Wo Men De Ai

Wo Men De Ai
Part 35


__ADS_3

****Kepakan sayap kecilmu mengajak ku melangkah maju mengikutimu.


Binar mata sedihmu,


Dan kisah sedih yang pernah tertoreh di hatimu,


Membuat malam malam tenangku jadi tak tenang dan terus memikirkanmu.


Aku terpana akan pesonamu,


Sosok manismu menatap sayu padaku,


Dalam diam mencuri hatiku,


Meninggalkan rindu yang melumpuhkan jiwaku.


Aku terus mabuk dan candu dalam merindumu,


Hingga tak kusadari nafas ku tersengal karena terus berdebar memikirkanmu.


Bertatap denganmu...


Mataku secara alami mengikuti setiap langkah dan gerak gerikmu.


Bawalah aku...


Ajaklah aku ikut bersama menuju tempat tinggalmu.


Bahkan dunia berakhir...


Aku kan terus mengikutimu meniti jalan yang sama denganmu.


Jadi kumohon...


Jangan menghilang dari pandanganku.


Jangan menghindar dari tatapanku.


Bahkan ketika pagi menjelang..


Tetaplah pada jalan yang ku impikan,


Karena kaulah satu satunya kupu kupu tercantik yang menjelma dari mimpi indahku***


💝💝💝💝


Ucapan yang keluar dari mulut manis Maira begitu berbekas di hati Bryan. Dia salah, dan benar benar salah. Nggak seharusnya dia patuh begitu saja dengan taruhan yang dia dan June lakukan.


"Akh!!ayolah hati, bisa nggak jangan resah kaya gini"Tangannya memukul mukul dada yang terasa sesak.


"Kenapa Kak??sakit??"Kaila menghampiri Bryan dengan wajah khawatir. Dia nggak mau ya di hari pernikahannya nanti sang Kakak malah nggak bisa hadir karena suatu hal yang nggak mereka inginkan.


Manik mata Bryan menatap sayu dengan wajah sedih pada Kaila. Sudah di pastikan, Sang Kakak pasti sedang dalam masalah.


"Ya sudah nanti aja ceritanya. Sini tas nya Kaila yang bawain. Mau Kaila bikinin minum sekalian??"Tukasnya mengambil alih tas berisi laptop di tangan Bryan.


"Mau banget Dek, yang anget tapi pake es yak"


Kaila melongo.


Bryan melangkah menuju tangga sembari mengacak rambutnya kasar.


"Kak!"


Bryan menoleh, astaga!!sejak kapan kantong mata itu tercetak jelas di bawah mata seorang Bryan Brander???


"Are u ok??"


"Noooooo~~~!!"Ucapnya lemas duduk di anak tangga.


Kaila kembali menghampiri Bryan, dih parah bener nih masalah yang sedang di hadapi Bryan. Dia udah kaya tanaman di padang nan tandus, kering kerontang dan terlihat begitu rapuh.


"Kak Bryan, kenapa??"Nazmi terkejut mendapati Bryan duduk di anak tangga dengan pakaian kerja yang masih lengkap. Rambutnya terlihat acak acakan. Ini kali pertama Nazmi mendapati Bryan dalam keadaan yang sangat kacau balau begini.


"Nggak kok Naz, Kakak cuman capek"Kilahnya berusaha bangkit dan lanjut naik menuju kamarnya.


Kaila dan Nazmi saling berpandangan.


"Dia bilang baik baik aja, tapi kaya anak ayam kehilangan induknya"


Kaila memutar kedua bola mata, pertanda otaknya sedang di paksa berpikir keras.


"Bilangnya nggak apa apa, tapi pas aku yang nanya jawabannya berbanding terbalik tuh, aku harus nyusulin ke kamarnya nih"Bisik hatinya lagi.


Kaila mengurungkan diri membuat minuman untuk Bryan, di bawain juga bakal nggak di minum. Kaila tau banget dengan tabiat Bryan, kalo lagi ada masalah selera makan sama minumnya bakal anjlok seketika"Kak Kaila aja yang ngurusin. Kamu periksa Adek adek ya udah pada ngerjain PR apa belom" Ucapnya pada Nazmi.


"Oke oke, tapi bagian Amel Kak Kaila aja yang ngurusin yak"


Dia menoleh pada Nazmi "Kapan sih kalian akur??"


"Ntar kalo onyet udah lebaran!!"Tandas Nazmi nyengir sembari berlalu dari hadapan Kaila.


Kaila hanya dapat menghela nafas jengah. Amel dan Nazmi emang nggak pernah terlihat akur, kalo ketemu pasti ada aja permasalahan yang membuat mereka berdua berdebat atau saling hina, udahlah masalah Nazmi dan Amel harus Kaila singkirkan terlebih dahulu. Sekarang dia harus menemui Bryan yang terlihat jelas sedang berada dalam masalah besar.


"Makannya Bibi siapin ya Non"


"Nanti aja Bi, kayanya nggak bakal turun buat makan malam deh Kak Bryan nya"


Bi Mun pun urung menyediakan makan malam untuk Bryan"Non....kalo bisa Den Bryan nya di bujuk buat makan ya"


"Iya Bi"Kaila pun menaiki tangga menuju kamar Bryan.


"Tok tok tok, Kak Kaila masuk ya"


"Hmm"Terdengar suara Bryan dari dalam sana.


Pria itu tengah bersiap mandi ketika Kaila membuka pintu kamar Bryan.


"Hmmmmm Ada masalah ya???"Tanya Kaila perlahan. Nampaknya ini masalah sensitif, Kaila harus bertanya dengan cara yang halus.

__ADS_1


Bryan menghela nafas lagi. Tak ada pilihan lain, dia udah nggak bisa menahannya sendiri. Beban ini harus dia bagi dengan seseorang, dan sekarang orang yang dia percaya hanyalah Kaila.


"Ini____masalah hati Dek, Kakak bikin cewek yang Kakak sayangi menangis."Ucapnya memulai cerita. Dia duduk di kursi balkon dengan handuk yang masih tersampir di pundaknya.


"Angela??"


"Bukan"Sahut Bryan merunduk sedih. Saking bingungnya memainkan ujung ujung handuk pun terasa menarik baginya. Akh Bryan benar benar sedang terpojok kali ini.


"Lho, kalo bukan Angela siapa dong??"


Kaila mengikuti langkah Bryan ke balkon, bersandar di pagar sembari menghadap langsung sang Kakak.


"Dia cinta pertama Kakak, namun dia harus Kakak ikhlaskan untuk menjalin kasih dengan sabahat Kaka"


"Jadi Kak Bryan patah hati karena cinta??"


Bryan mengangguk.


"Dan Kakak nggak bisa move on??"


Bryan mengangguk lagi.


Kali ini Kaila yang menghela nafas. Berat!! kalo masalah gagal move on mah emang berat!!


"Coba deh cerita detailnya ama Kaila, biar Kaila paham dan bisa bantu Kakak"


Bryan pun menceritakan awal mula cinta segitiga nya dengan Maira dan June ketika masih SMA. Setelah merelakan Maira untuk sahabatnya nyatanya dirinya tak bisa melupakan gadis itu, bahkan sejak saat itu dia tak pernah menjalin kasih dengan wanita lain.


Sepanjang Bryan bercerita Kaila nampak mengangguk dan sesekali mengantupkan bibir"Jadi Angela gimana??"


"Dia cuman sahabat Kakak, kami bertemu ketika awal awal masuk kuliah" Jelas Bryan.


"Ya udah kejar aja lagi Maira nya"


"Dek!!, Kakak udah janji sama June____"


"Dia udah nggak ada Kak!emang Maira harus sendirian sepanjang sisa hidupnya??"


"Kalo Kakak maju berarti Kaka ingkar janji dong??"


"Janji aneh kaya gitu, untung udah nggak ada kalo dia masih idup bakal Kaila sleding tu orang. Bikin perjanjian kok cuman nguntungi dia doang, Kakak sama Maira jadi korban perasaan kalo kaya gini mah"Maira mulai berceramah panjang lebar.


"Lagian Kak Bryan rela Kalo Maira di sabet cowok lain??dih nggak takut kehilangan untuk yang kedua kalinya???"Wuuu Kalo Kaila mah ogah bangeeett!!!"Ucapnya lagi dengan wajah songong.


"Iya juga sih Dek, tapi Kakak udah bersikap menyebalkan sama dia. Inget kan kemaren pas kita ketemu dia Kakak ngakunya kita suami istri"


"Ooohhh itu ceweknya???Ya elah Kak, cantik gitu kok di kacangin. Beh....kalo sampe Maira di pepet orang lain gimana?? semisal di pepet Bang Brama gimana??"


"Di jamin bakal nggak bisa tidur seumur idup deh Kak Bryan!"


"Glek!!"Bryan menelan saliva. Baru kepikiran, Maira sama Brama kan terlihat akrab tuh. Tadi aja di kantor si Brama seenaknya ngerangkul pundak Maira.


"Terus gimana dong??"Bantuin Dek!"


"Kejar lagilah Kak!!, ih lemot banget sih, Kak Bryan jelmaan siput ya??"


Kaila jengah menghadapi otak cetek Bryan tetang cinta. Haruskah dia turun tangan langsung di TKP??


Dia minggat dari hadapan Bryan dengan bahu naik turun.


"Dek itu kode apaan??, terus kakak ngejar Mairanya dengan cara apa??"


"Entahlah, lari lari di treadmill mungkin"Sahutnya asal.


"Ish!!niat bantu nggak sih??" Seru Bryan karena Kaila tlah berada di luar kamarnya.


"Serahkan sama Kaila, tapi nggak gratis yak, dah mandi sono. Dah bau naga tuh"


"Beneran Dek??"


"Iya iya!! jan lupa makan malam ya!!"Teriak Kaila lagi.


"Siap bos kuuuu!!"Ucapnya bersemangat.


Angin segar terasa menyejukan hati Bryan nan sempat gersang"Yesss!!!"Bryan berseru girang dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


💝💝💝💝


Kehadiran Kaila di perusahaan Brander merupakan suatu hal yang jarang terjadi.


Setelah singgah sejenak di ruangan Tuan Odet mengantarkan makan siang sang Papah, Kaila berjalan menuju area rehat para karyawan. Menurut info yang dia dapat Maira sedang berada di sana setelah menyantap makan siangnya di kantin.


Seorang gadis tengah bersandar di kursi santai sembari memainkan game di layar ponselnya.


Di sudut lain seorang pria berpakaian rapi sedang berjalan ke arah wanita itu dengan dua gelas kopi di tangannya. Terlihat dia menawarkan kopi itu pada sang gadis.


"Terimakasih Pak, tapi saya nggak suka kopi"Maira menerima kopi pemberian Brama tapi meletakan kopi itu di meja.


Kaila yang sedari tadi memperhatikan mereka pun menghampiri mereka"Buat aku aja kopinya, kamu aku pesenin jus aja ya, atau kamu mau minuman yang lain??"


Kedatangan Kaila membuat Maira kehilangan sikap santainya. Gadis itu bergegas duduk tegap dan dengan sopan menundukan pandangan.


"Maira~~"Panggil Kaila karena gadis itu tak kunjung menjawab pertanyaanya. Maira terlalu gugup mendapati Kaila di hadapannya. Meski ini baru kali kedua mereka bertemu namun wajah cantik Kaila dapat tercetak jelas dalam ingatannya. Ini kan istrinya Bryan, gimana nggak berbekas banget dalam ingatan Maira kan!!


"Neng Kaila, tumben di mari. Mau nganterin undangan buat abang Brama ya??"Brama duduk bersebelahan dengan Kaila.


"Plak!!"Kaila tepok jidat"Sorry Bang, Kaila lupa mau ngasih Bang Brama undangan"


Oh Lord!!, Brama terperangah"La!!aku kamu lupain???"


Kaila nyengir.


"Kamu nggak berharap restu dari aku La??"


"Hihihi, nanti Kaila kirimin deh undangan pernikahannya"Kaila jadi nggak enak hati karena sempat melupakan Brama yang udah kaya Kakak nya sendiri ini.


Maira coba mencerna apa sedang dua manusia ini perbincangkan di hadapannya.


"Maaf kalo saya lancang, Pak Bryan sama Bu Kaila mau nikah lagi???"

__ADS_1


"Bryan sama Kaila??, Kaila mau nikah sama pacarnya bukan sama Bryan. Lagian Kakak sama Adek mana bisa menikah??"


"Kakak____Adek??"Maira coba mencerna kata kata mereka kembali.


"Hahahhahahah!!!"


Kaila tergelak tawa. Wajah bingung Maira benar benar menggemaskan. Gadis ini juga manis dan cantik, nggak salah sih kalo hati Bryan nggak bisa move on dari seorang Maira.


"Oh iya, aku lupa ngenalin. Ini Kaila Brander, Adeknya Pak Bryan. Beberapa hari kedepan dia bakal nikah sama kekasihnya.


Maira merasa tlah di bodohi oleh Bryan selama ini, jadi lelaki itu benar benar menghindarinya bahkan sejak pertemuan mereka kembali setelah bertahun tak bertemu.


"Katanya kamu Istrinya"


"Hehehehe ngaco dia mah. Pake bilang aku bunting segala kan"Sahut Kaila.


"Wohohoho nggak ada akhlak tu orang, perlu di gurah otaknya tuh"Sambung Brama pula.


Maira tenggelam dalam perasaan sedih, meski dua orang ini terus tertawa mengenang ke jahilan Bryan berbeda hal nya dengan Maira yang merasakan kepedihan.


"Oh...jadi nggak seharusnya aku di sini, apa aku harus cari kerjaan lain saja??" Hatinya berbisik.


"Ra!!"


"Maira!!"Kaila menaikan nada ketika memanggil Maira yang terhanyut dalam lamunan.


"Ah!, anu___saya permisi dulu. Selamat siang"Gadis itu memberi hormat dan pergi dari hadapan mereka.


"Lho, Ra minumannya___"


Maira terus menjauh seakan suara Kaila tak terdengar olehnya.


"Ra!!, kok tergesa gesa!"Maira hampir menabrak Bryan yang menyusul Kaila ke area santai karyawan.


"Maaf Pak Bryan"Gadis itu hanya meminta maaf dan langsung pergi begitu saja.


Bryan bingung, apa Maira di kejar hantu?? tapi ini kan siang bolong.


"Kak!!"Nampak Kaila dan Brama tengah bersama di kursi santai.


💝💝💝💝


Drama keberangkatan Fatur ke Jepang akhirnya terlaksanakan juga. Setelah mendapat wejangan panjang lebar dari para ketua pendiri TRYFAM Fatur yang merupakan anak dari Baskoro selaku salah satu pendiri TRYFAM harus rela berangkat ke Jepang sang negara dengan sebutan negeri matahari terbit.


Lian bernafas lega, wajah suram Fatur bukan apa apa baginya, lebih menyeramkan jika Kaila yang berwajah suram kepadanya.


"Cie~~~Akhirnya debut juga kamu sebagai pewaris TRYFAM company"


"Mata mu soak!!"Gerutu Fatur.


"Selow dong Tur, selama ini kan Lian mulu yang ngurusin masalah di sana. Kita berdua udah kaya tangan kanan ama tangan kirinya dia kan. Sekali kali tunjukin dong kalo kamu juga punya skill jempolan di perusahaan ini"Vino udah kaya yang paling bener aja ngasih nasihatnya. Fatur kesel banget pen nabok jidatnya. Coba aja kalo dia yang di utus ke Jepang, pasti drama perpisahan ini bakal lebih menyedihkan dari pada sekarang.


Mau tidak mau Fatur akhirnya melambaykan tangan tanda perpisahan kepada mereka yang sudah mengantarkanya, Mei nampak bersedih tapi dia bukanlah wanita lemah yang akan nangis bombay melihat kepergian suaminya.


"Sorry ya Mei"Ucap Lian.


"Sorry kenapa??"


"Harusnya aku yang berangkat"


"Santai Tur, kaya suamiku mau berangkat perang aja!"


"Tau nih, santai dong kaya kita ya Mei"Vino ikutan ngobrol sembari meraih tangan Miya dan berayun tangan dengan gadis cilik itu.


"Pengen ku ratain wajah tanpa dosa itu"Gumam Lian.


Mei tertawa geli, sejak dulu Lian sama Vino selalu saja bertikai. Mengingat masa masa dahulu membuat Mei merindukan sosok Joe yang jauh di luar kota.


"Gimana kabar Joe ya??"Ucapnya teringat sahabat jaman kuliah mereka.


"Kangen???tenang! dia udah aku undang kok"


Vino dan Mei tersenyum senang.


"Yuhu~~~akhirnya setelah sekian lama sahabat normal ku nongol juga"


Mei melirik tajam pada Vino"Jadi...aku sama Lian nggak normal gitu??"


"Hihihi, emang kalian merasa normal?? Kamu lho Mei minggat dari Fatur ampe ke Jepang sono, ini si Lian dari pribadi ceria berubah dingin kaya kulkas 4 pintu gegara di tinggal Kaila. Apa nggak gila tuh??"Jelasnya panjang lebar.


"Dih kaya dia paling bener aja!!"Ujar Mei lagi.


"Iya nih, kaya dia sendiri waras aja. Dah lah Mei aku balik ngantor dulu"Lian bergegas masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Vino jelas mendapat tugas buat nganterin Mei dan Miya balik ke kediaman mereka.


"Bukannya aku tadi nebeng kamu Li??masa aku kamu serahin sama lelaki tanpa urat malu ini??"


"Lho...kok aku di bilang nggak punya urat malu sih!!"


"Getok jidatnya Mei biar tau diri dia. Bilang kita kita sahabat gila, lah dia yang masih bocah ngotot ngejar ngejar Jova yang lebih tua dari dia apa nggak di bilang gila tuh??"


"Dah lah aku duluan ya Mei, papay👋"Lian pergi duluan meninggalkan Mei dan Miya bersama Vino.


"Eh main minggat aja!! aku bakal lurusin kesalah padaham tentang awal percintaan aku sama Yayang Jova "


"Udah udah~~~pada intinya kita semua nggak ada yang waras. Ayolah Vin, jangan ngoceh lagi. Rahangku bisa lepas kalo harus kembali bercuap cuap sama kamu"


"Kali ini aku ngalah karena kamu paksa ya Mei"


"Iya iya, balik yok"


"Dasar Lian aneh, hayuk Miya Tayank. Om cakep anterin pulang ya~~~"


To be continued...


Happy reading. Jangan lupa like vote rate dan komen.


21 November 2020.


Salam anak Borneo.

__ADS_1


__ADS_2