Your Officemate

Your Officemate
66. Pergi Ke Pantai


__ADS_3

"Kenapa Daddy sekarang tak pernah mencium Mommy?" Tiba - tiba Abbey bertanya sambil menatap tajam kearah Hans.


Manda tak mau kalah, tangannya bersedekap.


"Manda tak mau kalau Daddy membuat Mommy sedih dan pergi lagi dari rumah."


Erika tersenyum canggung. Hans pun tak kalah kikuknya. Dia tak ingin membuat Erika merasa terpaksa, tapi di sisi lain sorot mata anak - anak sedang menghakiminya.


"Sayang, Mommy tidak akan pergi lagi." Erika membelai rambut Manda berusaha untuk menenangkannya.


Air mata Manda malah meleleh. Erika pun melirik kearah Hans yang hanya diam menatapnya.


Hans memberi kode seperti meminta ijin, lalu dia mendekat dan sedikit menunduk untuk mencium pipi Erika. Meski enggan, Erika dengan kaku memberikan pipinya pada Hans. Lalu Hans melingkarkan tangan di pinggang Erika dan juga mencium puncak kepala Erika.


Saar kepala Erika menempel didada Hans, Erika merasakan debaran jantung Hans begitu kencang. Namun Erika tak ingin berlama - lama, dia segera mundur dan menoleh pada Manda.


"Sekarang Manda lihat sendiri? Semua baik - baik saja." kata Erika. Manda mengangguk pelan.


"Come on, girls." ajak Hans.


"Bye Mommy.... " Kedua anak gadis itu akhirnya berpamitan dan berangkat ke sekolah.




Begitu Hans dan anak - anak pergi, Erika segera mengambil alih Aaron, memandikan dan menyuapinya. Kemudian Erika menyerahkan Aaron kembali pada Suster. Baru saja Erika berniat menengok pekerjaan online-nya, terdengar suara pintu rumah tertutup dengan keras dan disusul suara langkah kaki yang berjalan dengan cepat.


Erika melihat Hans berjalan cepat memasuki ruangan dan berjalan kearahnya dengan tergesa - gesa dan sorot mata yang tak bisa dijelaskan.


"Apakah ada barang yang tertinggal?" Erika bertanya dalam hati.


Hans menghentikan langkah tepat didepan Erika. Sesaat matanya memandang sendu pada Erika, lalu dengan cepat menarik tubuh Erika dan memeluknya erat. Erika merasakan Hans mencium pipi, leher dan turun ke bahu. Dan air membasahi pundak Erika. Tubuhnya bergetar dan isaknya terdengar. Erika merasa terenyuh.



__ADS_1


Menjelang sore saat Erika sedang bersantai dengan anak - anak, Hans muncul dengan pakaian casual.


"Ayo bersiap - siap, Moms. Kita mau pergi ke suatu tempat."


Manda dan Abbey saling mencuri pandang dan tersenyum - senyum. Erika pura - pura tak melihat dan mendengar apapun, dia menyibukkan diri dengan Aaron.


"Abbey, Manda, apa bisa kalian jaga Aaron hari ini bersama Suster? Mommy dan Daddy ada perlu sebentar." Hans bertanya pada anak - anaknya.


"Mommy sama Daddy mau pacaran?" Mata Abbey tampak berbinar. Manda bersorak senang. Hans tersenyum dan mengedipkan sebelah mata, anak - anaknya begitu mudah diajak bekerja sama.


"Bagaimana Mommy? Nanti kesorean." Hans memandang Erika dengan tatapan memohon. Sementara wajah - wajah Abbey dan Manda menatap Erika dengan tatapan "Come on, Moms".


Akhirnya, Erika berdiri dan langsung menuju kamarnya. Tak lama dia turun dengan celana jeans biru dan tshirt putih. Penampilannya juga casual menyesuaikan dengan Hans.


"Kamu tak bertanya kita mau kemana?" Pancing Hans saat Erika hanya diam dan tak bicara sepatah kata pun dimobil.


Sejak "kejadian" itu, Erika menjadi jauh lebih pendiam terutama saat berdua saja bersama Hans. Dia hanya berbicara dan tertawa lepas saat bersama anak - anaknya.


"Hah?" Erika sedikit tergagap.


"Aku ingin mengajakmu kencan, Moms. Rasanya sudah lama sekali kita tidak pergi berdua. Apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" Hans menjelaskannya tanpa diminta.


Hans terdiam dan berpura - pura memikirkan tujuannya, karena memang sejak awal Hans sudah mempersiapkan semuanya. Biar bagaimanapun, dia tahu Erika tak akan semudah itu luluh.


"Bagaimana kalau pantai?" Hans menawarkan tempat kesukaan Erika. Dan dijawab dengan anggukan.


Tanpa banyak bicara Hans melajukan kendaraannya membelah jalanan lengang area perumahannya menuju ke arah pantai.


Sepanjang perjalanan mereka sama - sama diam. Larut dalam pikiran masing - masing.


Perjalanan tak memakan waktu lama, mereka sudah sampai di sebuah pantai berpasir putih. Air laut biru nampak membentang luas sepanjang mata memandang. Deburan halus ombak terdengar bersahutan bersama desiran angin.


Hans memandang wajah Erika dari samping. Wajah yang tampak lembut dan sabar, membuat siapapun tenang saat melihatnya. Lalu tangan Hans terulur menggenggam jemari Erika, tak dihiraukannya Erika yang nampak terkejut dan seolah menolak.


Hans tak akan menyia - nyiakan kesempatan hari ini untuk kembali meraih hati Erika. Setidaknya hari ini, Hans mau mengikis kecanggungan yang sempat tercipta diantara mereka. Biarlah rasa nyaman itu kembali muncul dihati Erika.


Hans menarik tangan Erika dan memaksanya masuk kedalam air. Erika yang awalnya menolak akhirnya mau tak mau ikut bermain air bersama Hans. Tanpa sadar, Erika larut dalam kegembiraan seperti anak kecil yang menemukan permainan baru. Tawanya begitu lepas sambil sesekali memekik setiap kali ombak menghantam tubuhnya.

__ADS_1


Tak terasa matahari hampir tenggelam. Erika duduk dipasir yang basah bersebelahan dengan Hans. Dengan pakaian yang basah sebagian, Erika memandang langit yang mulai kemerahan dengan senyum yang merekah


Hans memandang senyum itu dengan hati yang penuh haru. Senyum yang pernah hilang karena dirinya.


Hans mengulurkan tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Erika. Perlahan diraihnya kepala Erika untuk mendekat padanya. Tangan Hans membingkai pipi Erika. Akhirnya Erika merasakan bibir Hans mendarat lembut dikeningnya. Terasa lembut dan penuh perasaan.


"Maafkan aku sudah menyakitimu lagi dan lagi." Hans melepaskan tangannya dan menengadah keatas, menahan air yang siap menetes dari matanya.


"Aku menyesal" ucap Hans lagi.


"Aku tahu." jawab Erika.


Erika dan Hans tiba dirumah setelah waktu makan malam selesai. Mereka langsung membersihkan diri karena sebelumnya telah makan malam saat perjalanan pulang.


Hans pergi ke kamar Aaron untuk menengok si jagoan, sedangkan Erika mendatangi kamar Abbey dan Manda untuk sekedar berbincang dan mengucapkan selamat malam.


"Waaah... Mommy curang. Kenapa pergi ke pantai?" protes Manda saat tahu kedua orang tuanya pergi ke pantai.


"Jadi Mommy dan Daddy sekarang udah baikan?" Abbey menyela sambil tersenyum menggoda.


Tak bisa menjawab, Erika pura - pura marah.


"Sebaiknya Mommy kembali ke kamar saja. Sudah malam dan waktunya tidur." Dan direspon dengan tawa renyah Abbey dan Manda.


Saat Erika tiba di kamar, Hans tampak sedang berbaring sambil membaca buku diatas sofa.


"Anak - anak sudah tidur?" Hans melirik sambil menanyakan pertanyaan yang selalu ditanyakannya setiap malam.


Erika mengangguk dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.


Drrrt... drrt....


Sebuah notifikasi masuk. Sambil tetap berbaring Erika meraih ponsel diatas nakas. Tumpukan pesan di chat room tampak menanti untuk dibaca karena seharian Erika tak menyentuh ponselnya.


Mata Erika berhenti pada sebuah nama yang tak pernah ingin disebutnya lagi. Seketika raut wajahnya berubah, dan Erika langsung duduk seperti tersengat listrik.


"Ada apa Moms?" tanya Hans saat melihat gerakan Erika yang begitu tiba - tiba.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya....


Besok ya all.... ☺


__ADS_2