Wo Men De Ai

Wo Men De Ai
Telah terbit Novel Om Thunder


__ADS_3


"Tumbuhlah menjadi gadis yang baik. Aku dan kamu nggak akan pernah menjadi kita."


Bergetar, jemari kecil seorang gadis nampak bergetar. Di akhir masa SMA yang seharusnya di penuhi kebahagiaan, harus berakhir duka. Selama ini selalu di panggil bocah oleh lelaki pujaan, setelah lulus dari sekolah menengah atas lega rasanya terbebas dari predikat bocah itu.


"Hick!!. Kenapa kamu pergi saat aku sudah menjadi dewasa!!" pekik Selena dengan derai air mata. Seorang gadis muda nan cantik jelita. Sudah hampir setahun mengejar cinta pertama, namun selalu gagal.


"Kamu masih kecil. Berhentilah mengejarku" selalu itu yang Thunder katakan, saat Selena menyatakan cinta.


Alih-alih mengambil langkah mundur, Selena semakin menyukai Thunder.


"Lantas, kalau aku sudah dewasa, apa kamu akan menerima cintaku?."


Seraya memainkan helai rambut gadis berseragam SMA itu, Thunder memutar bola mata, nampak sedang berpikir keras. Ada sebuah alasan mengapa Thunder mengecualikan Selena dalam daftar wanita rekan bercintanya. Selena gadis yang polos, gadis baik yang menyelamatkan dirinya dari kejaran sang Papah.


Yah, Selena pernah menyelamatkan Thunder yang hampir di hajar habis-habisan oleh para bodyguard sang Papah. Gemar bermain wanita, membuat Thunder melupakan norma-norma dalam kehidupan. Margareth, Kakak perempuan Selena adalah salah satu rekan bercinta Thunder di masa lalu. Mereka pernah menjalin hubungan terlarang cukup lama, hubungan itu terpaksa kandas karena di ketahui Tuan Robert, Papah Selena dan Margareth.


"Hemm, lihat nanti deh. Kalau kamu lebih baik dari Margareth, mungkin aku akan singgah padamu" tersenyum nakal, sejatinya Thunder hanya bercanda saat itu. Tapi bagi budak cinta seperti Selena, setiap ucapan yang keluar dari mulut sang pujaan hati adalah sebuah keseriusan.


Demi menghindari amukan para suami yang istrinya berputar haluan kepada Thunder, sang Abang terpaksa melarikannya ke luar negeri. Dan hal ini terjadi bertepatan dengan masa-masa kelulusan Selena dari bangku SMA.

__ADS_1


Di negeri ini, Thunder hanya punya seorang Abang sebagai yang tertua. Mereka masih memiliki Ibu namun menetap di negeri asal mereka, Belanda. Odet, itulah nama sang Abang. Seorang pengusaha ternama di negeri ini. Sama seperti Thunder, saat muda wajah rupawan Odet kerap menyihir para wanita. Ayah Belanda, Ibu China, sebuah kolaborasi Gen yang sangat bagus apalagi rupa pasangan ini memanglah tampan dan menawan.


Namun Odet bukanlah sang pengumbar cinta seperti Thunder, dia seorang pria yang setia hanya pada satu wanita saja. Bahkan setelah sang istri meninggal di waktu muda, tak sekalipun Odet menikah lagi. Awalnya Odet memiliki satu orang putra dan satu orang putri, namun sang putri meninggal dalam kecelakaan bersama sang istri. Tinggalah Thunder, Odet dan sang putra saja di negeri ini, rasa cinta Odet kepada sang istri membuatnya berat meninggalkan tempat dimana sang istri di makamkan.


"Om jangan berulah ya. Cukup di negeri ini saja Om menyandang predikat pebinor" sang keponakan membantunya mengemasi pakaian. Alih-alih menahan, sepertinya pemuda ini sangat senang akan kepergian Thunder.


Hemm, sepertinya memang begitu sih. Sejak kecil Thunder lebih nyaman tinggal bersama mereka, dan ilmu rubah ekor sembilan itu sudah Thunder kuasai sejak duduk di bangku SMA. Sang keponakan kerap kerepotan mengurusi perempuan yang menitipkan berbagai hadiah untuknya. Menyampaikan surat cinta, bahkan surat ancaman akan melukai diri sendiri saat Thunder putuskan.


Terkekeh"Waduh, kalau masalah itu Om nggak bisa janji."


"Om!!. Kalau begitu pulang ke tempat Oma saja!. Kalau membuat ulah di sana setidaknya masih ada Oma yang akan memberikan Om pelajaran!!" keponakan ini nampak kesal. Dan Thunder senang melihat kedua alis bocah ini beradu.


"Akh!! ketemu si manis yang cerewet itu. Om nggak mau!" menolak mentah-mentah.


"Lantas?."


"Kenapa Om nggak mau tinggal sama Oma?" tanya sang keponakan lagi.


"Nggak akh!. Om memang pecinta wanita, tapi kalau sama Oma ampun deh. Oma wanita paling cantik bagi Om, tapi paling berbahaya juga. Dia galak banget!" meraih gawai di nakas, Thunder membaca pesan dari gadis selain Selena. Bukan hanya Selena yang sedih atas kepergiannya, beberapa wanita muda, juga wanita yang telah bersuami pun turun berduka.


"Om!!."

__ADS_1


"Syuttt!!" meletakan jari telunjuk di depan bibir"Om mau menelpon rekan kencan dulu. Sebelum pergi Om harus menenangkan dia, sebab hanya Om yang bisa membuatnya senang."


Berdecih, pemuda yang di sebut Thunder bocah itu melempar selimut ke arah Thunder"Aish!! dasar dedengkot buaya!." Usai melempar benda itu kepada Om nya, pemuda itu memilih pergi dari kamar itu. Bukan rahasia lagi obrolan sang Paman bersama teman kencannya selalu saja fulgar. Rayuan dan gombalan begitu lancar Thunder layangkan kepada si wanita. Bocah itu rasanya ingin muntah, setiap mendengar ocehan menjijikan itu. Sedangkan si wanita, merasa melayang di ujung telepon.


"Hiss!! apa bagusnya sih di gombalin sama Om Thunder!!. Cewek-cewek sampai kelepek-kelepek kayak ikan kekurangan air" menggerutu seraya menuruni tangga.


Di kediaman Brander, hal seperti ini sudah bukan hal baru lagi. Para pelayan di sana hanya menahan tawa kala melihat tingkah Thunder, yang kerap menguji kesabaran Abang dan keponakan.


"Den, mau keluar??. Nggak nganterin Den Thunder ke bandara?."


Pemuda itu menggeleng"Enggak. Sudah cukup geli tenggorokan ku melihat tingkahnya. Kalau dia mau pergi ya pergi aja. Nanti kalau Papah nyariin, bilang aja aku ke panti ya Bi."


"Iya Den" sahut sang Bibi.


Kepergian playboy cap tupai itu benar-benar terjadi. Kalau para wanita banyak bersedih atas kepergiannya, berbeda halnya dengan Thunder. Akan menetap di Inggris, sungguh sebuah menawarkan yang menggiurkan baginya. Memiliki teman di sana, Thunder banyak mendapat informasi bahwa wanita-wanita di sana sangat menggoda. Baru mendengar kisah dari temannya saja sudah membuat liurnya hampir menetes. Di tambah lagi, di sana dia akan tinggal di apartemen sang Abang, tempatnya bermalam saat ada pekerjaan di negeri itu. Thunder nggak harus bekerja, asalkan dia mau pergi dari negeri ini saja rasanya sudah cukup untuk Odet. Meski nakal dan menyebalkan, Odet nggak mau sang Adik celaka. Salah satu teman kencan Thunder adalah wanita milik seorang mafia, ancaman pembunuhan telah sampai kepada Odet. Karena terlalu menyukai Thunder, wanita itu berani melawan sang mafia. Harga diri mafia itu bagai di ujung tanduk, karena gagal menjinakan pelihara pemuas nafsunya. Alih-alih melenyapkan wanita itu, dia berniat melenyapkan Thunder, karena cinta terhadap sang pemuas nafsu bukanlah main-main belaka.


"Aku akan mengirimnya ke tempat lain, yang jauh dari wanitamu. Tapi aku mohon, selama dia nggak menyentuh wanita mu, jangan sakiti dia meski pun kalian bertemu di belahan bumi yang lain." Itulah pinta Odet kepada saingan cinta Thunder.


"Karena yang berkata adalah engkau, seorang Odet Brander yang terkenal dengan kebijakannya, aku akan mengikuti peraturanmu. Tapi, kalau dia masih berani menikmati wanitaku, bahkan kamu pun akan aku lenyapkan." Ujar sang mafia.


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.


__ADS_2