
"Kiiing... Besok pagi aku pergi!" Zeline mengintip sang suami dari pintu ruang kerjanya.
Pria itu mendongak dari layar laptop dan menatap istrinya nanar, sungguh berat melepas Zeline walau hanya tiga hari ke Bali.
Entahlah perasaannya begitu tidak enak, mungkin karena selama ini istrinya itu selalu dalam jangkauannya.
Sedangkan minggu ini proyek bersama Jacob sedang dalam puncaknya, King tidak bisa meninggalkannya begitu saja setidaknya hanya minggu ini tapi itu ternyata bertepatan dengan pekerjaan Zeline ke Bali.
Sepintas ia ingin meninggalkan proyek tersebut tapi nama Alterio akan menjadi rusak nantinya.
Kalau Zeline masih di Jakarta, ia bisa kejar-kejaran dengan meeting dadakan atau peninjauan ke lapangan tapi jarak dari Bali - Jakarta akan membutuhkan banyak waktu.
King menutup laptop kemudian berjalan menuju pintu dimana sang istri masih berdiri.
Pria itu menangkup pipi Zeline dengan kedua tangannya, "Kamu ga bisa nurut aja ya sama suami kamu?" King berujar dengan nada suara rendah dan memelaskan wajahnya.
Hanya pada Zeline lah pria itu bisa merendahkan dirinya karena jalan kekerasan bukan solusi untuk membuat Zelinenya menurut.
Zeline menatap manik abu itu lekat, bibirnya tidak sanggup bilang tidak.
Membuang nafas, pria itu memeluk Zeline erat seakan enggan untuk melepaskan.
Mereka hanya berpelukan tanpa sepatah katapun, kemudian King menuntun Zeline menuju kamar.
Keesokan paginya, Zeline pergi pagi sekali bahkan saat itu King belum bangun.
semalaman suaminya benar-benar memuaskan hasrat dirinya sendiri sebelum ditinggal selama tiga hari ke Bali.
Bahkan Zeline belum sempat terlelap karena sudah harus bersiap untuk mengejar pesawat menuju Bali.
Setelah sampai loby apartemen, Joe sudah memarkirkan mobilnya didepan loby.
"Cape banget muka kamu, Lin!" sapa Anin saat Zeline memasuki mobil.
"Cape aku semaleman ngangkang terus!" selorohnya sama sekali tidak menutupi kebenaran.
"What???" Anin dan Joe bergumam secara bersamaan kemudian tergelak.
Nona mudanya ternyata kini sudah benar-benar dewasa.
"Aku heran ko Tuan Muda kasih ijin sih, Lin? Padahal beberapa waktu lalu nolak mentah-mentah loh!" kening Anin terlipat dalam.
"Iya... Aku yang memohon!" balas Zeline yang sudah menyandarkan tubuhnya dengan mata terpejam.
Anin tidak berani kembali berkomentar karena Nona mudanya itu memang butuh istirahat agar siang ini bisa memulai aktifitasnya sebagai artis tanpa jejak hitam dibawah matanya.
Bali hari itu terasa sangat panas, dengan dress putih bertali spagheti, kaca mata hitam dan topi bulat dikepalanya, Zeline bersama aktor muda tanah air mulai melakukan syuting acara jalan-jalan mereka disana.
Syuting yang akan dilakukan selama dua hari itu memang menyita banyak waktu dan tenaga.
Break syuting yang sebentar dengan tempo sedikit membuat Zeline kelelahan, saat break berkali-kali Zeline mengecek ponselnya tapi tidak ada pesan atau telepon dari sang suami.
Zeline yakin Kingnya sedang marah. Tapi mau bagaimana lagi, ia pun harus melakukan pekerjaannya.
Setelah sunset yang indah di langit Bali, syuting pun dihentikan.
Zeline buru-buru mengajak Anin dan Joe kembali ke hotel, ia akan tidur lebih awal karena tubuhnya benar-benar lelah.
__ADS_1
Setelah membersihkan tubuh dan hendak merebahkan tubuhnya diranjang king size yang sedari tadi seolah sudah melambai, bel kamar hotel Zeline berbunyi.
Dengan malas Zeline menyeret kakinya ke arah pintu.
Ceklek...
"Kevlar... " sapa Zeline tidak percaya.
"Lin... Ayo kita makan malam, yang lain udah menunggu di resto!" ucap pria itu santai.
"Hah?" Zeline melongo,
"Ayo ganti baju, setelah makan kita ke club... " pria itu berujar kembali.
"Nggak ah, Kev... Aku cape... Aku mau tidur ya!" jawab Zeline dengan malas dan hendak menutup pintu tapi tangan Kevlar menahannya.
"Lin... Ayo donk! yang lain udah pada nunggu tuh!" Kevlar sedikit memaksa dan Zeline yang merasa tidak enak akhirnya menuruti keinginan Kevlar.
"Ya udah... Tunggu di loby!" pinta Zeline dengan wajah kesal tapi tak urung mengiyakan permintaan Kevlar.
Zeline meminta Anin dan Joe untuk ikut karena tidak ingin ada pemberitaan lain yang malah menambah masalah rumah tangganya.
Seharian itu King dan Zeline belum berkomunikasi malah Zeline melupakan ponselnya di kamar.
Hari ini King tidak menyia-nyiakan waktunya untuk bekerja, pria itu memadatkan jadwalnya selama Zeline di Bali.
Tapi saat akan menghubungi sang istri, ponselnya tidak bisa dihubungi.
Tiba-tiba di ponselnya muncul notif dari Jenifer, gadis itu mengirim foto Zeline dan Kevlar yang terlihat mesra.
Di foto tersebut terlihat Kevlar seperti sedang mencium Zeline dan membuat mata King menyalang.
Tapi King teringat moment-moment terdahulu saat ia melakukan hal bodoh karena terbakar api cemburu.
Lalu jempolnya kembali menggeser layar ponsel mencari kontak Anin.
Belum juga kontak asisten sang istri itu ia temukan, yang dimaksud sudah menghubunginya.
"Hallo... " jawab King cepat,
"Saaayaaaaaaanggg.... " suara manja Zeline terdengar dan seketika bara api yang sedari tadi King rasakan setelah melihat foto mesra istrinya dengan pria lain perlahan padam.
"Baby.... " panggil King menahan suaranya,
"King... Kamu kemana aja? Seharian ga telepon aku! Kamu marah ya sayang? Aku seharian sibuk banget, breaknya cuma sebentar... Pas mau tidur, eeeh.... Kevlar sama yang lain ngajakin makan malam, mau ga mau kan aku ikut masalahnya semua kru dan temen-temen artis yang lain juga ikut... Tapi aku ajak Anin sama Joe juga... Oh ya sayang, handphone aku ketinggalan di hotel, ini udah mau balik.... Seharusnya aku ikut ke club, tapi aku nolak... Aku bilang aku ga enak badan, bodo ah mau di omongin juga.... Kamu lagi apa sayang?"
Panjang lebar Zeline tanpa jeda menjelaskan semuanya, King menyesal karena sempat tidak mempercayai sang istri.
Seharusnya dia sudah curiga saat Jenifer mengirim foto sialan itu.
"Sayaaaang? Are you there?" panggil Zeline yang membawa kembali King pada kenyataan.
"Yes baby... " jawab King pelan.
"Sayang... Kamu marah ya?" tanya Zeline dengan manja.
"Ngga marah... Cuma kangen kamu!" jawab pria itu dengan suara bariton sexynya.
__ADS_1
"Miss you too... " jawab Zeline dengan tersipu, hatinya kini tenang.
"Sayang... udah sampe rumah? Udah makan? Udah mandi?" Kini Zeline mencecar King dengan pertanyaan bentuk dari perhatiannya.
"Udah, Baby! Aku udah diatas kasur" balas King menyingkat jawaban dari Zeline.
"Ya udah... Aku juga udah sampe hotel... Good Night Hubby, I Love You!"
"Love you too, baby!"
Setelah mengakhiri panggilan teleponnya, Zeline menggenggam erat ponsel Anin dan menyimpannya didada.
Zeline benar-benar lega karena suaminya tidak marah, dan kenapa ia merasa berbunga-bunga seperti ini mirip ABG yang sedang jatuh cinta.
Sama halnya dengan King, pria itu tersenyum mendengar ungkapan cinta dari sang istri yang jarang sekali ia dengar.
Ternyata sedikit berpisah membuat cinta mereka makin tumbuh dan King akan tidur nyenyak malam ini karena hatinya mempercayai Zeline.
Jenifer dan Kevlar salah bila ingin memisahkan King dan Zeline dengan cara kampungan seperti itu.
Mereka harus lebih kreatif lagi membuat rencana memisahkan Zeline dan King, walau sebetulnya Kevlar sudah tidak tertarik lagi untuk mengganggu sepupu tapi musuhnya itu.
Tadi saja, Kevlar tidak begitu memaksa Zeline untuk pergi ke club.
Pria itu sudah kehilangan semangat untuk mendapatkan Zeline karena berkali-kali gadis itu menyadarkannya dengan halus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf kalau updatenya slow banget, karena thornya lagi ada proyek di aplikasi novel tetangga yang berbayar.
Disana thor sudah dikontrak dan komitmen harus update setiap hari.
Sekali lagi maafkan, 🙏
Tapi walau lambat, thor akan menyelesaikan novel ini.
Maaf kalau belum bisa memenuhi ekspektasi kalian ya sayang-sayang ku, dan sama sekali thor tidak ingin membodohi para readers malah ingin memberikan hiburan dengan imajinasi thor.
Terimakasih sebesar-besarnya yang sudah setia like, comment dan vote.
__ADS_1
Walau pun ga banyak tapi thor hargai dari pada yang baca aja tanpa meninggalkan jejak apapun.
Hug & Kiss 💋💋