
****Tak apa jika aku harus kehilangan segalanya,
Tak apa jika harus begitu demi engkau agar selalu ada di sisiku,
Bahkan jika aku merasa sedih...
Bahkan jika aku merasa kesepian...
Berjanjilah kau kan selalu ada untuk ku.
Kau bagai malaikat yang hadir di dalam hidupku,
Beriku sebuah rasa baru tentang indahnya kehidupan jika bersamamu,
Kau yang begitu sempurna dan memikat hatiku,
Buatku rela mengorbankan apa saja asal kau bertahan dan selau bersamaku.
Kau tetaplah malaikat penjaga hidupku,
Meski sayap yang kau punya bukanlah putih melainkan hitam beraura sendu***
🍒🍒🍒🍒
Bryan membelah keramaian para tamu undangan, bergegas berlari menuju kamar 201 tanpa perduli dengan tatapan penuh tanya para tamu undangan. Di antara para tamu itu Angela dan Alex nampak tegang. Kok Bryan ada di sini???
Alex mengulum bibirnya gelisah" Perasaanku gak enak"
" Aku harus menghubungi Aron" Ujarnya lagi, dan kegelisahannya itu semakin menjadi sebab Aron tak kunjung menerima panggilan telpon nya.
" Kita susulin aja yok" Ajaknya menarik lengan Angela.
Di luar dugaan. Gadis itu menggeleng dan bertahan di posisinya.
" Angela!! ayok susulin Aron" Alex setengah berseru. Perasaannya benar benar gak nyaman, Aron pasti kenapa kenapa nih.
" Nggak! kamu aja yang ke sana" Gadis itu mulai menampakan sifat aslinya. Jelas terlihat dia tak ingin ikut menanggung kejahatan yang mereka lakukan bersama. Pantas saja dia tak menampakan diri di hadapan Maira, dia tak ingin terlibat dalam kejahatan yang sejatinya tercetus dari idenya.
Raut wajah Alex berubah masam, dia dan saudaranya di peralat gadis yang begitu dia cintai. Dan bodohnya lagi, dia tetap memohon agar gadis itu tetap bersamanya meski jelas jelas hanya mencari keuntungan darinya.
" Angela___" Ucap Alex pelan.
" Kamu ke mobil aja ya, aku akan menyusul Aron. Jika rencana kita berjalan mulus aku akan menelpon mu agar kembali ke sini. Aku juga akan kembali menghubungi mu jika kedatangan Bryan memang karena terbongkarnya rencana kita, dengan begitu kamu bisa langsung pergi dari sini" Jemarinya memegangi pipi Angela dengan lembut. Membelai wajah wanita yang sangat dia cintai itu dan membiarkannya lepas dari tanggung jawab atas kesalahannya.
" Baiklah, aku akan menunggu di mobil" Langkah gadis itu begitu ringan meninggalkan tanggung jawab pada Alex dan Aron saja. Sungguh wanita licik, dia sangat beruntung ada seorang pria seperti Alex yang rela menanggung kejahatannya karena terlalu mencintainya. Sedangkan dia___bertindak begitu rendah demi cintanya pada Bryan yang tak memandang ke arahnya sedikit pun.
Begitu pula dengan Aron, tahu bahwa Alex sangat ingin tetap bersama Angela maka dia pun rela ikut terlibat dalam kejahatan itu. Asalkan saudara nya bahagia maka dia akan ikut bahagia. Sungguh si kembar yang malang.
Tersengal sengal Bryan berlarian menyusuri koridor hotel sembari meneliti nomor nomor yang tertera di depan pintu.
Langkahnya terhenti ketika tlah menemukan kamar 201, cepat cepat dia menerobos masuk ke dalam dan____
Tunder nampak bertelanjang dada, rambutnya juga acak acakan.
What!!!!! Bryan coba menenangkan diri. Nggak!!! tepis jauh jauh pikiran jahat terhadap Om durjananya ini.
Tapi...dia kan mbahnya buaya darat!! dan Maira____
Emosinya tak tertahan lagi" Bugh!!!" Bryan melayangkan bogem mentah di wajah Tunder. Pria itu terkapar jatuh ke tempat tidur.
Bryan mengumpat dengan bibir bergetar" Sialan!!! Om kelewatan! Maira calon istri Bryan Om, kenapa Om embat juga??!" Matanya memerah menahan amarah.
" Hei!! apa apaan sih!!, ponakan kurang ajar!!!" Tunder menghindari bogem yang hendak Bryan layangkan kembali di wajah tampan nya. Kedua tangannya menutupi wajah berharga miliknya. Cukup 2 kali dia mendapat hantaman di wajahnya itu, jangan sampai dia ikut ikutan bonyok seperti Aron yang masih pingsan karena ulahnya.
" Om apain Maira??? kenapa Om gak pake baju??" Sentak Bryan emosi. Kewarasannya perlahan terkikis menyaksikan sang Om nampak tak mengenakan baju, otaknya sudah berpikiran yang macam macam mengingat Maira sedang di bawah pengaruh Blue Wiza*rd.
Tunder berusaha bangkit" Gila!! udah di tolongin malah di gebukin, kamu salah paham Bry!!" Nampak tepian bibirnya kembali berdarah.
" Ck!! baru juga darahnya ku seka, kamu malah nambahin pecah di bibir aku. Akh!! anak piyak kampret!!" Pria itu mengumpat sembari bangkit dari tempat tidur. Mengambil kemejanya dan mengenakannya kembali.
" Lantas, apa yang Om lakukan pada Maira??"
" Aku menolongnya"
" Dengan cara____" Bryan menggigit bibir. Dia tak kuasa mengucapkan kata kata menyakitkan itu. Mungkinkah Maira tlah____akh!! hati Bryan sangat hancur saat ini.
__ADS_1
Melihat Bryan begitu terpukul karena pikirannya sendiri Tunder pun mulai berucap" Aku menolong Maira bukan dengan cara yang terlintas di otak kotor mu ini"
Bryan terhuyung sebab Tunder mendorong keningnya dengan jari telunjuk si Om durjana.
" Gak usah ngeles Om____" Kata kata Bryan terputus. Aron tak sadarkan diri di biarkan Tunder terkapar di lantai menyita perhatiannya.
" Jadi...ini ulah si kembar keparat itu!!" Gumamnya geram.
" Bangun ba*ingan!!" Tendangan demi tendangan dia tujukan pada tubuh Aron, namun pria itu tak bergeming sedikit pun.
" Hick hick`sakit~~" Suara tangis terdengar sayu di ruangan itu
" Maira___" Tatapnya penuh tanya pada Tunder.
" Di kamar mandi" Pria itu menunjuk dengan wajahnya.
Bergegas Bryan ke kamar mandi, dan betapa terkejutnya mendapati Maira di dalam bathtub dengan air penuh busa hampir menutupi seluruh tubuhnya.
" Maira"
Mata gadis itu terbuka pelan, di tatap nya lekat lekat pria di hadapannya.
" Bryan~~~"
Bryan jongkok di samping bathtub " Iya. ini aku, kamu kenapa di sini___"
Seketika tubuh Bryan terdiam. Gadis itu menyerangnya tanpa di duga. Menarik wajahnya lebih dekat dan menciumnya lembut.
Suasana hening. Hanya ada deru napas Maira yang semakin terdengar syahdu di telinganya. Bagaimana tidak, gadis itu menciumi bibirnya dengan des*han yang membuat naluri lelakinya terpancing.
" Mai___"
Maira menarik leher Bryan dan kembali kelancarkan ciumannya.
" Brak!!" Tunder membuka pintu kamar mandi.
" Hais!!, di sosor juga kan!!"
Bryan melepaskan pagutan Maira" Om, kok Maira begini??"
" Om gila!!"
" Iya aku gila, tapi kamu harus berterimakasih sama orang gila ini. Akh!! mati matian aku menahan napsu, dasar gak tau diri" Gerutunya kesal, udah berdarah darah nolongin mbak bidadari tapi anggapan si Bryan tetap aja jahat terhadap nya. Nasib buaya darat ~~~~
Maira merengek menarik narik pundak Bryan, Perlahan Bryan memegangi lengan Maira yang terus saja meminta tolong membantunya melakukan pelepasan hasrat. Gadis itu meletakan kepalanya di pundak Bryan, sungguh hal yang tak mudah Maira lakukan jika dia dalam keadaan sadar diri.
Jemarinya membelai lembut pucuk kepala Maira" Terus kenapa Om lepas baju??"
" Eh aku ke sini ninggalin cewek bohay yang udah On, aku harus balik ke kamar kami dengan pakaian lengkap. Gak lucu kan aku datang kembali ke pelukannya dengan pakaian basah karena harus membopong Maira masuk ke dalam bak mandi itu" Jelasnya panjang lebar.
" Oh" Bryan menyadari kesalah pahamannya.
" Bryan~~~" Maira coba berdiri.
Dan dua bola mata Bryan hampir melompat keluar karena baru menyadari tubuh hampir telanjang Maira.
Cepat cepat dia menarik Maira agar kembali masuk ke dalam bathtub.
" Kok__"
" Itu pengaruh obat perangsangnya, dia melepas bajunya sendiri karena kepanasan. Makanya aku penuhin tu bak mandi sama busa sabun, aku cowok normal Bry. Yah...meskipun tubuhnya tak sebohay selena, tapi cukup menggoda imanku" Seloro Tunder merapikan rambutnya di depan cermin.
" Siapa pula Selena itu, akh jadi Om udah liat tubuh Maira" Wajahnya nampak sangat tidak rela. Kenapa harus Om durjana sih?? tapi...keadaan ini sangat memuakan bagi Bryan. Di dalam hati dia merutuki dirinya sendiri, seharusnya dia mengajak Maira ke daerah pesisir. Itu akan jauh lebih aman.
" Jangan salahkan mataku yang nggak buta ini. Noh pria bajingan yang pingsan itu yang harusnya kamu interogasi, cuih!! manusia menjijikan!!" Cemooh Tunder geram.
Bryan diam. Hatinya mencelos kecewa, karena dendam si kembar Maira harus mengalami kejadian ini.
" Sudahlah, aku harus balik ke tempat Selena. Kamu urusin deh Maira yang hor*y itu, eh tunggu dulu" Pria itu kembali ke hadapan Aron. Memeriksa tubuhnya seperti mencari sesuatu.
" Sialan!!, di mana dia menyembunyikan Blue wiza*rd nya" Gumamnya kesal. Kalo tu obat jatuh ke tangannya kan lumayan, bisa dia kasih ke Selena. Hohohoho....Otak Om Tunder emang cemerlang, kan lumayan tuh Selena akan On sampe pagi kalo konsumi tu obat sebelum les kuda-kudaan nya 😂.
Gagal mendapat obat, dia memutuskan untuk kembali kepada Selena" Bry, aku pergi ya. Gak usah bilang terimakasih" Serunya penuh percaya diri.
" Oke" Sahut Bryan dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Nah...si Om durjana tlah pergi, tinggalah dirinya dan Maira yang terus memohon menarik dirinya ikut masuk ke dalam bak mandi.
Kakinya di tahan Maira agar tak beranjak dari sisinya" Ra, ini salah. Pakaian kamu di mana??kamu harus pake pakaian kamu"
" Tolong aku dulu Bry, aku deg deg an" Ucapnya dengan wajah memerah.
" Kamu mau aku ngelakuin apa?? aku ambilin minum ya?" Bryan bingung. Ini hal baru baginya, dia memang tau tentang jenis obat yang mungkin di berikan Aron pada Maira, namun selain harus melakukan hal ehem ehem itu dia nggak tau harus melakukan apa demi menghilangkan efek dari obat sialan itu.
" Ayolah Bryan, bantu aku melepaskan hasrat ini!, aku mohon. Aku bisa gila, aku nggak bisa menahannya lagi" Butir air mata kembali jatuh bersama kata kata tak terkontrol lolos dari mulutnya. Dia malu, tapi dia tak juga bisa mengendalikan diri. Jika memang harus melakukan hal gila itu, akan lebih baik jika di lakukan bersama Bryan. Toh sebentar lagi mereka akan menikah.
Tapi...Bryan bersikeras menolak ajakan Maira. Membuat Maira merasakan malu yang begitu dalam. Ingin rasanya dia membenamkan diri ke dasar bumi, reaksi tubuhnya benar benar membuatnya kehilangan harga diri. Lantas dia melepaskan pelukan di sebelah kaki Bryan dan menangis sejadinya, membenamkan diri ke dalam bak mandi hingga kepalanya ikut masuk ke dalam busa busa yang menutupi seluruh tubuhnya.
" Maira, kamu pake baju dulu. Aku tanya mbah google deh. Gimana cara ngilangin efek dari obat itu" Ujarnya bersandar di sisi bathtub dengan pakaian yang juga basah karena ulah Maira.
Pucuk kepala Maira menyembul dari dalam bak mandi, dia menggeleng, kewarasannya benar benar anjlok. Entah kenapa semakin dia melawan hasratnya semakin bangkit. Dan itu membuatnya semakin sakit kepala.
Sekuat tenaga dia menarik Bryan ikut masuk bersamanya ke dalam bak mandi, dan mati matian Bryan coba mempertahankan akal sehatnya agar tak oleng dari tubuh penuh busa Maira.
Sementara Bryan di rundung bingung menghadapi Maira, Alex perlahan membuka pintu. Sedikit mengintip ke dalam. Rahangnya mengeras mendapati Aron yang masih pingsan dengan wajah babak belur.
Sayu sayu dia mendengar suara dari arah kamar mandi, dan setelah di pastikan. Itu suara Bryan.
Tak ingin keadaan semakin kacau, sebisa mungkin dia membawa Aron pergi dari kamar itu tanpa menimbulkan suara gaduh. Dia dapat bernapas lega setelah berhasil membawa saudaranya keluar dari kamar itu.
🍒🍒🍒🍒
" Yaelah~~~ dari mana sih sayang. Aku hendak menelponmu tapi kita belum bertukar nomor" Selena menarik tubuh Tunder ke tepian tempat tidur. Lengannya bergelayut manja dan menyampirkan lengan Tunder di pundaknya. Alhasil....kedua gunung kembar itu begitu sesak menempel di dada bidang Tunder.
" Alamak!! nasib ku hari ini warna warni banget kek pelangi pelangi" Batin Tunder. Ibarat pepatah, habis gelap terbitlah terang. Abis di gebukin Bryan dia malah kembali jatuh ke pelukan si boday Selena. Mood nya yang sempat anjlok kini kembali ceria ketika berhadapan dengan gadis cantik nan menggugah imannya ini.
Tunder hanya tersenyum menanggapi perkataan Selena, membuat gadis itu semakin gemas dengan pria yang tlah lama dia idam idam kan. Demi Tunder dia rela merasakan sakitnya pisau bedah untuk merombak penampilannya. Dan kini ketika tubuhnya tlah pulih dari masa masa rehat setelah melakukan perbaikan di berbagai bagian, pria idamannya itu kembali hadir di hadapannya.
Sungguh bagaikan pucuk di cinta ulam pun tiba, tanpa membuang waktu dia langsung menerkam Tunder dan melancarkan segala jurus jurus bercinta yang dia pelajari dari menonton film berlayar biru.
Kemeja yang awalnya masih melekat di tubuh Tunder kini tlah teronggok di atas lantai. Demi apa sih!! si Om ini kenapa begitu memikat di mata Selena, roti sobeknya begitu menggoda. Gadis kecil ini menggigit bibir menikmati pemandangan yang tlah lama dia impikan.
" Yakin mau lanjut??" Tanya Tunder ketika Selena berhenti dari aktifitasnya dan diam terpaku memandangi tubuh bugarnya.
Selena menggeleng dengan wajah bersemu. Ini kali pertamanya akan melakukan hal gila ini. Selama ini dia memang kerap berpakaian minim yang memamerkan kemolekan tubuhnya. Namun urusan di bawah sana dia menjaganya hanya demi Om durjana si mbahnya buaya seperti yang di katakan Bryan.
Entahlah, mungkin ini yang di katakan cinta buta. Padahal Selena tahu betul kejadian beberapa tahun lalu yang Tunder dan Kakaknya lakukan. Namun hal itu tak menyurutkan rasa cinta Selena terhadap Tunder. Toh sekarang mereka sudah tak menjalin hubungan lagi sebab sang Kakak tlah di bawa pergi oleh sang suami jauh dari mereka.
" Tunder, aku tahu ini bukan kali pertama kau bersenang senang bersama wanita. Tapi...ini adalah kali pertamaku berduaan bersama pria di dalam kamar" Ucapnya merebahkan diri di sisi Tunder.
" Hm...lantas??"
" Bisakah kamu tetap bersamaku??"
Sudut bibir Tunder menukik naik" Kamu jangan meminta hal aneh"
" Apakah permintaanku ini aneh??"
" Iya dong, kamu kan sudah tahu bahwa aku suka berganti ganti pasangan. Bukankah aneh jika kamu meminta aku untuk tak meninggalkan mu??" Meski berkata begitu, Tunder tak bisa diam saja. Dia merangkak naik di atas tubuh Selena.
" Aku sangat mencintaimu" Ucap Selena tulus.
" Aku nggak" Jawab Tunder santai menyusuri ceruk leher Selena. Membuat bulu bulu halus di tubuh gadis itu merinding.
" Ja___jadi...apa yang harus aku lakukan agar kamu tetap mau bersamaku??" Tanya nya terbata. Ulah Tunder membuat tubuhnya panas dingin dengan jantung semakin berdebar.
" Aku hanya ingin kesenangan" Sahutnya kemudian membuat tanda kebiruan di tepian gunung Selena. Gadis itu menggelinjang, sebuah hal baru yang membuatnya semakin menggilai pria brengsek ini.
" Aku akan memberimu kesenangan, tapi jangan tinggalkan aku" Di tariknya wajah Tunder hingga pandangan mereka bertemu.
" Ku mohon" Ucapnya penuh harap.
" Aku nggak bisa janji, selama kamu bisa menyenangkanku maka aku akan bersamamu" Sinting!! Tunder benar benar tak perduli dengan permohonan Selena. Malam itu dia mengambil sesuatu yang sangat berharga milik gadis yang buta akan cintanya. Mengenalkannya akan bermacam rasa nikmatnya berc*nta hingga Selena benar benar tenggelam dan melakukan berkali kali pelepasan hasrat bersamanya.
To be continued...
Happy reading. Jangan lupa like vote rate dan komen.
15 Januari 2021.
Salam anak Borneo.
__ADS_1