
Setelah makan siang, King mengantar Zeline ke rumah Mama Rena karena Anin dan Joe sedang bertugas untuk mengurus kembalinya Zeline ke kampus setelah itu bertemu dengan Tuan Mahesa, pengacara keluarga Gunadhya untuk membicarakan masalah perubahan kontrak Zeline pada stasiun TV milik Kevlar.
King benar-benar mengerahkan semua kemampuannya agar Zeline lepas dari kontrak yang sengaja Kevlar buat. Bahkan ia sudah berniat untuk datang ke London menemui Uncle Sam langsung dan meminta mantan asisten Papinya itu untuk membantu.
*Kediaman Papa Andra
"Ma... King langsung pergi lagi ya, masih ada meeting di kantor"
"Oh gitu, nanti malam kalian nginep disini aja ya... Mama kangen sama Zeline" pinta Mama Rena penuh harap.
King melirik Zeline, dan ternyata istrinya itu pun sangat menginginkan untuk menginap di rumah Mama Rena terlihat dari tatapan memelas yang ia perlihatkan kepadanya.
"Iya Mah... Nanti malam kita menginap disini" akhirnya King mengiyakan permintaa mertua dan istrinya itu.
Setelah berpamitan kepada Ibu mertua dan mencuri cium di kening istrinya, King melajukan mobil sport miliknya keluar dari halaman rumah Papa Andra dengan kecepatan sedang.
Ia harus kembali ke kantor untuk mengerjakan tugasnya dan melakukan meeting pagi ini yang diundur sore harinya.
*****
* Ruangan King
Tok... Tok... Tok...
Ceklek...
"Tuan Muda, maaf.... " Elgi sedikit ragu, untuk menyampaikan maksudnya.
"Ada apa?" King melepaskan fokus dari laptop yang berada dimeja kerjanya, pria itu mendongak menunggu apa yang akan Elgi sampaikan.
"Tadi Malam Nyonya Zeline telepon menanyakan Anda dan Nona Jenifer. Ia menginginkan CCTV dari Nightclub yang Tuan datangi tadi malam... " Elgi berujar dengan hati-hati.
"Mana CCTV nya?" King tau, rekaman CCTV itu pasti sudah Elgi dapatkan.
Elgi maju selangkah mendekat kearah King dan memberikan flashdisk berisi rekaman CCTV yang Zeline minta.
Untungnya tidak ada yang aneh setelah King melihat hasil rekaman itu, karena tadi malam mereka ada dalam ruang VIP yang tidak bisa diakses oleh CCTV, tapi walau begitu bila Zeline melihatnya, gadis itu pasti akan marah besar melihat secara langsung suaminya bersama mantan kekasih ada dalam satu ruangan tertutup. Apalagi Jacob sempat keluar beberapa menit, dan saat itu adalah ketika King dan Jenifer berciuman mesra. Jeda yang begitu lama sepeninggalan Jacob akan membuat pikiran Zeline menjadi liar.
Walau pun yang terjadi memang seperti itu, untungnya adegan ciumannya dengan Jenifer tidak terlihat CCTV. Sekali lagi King menyesal telah berbuat bodoh.
"Apa ahli IT kita bisa mengedit rekaman ini? Buat Jacob tidak pernah keluar dari ruangan itu!" King mengembalikan flasdisk tersebut kepada Elgi.
"Bisa Tuan..." jawab Elgi cepat.
"Oh ya... Apa lagi yang Zeline katakan?" pertanyaan King membuat Elgi mengurungkan niatnya untuk segera pergi dari sana.
Kemudian sekertaris kepercayaan King yang selalu sigap dalam setiap situasi itu menyimpan ponsel di meja setelah membuka aplikasi rekaman diponselnya.
Dan terdengar lah semua percakapan Zeline dan Elgi dini hari tadi. Sudut hati King bergetar mendengar suara Zeline yang sedang terisak dan mengkhawatirnya.
Padahal gadis itu sudah menunggunya hingga larut malam, lalu mencoba melayaninya dengan baik dan setelah itu malah mendapat kekecewaan berupa pesan singkat dari mantan kekasih suaminya.
Sepertinya sejuta kata maaf tidak akan membuat salahnya kepada Zeline akan terhapus begitu saja.
"Tuan... Dan satu lagi, pengacara kita sudah menunggu di ruang rapat, Tuan Zachery juga baru saja tiba" Elgi membawa King kembali kedunia nyata.
"Sebentar lagi saya kesana..."
__ADS_1
Elgi membungkuk sebelum undur diri dari Tuannya, sedangkan King kembali menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda, beberapa menit kemudian ia terlihat keluar dari ruangannya menemui Zach dan pengacaranya di ruang rapat bersama Elgi.
*****
*Kediaman Papa Andra
"Kayanya kamu udah mesra ya sama King?" goda Rena pada anak bungsunya, tangannya sibuk membuat adonan kue.
"Paan sih Ma, ya mesra lah kan suami istri... Kaya Mama dan Papa" elak Zeline dengan wajah merona.
"Kemarin-kemarin kan kamu ga mau dinikahin sama King" ledek Mama Rena lagi.
"Itu kan dulu Ma... " saut Zeline seraya memasukan kue yang sudah ia cetak kedalam oven.
"King orangnya gimana, sayang?" selidik Mama Rena, dengan pura-pura fokus membuat adonan kue.
"Romantis tapi posesif Ma, masa aku suruh batalin kontrak di stasiun TV milik Papi Zach, eh lebih tepatnya milik mantan asistennya yang menikah dengan Aunty Humasa itu loh Ma, adiknya Papi Zach... sekarang CEO diperusahaan itu adalah Kevlar, anaknya aunty Humasa dan Uncle Sam" tutur Zeline mencoba menjelaskan.
"Terus, kenapa King minta kamu batalin kontraknya?" kening Mama Rena mengkerut dalam pertanda ia belum paham duduk masalahnya.
"Jadi dulu aku pernah suka sama Kevlar, jatuh cinta banget... Tapi kita ga pernah pacaran, aku aja yang suka sama dia kayanya dia ngga... " Zeline menjeda kalimatnya, ia terduduk lesu di kursi bar.
"Sampai aku liat dia sedang... Emmmm, ya gitulah Ma, berhubungan suami istri tapi belum menikah. Tapi aku ga pernah gitu loh Ma, sama dia! Sumpah!!! " tambah Zeline dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya bersamaan.
Mama Rena terkekeh... "Ya terus kenapa? Masa King cemburu cuma gara-gara itu?" cecar Mama Rena tidak puas akan penjelasan anaknya.
"Inget waktu di Aussie King mukul Kevlar?" tanya Zeline dengan tatapan serius.
Mama Rena menganggukan kepalanya, " Itu karena Kevlar ngomong yang nggak-nggak tentang aku, trus ternyata Kevlar sengaja milih aku jadi salah satu artis tetap stasiun TV nya biar dia bisa deket-deket sama aku, gitu katanya Ma" tutur Zeline panjang lebar.
"Rumah Kevlar depanan sama rumah Oma Merry di London, kalo libur sekolah aku ketemu dia disana... Kalo masalah dulu aku yang suka sama Kevlar dan dia ngga, kayanya dia sekarang nyesel trus malah ngejar-ngejar aku karena aku udah jadi milik sepupunya, cowok brengsek mah kan emang gitu, Ma" Zeline mengendikan bahu lalu mengambil anggur hijau yang tersaji diatas meja makan dan kemudian memakannya.
"Oooh... Tapi kamu udah ga suka sama Kevlar, kan?"
"Kayanya sih, Ngga... Ma!" Zeline memperlihatkan semyum merekah seperti dalam iklan pasta gigi.
"Ko kayanya? Harus yakin donk!" Mama Rena mulai sewot, ia teringat saat awal pernikahannya, karena tidak menurut pada Andra, hampir saja ia kehilangan anak dan suaminya. (Kalau belum ngerti, baca Novel Cerita Cinderela Versi Aku, ya, 😁)
"Sayang, denger Mama ya... Apapun itu selama tidak melanggar norma dan aturan agama, kamu harus nurut sama suami karena King tau yang terbaik buat kamu dan keberlangsungan rumah tangga kalian. Sekalipun suami kamu meminta untuk berhenti total dari dunia entertainment, kamu harus nurut ya sayang" Mama Rena sudah duduk disamping Zeline, tatapan matanya terlihat serius tapi sendu, sesekali ia menyelipkan anak rambut kebelakang telinga Zeline.
Zeline terenyuh, Mama Rena belum pernah seserius ini dalam menyampaikan sesuatu. Tatapannya begitu dalam dan ada kesedihan disana.
"Oke Mah... " saut Zeline sambil mengedipkan satu matanya.
Mama Rena menjawil hidung Zeline gemas, kemudian berkali-kali mencium pipi anak bungsunya itu lalu membawanya untuk dipeluk.
Dalam hati Zeline teringat Ken dan Azalea, ia belum bisa mengabarkan apapun pada kedua orang tuanya. Ia tak ingin salah langkah, karena menyangkut dua keluarga yang sama-sama mengutamakan kehormatannya.
Malam harinya semua berkumpul dimeja makan, menikmati makan malam bersama.
"Kata Tuan Mahesa, kamu memintanya untuk membatalkan kontrak Zeline dengan salah satu stasiun TV, apa betul, King?" disela makan malamnya Papa Andra bertanya.
"Betul Pa, King mau Zeline fokus lanjutin kuliah dulu sedangkan kalo terikat kontrak di stasiun TV itu setiap hari dari pagi sampai malam, Zeline bisa berada disana terus" jawab King setengah berbohong.
"Lalu kenapa dulu kamu terima aja?" Kini pertanyaan itu Papa Andra tujukan kepada Zeline.
Zeline tidak siap akan pertanyaan Papa nya itu, dan tidak mungkin ia menyalahkan Anin apalagi memberitahu bahwa CEO distasiun TV tersebut adalah seseorang yang pernah ia cintai dan telah membuat suaminya cemburu.
__ADS_1
"I... Iya Pa, kirain ga sepadat itu jadwalnya" jawabnya berbohong.
Papa Andra menghela nafas, coba kamu diskusikan dengan orang yang kedudukannya paling tinggi atau yang berwenang disana, jangan sampai kamu kena somasi" Papa Andra memberi saran.
Tiba-tiba Zeline mendapat ide cemerlang dari ucapan Papanya itu, sepertinya ia harus bertemu dan berbicara dengan Kevlar.
"Ya, harus... " batin Zeline.
"Lagi King usahain dengan jalan kekeluargaan dulu, Pa... King akan bayar ganti rugi berapa pun yang stasiun TV itu minta" jawab King lugas.
Papa Andra manggut-manggut mendengar penjelasan anak mantunya itu.
Setelah makan malam, Papa Andra langsung menuju ruang kerjanya dan King masuk kedalam kamar Zeline juga untuk mengerjakan pekerjaanya yang ia bawa pulang sekalian memberikan waktu untuk Mama Rena dan Zeline menghabiskan waktu bersama.
Sudah hampir tengah malam, Zeline kembali ke kamarnya. Ia masih melihat King serius mematuti layar laptop dengan jari-jari panjang yang menari indah diatas keyboard. Pria itu duduk di meja belajar Zeline yang penuh dengan manik-manik berbulu berwarna pink sangat kontras dengan tubuh tegapnya.
Zeline terkikik geli melihatnya, kemudia perlahan seperti mengendap berjalan hingga tepat berada dibelakang King.
Wanita itu melingkarkan tangannya di leher suaminya, menumpukan dagu dipuncak kepala King.
"Udah malem, bobo yu... " ajak Zeline sambil merekatkan pelukannya, kini wajahnya sudah berada diceruk leher King.
"Kamu ga mau buka rekaman CCTV dari Elgi dulu? Tuh dari tadi handphone kamu bunyi..." saut King sambil mengulum senyumnya.
Sontak Zeline melepaskan pelukannya, ia langsung mengambil ponsel yang tergeletak persis disamping laptop King.
"Issshh.... Kamu ngintip handphone aku ya?" desis Zeline tidak suka.
"Abis handphone kamu ga dikunci!" King menutup laptopnya kemudian beranjak menghampiri Zeline yang sedang tengkurap di ranjang.
King merebahkan tubuhnya terlentang di samping Zeline.
"Nanti lagi, kamu jangan nangis sendiri ya... Bangunin aku, trus tanya sama aku jangan sama Elgi" pintanya lembut sambil mengusap pipi istrinya yang lembut.
Zeline berdecak sambil memutar bola matanya.
"Kamu mana ngaku... Kalo nanya sama kamu, yang ada kita malah berantem! Aku pasti emosi... " Zeline mengerucutkan bibirnya.
"Kamu cemburu, baby?" King menahan senyumnya.
"Ih ngga ih... Enak aja!" elak Zeline sambil membalikan tubuhnya membelakangi King, ia tau wajahnya sudah merona tak ingin King menangkap rona merah dipipinya.
King melingkarkan tangannya pada pinggang Zeline, lalu beringsut lebih mendekat mendekap tubuh ramping istrinya.
"Aku seneng loh kamu cemburu, itu berarti tandanya kamu udah mulai mencintai aku, thanks baby" bisiknya lembut ditelinga Zeline.
"Ih geer kamu mah..." dengus Zeline pura-pura kesal.
Yang dibalas King dengan kekehan, tangannya mulai sibuk menyentuh bagian lembut didada Zeline.
"King... Ga tiap hari juga kali"
"Iya ngga, megang doaaankk.... "
Zeline menghela nafasnya, ia membiarkan suaminya menyentuh setiap inci tubuhnya. Lama-kelamaan sentuhan itu melambat dan berhenti, terdengar dengkuran halus dari hidung King menandakan pria itu sudah memasuki alam bawah sadarnya.
Zeline tersenyum, kemudian mengeratkan pelukan suaminya, menautkan jari diantara jari King yang berada diperutnya untuk kemudian menyusul suaminya memasuki alam mimpi.
__ADS_1