa terpojok terus membisikan agar mengadu kepada Bryan.


"Bukankah hanya Bryan orang yang aku kenal selain Keano??"Bisik batinnya.


"Tapi kan dia bukan Bryan yang dulu, yang siap menolong dan melindungi kamu setiap waktu!"Bisik sisi lain batinnya.


"Akh!!!aku harus gimanaaaaaa??"Pekiknya berguling guling hingga ke depan pintu kontrakan.


"Buk!!"Seseorang memberi peringatan dengan memukul dinding kontrakan.


"Jan berisik oi, anak gua lagi tidur!"Seru tetangga sebelah.


"Maaf"Sahut Maira sedikit nyaring.


"Krik πŸ•·πŸ•· Krik πŸ•·πŸ•· krik πŸ•·πŸ•·


Suara jangkring di belakang kontrakan seakan mentertawakan nasib Maira. Semakin lama suara mereka semakin nyaring hingga memekak kan telinga.


"Grhhh!!Jangkrik sialan!!"Gerutu Maira.


To be continued...


Happy reading. Jangan lupa like vote rate dan komen.

__ADS_1


3 November 2020.


Salam anak Borneo.


__ADS_2