
****Waktu perlahan lahan telah berlalu,
Aku menjalani hidup yang rumit ini sendiri.
Saat itu aku tak bisa melihat akhir yang pasti,
Aku akan percaya semua momen ku bersamamu.
Sejak awal aku tlah mengikuti takdir yang ku pilih,
Hari ini dan esok akan menjadi kemarin bagi kita.
Kapanpun...
Dimanapun..
Apapun...
Akan selalu bersamamu
Suatu hari,
Dimanapun aku akan terus berada di sisimu.
Kapanpun...
Dimanapun...
Apapun...
Aku kan tetap denganmu.
Tak perduli sejauh apa kita terpisah,
Kita pasti kan bertemu lagi.
Mencintaimu dengan sepenuh hati...
Melindungimu dimanapun kau berada,
Bahkan ketika malam gelap menutupmu dengan hembusan dingin angin***
ππππ
"Eiisshhhh!!"Terdengar desisan penuh rasa ngilu dari dalam kamar Lian.
Kotak P3K teronggok di atas tempat tidur dengan segala isinya yang membuat kacau tempat itu.
"Gile!!, Ntar kalo ketemu Mamah harus potongin kuku nya tuh, awhhh pedihnyaaa"Mata Lian nampak berair menahan rasa ngilu akibat cubitan maut Vivi.
π²πΆπ΅πΆπ΅πΆπ΅ Ponsel di meja hias terdengar berdering. Getarnya hampir membuat Lian meloncak karena terkejut.
"****!!!, kaget!!"Nampak Kaila yang sedang melakukan panggilan padanya saat ini.
π±:"Ya Sayang"
π²:" Katanya mau ngajakin ke suatu tempat, kok belum jemput"
π±:"Bentar Yank, lagi olesin obat di perut aku"
π²:"Lho...kenapa perutnya??? Aset berharga itu jan ampe lecet ya Say"
Astagaaaa!!!, Lian merasa malu mendengar celotehan Kaila. Sejak kapan wanita itu jadi genit begini, ckckckckkc.
π±:"Anu__lecet dikit doang, gara gara kuku Mamah kemaren La"
π²:"Ish!! ntar aku babat abis kuku Mamah kamu, cuman aku doang yang boleh cubit cubit kamu Lian"
"Blush!!"Wajah merona Lian terlihat jelas di depan cermin. Si Kaila bisa bener bikin Lian salah tingkah.
π±:"Udah ya Yank, bentar lagi aku jemput"
π²:"Hmm...hati hati Say, muachh!!"
"πΆ____ng...bye La"Lian tak kuasa membalas tipok jarak jauh yang Kaila lemparkan.
Sembari menggelengkan kepala Lian coba menyadarkan diri"Brrrr!! Kaila makin hari makin genjen. Aku harus senang apa gimana yak"Gumamnya segera mengancing kembali kemeja hitam yang dia kenakan.
Sedikit merapikan penampilan, kini tiba pada sentuhan terakhir. Lian menyemprot parfume di udara dan merasakan aroma mint itu meresap pada seluruh tubuhnya.
.....
Kaila menata rambut hitamnya begitu manis, kali ini dia menambahkan jepitan hitam kecil yang membuat rambutnya tersemat kokoh di daun telinga.
Dia berputar di depan cermin fullbody untuk memeriksa penampilan.
"Perfect"Seloro Bryan yang ternyata sedari tadi mengintip kelakuan Kaila di dalam sana.
"Beneran Kak??"Ucapnya berbinar.
"Iya Dek, udah cantik kok. Emang mau kemana sih??"
"Jalan lah ama calon suami, kak Bryan nggak jalan??"
"Ups lupa!, Kak Bryan kan jomblo abadi"Goda Kaila.
Bryan mencubit pipi Kaila hingga sang empu terpekik kesakitan.
"Kyaaaaa!!!, sakit Kak!! Luntur juga ntar make up Kaila"
"Songong sih!!, siapa bilang Kak Bryan jomblo abadi. Gini gini Kakak pernah pacaran kok"
Bohong!!Bryan berbohong pada Kaila. Jelas jelas dia nggak pernah pacaran π€£.
Wajah sangsi Kaila seakan menusuk tepat di jantungnya.
"Santuy dong liatinnya, nggak pernah liat cowok super cakep ya"Jemari Bryan mengusap wajah Kaila dan jelas membuat Kaila kembali mendengus kesal.
"Ugh!!, jan di usapin lah Kak, luntur make up Kaila"Dengus Kaila.
"Makanya jangan julid mulutnya Dek"Bukannya berhenti Bryan malah mendekap wajah Kaila dan mengobok obok kedua pipi perempuan itu.
Akal jahil Kaila muncul dengan alami. Seringai tawa nampak tersirat dari wajahnya.
"Oke, Kak Bryan yang duluan" Dan..
"HAP!!"Sebuah gigitan besar Kaila dapatkan.
Tangan jahil Bryan kini berakhir dalam gigitan wanita itu.
"Aaawwwkkkk!!!"Jelas Lian berteriak kesakitan. Kaila bahkan menggunakan gigi taringnya ketika melancarkan gigitan maut pada Bryan.
"Duh duh duh!!!, Ampu Dek!!!"Bryan jejingkrakan kesakitan.
"owaahh(Ogah)"Kaila masih bentah menahan tangan Bryan di antara gigi giginya.
"Ampun Dek!!!"Teriaknya penuh iba.
__ADS_1
"Apaan tuh!!" Seru Riko keluar dari kamar. Dia bergegas naik ke lantai atas untuk memeriksa.
"Haaaah!!!, Ikan hiu"Ujarnya berseru.
"gludak gludak"terdengar langkah kaki yang lain di belakang Riko.
"Non Kaila!!!, kenapa di gigit Den Bryan nya!!"Ternyata si Bibi yang nongol.
"Tulungin Bi!!!"Pekik Bryan coba melepaskan gigitan Kaila.
Nazmi juga nongol di antara mereka. Dia menarik Kaila agar melepaskan tangan Bryan.
"Awaaaaaa(awas)"Kaila menepis Nazmi agar menjauh.
"Telponin Lian Bi!!"Seru Bryan kesakitan.
"Bruk!!"Seketika Kaila melepas gigitan dan Bryan terhenyak di sofa.
Tangannya bergetar"Selama ini aku tlah tinggal dengan drakula"Pekik Bryan kesakitan.
"Srupp"Kaila mengusap mulutnya yang nampak basah.
"euuwwww Jorok ih"Riko bergidik.
"Ckckckckck Drakula"Tambah Nazmi memandangi Kaila lekat lekat.
Wanita itu cemberut menyabet tisyu di meja rias.
"Kapok gak??"Liriknya pada Bryan.
"Barbar banget"Gumam Amel yang juga sempat menyaksikan kejadian barusan.
"Kak Bryan tuh!! tangannya lucnat banget"Kaila membela diri.
"Kakak cuman usapin muka kamu aja La"Balas Bryan.
"Ya Allah Non, tajem banget taringnya. Ampe ngejiplak gini"Bi Mun merasa ngilu memeriksa pinggiran telapak tangan Bryan.
"Bodo amat!!"Sentak Kaila melempar tisyu pada tong sampah.
"Kaila udah dandan cantik, malah di usapin mukanya. Sebel dong Bi!!"
"Ckckckck Den Bryan jahil juga sih" Tukas Bi Mun, dia keluar dari kamar Kaila untuk mengambil kotak obat.
"Hm...cantik itu mahal dan berharga"Desis Riko bergidik ngeri.
"Salah siapa??"Tatap Kaila tajam.
"Yah..."Para penghuni panti kelabakan.
"Kak Bryan lah"Ujar mereka serempak.
Whatt!! Bryan terkejut bukan kepalang.
"Kekekekkeke, sudah jelas kan. Kak Bryan yang salah"Kaila tertawa sinis. Dia kembali merapikan make up nya dengan sesekali mengulurkan lidah pada Bryan.
"Awas Dek, Kak Bryan bales ntar"Desisnya kesal.
"Bwek!! bales aja!!"Tantang Kaila.
"Hadaaahh...nggak ada habisnya. Bubar dah, biarin Tom sama Jerry ini berdebat"Nazmi memandu para adek adeknya agar meninggalkan Kakak tertua dan Kakak kedua mereka.
Seperginya mereka Bi Mun kembali dengan kotak obat di tangan.
"Non, nyaris berdarah nih. Memar gini lho tangan Den Bryan"
"Nyaris doang kan Bi,uhg dasar Kak Bryan manja!!"
"Biarin Bi, dia udah ngibarin bendera perperangan sama Bryan. Ntar Bryan bales kok"Tukas Bryan menyerngitkan kening ke arah Kaila.
"Duah duku___"
"Kang buah!!"Sambar Bryan memotong kata kata Kaila.
"Tit tit!!"
"Nah...calon suami udah datang. Bye bye Kak Bryan" Tak lupa Kaila menyalim tangan Bryan yang nggak cidera.
"Masih inget kalo yang di gigit ini Kakak kamu??"Sindir Bryan.
"Iya lah...Kakak tercakep Kaila nih"Rambut Bryan mendapat acakan dari jemari kecil Kaila.
Melihat interaksi mereka Bi Mun tersenyum hangat. Ikatan mereka nampak erat meski tak sedarah. Pertempuran jenis apapun yang mereka lakoni akhirnya akan kembali berdamai. Yah meski meninggalkan lecet di tangan sang Kakak.
"Jan pulang larut malam Dek!!"Seru Bryan dari balkon kamar Kaila.
"Bawel!!"Kaila balas berseru.
"Eh kumpret!awak kalo Adek ku balik ada lecetnya. Aku santet kamu!!"Kini giliran Lian yang mendapat seru an dari Bryan.
"Iya iya, dih bawel banget sih". Sahut Lian.
Berangkatlah Lian dan Kaila malam itu. Sementara Bi Mun melanjutkan membalut tangan Bryan akibat gigitan Kaila.
"Den...sakit banget yak??"
"Iya lah bi, mana tajem pula taringnya dia"Ucap Bryan melenguh kembali bersandar di sofa.
"Hahahha, marah nggak??"Tanya Bi Mun.
"Nggak lah Bi"Jawaban Bryan sudah terbaca sebelumnya oleh Bi Mun. Dia tahu betul pribadi Bryan yang lembah lembut.
ππππ
Seperti yang di katakan Lian, dia benar benar membawa Kaila ke suatu tempat.
Cafe Ceria, yak Lian mengajaknya ke sana. Sejak ingatannya perlahan kembali dan akhirnya sempurna ini adalah kali pertama dia kembali menginjak kan kaki di tempat sejuta kenangan dirinya dan juga Lian.
Tubuhnya spontan langsung turun dari dalam mobil ketika Lian baru saja memarkir mobil di parkiran Cafe. Sepasang matanya menyapu bersih mula dari meja luar sampai kini tlah berada di dalam area Cafe.
Ujung bibirnya menukik naik ketika sapuan matanya berhenti pada 2 buah sofa area Bar yang di duduki para sahabatnya. Ingin rasanya langsung meloncat dari muara pintu Cafe tersebut langsung ke sofa tempat mereka akan berkumpul, sayangnya dia bukan onepeace berkaki karet yang dapat memanjang sesuka hati.
Lian buru buru mengejar langkah Kaila"Yank, cepet amat"
"Heheheh kangen mereka Li"
"Santai dong, mereka gak bakal pergi sebelum aku datang"Ucap Lian meraih jemari Kaila serta menarik wanita itu untuk segera bertemu dengan para sahabat mereka.
Di Sofa area Bar...
Vino mengeluarkan ponsel dari saku hendak menghubungi Lian"Lamban....dasar panci"Gerutunya.
"Buruan telpon lagi Vin"
"Iya ini juga mau di telponin duda!"Sahut Vino.
"Ih!!!doa'in aku mati yak. Berhenti dong panggil dia duda, udah aku babat status dudanya"Mei tak terima status duda begitu melekat pada diri suaminya, padahal udah hampir 2 tahun mereka menikah menanggalkan status dudanya Fatur.
__ADS_1
"Kikikikik, selow Mei. Canda doang"Vino mengedutkan kedua alisnya sembari nyengir.
"Jovaaaa!!"Rengek Mei pada pawangnya Vino.
"Biarin Mei, puas puasin aja dia bernista lidah di sini. Ampe rumah aku skakmat kok"
Mendengar perkataan Jova sontak Mei dan Fatur terkekeh geli. Sementara Vino menggigit bibir merasa aura kegelapan bakal menaunginya malam ini.
"Ehem!!"Lian tlah hadir di antara mereka.
"Akhirnya~~~, lama amat sih Li. Kamu ngapain ajaaa!!"
"Yah..perjalanan lumayan jauh Tur"Lian tersenyum.
Wew, jarang jarang Lian nyengir seperti sekarang ini. Jova melirik ke belakang Lian.
"Bawa ciwik dia"Jova menyikut Mei. Dua wanita yang berada di sofa berbeda dengan para pria memandangi lekat lekat pada seseorang yang terlihat bersembunyi di belakang Lian.
"Sut!!"Mei mengirim kode pada Vino.
Pria tinggi menjulang itu melirik arah suara.
"Cewek??"Ujar Mei setengah berbisik.
Jelas Vino langsung bersemangat kembali terlepas perkataan Jova yang bakal memberinya hukuman karena menista Mei sama Fatur barusan.
"Si kembar tempat neneknya lagi Tur??"Tanya Lian di sela bisikan para sahabatnya.
"Iya lah, makanya gak bisa lama ini. Ada apaan ngajakin ketemu ni malam??"
"Mo ngenalin cewek di belakang ya??"Sambar Vino.
"Nongol deh neng, jan takut kita kita gak bakal gigit kok!"Seloronya. Kaila tersenyum lebar, Vino masih saja seperti dulu.
"La~~~~"Panggil Lian.
"Ng??"Sahutnya masih bersembunyi.
"Dih si eneng mah, keluar dong neng. Abang penasaran nih!!"Goda Vino. Tanpa dia sadar tatapan Jova bisa saja merobek mulut lemesnya. Mei terkekeh geli, sementara Fatur coba menerka nerka siapa wanita ini.
"Namanya siapa neng???pemalu banget ya Li??"Tanya Mei.
"Hm...gak juga sih Mei"Tukas Lian berbalik meraih lengan Kaila agar menampakan diri di hadapan mereka.
Mei terbelalak begitu juga dengan Jova.
"Kaila!!!"Seru mereka bersamaan.
"Bentar!!"Fatur angkat tangan.
"Syila??"Tanyanya memastikan.
"Heheheh, iya"Jawab Kaila.
"Kaila Tur!!"Ujar Jova beranjak menghampiri Kaila.
"Iya Kaila"Ujar Kaila lagi.
Nah..bengong kan mereka.
"Kaila apa Syila sih Li??"Vino gak bisa menahan rasa penasaran. Tanpa sungkan dia ingin lebih memastikan siapa yang sedang berdiri di hadapan mereka.
"Dulu Syila, setelah ingat eh ternyata dia Kaila"
Jawaban Lian menambah bingung mereka.
"Kaila ini!!"Sentak Jova menarik Kaila agar duduk bersama. Lian terus saja tersenyum. Entah mengapa wajah bingung para sahabatnya begitu asik untuk di pandang.
"Jelasin bambank!!nyengir aja kerjaannya"Fatur menarik Lian agar duduk bersama dan segera menjelaskan segalanya.
Pasangan LILA akhirnya bercerita panjang lebar mulai dari Kaila yang di temukan Bryan hingga ingatannya yang masih setengah setengah menjelma dalam mimpi Kaila. Hingga perlahan akhirnya Kaila kembali mengingat segalanya seperti sekarang ini.
Mei memeluk Kaila begitu erat"Aku gak salah kan Yank, dari pertemuan pertama di pinggir jembatan tuh aku yakin banget kalo Syila adalah Kaila"Ujarnya dengan mata berair. Tak di sangka sahabat tersayang kembali setelah hampir 2 tahun menghilang.
Manik kesedihan juga terpancar di wajah Jova, meski terkesan paling kuat dan tegar tak bisa di pungkiri dia sangat merindukan Kaila.
"Cieeee!!!jadi dong kawin??"Sentak Vino.
"Iya donk, tunggu aja!!"Sahut Lian.
Vino beralih pada para wanita"Kalian para ciwik udahan meweknya, gimana kalo kita merayakan pertemuan ini dengan sebotol anggur"
"Bisa bisa!!"Tukas Kaila. Sudah lama dia tak merasakan anggur dari Cafe ini.
"Eh!!"Sentak Lian.
Kedua mata Kaila membesar menatap Lian"Apa!!? gak boleh??"
Lian memasang wajah dingin"Iya lah"Sahutnya.
"Dih!! belom jadi suami aja udah ngatur ngatur!!"Nyinyir Mei.
"Au nih, dih bakal di karungin terus kamu La kalo nikah ama Lian"Tambah Jova.
Lian membela diri"****!!jan menghasut dong!! aku cuman gak mau dia mabok aja"
"Kenapa kalo aku mabok??"
"Berat kali"Sahut Fatur"Ya kan Li??"
"Iya"Sahutan Lian membuat mata para wanita melotot tak percaya.
"Abis kamu Li!!, bawa bawa berat badan pula"Tukas Mei berdiri dari sofa dan mengambil sebotol anggur dengan 3 gelas kosong.
"Tuk!"Anggur di letakan di atas meja.
"Babat guys!!"Ujarnya.
"Plak!!"Fatur menepuk wajahnya sembari menghela nafas berat.
"Kamu sih Vin!!! gimana nasib si kembar kalo emaknya mabok!!"
"Kwkwkkwk Sorryyy deh. Sekali sekali doang"
"Beb, kamu gak usah yak"Ujarnya melirik Jova.
"Iya!!"Jova mengangguk. Dia sedang mengandung, gelas kosong itu dia kesampingkan dan meminta orange jus kepada pelayan Bar.
Lian mengumpat habis habisan kepada Vino. Si pembuat onar itu benar benar membuatnya kesal.
"toast!!"Mei dan Kaila menikmati minuman yang tlah lama mereka tinggalkan.
Sementara para pria hanya memandang tanpa bisa ikut menikmati, bakal bahaya kalo mereka minum sementara nanti pas pulang ke kediaman masing masing mereka harus nyetir sendiri.
To be continued..
Happy reding. Jangan lupa like vote dan komen yaaa.
__ADS_1
25 Oktober 2020.
Salam anak Borneo.