Wo Men De Ai

Wo Men De Ai
Part 68


__ADS_3

...****Aku bisa mendengar kau bicara......


...Meski kau berada di tempat berbeda....


...Aku bisa memahami apa yang kau katakan......


...Meski bahasa kita sangat berbeda....


...Seakan bisa menyentuhmu......


...Aku tergoda akan pesonamu......


...Aku merasa sangat memahamimu......


...Sebab ku tlah jatuh cinta padamu...***...


🍒🍒🍒🍒


" Bry!!!" Maira menggeliat, tubuhnya menggelinjang coba mengontrol diri karena sentuhan yang Bryan berikan.


Mulutnya terus beracau memanggil nama Bryan, bukan meminta untuk berhenti di berikan sentuhan kenikmatan tapi entah kenapa rasa yang baru saja dia kenal malam ini membuatnya menjadi lebih sering mende*ah memanggil nama suaminya itu.


Bryan yang awalnya bermain pelan, sekedar menyusuri setiap jengkal tubuh wanita halalnya perlahan menjadi lebih berani. Suara Maira yang terus memanggil namanya membuatnya semakin menggila, suara itu begitu menggelitik di telinga.


" Sayang, ini akan terasa sakit. Tapi hanya di awal saja" Bisiknya sembari mengecup daun telinga Maira.


Wanita itu hanya menatapnya dengan dua bola mata sendu, sentuhan pria halalnya membuatnya pasrah akan di perlakukan seperti apa pun.


" Menjeritlah jika kamu tak bisa menahanannya" Lanjut Bryan berbisik.


Dan benar saja, meski mulutnya tlah tertutup rapat, bahkan jemarinya juga ikut menutup rapat mulutnya, Maira terpekik dengan bibir tergigit.


Dia menarik pundak Bryan dan membenamkan wajah di dada bidang Bryan.


( 😅😅😅😅 ya elah,~~~~ suami mana suami 🤣🤣🤣)


Ibu jari Bryan menyapu sedikit genangan air bening di tepian mata Maira. Ada rasa iba ketika menatap wajah manis itu sedikit meringis, tapi___aktivitas ini terlalu nikmat jika dia hentikan.


Waktu terus berjalan, malam berganti dini hari dan suasana dingin masih terasa panas bagi dua insan yang sedang memadu kasih ini. Denting jam di dinding kamar seakan beradu dengan lenguhan dan de*ahan kenikmatan yang lolos tak tertahan dari mulut mereka berdua.


" Hosh hosh,,,!" Maira bernapas berat setelah pelepasan pertamanya. Maira pikir hal ini akan berakhir, namun ternyata dia salah besar. Ini adalah awal dari rasa yang baru dia kenal, setelah dia terlihat sedikit tenang mengatur napasnya Bryan memagut bibirnya lembut, perlahan sentuhan demi sentuhan kembali dia rasakan pada sekujur tubuhnya.


" Bryan!!,aku sudah___"


" Aku belum" Sambar Bryan tersenyum nakal.


" Auwh!!, Bry!! kamu nggak lelah??, kita melakukannya hampir 1 jam"


" 1 jam itu baru pemanasan Sayang" Tanpa menunggu perkataan Maira lagi, Bryan kembali melancarkan aksinya. Membangkitkan kembali rasa penasaran di dalam piliran Maira.


Untuk beberapa waktu kedepan mereka kembali memadu kasih, rasa lelah dan letih seakan terbayar dengan kenikmatan yang baru mereka rasakan, inikah yang di bilang orang surga dunia?? rasa yang mampu membuat penasaran dan akhirnya terus ketagihan. Tanpa mengenal waktu Bryan dan Maira kembali tenggelam dalam nikmatnya bercinta, dinginnya malam tak terasa menggigit sedikit pun di tubuh mereka. Panasnya nafsu semakin memuncak dan menimbulkan keringat ketika keduanya kembali mencapai puncaknya.


" Bruk!!" Bryan menjatuhkan diri di samping tubuh sang istri. Kali ini Bryan melakukan pelepasan berbarengan dengan Maira. Kini tubuh mereka barulah merasakan lelah, napas yang berlomba dan jantung yang berdetak tak sesuai irama. Rasa ini benar benar membuat Maira dan Bryan menggila, sungguh rasa nikmat yang membuat mereka candu ingin terus mencicipi nikmatnya.


jemari Maira menarik selimut dan menutupi tubuh polos mereka berdua. Bryan membelai lembut pucuk kepala Maira dan dia dekap erat tubuh wanita itu" Apa kamu lelah??"


" Hm" Sahut Maira merasa nyaman dalam pelukan hangat pria terkasihnya itu.


" Maaf jika aku sedikit kasar" Ujarnya mengelus pundak telanjang Maira dengan lembut.


" Nggak, kamu nggak kasar kok" Sahut Maira dengan nada pelan, hei!! kenapa sekarang rasa malu itu baru datang?? sejak tadi dirinya begitu sigap mengimbangi permainan bersama Bryan, tak sedikit pun dia merasa canggung membalas setiap sentuhan dan belaian pria itu di tubuhnya. Bahkan___ tanda merah kebiruan di tubuh Bryan itu adalah hasil karyanya, juga cakaran di pundak sang suami. Hahahah Maira bertransformasi menjadi kucing liar ketika lepas kendali. Ckckckckc


Senyum merekah di wajah Bryan" Oh, jadi kamu emang doyan main kasar ya??"


" Nggak gitu juga!! ini kali pertamaku, hal baru bagiku. Ku pikir permainanmu nggak kasar kok" Wajahnya semakin terbenam di pelukan sang suami. Aroma khas Bryan, Maira semakin menyukai pria ini. Pria hangat dengan aroma tubuh yang hangat.


" Ini juga kali pertamaku Sayang"


Maira mendongak" Benarkah?? tapi barusan kamu membuatku menggila, seperti ini bukan kali pertama kamu melakukannya"


" Pacaran aja baru sama kamu, memangnya aku bisa melakukannya sama siapa??" Ucap Bryan perlahan. Akankah Maira percaya dengan perkataannya??


" Sejenis mince??" Goda Maira.


Bryan bergidik ngeri" Amit amit!! meskipun wanita di dunia ini sudah habis dan hanya menyisakan bangsa sejenis Mince doang, aku nggak akan menyerahkan diri kepadanya"


" Betul apa betul??" Ujarnya menoel pipi Bryan. Melihat sikap santai sang Istri membuat Bryan merasa tak khawatir lagi pada gadis itu, setelah pernikahan usai Maira nampak masih malu malu kepadanya. Jangankan untuk menyentuh wajahnya seperti yang dia lakukan tadi, menatap matanya sedikit lama saja tak kuasa Maira lakukan.


" Betul Sayang!!! suer ✌✌" Mata itu berkedip nakal menatap wanita tercintanya. Membuat Maira merasa gemas ingin mengacak ngacak rambut hitam legam miliknya.


" Jadi, ini benar benar kali pertama kamu??" Tanya nya ingin lebih memastikan. Wajah penasaran Maira terlihat imut di mata Bryan. Apakah wanita ini sedang cemburu?? kenapa ketika mempertanyakan hal itu dia imut sekali!!!


" Hm" Bryan mengangguk, jemarinya menggenggam jemari Maira dan menciumnya lembut.


" Kamu belajar sendiri?? atau ada yang ngajarin??"


Pertanyaan macama apa itu 🤣🤣🤣, kepolosan Maira membuat Bryan mendekap erat tubuh Maira dan menghujani wajahnya dengan ciuman.


" Heiii!!, Bryan aku nggak bisa napas!!" Pekiknya dalam tawa.

__ADS_1


" Kenapa sih kepo banget pengen tau hal begituan??" Ujarnya menghentikan ciumannya. Meletakan dua tangan Maira di kedua pipinya.


" Ya~~` kamu kaya udah pro ngelakuin itu" Ujar Maira tertunduk malu. Eish!! obrolan jenis apa ini, demi menjawab rasa penasarannya Maira begitu getol menggali jawaban dari Bryan.


" Hm...ini sungguh kali pertamaku, terkesan pro bukan berarti aku pernah melakukan hal itu sebelumnya, aku hanya sedikit mempelajarinya dari video yang Om Tund____" Yak!!! Tiba tiba Bryan menghentikan ucapannya. Bola matanya berlarian kesana kemari, dia kelepasan ngomong.


" Video?? Om Tund?? maksud kamu Om Tunder??" Jiwa jiwa kepo berdesakan dalam diri Maira. Semakin di tanya Bryan semakin tak bisa menyembunyikan kebenaran darinya.


Kepalang tanggung, Bryan pun membuka identitas guru besarnya dalam jurus jurus bercinta di hadapan Maira.


" Iya Om Tunder" Ujarnya nyengir kuda.


" Video?? kamu di cekokin Om Tunder video biru??"


" Hihihi" Nyengir lagi dah ni suami.


" Bryan!! jadi selama ini kamu suka nonton video nggak senonoh itu??"


Bryan menggeleng" Baru baru ini kok, pas kita udah mau nikah" Ujarnya coba menjelaskan. Alisnya turun dengan mimik wajah bak se ekor anak gukguk. Seakan akan dialah korban dari kejahilan Om Durjana itu. Padahal dia bisa menolak tawaran Om Tunder kan, namun____ opening dari video itu sudah membuat jantung Bryan deg deg an. Alhasil dia lahap juga tu Video 😂.


" Dan video itu kamu dapat dari Om Tunder?? kamu yang minta??" Selidik Maira.


" Aku nggak minta!! Om Tunder yang nawarin, Om Tunder yang ngasih. Dia tahu kalo aku masih perjaka ting tong, dia rekomend video biru itu biar aku nggak kikuk ngadepin kamu pas malam pertama kita ini" Gkgkgkgkkgk jadi kambing hitam kan si Om Durjana itu. Anak piyak lucknat banget dah!.


" Sinting!!"


" Iya, Om Tunder emang sinting" Bryan manyun.


" Sama, kamu juga. Kan sekarang kamu muridnya Om Tunder, dih Bryan~~~ gimana kalo kamu ketagihan nonton film begituan?? ogaaaahhh!!!!" Rengek Maira.


" Aku ogah punya suami mesum!!!" Dengusnya membuang kesal.


" Sayang, aku nggak akan kaya gitu"


" Yakin??"


" Yakin lah!! orang aku cuman butuh pencerahan dikit buat bekal malam pertama kita ini"


" Aduh Bryan, mata kamu berdosa banget" Maira mengusap kelopak mata Bryan, membuat pria itu mengerjap berkali kali karena pandangannya terhalang oleh tangan sang istri.


" Iya nih, Om Tunder sih pake ngeracunin otak aku buat nonton film begituan!" Bak anak kecil, Bryan manyun menyesali perbuatannya.


" Beneran janji ya, awas kalo ketahuan masih nonton video begituan" Tunjuknya melekat di puncak hidung Bryan.


" Ampun Sayangku!! janji deh aku nggak akan bikin berdosa mataku lagi. Sekarang kan sudah ada kamu" Bryan tersenyum menampilkan barisan gigi putihnya.


🍒🍒🍒🍒


Pagi menjelang di kediaman Brander.


Kaila bangun lebih awal pagi ini, dekapan erat Lian pada tubuhnya perlahan dia lepaskan agar tak membangunkan sang kekasih hati. Sedikit meregangkan tubuh Kaila berniat langsung mandi, sebab area sensitif nya terasa tak nyaman. Nampaknya sang tamu bulanan sudah datang.


Sedikit berjinjit Kaila memasuki kamar mandi untuk segera mandi semua hal itu Kaila lakukan sepelan mungkin agar tak mengusik Lian yang baru tertidur dini hari tadi. Lama berbulan madu di villa milik Fatur, kini Lian harus kembali melakukan tugasnya di kantor. Beberapa pekerjaan masih dia telisik dari layar laptop tadi malam hingga tengah malam menjelang. Beberapa kali menenggak kopi membuatnya masih terjaga meski dia tlah menyudahi pekerjaan nya dan menutup layar laptop.


Bermain game sembari memancing rasa kantuk akhirnya kantuk pun datang dan dia pun akhirnya tertidur pulas ketika subuh menjelang.


" Morning Papah" Sapa Kaila ketika sang Papah datang dari ruang tengah menghampirinya ke area dapur.


" Morning Sayang, Papah boleh minta secangkir kopi nggak??" Ujarnya fokus menatap koran hari ini sembari duduk di meja makan.


" Kopi doang??? bilang deh Papah mau apa lagi?? biar Kaila bikinin nih"


" Bikinin?? serius??" Nampaknya Tuan Odet punya permintaan berbeda kepada Kaila.


" Iyalah Pah!! Papah mau cemilan?? tuh Kaila bikin kukis lho" Tunjuknya terarah pada kukis hangat yang masih berada di dalam loyang.


" Nggak, nanti aja. Ada hal lain yang lebih Papah inginkan" Pria paruh baya itu melipat korannya dan meletakannya di atas meja makan.


" Apaan Pah?? singkong goreng??" Ujar Kaila paham betul dengan selera merakyat sang Papah. Hm... singkong goreng dengan secangkir kopi. Mantep banget kan tuh.


Tapi bukan itu yang Tuan Odet inginkan.


" Kalo Papah makan singkong goreng sepagi ini ntar Papah bisa kenyang sebelum sarapan. Lagian singkong yang mau di goreng ada??"


" Hihihi, kaga ada Pah, kalo mau singkong kita musti kepasar dulu atau panen di kebon tetangga Pah" Kaila nyengir.


" Pagi pagi kok mau manen singkong tetangga, ribet tau!! lagian keinginan Papah nggak muluk muluk amat kok" Dia tersenyum. Namun senyumnya terasa lebih bermakna.


" Oh ya?? bilang deh Papah mau apa??"


" Nih kopinya udah jadi," Lanjut Kaila meletakan secangkit kopi di hadapan Tuan Odet.


" Papah mau cucu" Ujarnya sebelum menyeruput kopi panasnya.


Mata Kaila berkedip kedip bak lampu neon soak, dari kemaren si Papah mintanya cucu terus.


" Belum jadi Pah!" Sahutnya singkat. Dia udah usaha lho, udah rutin bikin cucu buat si Papah juga. Tapi emang belum jadi aja.


" Akh!! jangan lama lama dong La, Papah kesepian kalo kalian lagi nggak ada di rumah ini. Ugh! rumah segede lapangan golf tapi penghuni beberapa biji doang. Kalo ada cucu kan meski pun kalian nggak ada Papah masih ada temennnya" Tuan Odet seperti anak kecil, mimiknya bagai anak TK yang sedang merengek minta di belikan robot robotan.

__ADS_1


" Pah, Kaila nikah aja belum 2 bulan. Sabar dong Papah"


" Iya, Papah sabar kok"


" Sabar tapi mukanya di tekuk begitu"


" Nggak di tekuk kok" Tuan Odet menegakkan badan, jelas wajahnya terlihat masam namun di cakep cakepin aja di depan Kaila.


" Yeee, Papah ngambek ya??"


" Ngggak tuh, Papah mah selowwwww" Tuan Odet beranjak dari hadapan Kaila.


" Mau kemana Pah??" Seru Kaila pada sang Papah yang sudah memunggunginya.


" Minta cucu sama Bryan!" Sahutnya lantang tanpa menoleh ke belakang.


Kaila tergelak tawa. Ngebet banget si Papah pengen cucu, di kira bikin cucu kaya bikin secangkir teh, tinggal celup beberapa kali langsung jadi?? Ckckckkck .


" Bi Mun kaila bantuin masak ya" Ujar Kaila ketika si bibi datang sehabis berbelanja dengan seorang pelayan dapur.


" Jangan non, biar bibi aja. Mending Non Kaila temenin Den Lian aja" Tolak sang Bibi. Dia enggan merepotkan sang anak majikan dengan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan.


" Ya udah deh, Kaila tinggal ya bi"


" Iya non" Sahut Bi Mun tersenyum ramah. Kaila pun meninggalkan area dapur, teringat perkataan Bi Mun Kaila pun berniat menghampiri Lian di kamar.



" Pagi sayang" Lian tersenyum lebar pada Kaila di muara pintu.


" Lho, udah bangun??"


" Hm, aku harus ke kantor siang ini. Bentar doang sih" Lian bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


" Aku bikinin sarapan ya"


" Kita sarapan di kedai Arin aja" Ujar Lian dari dalam kamar mandi.


" Siap bos kuuuu, aku samperin Papah dulu ya"


" Ya Sayang"


Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, suasana di kediaman Brander masih sepi. Hanya ada Kaila dan beberapa pekerja di sana. Kaila menghampiri sang Papah di kursi taman, namun Pria itu sedang tak ingin menemani sang putri bercerita.


" Pah, Kaila sama Lian___"


" Papah lagi ngambek, Papah nggak mau nemenin kamu ngobrol" Ujarnya kembali memunggungi Kaila.


" Dih gitu amat, ntar kalo nggak ada Kaila di cariin sekarang Kaila udah ada di sini malah di cuekin"


" Kamu sih____" Tiba tiba ponsel di saku Tuan Odet berdering.


📱:" Morning Riley" Dari namanya jelas sang penelpon adalah Tuan Riley, Papah nya Lian.


📲:" Morning Odet, apa kau sedang senggang??"


📱:" Ya, aku masih meliburkan diri setelah pernikahan putraku"


📲:" Hm...apa kau mau ikut memancing bersama kami??"


📱:" Kami?? memancing di mana??"


📲:" Aku, Baskoro, dan Charllote. Kami akan memancing di Villa Fathur"


📱:" Lian dan Kaila baru saja pulang dari Villa Fathur juga. Hm...lumayan jauh"


📲:" Kita kan bisa menginap di sana, memangnya anak muda saja yang bisa menginap di Villa dan berkemah sambil memancing??"


📱:" Hahahha, bagus juga. Aku juga sedang bosan di sini. Anak anak sangat pelit kepadaku" Mulailah Tuan Odet hendak mengadukan perihal cucu kepada Riley.


" Pah...., nanti Papah sarapan sama Bryan sama Maira aja ya, Kaila sama Lian mau sarapan di kedai Arin. Atau Papah mau sekalian ikut kami aja??"


" Nggak usah, Papah sarapan sama pengantin baru aja"


" Iya deh, hemmm___tadi yang nelpon Papah Riley ya??"


" Hu-um" Sahut Tuan Odet singkat. Dia masih dalam mode ngambek kepada Kaila.


" Di ajakin kemana Pah??" Kaila mencuri dengar obrolan para Papah barusan di telpon.


" Papah mau ikut geng Papah ke Villa, kalian pelit sih. Papah minta cucu aja kalian nggak mau ngasih" Dengan cueknya Tuan Odet melenggang dari hadapan Kaila. Meninggalkan Kaila yang melongo menatap tingkah sang Papah.


..._The end_...


Happy reading. Jangan lupa like vote dan komen.


23 Februari 2021.


Salam anak Borneo.

__ADS_1


__ADS_2