
Sedetik kemudian pikiran negatif hinggap dikepala cantiknya, banyak pertanyaan berputar-putar yang tak bisa ia jawab seperti apakah King mememperlakukan Jeni dan wanita lain selembut ini? Apakah pada saat sedang menghentaknya tadi ia memikirkan wanita lain dan membandingkannya? Apakah ia cukup memuaskannya seperti Jeni atau wanita one night standnya? Apa Jeni dan wanita one night standnya bisa memuaskan King? Apa King akan meninggalkannya setelah ini? Apa King masih akan tidur dengan wanita lain setelah ini?
Zeline memejamkan mata dengan jantung berdebar dan hati terasa perih tidak rela tubuh suaminya dinikmati wanita lain walaupun saat dulu kala ketika ia belum bertemu dengan pria itu, perasaan cemburu yang belum wanita itu mengerti yang membuat hatinya bergetar hebat. Bagaimana tidak? Tubuh kekar dengan otot yang terpatri indah ini di sentuh oleh wanita lain? Belum lagi senjata King yang berhasil memenuhi nya tadi yang membuat Zeline sejanak melayang dan mendesah nikmat. Ah membayangkan nya saja Zeline tidak mampu sangat tidak rela. Pantas saja Jeni bertahan hingga kini, mungkin ia ketagihan dengan belaian King.
Cumbuan King lebih hebat dari yang Zeline rasakan bersama Kevlar, King benar-benar hebat.
"Aaarrrgghhh... Kenapa jadi mikir mesum gitu sih?" teriak Zeline dalam hati, tanpa sadar ia menggelengkan kepala menimbulkan pergesekan di dada suaminya.
Kening King mengernyit,
"Kenapa? Laper?" tanya pria itu lembut.
"Ngga... Baru tadi makan" Zeline membalas
"Ya kali kamu laper lagi setelah olah raga panas kita tadi" goda King sambil mengulum senyum
"Iiihhh... " Zeline mencubit perut kotak-kotak suaminya.
"Iissh.... Sakit, baby!" erangnya pura-pura
"Mau makan malem di resto atau di kamar? Atau makan diresto terkenal di kota ini?" tawar King
"Dikamar aja ya, kaya tadi siang... Aku lemes banget" rengeknya manja.
"Masa baru segitu udah lemes?" ucapnya congkak
Zeline bangun hingga terduduk menatap suaminya, ia menahan selimut di dada.
ikit bergetar. Entah karena udara dingin atau karena hati yang mencelos setelah ditertawakan oleh suaminya setelah ia memberikan semuanya lalu meminta pria itu hanya untukdl dirinya seorang. Apa iya salah menginginkan hal seperti itu? Apa King tidak bisa melupakan perkataan Zeline waktu itu?
__ADS_1
Akhirnya King melepaskan pelukannya, ia membiarkan Zeline pergi untuk membersihkan tubuh.
Sebetulnya King memang sudah berniat memperjelas hubungannya dengan Jenifer, memutuskan hubungan dengan wanita itu tapi ia masih belum sempat dan belum ingin memberikan penjelasan apapun kepada Zeline. Bila ia sudah berhasil melakukan itu semua baru lah King akan memberitahu Zeline.
Dengan tubuh gemetar dan hati yang yang seperti teriris sembilu, wanita itu pun bergerak berdiri meraih bathrobe menuju shower.
King membiarkan Zeline pergi, memberikan waktu kepada istrinya untuk berpikir.
Bulir bening mengalir dari mata indah berbulu mata lentik seiring dengan guyuran shower mulai dari atas kepala hingga jari kaki.
Trauma itu kembali, rasa takut dikhianati oleh pria yang dicintai mulai merasuk hingga kedalam darahnya mengalir diseluruh tubuh. Zeline memeluk tubuhnya sendiri berusaha meredam isak tangis, ingatan saat Kevlar bercinta dengan wanita lain makin membuatnya menggigil bukan karena udara dingin tapi rasa takut. Takut suaminya bercinta dengan wanita lain seperti yang dilakukan Kevlar, Kevlar saja yang dulu tidak memiliki hubungan resmi dengannya hampir membuat Zeline gila karena ia sangat mencintai Kevlar, apalagi King yang melakukan hal itu yang jelas-jelas adalah suaminya.
Tidak, Zeline tidak mau mengalami rasa sakit itu lagi. Zeline ingin mati saja rasanya bila itu terjadi.
Siluet tubuh yang sedang memeluk diri dengan pundak bergetar terlihat dari tempat dimana King berada. Walaupun kaca yang mengelilingi shower tersebut tidak begitu jelas tapi King tau istrinya sedang menangis.
Ia mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menyugar rambutnya. Drama percintaan ini mulai membuatnya jengah.
"Baby... Maafkan aku" Pria itu membalikan tubuh Zeline yang sedang membelakanginya kemudian memeluknya erat setelah ia mematikan shower.
"Aku janji akan menyelesaikan urusan dengan Jenifer, beri aku waktu..." ucapnya.
Zeline melepas paksa pelukan suaminya kemudian mendongak menatap King dengan mata sembab.
"Sampai kapan? Harusnya semua itu selesai sebelum kita menikah, kecuali kamu memang menganggap pernikahan kita itu hanya lelucon dan sandiwara!" seru Zeline dengan dahi berkerut dan alis menyatu, kemudian menghentakan kaki meninggalkan suaminya.
"Laaah... Kan memang sandiwara awalnya" batin King
King memutar kran shower kemudian membersihkan dirinya, mungkin setelah pulang dari paris ia akan kursus bagaimana menangani wanita jelmaan singa yang labil.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai hai sayang - sayangnya thor Maaf beribu maaf🙏 kalau slow update mulai sekarang hingga beberapa minggu kedepan karena lagi sibuk banget, beneran huhu 😓😓
Tapi diusakan selalu update ya walau dua hari sekali, ga apa-apa yaaa... Yaaa... Yaaa...
Mana suaranya yang udah mulai kesel sama Zeline?
Mana yang cinta sama King?
Hehehe
Tungguin terus ya updatenya
__ADS_1
Makasih juga Like, Love, Comment dan Votenya 💋💋💋
I love u 3000