Wo Men De Ai

Wo Men De Ai
Part 32


__ADS_3

***Gadis cantik....


Aku menyukaimu.


Ini adalah cinta pandangan pertamaku,


Aku mohon jangan kau tolak aku.


Ku melihat malaikat....


Saat berjumpa denganmu.


Kau begitu bersinar...


Kau malaikat cantik yang turun dari langit.


Hatiku bertanya tanya...


Kau tercipta dari apa hingga kau begitu indah.


Aku kan menjadi bintang pagimu...


Karena kaulah malaikatku***


🍁🍃🍁🍃🍁🍃


Sebuah kedai baru di buka di area perkantoran. Bryan yang kebetulan lewat selepas pulang dari kantor tergiur untuk mencoba secangkir kopi di sana.


Dia pun menepikan Porsche Cayman silvernya di depan Cafe yang di beri nama "Dream" oleh sang owner.


"Boleh juga, kayaknya mimpi sang pemilik adalah membuka Cafe seperti sekarang ini"Gumamnya dalam hati sembari berjalan memasuki area Cafe.


Suasana hangat dengan alunan musik slow cukup menenangkan, Bryan mengambil tempat kosong di tepian Cafe. Tepat menghadap jalanan di luar sana.


"Selamat sore Tuan, mau pesen apa??"Seorang pelayan begitu sopan mengajukan pertanyaan pada Bryan.


"Menu andalan kalian aja"Ujarnya singkat.


"Baik, tunggu sebentar Tuan"


Bryan mengangguk dengan senyuman dan sang pelayan pun berlalu meninggalkan Bryan.


"Hupffhh!!PR dari Kaila belom kelar. Kemana aku mencari pasangan buat jadi penggiring pengantin nanti"Pria itu mengetuk ngetuk Ponselnya pada meja.


Tingkah Bryan mengundang perhatian sang pemilik Cafe. Sontak dia menatap Bryan lekat lekat"Apa yang salah dengan cowok ini??"Batinnya.


"Eh...."Dia menatap lebih dalam dan___


"Bryan!!"Serunya.


Suara itu terasa tak asing di telinga. Bryan berbalik pada arah suara dan senyum mengembang menghiasi wajah rupawannya.


"Angela!!"Serunya senang. Akh!!apakah ini takdir??di saat dia memerlukan seorang pasangan,Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang menghadirkan Angela kembali dalam hidupnya.


"Kyaaa!!!beneran Bryan!!"Pekik Angela segera berlari menghampiri Bryan.


Sontak kedua insan itu girang bukan kepalang. Mereka bahkan berpelukan begitu erat melepas rindu yang terasa berat.


Terasa berat??itu hanya bagi Angela. Kalo bagi Bryan sih rindu biasa saja, dia kelewat senang sebab menemukan jawaban atas segala kegundahannya seharian ini.


Angela adalah teman kuliah Bryan. Mereka begitu akrab hingga di sangka pasangan oleh orang di sekitar mereka.


Karena terbawa perasaan perlahan benih cinta mulai berkecambah di hati Angela, starus pacar Bryan yang di selipkan Netizen kepadanya menambah benih cinta kian berkembang. Berbeda halnya dengan Bryan, pengalaman gagal bercinta di masa lalu membekukan hatinya. Dia tak peka akan perasaan Angela, bahkan ketika orang orang bertanya tentang statusnya dengan Angela dia hanya berucap"Terserah kalian mau menerka apa, suka suka kalian dah".


Di pertengahan masa kuliah Angela harus pindah ke luar kota mengikut kedua orang tuanya. Itu adalah masa tergalau baginya, dia bahkan belum sempat mengakui perasaannya kepada Bryan. Hingga saat perpisahan mereka tiba pun Angela tak sempat mengucapkan 3 kata itu kepada Bryan.


"Jadi jadi!!sekarang kamu jadi pengusaha sekarang??"Tanya Bryan menarik Angela duduk di hadapannya.


"Pengusaha Cafe lebih tepatnya!!"Jelas Angela.


"Iya tau, itukan impian kamu. Sebab___"


"Sebab Angela penggila kopi!!"Seru mereka bersamaan. Mendapati ucapan yang seirama mereka pun tergelak tawa. Berlanjutlah acara pertemuan tak terduga mereka dengan bertukar nomor Wa dan kembali terhanyut dalam obrolan panjang.


🍒🍒🍒🍒


Nungguin kang ojek membuat Maira melenguh kesal. Gini nih kalo pangkalan ojek lagi kosong, dia terpaksa berdiri di pinggiran jalan berharap ada kang ojek yang lewat di area itu.


10 menit...


15 menit...


20 menit...


Kang ojek tak kunjung tiba"Keano bisa jemput nggak ya??"Dia teringat sahabat sehidup sematinya.


Di raihnya lah ponsel dari dalam tas nya dan segera menghubungi Keano.


📱:"Di mana bambank??"


📲:"Bambank kepalamu!!nama cakep cakep di ganti bambank!"Suara Keano terdengar kesal di ujung telpon.


📱:"Hihihi...jan ngambek dong, jemput Maira yang manis dan cantik jelita ini dong!"


📲:"Ogah!!!lagian aku sibuk, barang datang ni lagi sibuk di market"Dia mengapit ponsel di antara leher dan pundaknya


📱:"Jahat amat sih Kean!,aku bayar kok!"

__ADS_1


📲:"Aku bukan kang ojek. Lagian gaya banget sih pake minta di jemput segala. Jalan kaki aja kenapa sih??inget kamu tuh miskin, jangan gunain duit buat hal yang gak guna!!"Nasihat Keano ngena banget di hati pas di bagian Miskin nya. Tapi bener juga sih, sekarang kan Maira lagi miskin bener, duit di dompet aja hasil sisa pinjem sama Brama kemaren. Untung kemaren Brama pinjemin uangnya di pas,in 2juta. Jadi dia masih punya 500 ribu buat biaya hidup sembari menunggu masa gajihan.


📱:"Bawel nih, kamu kalo nggak nistain aku bisanya cuman ngomel nih"Sungut Maira.


📲:" Makanya jan boros Juminten!!"


📱:"Juminten saha??Cantik begini di panggil Juminten!!"


📲:"Lah kamu tadi manggil aku bambank!"


📱:"Oh ngajak gelud, ntar malam aku masukin microwave yak"Ancamnya menaikan nada bicara.


📲:"Bodo amat. Dah deh buruan balik. Nih mie instan kesukaan kamu udah di pesen Kong Mansur"


📱:"Iya iya, bawel banget sih bambank"


📲:"inget pulangnya jalan kaki Juminten!"


📱:"Iya iya, ash!!ku geplak juga mulutmu!"


Maira menutup panggilan dan benar benar pulang jalan kaki saja. Jarak perusahaan dengan kontrakaannya lumayan juga sih, kalo jalan kaki setidaknya dia harus menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit.


"Demi makan enak, nggak papa deh jalan kaki. Bisa tambahin keju yang banyak nih ntar makan mie instannya 😆😆😆"Gadis itu berjalan menyusuri trotoar. Suasana sore nan sejuk cukup menyenangkan untuk di nikmati sembari berjalan kaki.


Suasana ceria di dalam hatinya seketika sirna mendapati Bryan tengah tertawa ceria bertukar cerita bersama Angela di dalam Cafe.


"Hupfh!!,Kalo sama cewek lain aja ketawanya lepas banget. Kalo sama aku judesnya minta ampun"Ujarnya lirih.


"Aku kangen masa masa kita ketawa bareng kaya gitu Bryan"Ucapnya lagi.


Meski begitu jelas sosok Maira di luar sana, Bryan yang terhanyut dalam kecerian bersama Angela tak menyadari sosok Maira yang memandang mereka penuh rasa iri.


"Hah!!sadar sini Maira, kamu itu makannya mie instan, kalo dia makannya spageti"Gadis itu melanjutkan perjalannya. Meninggalkan Bryan dan seorang gadis yang sangat cantik menurut Maira.


🍁🍁🍁🍁


Dion terlihat gersang setelah akhirnya selesai mengguncang otaknya. Tugas matematika, hah...nilai matematikanya saja pas pas an.


Lagian....dia udah mati matian ngerjain tugas itu tapi apa jawaban Lian ketika dia mempertanyakan perihal bonus gedenya??


"Kepastian bonusnya tergantung nilai dari tugas ini"Seringai tawa Lian membuat dirinya hendak mengeplak jidat si Bos menyebalkan.


"Oke deh Bos, saya pamit pulang dulu ya"Ujarnya pasrah. Energinya benar benar terkuras, dari jam 4 sore dia ngerjain tugas itu hingga sekarang jam sudah menunjukan pukul 8 lewat 5 menit. Jelas saja dia kehabisan energi, sekedar melangkah saja dia harus mengatur baik baik langkahnya agar tak oleng. Hahahah Dion oh Dion...nasib mu cakep beneeerrr!!!


"Oke, hati hati di jalan"Ujar Lian cuek.


Saat itu Kaila muncul dari dalam lift.


"Eh Dion, kok lemes gini??"


"Nggak apa apa kok Bu Bos, saya cuman lelah hayati"Sahutnya dalam lelah.


"Bye bye Bu Bos, ujarnya dari dalam lift.


"Hm...bye bye Dion"Sahut Kaila.


Di dalam apartemen Kaila menanyakan perihal Dion kepada Lian. Lian pun menjelaskan panjang lebar mulai dari tugas yang di berikan Amel hingga kacaunya perputaran otak Dion demi menyelesaikan tugas matematika itu.


"Dihhh jahat banget sih, kasian lho Dion sampe lemes begitu"


"Syukur syukur otaknya gak meledak Yank, dah deh gak usah mikirin dia. Aku laper"Rengek Lian.


Kaila mengangkat belanjaan yang dia bawa"Taraaaa!!!, bahan makanan sudah ada, hayuk temenin aku masak. Kamu potongin sayurannya ya"


Lian melirik ponselnya"Emm...Fatur ngajakin mabar dih Sayang"


"Oh!!"Kaila yang sudah memegang pisau berbalik menatap Lian.


"Enggak!!nggak jadi"Nyali Lian menciut seketika.


"Huh...buruan sini. Hape nya simpen di kamar sana"Perintah Kaila.


"Oke deh Sayang"Lian manut. Bisa batal nikah kalo Kaila mengamuk gegara Game doang, cukup Mei aja yang udah galak jadi tambah galak gegara Fatur keasikan maen Game.


Dua sejoli itu bekerja sama membuat makan malam untuk mereka santap bersama.


Kali ini Kaila yang doyan pedas tengah menyelesaikan menu andalannya.


"Nyam nyam!!ayam rica rica udah redy"Serunya membawa menu makanan itu ke meja makan.


"Lho!!nggak pake telor rebus Yank??"Tanya Lian dari ruang tamu.


"Yah...kirain kamu nggak mau, ini kan pedes banget"


"Aku keseringan kamu cium jadi selera makan kita sekarang sama Sayang"Ujar Lian senyum senyum.


"Astaga!!lebay banget sih. Tuh telor rebusnya ada kok di dapur, tinggal cocol ke sambelnya doang kan. Jan lupa di potong dulu telornya"Ujar Kaila sibuk mengambil air minum dari dalam kulkas.


Lian pun mengupas beberapa telor dan meletakannya ke dalam piring.


"Pisaunya di mana Yank??"


"Di hatimu!!"Sahut Kaila nyengir.


"Oh ancur dong hati aku Sayang"Lian ikutan nyengir namun___


"Awkkkh!!"Pekiknya terdengar kesakitan.

__ADS_1


"Say!!kenapa??"Kaila segera menghampiri Lian.


Jari Lian terkena pisau, darahnya lumayan banyak"Awhhh!!kata aku telornya yang di iris Lian!!"Kaila merasa ngilu mendapati darah di jari Lian.


"Pedih Sayang, jan ngomel lah"Dia mengibaskan lengan menahan rasa pedih di dua jarinya yang teriris.


Kaila segera mengambil kotak obat dan mengobati jari Lian yang berdarah.


Tak berapa lama Kaila tlah usai membalut tangan Lian.


"Gimana aku makan??"


"Nih"Kaila mengangkat tangan kanan Lian yang baik baik saja.


"Aku nggak bisa menyuap makanan"


"Lho...yang cidera kan tangan kiri"


"Sakitnya sampe ke tangan kanan sayang"Ucap Lian sedih. Halah..sok sedih sih sebenarnya.


Kaila yang merasa bersalah menyadari tingkah manja Lian, seharusnya dia yang melayani keinginan Lian ketika hendak menyantap telur rebus ketimbang ayam. Maka dari itu dia bersedia melayani Lian sebaik mungkin malam ini. Melayani makan!!catet yak reader, melayani makan Lian doang 🤣.


Mendapat sambutan hangat dari Kaila yang begitu cekatan menyuapinya Lian semakin bertingkah manja kepada Kaila. Selesai makan dia terus menggenggam tangan Kaila, dengan dalih rasa sakitnya sedikit berkurang jika Kaila terus menggenggam jemarinya.


Kaila terus mengekor langkah Lian sebab pria itu tak memperbolehkan Kaila melepaskan genggaman mereka. Bermula ke sisi ruang tamu, Lian memilah milih beberapa buku untuk dia baca.


Kaila duduk di karpet berbulu sementara Lian rebahan di pangkuannya sembari membaca buku, berkali kali Kaila membalikan lembaran buku sebab Lian tak bisa membalik lembaran itu dan lagi lagi dengan dalih, tangannya cidera.


Bosan membaca buku Lian membawa Kaila ke balkon, namun sebelum itu Lian meminta Kaila membawakan kopi kemasan dari dalam kulkas.


"Aku calon istri kamu Lian, bukan calon babu"


"Perih Sayang, aku nggak bisa menggenggam botol kopi itu"Ujarnya bertingkah lagi.


"Hah, oke. Hayuk ke balkon tuan Lian"Kaila pasrah mengekor Lian ke balkon sembari menenteng kopi botolan.


Beberapa menit berayun di kursi besi, Lian kembali berulah.


"Bosen Yank kelamaan di sini, ayunannya goyang goyang mulu. Jadi pusing kepalaku"Ujarnya mengerutkan kening.


"Sini aku pijat kepalanya"


"Pindah depan Tv lagi yak"Pinta Lian.


"Oke Lian"Kaila mulai menggertakan gigi.


"Aw aw!! pedih Sayang"Desisnya.


"Aku tiupin Say, aku tiupin nih biar nggak perih lagi"


Malam itu Lian sukses membuat Kaila kerepotan. Luka nya kecil banget, tapi repotnya minta ampun.


Mereka rebahan di karpet berbulu dan mulai mencari drama yang menarik untuk mereka tonton.


"Gimana, masih perih Li??"


Lian mengangguk nampak sangat terluka.


"Terus aku harus apa nih, biar sakitnya berkurang. Apa kita ke dokter aja??"


"Nggak usah!, kamu genggam erat aja tangan aku. Perihnya bakal ilang kok"


Penyakit oon nya Kaila nampaknya sedang kambuh, entah karena rasa bersalah perihal luka itu atau dia sedang dalam mode Syila yang manut dan patuh plus kalem meski tertindas.


Lian terus menikmati masa masa bersama Kaila sembari menatap layar televisinya. Drama romance yang mereka tonton mengundang rasa kantuk bagi Kaila. Tak terasa kedua mata perempuan itu terlelap. Nafas teraturnya mulai terdengar di telinga Lian.


"Sayang~~~"


Kaila tak bergeming. Wajahnya begitu betah berada di ceruk leher Lian, nafasnya terasa hangat di kulit Lian.


"Kaila Sayang~~, jangan macem macem La"Ucapnya mulai merasakan gejolak aneh di dalam dada. Nafas hangat Kaila mengundang naluri lelakinya.


Namun berkali kali dia memanggil lembut Kaila tapi sang kekasih tak bergeming.


"Ya elah, ketiduran ternyata. Kirain ngajak olah raga malam"Ucapnya sedikit kecewa.


"Kamu sih Jon, baperan. Orang Kaila nya tidur doang, kamu mah maen tegang aja!!"Ketusnya mengacak kasar rambutnya. Jadi mumet sendiri kan Lian gegara terbawa nafsu. Kwkwkkwkwkw.


Lian menggendong Kaila ke tempat tidur, wajah lelah itu membuatnya sungguh tak tega untuk membangunkannya. Dapat di pastikan nggak ada cumbu cumbuan malam ini, tinggal menunggu hari kok. Jadi mereka harus sedikit bersabar kan.


Usai mengantar Kaila ke tempat tidur Lian meraih ponsel di nakas, memberi kabar kepada Bryan agar calon kakak iparnya itu tak gundah gulana sebab sang Adik tercinta tak kembali ke panti.


Bryan yang masih bersuka cita atas kembalinya Angela tak ambil pusing atas pemberitahuan Lian. Toh beberapa hari kedepan mereka akan sah sebagai suami istri.


📱:"Jagain Adek aku, besok kalo dia dah bangun bilangin aku punya pasangan kok pas acara pernikahan kalian"


📲:"Wuidih diam diam kamu punya lacar Bro??"


📱:"Dah akh!! ni lagi kencan"


Bryan menutup panggilan. Angela yang sedang berada di sebelahnya tersenyum senang. Apakah drama pacaran palsu mereka berlanjut kembali??


To be continued...


Happy reading. Jangan lupa like vote rate dan komen.


9 November 2020.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2