Wo Men De Ai

Wo Men De Ai
Part 31


__ADS_3

***Perlahan perasaan ini mulai terasa,


Perlahan perasaan ini semakin kuat,


Jalan hidup yang membosankan perlahan telah berubah,


Matahari pagi mulai terasa hangat memeluk pagiku,


Semilir sejuk angin mulai membelai helai rambutku,


Hati yang lama diam mulai bergetar sejak kehadiranmu,


Menarikku keluar dari lingkar kesunyian yang ku ciptakan sendiri,


Aku ingin melangkah bersamamu lebih jauh,


Terangi semesta malam ini bersama bintangmu,


Perlahan bertatap mata dan buatku luluh jatuh dalam pelukmu,


Bersama melukis cerita manis tentang kau dan aku,


Tak perduli dunia kan berubah menjadi apa,


Sepasang tangan kita kan terus bergandeng dengan eratnya,


Biarkan indahnya dunia menjadi saksi kebersamaan kita***


🍃🍁🍃🍁🍃🍁


"Kak Bryan jadi Groomsmen pernikahan kami ya" Tutur Kaila menghampiri Bryan yang tlah kembali ke panti.


"Dih...ogah!!apa bagusnya si Lian sampe harus aku yang jadi penggiring dia!"Wajah tak suka terpampang jelas di wajah Bryan. Kaila bukan tak tau tabiat Lian dan Bryan yang tak mudah akur, tapi dia hanya ingin Bryan yang menjadi penggiring pengantin pria di hari pernikahannya nanti.


Kaila menekuk wajah"Ayolah Kak!, bukannya Kakak adalah Kakak terbaik di dunia"


Meski dia bersikeras menolak tapi Kaila punya jurus jitu menangkal penolakannya"Kalo bukan Kak Bryan, siapa lagi???Kaila kan cuman punya Kak Bryan sama Papah" Kalimat jitu itu sukses membuat hati kecilnya terenyuh. Sebelum bertemu dengannya Kaila memang sebatang kara di dunia ini. Lagi pula ini adalah moment berharga dalam hidupnya, nggak ada salahnya juga kalo dia mengabulkan keinginan sang Adik.


Dan benar saja,Kaila sukses membuat hati Bryan melunak. Penolakan yang awalnya terjadi kini berubah menjadi sebuah anggukan. Demi Kaila, rela deh beberapa menit pegangin lengan Lian mengantarkannya ke altar pernikahan.


Kaila girang mendapat persetujuan dari Bryan. Dan Kaila yang serakah mulai meminta hal yang paling gak ingin Bryan kabulkan"Jangan lupa bawa pasangan yak"


"Hah!!,kamu cari temen kamu lah sebagai Bridesmaid nya!"


"Masa Kaila minta Mei yang dampingin Kak Bryan???mau di tabok Fatur??"


Bryan membuang muka. Keningnya berkerut terjebak dalam perangkap Kaila


"Atau sama Jova??yang perutnya udah mulai nongol??"Tawar Kaila lagi sembari mengingatkan keadaan Jova yang tengah hamil.


"Yah temen kamu yang lajang lah Dek!!"Desisnya kesal"Ato batalin aja!Pak Fatur sama istrinya aja deh"


"Eh...udah janji, masa mau di ingkari!seingat Kaila Kakak Bryan bukan cowok penghianat kan"Sindirnya menatap nakal pada Bryan.


"Ya elah segala penghianat!parah banget imajinasi kamu Dek!"


"Nah makanya!bawa pasangan Kakak. Ato jangan jangan Kak Bryan jomblo yak???"


"Iya!! terus kamu mau ledekin Kakak???ugh nggak ngaruh Dek!"Tantangnya meraih handuk bersiap hendak mandi.


"Kasiannnnnnn!!!percuma Tuhan menganugerahkan wajah setampan itu kalo Kakak nggak punya pasangan. Hati hati di gaet homo lho Kak!!"Nyinyir sang Adik sengklek. Dia kini berguling guling di tempat tidur Bryan"Hmmm..bahkan tempat tidur Kakak aja wanginya enak banget. Tapi sayang nggak punya pasangan!"


"La!!!suka banget nistain Kakak sendiri!Kalo Kakak mau besok pun bisa kok dapat pasangan!" Ujarnya kesal.


"Tik!!"Kaila menjentikan jari


"Nah...mantap tuh. Sudah di pastikan Kakak bakal bawa pasangan dan jadi penggiring kami di hari pernikahan nanti. Sippp!!Kakak emang cakep luar binasa!!"Sentak Kaila girang. Dua kali dia sukses menjebak Bryan pagi ini.


"Luar biasa kali Dek"Ralat Bryan pasrah. Dia baru menyadari sudah jatuh dalam perangkap sang Adik"Licik!ketularan Lian nih"


"Hohoho...Kaila jadi nggak sabar menunggu hari pernikahan, pen liat cewek Kak Bryan tuh cantiknya kaya apa"Tanpa menunggu kata kata pembelaan dari sang Kakak Kaila beranjak pergi meninggalkan Bryan.


Kantin Perusahaan Brander....


Permintaan pagi buta Kaila membuat Bryan menguras otak.


"Hadeh~~~, segala bawa pasangan. Emang pasangan ku siapa???"Lenguhnya menopang dagu di meja kantin.


Hiruk pikuk saat jam makan siang di kantin yang mulai padat terasa sunyi senyap bagi seorang Bryan. Pikiran yang melanglang buana membuatnya terus mencari jalan keluar untuk mencari siapa yang akan dia ajak menjadi pasangannya di acara pernikahan.


Di sudut lain dari kantin yang sama Maira tengah menunggu kedatangan Brama. Mereka sudah janji bakal makan siang bareng hari ini, sekaligus Maira mau berterimakasih atas bantuan Brama kemarin padanya.


Yang di nanti akhirnya tiba, pria tinggi tegap itu membuat Maira terbelalak siang ini.


"Pak Brama!!"Serunya melambaikan tangan.


Brama juga melambaikan tangan padanya dan langsung menghampirinya.


"Eh buset!!!, tumben tumbenan tu jidat di liatin pada dunia, astaga!!!"Gumam Maira sempat terpaku menatap Brama yang semakin mendekat padanya.


"Sorry lama, akhir akhir ini kerjaan rada nambah"Ujarnya duduk di hadapan Maira.


"Hehehe...santai Pak, saya juga baru datang kok"


"Hemmm"Brama tersenyum.


"Oh lord!!inikah yang di namakan power of jidat!!!, Pak Brama cakep banget dengan style rambut kek gini"Pekik batin Miara. Penampilan Brama memang berbeda hari ini, dia meninggalkan gaya rambut bowl cutnya. Dan kini jidat yang selama ini tersembunyi akhirnya dia pamerkan kepada dunia, seperti kata Maira 😏.


"Kamu udah pesen??"Tanya Brama.


Maira tak menjawab. Sejak kemarin dia baru menyadari bahwa ada pria yang ganteng selain Bryan di perusahaan ini. Dan jelas prilakunya berbanding terbalik dengan Bryan si Bos arogan itu.


"Ra!!"Brama mengibaskan tangan di wajah gadis itu.

__ADS_1


"Maira!!"Ujarnya lagi. Gadis itu masih menatapnya tanpa ekspresi. Seandainya Brama tau di balik ekspresi datar itu tersimpan pikiran pikiran absurd dari seorang Maira, hehehhe!!


"Oi!!!, gak sopan banget liatin Bos!!"Bryan emang panjang umur. Baru juga nongol beberapa detik dalam pikiran Maira eh orangnya udah nongol juga. Mana nongolnya pake gebrak meja pula, kaya preman pasar mau malakin aja.


"Hah!!!"Pekik Maira nyaris terjungkal dari kursinya.


"Pa__Pak Bryan"Tangannya memegangi letak jantung. Emang jago bikin orang senam jantung Bos yang satu ini.


"Kamu titisan burung walet yak??mandangin orang jelek ini sampe segitu nya, iler kamu netes terus tuh!!"Cercanya dengan tatapan tajam.


Maira menepis tepian bibirnya"****...gak ada ngiler kok"Batinnya.


Brama mendorong tubuh Bryan"Eh eh, apaan coba datang datang bikin keributan. Minggir kami mau makan siang"


"Aku juga mau makan siang!"Tukas Bryan meninggikan nada bicara.


"Ya udah balik ke meja kamu"Usirnya lagi.


"Meja dari mana, aku juga baru dateng. Makan siang bareng kamu aja"Kilahnya.


Kini dia menarik Bryan agar mendekat "Gak usah deh, kehadiran kamu bikin Maira tegang"Bisik Brama pelan. Ekspresi Maira memang tegang saat ini, mendapati Bryan berada di hadapannya membuat jantung nya berdetak abnormal.


Seseorang berseru di meja Bryan tadi"Pak Bryan, ini pesanannya"Kang kantin menghadirkan pesanan Bryan.


"Puffhh!"Maira menghela nafas di sela berdebatan Bryan dan Brama.


Tatapan penuh tanya terhujam pada Bryan"Jadi...kamu baru dateng nih?"Sindir Brama melipat kedua tangan di dada.


"Pak Brama makan siang bareng Pak Bryan aja, saya baru ingat ada beberapa pekerjaan yang belum saya serahkan pada Bos besar"


"No!!!, duduk lagi"Perintah Brama menghentikan aksi hendak kaburnya Maira.


"Tapi Pak saya___"


"Bilang aja mau kabur"Serang Brama pada intinya.


"Brak!!"Maira kembali duduk.


"Hehehe...enggak kok Pak"Tawanya canggung.


Brama tersenyum senang"Nah...duduk manis gitu kan makin manis kamu nya"


Kata kata itu menimbulkan rasa gerah di sudut hati Bryan"Oh...ngelunjak yak. Seneng kamu di liatin penuh cinta sama karyawan magang ini!"Tuduhnya.


Brama bengong"Kamu kenapa sih??tumben tumbennya mau makan siang bareng, Biasa juga aku yang ngemis ngemis dulu sama kamu"


"Jan lebay, mau makan siang bareng aja harus drama dulu"


"Syu!!syu!!! kamu minggat deh"Usirnya pada Maira.


Brama tak terima"Enak aja!!, hari ini kami udah janjian mau makan bareng"


"Lain waktu aja Pak, nanti Maira yang traktir kok"Gadis itu benar benar tak tenang. Dia seperti orang ketiga yang hadir merusak hubungan percintaan dua insan sama jenis ini. Heiiii, ayolah Maira, dua pria ini nggak melenceng dari kodratnya kali.


"Tapi Pak___"


"Nanti malam aja yak saya traktir di minimarket"Lanjutnya.


"Minimarket????, jadi Brama juga pernah ke minimarket itu??jangan jangan mereka udah sering ketemuan di luar kantor??"Batin Bryan.


"Eh, bawain makanan saya ke sini"Perintahnya melirik Maira sekilas.


Maira melakukan perintah Bryan. Segera dia mengambil makanan Bryan di mejanya tadi.


"Silahkan di nikmati makan siangnya Bos"Ucapnya kemudian meletakan makanan itu di hadapan Bryan. Kursi yang awalnya dia duduki kini tlah di akusisi oleh Bryan.


"Ra!!jam berapa nanti malam??"Tanya Brama pasrah acara makan siangnya batal karena ulah Bryan.


"Nggak usah nanti malam!!, tarik kursi itu ke sini Ra. Kita makan siang bareng!"Perintah Bryan lagi.


"nggak usah Pak, saya makan di meja Pak Bryan tadi aja"


"Sini aja!!, buruan pesen makanan kamu"


Pandangan Maira dan Brama bertemu, Brama mengangguk"Samain aja sama makanan kamu, minumnya juga"


Demi memangkas waktu Maira langsung menghampiri kang kantin dan segera memesan makanan. Hanya satu keinginannya saat ini, segera minggat dari dua Bos yang doyan berdebat seperti sekarang ini.


Brama menatap Bryan curiga"Aneh bener ni anak, judes tapi___"


"Kamu kenapa sih Bry??"


"Gak kenapa kenapa!"Sahutnya ketus.


"Orang janji kami di mundurin nanti malem. Kok kamu maksa Maira ngelanjutin makan siang bareng???"


"Ntar malam kamu sibuk!"Tukasnya menyuap makan siangnya.


Brama memicingkan kedua mata"Perasaan ntar malam aku gak ada kegiatan kok, waktuku senggang kok"


Bryan cuek, dia terus mengunyah makanan nya sembari menyapu pandangan ke setiap sudut kantin.


"Peraturan kantin kayanya harus di atur ulang nih!"


"Apa lagi Bryan!!?"Kali ini Brama yang di buat jengah oleh Bryan. Biasanya dirinya yang gerecokin Bryan. Sekarang malah Bryan yang gangguin dirinya.


"Cuman mau nambahin 1 peraturan aja kok"Sahut si songong.


Maira begitu pusing harus menjadi saksi perdebatan Tom dan Jerry ini. Dia memandang dua Bos itu sembari terus menghela nafas.


"Mbak Maira kenapa??dari tadi kaya susah nafas gitu??"Ujar kang kantin.


"Sesak nafas yang tak biasa Kang, gak apa apa kok"Ujar Maira. Bukan tanpa alasan dia berkali kali menghela nafas berat siang ini. Pertama dia di buat berdebar dengan penampilan Brama yang begitu kece hari ini, kedua dia di buat kaget dengan kehadiran Bryan yang menggebrak meja, ketiga dia semakin di buat deg deg an menghadapi sikap arogan nya si Bos somplak Bryan. Jantung mana yang nggak butuh asupan oksigen berlebih kalo sedang berada di posisi Maira.

__ADS_1


Kembali pada dua pria yang masih berargumen di meja kantin.


"Peraturan apa lagi yang mau di tambahin, lama lama kantin ini berasa penjara Bry. Gak boleh ini gak boleh itu, orang mau makan aja banyak peraturan"Keluh Brama.


"Kamu lupa dengan peraturan di perusahaan ini??sesama karyawan gak boleh berkencan kan"


"Iya tau, orang itu peraturan nomor satu di sini. Dan itu kamu yang bikin kan!!"Tegas Brama.


"Demi ketenangan hati aja kok, ntar kalo ada yang berkencan di sini kerjaannya malah gak bener"Ujar Bryan bersilat lidah.


"Bilang aja gak suka cinta cintaan!!"


"Bawel banget sih!!, dengerin aku ngomong Brama!!"


Brama manyun"Lanjut deh"


"Peraturan tambahannya'nggak boleh makan dengan lawan jenis' biar benih benih baper gak bermunculan di perusahaan ini!!"


Demi apa!!!makin hari kelakuan Bryan semakin aneh. Masa makan siang bareng lawan jenis aja gak boleh. Dunia yang hampa ini akan semakin hampa kalo sekedar makan aja gak boleh bareng makhluk cantik ciptaan Tuhan kan.


"Gila!!!"Hanya kata itu yang mampu Brama ucapnya.


"Bodo amat!!"Sahut Bryan pula.


🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃


Dion kembali di buat sibuk oleh Lian, yah ini bukan hal baru sih. Bos menjengkelkan ini masih saja merepotkan bagi Dion meski tak lagi dingin dan irit bicara seperti dulu.


Sore ini saat semua karyawan bersiap hendak kembali ke kediaman masing masing Lian menghentikan langkah Dion yang tengah bersenandung riang bersiap meninggalkan perusahaan.


"Et et et!!!buru buru bener. Ke ruangan saya dulu"


Siap Bos!"


Dion mengekor langkah Lian. Aura kelam mulai mengintip dari ruangan Lian.


"Akh!!!perasaan ku nggak enak banget"Gumamnya pelan.


"Eh..apa yang nggak enak??"Tanya Lian tiba tiba berbalik.


"Nggak Bos, nggak ada yang nggak enak kok"Sahut Dion cengengsan.


Lian menarik kursi mempersilahkan Dion duduk di depan meja kerjanya"Hemmm...Kamu tuh kaya nggak ada beban ya, bawaannya happy mulu"


"Iya lah Bos, hidup kan harus di nikmatin. Bukan di ratapin"Ujarnya duduk manis di hadapan Lian yang juga duduk.


"Saya suka gaya kamu"Lian meraih sesuatu dari laci meja"Nah ini tugas matematika dari Adek angkat Kaila di panti. Tolong kamu kerjain ya. Besok pagi harus di kumpulin" Lian menyerahkan sebuah buku tulis lengkap dengan pensil dan penghapusnya.


Dion memicingkan mata"Hah!!, bukan tugas kantor Bos??"


Lian bersandar dan menyilangkan tangan "Kamu mau bonus gede nggak??"


"Mau mau mau!!"Bola mata Dion berbinar bak mutiara.


Sudut bibir Lian menukik naik"Nah kerjain tugas itu!"


"Kenapa nggak Bos aja!, Bos kan jenius??"


"Nggak bisa, otak ku udah di penuhin sama Kaila, meskipun itu tugas anak SMA doang aku nggak bisa ngerjain Di!, Lagian aku terlalu sibuk mikirin Kaila"


Dion mendadak mual. Benar yang di kata orang, cinta mampu merubah segalanya. Bos Lian yang dulunya kaku dan dingin kini berubah menjadi budak cinta, akh!!Dion nggak tau harus bahagia atau berduka, sejatinya sejak bersama Kaila Bos songong itu sedikit bersikap hangat pada sekitarnya.


"Tapi Bos...gimana ceritanya tugas ini bisa sampai pada Bos??"


"Yah...Adek adek di panti emang deket banget sama aku, salah satunya Amel. Dia mengeluh kesulitan mengerjakan tugas ini, mau minta tolong sama Bryan tapi dianya belum balik ke panti"Jelas Lian berhenti sejenak menarik nafas.


"Jadi??"Tanya Dion begitu penasaran.


"Dari pada dia minta pertolongan sama Bryan mending sama aku lah"


"Oh...jadi Bos cari muka nih??"Cecarnya memandang dengan seringai tawa.


"Muka aku di sini aja Dion, nggak kemana mana kok!"Tunjuk Lian pada wajahnya.


"Ck!Maksudnya___"


Buru buru dia memotong kata kata sang asisten"Iya tau kok!bawel deh. Kerjain deh,atau kamu nggak mau bonus gede??"


Wohohoho...Dion nggak akan melewatkan kesempatan emas ini"Hehehhe, mau lah Bos, siap laksanakan deh"


"Antar ke kediaman saya jam 8 nanti malam, oke??"Tukas Lian mengemasi barangnya.


"Lho...Bos nggak nungguin di sini??"


"Igh!!!kalo gitu mending aku yang ngerjain"Tatapnya dengan raut konyol.


"Jangan lah Bos,, oke oke!soal beginian mah gampaaaaangg!"


Dion nggak akan menyerah pada keadaan, demi bonus gede dia rela batalin acara kongkow bareng sohibnya sore ini.


Seperginya Lian asisten penurut itu segera membuka lembar demi lembar buku berisi tugas matematika yang Lian hibahkan kepadanya.


Namun____"LOGARITMA!!!pak Lian!!! nggak jadi pak!!" Pekik Dion mengejar langkah Lian yang mulai menjauh.


"No!!!kita udah sepakat!!selamat mengerjakan Dion!!"Balas Lian setengah berteriak.


Dion terhenyak di ubin perusahaan.Lian tetaplah Lian,Kalo nggak jahil bukan Lian namanya"Pak Lian jaharaaaaa!!!"


To be continued....


happy reading. Jangan lupa like vote rate dan komen.


7 November 2020.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2