
Hari pernikahan sudah didepan mata, perasaan Zeline semakin tidak menentu tapi kesibukannya sebagai mahasiswa tingkat akhir dan profesinya sebagai model sekaligus aktris mampu membuat pikirannya teralihkan. Ditambah ia dan King sudah jarang bertemu karena kesibukan masing-masing sehingga hidupnya bisa sedikit damai tanpa ada King yang selalu membuat emosinya memuncak.
Zeline pun marathon menyelesaikan semua kontrak kerjanya yang terdahulu yang menuntut dirinya berstatus tidak menikah.
Anin sudah mulai mensortir pekerjaan Zeline karena sebentar lagi gadis itu akan menyandang gelar Nyonya King Alterio. Jadi pekerjaan yang diterima hanya yang memperbolehkan Zeline menikah itu pun Anin harus berkonsultasi dengan Elgi karena ini menyakut nama besar Alterio.
"Ma... Pa... Apa semua keperluan Keluarga besar Mama di Perth nanti sudah diurus? Apa Grandma Mery juga akan datang ke Perth?" tanya Zeline disela makan malam dengan kedua orang tuanya.
Zeline sangat mementingkan keluarga besarnya karena sebagai aktris ia tidak memiliki teman dekat, hanya Jenifer, tapi itu dulu. Sebelum wanita ular itu menjebaknya. Keluarga besarnya lah yang selalu bisa diandalkan dan menghiburnya, mereka tak sedikitpun menanyakan atau mengungkit kejadian di hotel malam itu.
"Semua sudah diurus sayang, berhubung keluarga Mama Rena banyak jadi Papa pinjam privat Jet punya King, dan King juga membantu menyiapkan semua keperluan mereka selama disana"
"Cari muka banget tuh si King Kong!" gumam Zeline dalam hati.
"Mama seneng deh punya mantu yang sayang sama keluarga besar istrinya, kaya Papa.... " Mama Rena mengerling ke arah Papa sambil mengelus rahang tegas Papa yang ditumbuhi bulu halus.
"Mama jangan mancing-mancing, deh... " goda Papa Andra dengan senyum miringnya.
Zeline mencebik dan memutar kedua bola matanya.
"Please deh Ma... Pa... Zeline sama King belum nikah, jadi masih calon menantu bukan menantu... Trus inget umur Ma.. Pa... Ga usah mesra-mesraan gitu, Zeline geli liatnya"
Mama dan Papa tergelak...
"Cinta itu harus dipupuk sayang, agar benihnya selalu tumbuh dan bersemi hingga tak lekang dimakan waktu" Papa Andra mulai berpuisi.
"Yaaa.... Yaaaa... Yaaaa... " saut Zeline malas.
"Harus dicontoh ya sayang, biar kamu dan King bisa bahagia selamanya hingga maut memisahkan"
"Yaaa... Dia ajalah yang mati duluan secepatnya" umpat Zeline dalam hati.
"Mama dan Papa kan memang saling mencintai, beda halnya dengan Zeline yang terpaksa menikah karena keadaan" gerutu Zeline dengan mengerucutkan bibirnya.
Mama dan Papa tersenyum geli mengingat awal pertemuan hingga pernikahan mereka yang diawali dengan perjanjian kontrak. Tapi keduanya menutup rapat-rapat kisah itu karena banyak hati yang harus dijaga terutama Bapak Rony, Kakenya Zeline.
"Lalu Ka Ken dan Grandma?" tanya Zeline memastikan.
"Ka Ken dan Grandma akan menyusul pas hari pernikahan kamu sayang...," jawab Papa Andra.
Zeline merasa lega, keluarga besarnya bisa berkumpul di hari pernikahannya.
__ADS_1
"Apa Mama mengundang Tante Anita dan Rangga ke Perth juga?" tanya Zeline hati-hati.
Papa Andra berdehem...
"Ekhem... Apa kamu masih menyukai Pangeran mu, Zeline?" tanya Papa Andra dengan memicingkan matanya.
Zeline tiba-tiba tersedak makanannya sendiri.
"Pelan-pelan donk sayang makannya" Mama Rena memberikan air digelas kepada Zeline lalu menepuk pundak anak gadisnya pelan.
Setelah batuk akibat tersedak itu mereda, Zeline mengelap mulutnya dengan serbet yang tersedia di meja.
"Ngga Pa... Sudah lama engga, Zeline sayang sama Ka Rangga seperti sayang sama Ka Ken, Keenan dan Keanu. Dulu Zeline masih kecil, belum ngerti apa-apa... Lagian dulu Ka Ken sering godain Zeline dan Ka Rangga lah yang belain Zeline" Ucap Zeline dengan mengerucut kan bibirnya.
Mama dan Papa tergelak.
"Syukurlah... Karena sekarang kamu akan menikah dengan King dan kamu hanya harus mencintai King, ga boleh yang lain ya" Mama Rena memberi wejangan.
"Bisa ga Mama bilang gitu juga sama King, kan Mama juga tau King laki-laki seperti apa" ujar Zeline polos dengan mulut penuh makanan.
"Kalau masalah itu, Mama tidak perlu repot-repot karena Mami Azuri sudah lebih dulu memperingatkan King bahkan lebih kejam dari Ibu tiri" Mama Rena kembali tergelak mengingat obrolannya dengan Mami Azuri beberapa waktu lalu mengenai usahanya membuat King jatuh cinta pada Zeline.
Zeline mengendikan bahu acuh, kemudian menghabiskan makan malamnya.
Privat Jet Papa Andra terbang menembus kegelapan malam diatas langit Indonesia membawa Zeline beserta keluarga menuju Australia.
WO yang di tunjuk Mami Azuri juga Mama Rena sudah menyiapkan semua rangkaian acara mulai dari bridal shower, pengurusan surat Pernikahan hingga pesta setelah King dan Zeline syah menjadi suami istri dan tercatat dicatatan sipil, pesta yang hanya diikuti kerabat dekat saja karena mereka akan merayakan pesta pernikahan kembali di Jakarta seminggu kemudian untuk para sahabat, kolega dari Papa Andra dan Papi Zach juga King.
Pernikahan yang sungguh sangat merepotkan menurut Zeline, kadang dirinya mengutuk pilihannya menjadi seorang public figure. Melihat Azalea dan para sepupunya yang tidak berkecimpung didunia entertainment sepertinya sangat damai menjalani setiap proses kehidupannya berbeda dengan dirinya yang segala sesuatu harus diatur sesuai keinginan public.
Beberapa Jam kemudian akhirnya Zeline sampai di landasan pacu pribadi, ia beserta kedua orang tuanya juga Anin dan Joe langsung diantar ke hotel mewah tempat mereka akan melangsungkan pernikahan.
Keesokan Harinya.
Semua keluarga sudah berkumpul untuk melakukan makan malam bersama seluruh keluarga besar King dan Zeline. Mereka menyewa sebuah ballroom agar lebih privat dihotel tersebut yang disulap menjadi sebuah restoran dengan berbagai hidangan mulai dari appetizer, maincourse hingga dessert dan berbagai ragam jenis minuman.
Seluruh keluarga berpakaian formal, mereka sudah saling memperkenalkan diri tanpa perlu aba-aba dari MC dan larut dalam pertukaran cerita diantara dua kebudayaan dan agama yang berbeda.
Zeline yang terakhir memasuki ballroom tersebut, Anin dan Joe setia menemani Zeline dari dibelakang.
Beberapa langkah lagi kaki Zeline menuju pintu besar ballroom, Joe mempercepat langkahnya kemudian membukakan pintu tersebut untuk Zeline, tubuhnya sedikit membungkuk kemudian tangannya merentang kearah dalam Ballroom mempersilahkan Zeline masuk.
__ADS_1
Saat pintu itu terbuka, semua pandangan langsung memandang kearah pintu dimana Zeline seperti gerakan slow motion memasuki Ballroom dengan anggun dan balutan gaun rancangan desiner ternama yang mencetak tubuh indahnya.
Decakan kagum terdengar diudara, bahkan King hingga tak berkedip menatap Zeline yang begitu cantik, make up yang pas sesuai umur juga gaunnya. Fantasi liar mulai timbul saat melihat body goals Zeline yang pas dan padat ditempat yang seharusnya. Apalagi King tau betul Zeline masih menjaga baik kesuciannya, dengan rasa percaya diri yang tinggi King akan memiliki tubuh Zeline seutuhnya sebentar lagi.
Langkah Zeline mulai mendekati meja panjang yang menajadi inti utama acara malam ini, tapi langkahnya perlahan mulai melambat, jantungnya bergemuruh kencang membuat nafasnya sedikit tersengal saat menangkap sesosok pria yang seumur hidupnya tak ingin ia temui lagi.
"Kevlar...," ucapnya tanpa suara.
Butiran bening sudah menggenang dipelupuk mata saat tiba-tiba kilasan percintaan panas pria itu dengan wanita lain tak sengaja ia saksikan kini menari-nari dibenaknya.
Bahkan sekarang ia tak sanggup untuk melangkahkan kakinya lagi, ia mematung di tempatnya.
"Aku masih mencintainya" batin Zeline seolah mengingatkan
King menyadari arah tatapan Zeline lalu menangkap garis lurus itu dan mengikutinya hingga menemui akhir dari tatapan Zeline yang tertuju pada Kevlar, adik sepupunya. Anak dari Aunty Humasa yang merupakan adik tiri Papi Zach. Kening King terlipat dalam, masih mencari arti dibalik tatapan Zeline terhadap adik sepupunya itu.
Bola mata Zeline hampir keluar dari tempatnya begitu pula dengan jantungnya dan dadanya sudah terasa sesak. Buliran bening kini sudah berdesakan ingin mengalir dan membanjiri pipi mulus itu. Sekali saja Zeline mengedip sudah bisa dipastikan, make upnya luntur dan luruh lantah dengan air mata.
Tapi tidak!! Ini tidak boleh terjadi. Hal yang memalukan bila Zeline menangis didepan seluruh keluarga, apa yang harus ia katakan nanti?
Apalagi melihat Kevlar yang hanya tersenyum ramah dan hangat padanya seperti tidak mempunyai dosa. Bahkan binar dimata pria itu hanya memperlihatkan kerinduan sebagai seorang sahabat, tidak ada cinta sedikit pun.
Tapi kenapa dulu pria itu begitu manis, memperlakukannya seperti seorang kekasih. Sering mencium pipi dan keningnya juga pelukan hangat. Bahkan pria itu memberikan pengalaman pertama dalam hal ciuman kepada Zeline dan cumbuan yang begitu memabukan.
"Brengsek!!" batin Zeline lagi.
"Nona Zeline.... " panggil MC membuyarkan lamunan gadis itu.
Ternyata itu adalah entah panggilan keberapa kali karena Zeline terlampau hanyut dalam pikiran dan perasaannya.
Zeline menghirup nafas dalam kemudian mendongak menatap satu persatu keluarga mertua dan keluarga besarnya dengan mengulas senyum tipis tanpa mengurangi aura kecantikan alaminya.
Zeline kembali melangkahkan kakinya menuju kursi kosong yang telah disediakan diantara King dan Mama Rena.
Dan yang paling sialan, Kevlar duduk tepat didepannya. Zeline menatapnya dengan canggung makin membuat King penasaran dan bertanya-tanya.
"Hai... Kau masih ingat aku?" bisik Kevlar dengan mencondongkan tubuhnya dan senyum smirk, tentu saja mendapat perhatian King.
Zeline kembali mengulas senyum simpul lalu melirik kearah King disebelahnya sembari meremat kedua tangan menyalurkan kegugupan yang dirasa.
King menatap Zeline dengan penuh tanya bahkan kedua alisnya menaut. Tapi mana bisa Zeline menjelaskan dan sepertinya ia pun tak perlu menjelaskan apa-apa pada pria itu.
__ADS_1
Makan malam dilalui dengan hangat dan suka cita, keluarga besar keduanya akan bersatu dalam satu satu ikatan pernikahan.
Selama makan malam Kevlar tak henti menatap Zeline bahkan membuat King sedikit terganggu karena tatapan Kevlar yang penuh arti.