Zeline Dan King

Zeline Dan King
Ungkapan cinta


__ADS_3

"Tau lah..." sautnya dengan tangan yang masih membelai pipi Zeline.


"Ko bisa?" dahi Zeline mengernyit meminta penjelasan.


"Aku raba waktu kamu udah tidur..., ga ada yang ganjel, jari aku langsung menyentuh itu" jawabnya santai dengan dagu menunjuk daerah kewanitaan istrinya.


"Kiiiing...." jerit Zeline sambil menutup wajahnya malu.


King terkekeh menghela tangan Zeline yang menutup wajah cantiknya.


"Kamu ga marah?" tanya Zeline hati-hati.


"Nggaaaa, ga apa-apa... Aku ngerti ko" jawabnya santai


"Aaaahh.... Kiiiing, maaf" Zeline langsung memeluk tubuh suaminya hingga pria itu terlentang mendapat serangan pelukan dari Zeline.


Zeline semakin merasa bersalah, saat itu ia tau bahwa suaminya sedang berada dipuncak hasrat, sedangkan ia tega membohongi King dengan mengatakan sedang dalam masa period, hingga membuat pria itu harus mandi air dingin untuk meredam hasratnya ditambah sekarang King tidak marah dan mempermasalahkan hal itu walau tau kebohongan istrinya, Zeline tersentuh.


King terkekeh geli.


"Iyaaaa.... Ga apa-apa" Sautnya lembut sambil mengelus kepala Zeline.


Entah kenapa jantung keduanya kini berdetak lebih kencang, usapan King di kepala istrinya turun kepunggung lalu kepinggang.


Setelah sampai di pinggang, King menelusup kan tangan kedalam kaos Zeline. Meremas pinggang ramping itu sebentar lalu naik lagi ke punggung.


King merasa seperti baru pertama kali mencumbu seorang gadis, otak nya tidak berfungsi dan bingung harus melakukan apa sebelum ke permainan inti.


Ia hanya berlama-lama mengelus punggung mulus istrinya. Sedangkan Zeline menunggu-nunggu hal selanjut nya terjadi dengan nafas yang mulai tersendat.


King memperlakukan Zeline seperti porselen yang rapuh dan kapan saja bisa pecah, ia sangat hati-hati karena ini adalah yang pertama untuk gadis itu.


Dengan lembut, pria itu merubah posisi hingga kini Zeline berada dibawahnya.


King membaringkan tubuhnya disamping, menarik selimut menutupi tubuh polos mereka lalu menarik Zeline dalam dekapannya membawa kepala wanita itu terbenam didada bidangnya dan berkali-kali mencium puncak kepala Zeline.


"I love you, baby... " bisiknya lembut.


Zeline melingkarkan tangan diperut King sambil mencoba menenangkan detak jantungnya, dengan mengatur nafas. Ia memejamkan mata merasakan semua kasih sayang dan cinta dari suaminya.


Pria playboy itu memperlakukannya sangat lembut, haruskah ia balik mencintainya? Karena bila seorang Zeline sudah mencintai, sampai kapan pun dan apa pun yang terjadi cinta itu hanya milik King.


Waktu tempuh Indonesia - Paris hanya memakan waktu 14 Jam saja dengan menggunakan Privat Jet milik King.

__ADS_1


Salah satu contoh nya adalah beberapa jam yang lalu saat Zeline berdansa dengan Rangga teman masa kecilnya, emosi King langsung tersulut. Ingin rasanya memisahkan keduanya, benci melihat tangan Rangga melingkar di pinggang ramping istrinya.


Untung sahabatnya yang seorang polisi itu menahan King agar tidak berbuat sesuatu yang bisa menghancurkan pestanya.


Saat itu Daniel menahan King yang akan menghampiri Zeline dan Rangga, mencoba memberikan pengertian agar King bisa bersabar dan menahan emosinya.


"Kalau kamu mau gadis itu jatuh cinta sama kamu, tunjukin pengorbanan kamu, bro! Sabar, setiap perempuan suka sama lelaki yang penyabar. Dan kamu sudah menang telak dengan menjadi suami Zeline yang syah!" Kata-kata bijak Daniel kembali terbayang.


King menempelkan pipinya di puncak kepala Zeline.


Flash Back ON


"*Kamu ga marah kan tadi aku berdansa sama Ka Rangga?" tanya Zeline setelah selesai berdansa dengan Rangga, melihat suaminya sedang duduk sambil menatapnya.


Entah sejak kapan pria itu menatapnya yang pasti setelah Rangga melepaskan rangkulannya di pinggang dan gadis itu berbalik langsung mendapat tatapan tak terbaca dari suaminya.


"Ngga" jawab King datar


"Kamu mau balas dendam ya nanti... Pergi sama Jenni?!" goda Zeline dengan ceria padahal dia tau hatinya akan sakit bila mendengar jawaban IYA


"Ngga" saut King lagi tanpa berkedip menatap manik mata Zeline


"Boohoooong" pancing Zeline dengan suara manjanya.


"Ngga, Baby! Aku ga bohong...," King berucap sambil mengelus pipi Zeline saat gadis itu sudah duduk disampingnya.


Zeline memeluk King dari samping dan menyimpan dagunya di pundak suami tampannya itu*"


Flash Back Off


Dan ucapan Daniel terbukti, Zeline makin menempel padanya. Gadis itu tidak menolak saat King menggenggam tanganya, memeluk pinggangnya posesif saat berjalan dan mencium pipinya didepan banyak orang. Yang ada hanya rona merah diwajah cantiknya itu.


King mengecup puncak kepala Zeline sambil tersenyum. Baru kali ini ia merasakan berbunga-bunga saat bersama seorang gadis karena biasanya para gadis yang datang merayunya.


Sedangkan bersama Zeline, King harus memperjuangkannya dan saat gadis itu jatuh kepelukannya ada kepuasan tersendiri.


Zeline yang selalu galak dan menolak bersentuhan kini setelah King berhasil mendapatkan hatinya menjadi manis dan menggemaskan. Sensi saat menyentuhnya belum pernah pria itu rasakan sebelumnya.


Getaran-getaran dan gelitikan di perut ketika mencium bibirnya, bahkan menggenggam tangannya saja saat ini jantung King seperti sedang berlari marathon.


Apalagi membayangkan malam pertama dengan Zeline yang masih suci belum tersentuh pria mana pun, sepertinya semua pengorbanan ini tidak sia-sia.


Pasalnya selema ini King belum pernah tidur dengan gadis yang masih perawan, sama prinsipnya dengan Papi Zach saat muda, tak ingin terikat dan merasa bersalah Just One Night Stand. Hanya Jenifer yang selama ini kuat dan menerima ia apa adanya, entah apa yang diinginkan gadis itu darinya.

__ADS_1


Ngomong-ngomong soal Jenifer, beberapa hari lalu gadis itu menghubunginya sekembali ke Indonesia. Ia datang langsung ke kantor tapi King tidak mau menemui.


Gadis itu mengirimkan beberapa pesan singkat ancaman kepada King hingga ia harus memblokir nomor Jenifer.


King mengambil telepon genggam di saku celana jeansnya, ia membuka aplikasi pesan singkat dan membaca kembali pesan yang Jenifer kirim kepadanya.


***Jenifer :


[Kenapa kamu menghindar? Aku hanya ingin bicara, hubungi aku]


[Sayang, aku tak apa kau menikah dengan Zeline tapi jangan tinggalkan aku, please]


[King please.... Biarkan aku jadi simpanan mu]


[King!!! Angkat telepon ku, kita harus bicara!!!]


[Heh!!! Brengsek!!! Jangan membuat pengorbanan ku sia-sia selama 10 Tahun ini!!!]


[Oke... Kamu akan menyesal King, lihat saja! Kamu tidak akan pernah bahagia bersama Zeline***!!!]


Rentetan pesan singkat ditambah 115 panggilan tak terjawab Jenifer membuat King memutuskan untuk memblokir nomor gadis itu.


Tidak hanya sampai disitu King juga berjaga dan lebih waspada terhadap Jenifer, gadis itu sangat abisius dan akan melakukan segala cara mengerikan untuk mencapai keinginannya.


10 Tahun memang bukan waktu sebentar bersama seorang gadis, Jenifer disana saat King membangun bisnisnya. Berada disampingnya saat jatuh bangun perjuangan itu dimulai.


Cinta, pernah kah King mencintai Jenifer? Tapi gadis itu selalu bisa memuaskannya dalam segala hal. Selalu bisa menenangkannya dan tidak pernah menyusahkannya kecuali masalah materi, Jenifer memang selalu menuntut uang saku kepada King dan pria itu tidak pernah menolak, King pikir itu adalah satu bayaran atas service yang Jenifer berikan.


Entahlah, King tidak mau memikirkan itu dulu sekarang. Ia akan menikmati perasaan yang baru pertama kali ia rasakan ini pada Zeline, istrinya.


Setelah pesawat mendarat dengan mulus dilandasan pacu pribadi, King membangunkan istrinya dengan mencium lembut bibir yang kini sudah menjadi candu itu.


Zeline langsung terbelalak merasakan bagian yang tidak bertulang itu melesat masuk kedalam mulutnya dan bermain disana.


Zeline tertawa dalam ciumannya, dengan berat hati King harus menghentikan aksinya itu karena Zeline sudah terbangun.


"Kamu apaan sih?" Zeline mengusap bibirnya sambil terkekeh


"Bangunin kamu laah... Udah sampe" jawabnya sambil merapikan kemeja lengan panjang yang ia gulung sampai sikut.


"Aku laper... " rengek Zeline


"Ya gimana ga laper kamu tidur terus, pegel nih pundak aku... " saut King pura-pura ketus.

__ADS_1


"Resiko punya istri, harus siap sedia... Sepenuh jiwa dan raga, eeeh... Kaya pernah denger ada pria yang bilang gitu ke aku" sindir Zeline sambil mendelik manja kearah suaminya.


King mengulum senyum, ia ingat beberapa hari lalu mengucapkan kalimat itu dengan emosi karena istrinya selalu membantah aturan yang dibuatnya.


__ADS_2