
****Kau yang cantik tersenyum manis bak gula jawa,
Kau yang tersipu malu saat ku bisikkan"aku cinta kamu"
Janganlah sembunyi, cepatlah kemari
Dan katakanlah"aku juga mencintaimu"
Datanglah kepadaku dan rasakan hangat pelukku.
Siapa yang pantas berada di sisiku??
Tentu saja itu kamu,
Kaulah gadis termanis dengan senyum gula jawamu.
Katakanlah sekali lagi"aku juga mencintamu"
Maka kita kan selamanya berdua.
Mimpi indah termanis ku,
Permen manis dalam mimpiku?
Aku bahagia karena berdua bersamamu.
Gadis cantik pemanis hatiku,
Gadis manis pemilik hatiku,
Aku bahagia karena ada dirimu.
Kau yang jatuh cinta padaku,
Tetaplah seperti itu,
Tetaplah di sisiku,
Aku pun kan selalu berada di sisimu.
Selamanya menjalin kasih berdua denganmu****
🍒🍒🍒🍒
"Jadi jadi, kita akan menjadi pengiring pengantin di pernikahan Adik kamu??"Mata Angela berbinar bak mutiara. Gadis itu begitu antusias menyangka dirinya dan Bryan akan kembali memainkan sandiwara pacar bohongan di depan khalayak ramai.
Namun sayang binar itu harus meredup dan berganti sirat kesedihan. Wajah yang semula tersenyum senang berubah muram ketika sebuah gelengan Bryan hadirkan sebagai jawaban.
"Kamu ingat cewek yang pernah aku ceritain ke kamu??"Ucapnya sembari menyurai belah rambutnya. Hah!!dasar Bryan tak tau diri, di depan Angela yang diam diam menyukainya tingkahnya semakin membuat gadis itu tertarik hanya sekedar melihatnya menyurai rambut hitam legamnya.
"Hm...."Angela meletakan jari telunjuknya di dagunya"Cinta pertama kamu??"Gadis yang pandai mengatur mimik wajah ini bersikap biasa saja menanggapi perkataan Bryan.
Dan sebuah senyum hangat terpancar dari wajah Bryan.
"Deg!!"Hati wanita mana yang akan tenang ketika cowok impiannya tersenyum mengingat wanita lain??
"Oh, jadi beneran cewek itu"Tuturnya mengaduk aduk minuman sejenis Xing fu tang dengan bulir bulir boba di dalamnya.
Bryan mengangguk"Aku lagi PDKT sama dia"
Ih males banget nanggepinnya. Angela nampak membuang muka, pemandangan di luar cafe lebih menarik dari pada menikmati senyum Bryan karena wanita lain itu.
"Jadi bukan aku yang jadi pasangan kamu nanti??"Tukasnya kembali mengaduk aduk minumannya sebanyak mungkin. Katanya sih makin banyak di aduk makin enak rasanya, tapi bagi Angela minuman itu kali ini terasa tak sedap di lidahnya. Apa karena si gadis cinta pertama itu???
"Hehehhe sorry deh. Aku nggak mau terlalu lama menahanmu di sisiku, aku yakin kamu juga udah bosen kan"Pria itu berkata santai sembari menggigit Chicken Fingers di hadapannya.
Di pandanginya pria kelewat pintar yang sedang berbicara sok tau itu"dasar otak cetek, dia pikir bertahun tahun menyandang status pacar bohongan itu demi apa??"Gerutu hati Angela.
"Yah"Angela mengendikan bahu.
"Aku bukan cuman bosan, aku udah pen muntah di kira cewek kamu terus tau!"Seloronya bersilat lidah. Di rampasnya stik chicken di tangan Bryan.
Bryan menarik hidung Angela"Dih dasar lidah pedang, bersabarlah sebentar lagi. Makanya dukung aku buat dapatin cinta pertama aku dong"
"Nggak semudah itu Tuan muda Brander, gimana kalo kita bertaruh"Sembari mengunyah Angela menawarkan sebuah taruhan pada Bryan.
"Haisss!!!taruhan lagi. Ogah dah!"
"Oh jadi seorang Bryan Brander berubah jadi seorang penakut sekarang??, hei taruhannya nggak separah kejadian di masa lalu kamu kok"Ledek Angela menunjuk wajah Bryan dengan sendok boba nya.
"Penakut??Hohoho....keturunan Brander mana ada yang penakut. Oke! apa taruhannya??"
Angela menatap orang yang lalu lalang di luar cafe.
"Kita bertaruh, kamu pegang orang yang lewat berpasangan dan aku pegang orang yang lewat sendirian"
Bryan melipat kedua tangan di dada"So??kalo aku menang??"
"Kamu ajak cinta pertama kamu buat jadi penggiring pengantin dong"
"Kalo kamu yang menang??"Ujar Bryan lagi.
"Yah terpaksa deh aku yang jadi pasangan kamu di hari pernikahan adek kamu nanti"Angela manyun. Berlagak sedih jika dia yang harus menjadi pasangan Bryan jika dirinya menang dalam taruhan mereka.
"Wooooo~~~bilang aja kamu nggak mau aku tinggal di hari pernikahan adek ku itu"Lagi....hidung gadis itu menjadi sasaran empuk jemari Bryan.
Angela menepuk tangan jahil Bryan"Ge_er!!Hidup itu perlu tantangan Bryan!!kita mulai taruhannya ya"
__ADS_1
Bryan bersiap menghadap ke luar jendela"Oke!!kita kan bermain dengan takdir sekarang"
Lewatlah sepasang kekasih sembari bergandengan tangan"Satu____"Jari Bryan mulai menghitung.
Selepas itu muncul pula seorang wanita muda melalui cafe seorang diri"Satu" Jemari Angela juga mulai tertekuk menghitung poinnya
"Dua____"
"Tiga___"
Mereka harus berlomba siapa yang lebih dulu mencapai poin 10.
🍒🍒🍒🍒
Vivi mengajak Mega ke kediamannya. Dua wanita paruh baya itu terdengar cekikikan di ruang tamu.
"Vi, gaun udah aman??"
Vivi meminum jus jeruk di hadapannya"Aman dong"Ujarnya lanjut memasukan keripik kentang ke dalam mulutnya.
"Ingat ya, nantinya jangan terlalu ketat sama menantu. Apalagi mengingat Kaila yang rada rada gitu"Ucap Mega mewanti wanti Vivi, secara dia kan lebih dulu memiliki menantu ketimbang Vivi.
"Rada rada gimana??"Vivi bertanya tanya.
"Yah separo dari ke gesrekan menantuku kayanya ada dalam diri si Kaila itu"Celetuk Mega ikut memakan cemilan kentang.
"Gosiiiipppp~~~"Lian hadir di antara mereka. Pria berlesung pipi itu mendapati gadis idamannya jadi bahan gosip para emak emak milenia.
"Hahhha, yang punya nongol"Mega tertawa canggung.
"Yang tadi udah Lian rekam lho tante"
"Yang mana??"Mega panik.
"Hmmmm___"Lian bergaya sok mikir.
"Yang bagian gesrek itu"Seringai tawa seakan mengolok olok wanita yang tlah melahirkan sahabatnya itu.
"Vivi!!"Seru Mega mengharap bantuan dari sahabatnya"
"Nggak ikutan deh"Vivi malah ngacir ke dapur mengambil air mineral dari dalam kulkas.
"Wuh...kalian sama jahilnya nih"Gerutu Mega.
"Padahal tante ke sini pengen bagi bagi kiat malam pertama sama kamu Lian"
"Eh!! beneran tante???Lian apus dah rekamannya"
"Wuuu dasar otak anak kamu Vi, giliran jurus jitu malam pertama aja dia kalem sama aku"Cibir Mega menjaga jarak dengan Lian, sebab putra somplak sahabatnya itu mulai kepo pengen tau jurus jitu tentang malam pertama.
"Kaya nggak tau Lian aja kamu, dah deh nggak usah di ladenin. Ni anak emang nyebelin"Vivi menyingkirkan Lian yang terus mencari celah agar dapat mendekati Mamahnya Fatur.
"Itu mah alami Lian, nggak usah di kuliahin kamu bakal ngerti sendiri kok. Dah deh minggat sana, Mamah sama tante Mega lagi nonton drama ini"
"Tante~~~"
"Bener kata Mamah kamu, nggak jadi deh bagi bagi ilmu malam pertamanya. Masalah itu sambil merem juga kamu bakal ngerti kok"Ujar Mega nyengir.
"Hoel!!Lian di PHP in nih"
Bersama Vivi Mega terkekeh mentertawakan Lian sang korban PHP nya.
Lian pergi meninggalkan dua emak emak yang sedang menikmati ketampanan pemeran cowok di televisi. Gila yah dari bocah, cabe cabean, wanita dewasa sampe emak emak mereka doyan banget mantengin wajah wajah putih bening cowok cowok itu.
Lian hanya mampir sejenak di kediaman kedua orang tuanya. Sekedar melepas rindu dengan Mamah cerewetnya. Rebahan sebentar di kamarnya yang dulu,Kemudian terlintas pikiran buat nyamperin Kaila di kediaman Brander. Pergilah Lian dari kediaman kedua orang tuanya dan segera memberi tahukan niat berkunjungnya kepada Kaila.
Dia sudah setengah perjalanan ketika Kaila membalas pesan singkatnya.
📩:"Aku lagi di pingit sayang, kita nggak boleh ketemuan dulu"
"Ck!jaman moderen masih ada istilah pingitan??"Gerutu Lian kesal.
📨:"Aku kangen sayang!"Ketiknya membalas pesan Kaila.
📩:"Aku juga kangen, tapi masa kamu nggak tahu kalo pasangan yang mau menikah nggak boleh ketemuan sampai hari pernikahan"
📨:"Ya elah, cuman ketemuan doang kok. Janji nggak macam macam kok"
📩:"Nggak bisa sayang, Papah pasti bakal ngelarang kamu juga kok. Kamu juga harusnya jangan kemana mana".
📨:"Oh Tuhan!!Tinggal nikah aja kok pake ini ono. Oke deh aku akan bersabar, tapi kamu harus membayar mahal atas larangan ketemu kita ini ya"
📩:"Dasar!selalu menyelam sambil minum air. Emang kamu mau di bayar semahal apa??"
📨"Di kurung di dalam kamar pengantin selama seminggu"Tak lupa emot senyum lebar Lian sematkan di akhir kata katanya.
📩:"Otak mesuuummmm!!"
Bener bener nih si Lian, udah mau nikah pun masih nggak bisa menahan rindunya. Di sela sela Kaila yang tengah berbalas pesan dengan Lian sebuah ketukan di pintu kamarnya membuat Kaila mengakhiri sesi berbalas pesan mereka.
"Ya Bi??"
"Ritual sebelum pernikahan Non"Ujar si Bibi senyum senyum menatap Kaila.
Kedua alis Kaila bertaut naik"Luluran?"
Si Bibi mengangguk.
__ADS_1
"Nanti aja Bi, Kaila udah order di salon langganan kok"Ujarnya menolak tawaran mereka.
"Order satu paket Non??"Tanya si Bibi kepo.
"Iya dong Bi, emang kenapa??"
Kala itu Bi Mun datang di antara mereka.
"Lulurannya sama kita kita aja Non"Ujarnya bersemangat.
"Sama aja kali Bi__"
"Nggg!!!"Bi Mun menggeleng penuh penekanan.
"Bibi berdua punya resep rahasia buat calon pengantin kaya Non Kaila ini"
"Iya Non, resep tradisional lebih manjur lho Non"Ujar Bi Atun pula membujuk Kaila agar melakukan perawatan pra nikah sama mereka aja.
Tertarik dengan resep tradisional dua Bibi ini Kaila pun setuju untuk melakukan ritual lulur ala ala mereka. Dia pun meraih ponsel, menghubungi salon langganannya dan membatalkan janjinya sore ini.
"Beneran oke nih Bi??"Tanya nya was was.
"Iya dong Non"Bi Mun begitu yakin.
Kaila di giring ke area dapur oleh Bi Mun dan Bi Atun. Di sana pelayan yang lain di minta menyiapkan lulur pengantinnya. Dengan pasrah Kaila menyerahkan seluruh tubuhnya pada dua Bibi tertua di keluarga Brander itu, sensari pijitan mereka memang bukan kaleng kaleng.
Sejenak Kaila terbuay dalam mimpi, lagi enak enak tidur dia terpaksa bangun karena Bi Mun yang bawel terus membangunkannya.
"Non, enak yak??"
"Iya lah Bi, udah tau gitu napa Kaila di bangunin"Ujarnya yang masih dalam posisi tengkurap.
"Lulurannya udah selesai Non, kita berlanjut ke tahap selanjutnya ya"Bi Atun dengan segulung tikar anyam sedang menanti Kaila kembali berserah diri kepada mereka.
"Tikar??"Kaila bingung"Tikar nya buat apaan Bi?"
"Buat ngebungkus Non Kaila lah, sini Non!"
"Hah!!Buset dah, ini spa tradisional Bi??"Tanya Kaila melihat sebuah wadah dengan asap mengepul keluar dari dalamnya.
"Ini namanya ratus Non, buat rawa rawa Non di bawah sana"
"Iya tau sih Bi, tapi nggak dengan asap mengepul gitu juga kali, duh bisa gundul rawa rawa Kaila"
"Kwkwkkkw" Bi Mun dan Bi Atun tertawa mendengar ucapan Kaila.
"Suhunya bisa di atur kok Non, ayok sini Bibi pasangin tikarnya"Ajak Bi Atun.
"Buruan Non, biar makin meresap lulurnya"Tambah Bi Mun.
"Anjayani!!Gini amat mau nikah. Kaila ke salon aja deh Bi, ngeri akh wadah ramuannya masih ngepul itu"Kaila bergidik ngeri. Masa iya dia harus duduk di bawah wadah yang masih berasap, rawa rawanya beneran bisa meleleh dong!!
"Jan bawel deh Non!!, buruan, nggak seperti bayangan Non Kaila kok"
Kaila di tarik paksa oleh Bi Mun masuk ke dalam tikar yang sudah di lingkarkan Bi Atun, tak perlu waktu lama sekujur tubuh Kaila sudah di penuhin keringat bercucuran.
"Nah...enak kan Non"
"Enak sih enak, panas ini Bi"Rengek Kaila, wajahnya merona karena uap panas.
"Nggak apa apa Non, demi Den Lian"Sebuah kedipan Bi Mun kerlingkan kepada Kaila.
"Ikh, sama nih kaya Lian. Mikirnya nggak jauh jauh dari ena ena"Gerutu Kaila.
"Lah...berarti Den Lian normal dong Non"Bi Atun ikutan nimbrung sembari nemenin Kaila yang masih terbungkus tikar dengan keringat segede biji jagungnya.
"Lagian nih Non, Den Lian tuh cakep banget lho meskipun nggak putih kinclong kaya Den Bryan. Jadi demi ngejagain Den Lian nih area rawa rawa di bawah sana harus di rawat baik baik Non. Ya salah satunya dengan cara tradisional begini"Jelas Bi Atun panjang lebar.
"Oh..kayanya Bi Atun penggemar calon suami Kaila nih"Lirik Kaila pada dua pelayan tertua itu.
"Heheheh, bukan cuman Den Lian kok. Bibi Mah penggemar semua cowok cakep"Ujarnya mesem mesem.
"Kita satu server Tun, btw kamu kemaren siang nonton sinetron di chanel ikan terbang nggak??"
"Oh yang suaminya nikah lagi sama tukang jamu??"
"Nah kan tukang jamu aja begitu menggoda, si tukang jamunya kan rutin ngerawat diri dengan bahan bahan tradisional. Perlu di ambil contoh tuh Non"
"Iya lho Non, ih padat singset dah body si tukang jamu. Makanya Non mending pilih perawatan tradisional kaya gini aja ketimbang perawatan modern di salon"
"Gitu ya Bi"Kaila menatap bergantian pada dua Bibi keluarga Brander itu.
"Terus Tun gimana ceritanya si istri tua??"
"Aku nggak nonton sampe abis, harinya mendadak hujan eh jemuran belum ku angkat. makanya aku nanya sama kamu"
"Sama sih, aku juga nggak sampe selesai nontonnya"
"Tapi beneran yah body si tukang jamu oke bener lho"
Bla bla bla...Dua Bibi itu terus lanjut bercerita sinetron sinetron yang rutin mereka pantengin di chanel ikan terbang. Kaila berasa jadi kambing conge ngedengerin cerita mereka berdua. Secara nih Kaila mau nimbrung tapi dia mana pernah nonton sinetron begituan. Kalo drakor ama drachin mah itu baru chanel nya Kaila.
To be continued...
Happy reading. Jangan lupa like vote rate dan komen.
29 November 2020.
__ADS_1
Salam anak Borneo.