Zeline Dan King

Zeline Dan King
Anugrah


__ADS_3

Didalam ruang riasnya Zeline terlihat gugup, wajahnya mulai pucat bahkan peluh terlihat mengalir di pelipis.


King yang sedari tadi duduk disudut ruangan, beranjak untuk kemudian menghampiri Zeline.


Kedua tangannya meraih tangan Zeline yang terasa dingin.


"Aku tau, kamu pasti bisa... " ucapnya diselingi senyum hangat dan tatapan teduh.


Senyum hangat itu menular hingga Zeline mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk lengkung senyum.


Di elusnya perut Zeline yang mulai membesar, dengan dress ibu hamil dari perancang busana kenamaan dunia, Zeline terlihat semakin cantik.


Ibu hamil yang satu ini masih terlihat ramping walau sedang mengandung.


"Kamu cantik, seperti biasa... " ungkap sang suami semakin membuat Zeline merona dan tersenyum gemas hingga pangkal hidungnya berkerut.


EO mulai berdatangan memanggil para model, disana juga Zeline melihat bahkan sempat berkenalan dengan beberapa model dunia yang tengah mengandung.


Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan sebelum dirinya menarik diri dari dunia entertainment.


King melepas istrinya untuk berlenggak lenggok diatas catwalk dengan satu kecupan di kening.


Seolah menyalurkan energi yang bisa mengobarkan api semangat dalam dada, Zeline bangkit dari kursi meja rias dengan penuh percaya diri.


Para model diarahkan untuk mengantri di backstage dan King kembali ke bagian kursi penonton dimana Mami Azuri, Papi Zach, Azalea, Adrian bahkan Grandpa Matthew dan Grandma Ratna ada disana.


Semua menantikan penampilan dari menantu Alterio tersayang.


Diatas catwalk, Zeline tidak terlihat gugup sama sekali dengan skill yang dimilikinya Zeline berjalan memamerkan pakaian dari rumah mode ternama.


Tatapan misterius ia ciptakan, kaki jenjang di balut heels hanya lima centimeter itu tidak mengurangi sedikitpun aura bintangnya.


Zeline bahagia bisa berada disini, melakukan pekerjaan disorot oleh berbagai kamera dan kilatan flash menangkap setiap gerak-geriknya.


Tiga jenis pakaian Zeline peragakan pada malam hari ini dan semua nendapat sambutan yang hangat dari penonton disana.


Bukan orang sembarang yang hadir disana malam hari itu, mulai dari aktris dan aktor terkenal, pengusaha sukses hingga Ibu negara dan anak dari pemimpinan negara lain hadir dalam acara bergengsi tersebut.


Grandpa Matthew bertemu dengan beberapa kolega bisnisnya dan dengan bangga memberitahu mereka bahwa yang sedang dengan cantik dan anggun berjalan di atas catwalk itu adalah menantu kesayangannya.

__ADS_1


Tidak kalah heboh, Mami Azuri pun melakukan hal yang sama kepada kenalannya beberapa sosialita disana yang ikut hadir kala itu.


"Aku cinta banget sama dia, Pi.... " ucap King kepada sang Papi yang duduk disampingnya.


Zach tersenyum kemudian merangkul pundak si sulung sambil mendekatkan bibirnya ke telinga King.


"Kita itu dikutuk King, dulu kita mempermainkan kan wanita... Bergonta-ganti seperti mengganti pakaian dalam, kini Tuhan menghukum kita dengan mengunci hati kita kepada satu wanita... Beruntung wanita itu merupakan wanita cantik dan hebat, maka dari itu nikmati saja hukuman ini... " ucap Papi Zach lambat-lambat tidak lupa pria paruh baya yang masih memiliki tubuh atletis itu tersenyum penuh arti.


"Buat King, ini anugrah Pi... " komentar sang anak penuh syukur.


Senyum Zach semakin lebar, ia melepaskan rangkulannya dan kembali menegakan tubuh.


Anak nakalnya sudah dewasa dan sepertinya sudah siap menjadi seorang ayah.


Mengingat perusahaan King yang berkembang pesat dan lembur yang dilakukannya sang anak hampir setiap hari membuat Zach yakin, King sudah banyak berubah dan bertanggung jawab.


Malah ia sudah lupa kapan terakhir kali mengucurkan dana untuk perusahaan anaknya itu.


King memang bekerja keras memajukan perusahaannya sendiri tanpa bergantung kepada sang Papi lagi.


Setelah turun dari backstage, King langsung memberikan satu buket bunga cantik untuk istrinya yang tercinta.


Suasana dibackstage menjadi ramai dengan riuh rendah para model dan orang-orang yang bekerja dibelakang layar melihat keromantisan King kepada Zeline.


Setelah acara selesai, mereka merayakannya disalah satu resto terkenal mewah dan mahal di Newyork.


Seharusnya mereka memesan seminggu sebelumnya hanya untuk makan diresto tersebut, beruntung pemiliknya adalah sahabat Grandpa Matthew jadi mereka bisa menikmati hidangan disana tanpa harus memesan jauh-jauh hari.


"Selamat Ya sayang, kamu hebat banget tadi... " ucap Grandma Ratna sambil mengelus tangan sang cucu menantu kesayangan.


"Terimakasih GrandMa... " balas Zeline menghadiahkan pelukan untuk Grandma, dan seketika Zeline teringat kepada Nenek dan Kakek di Bandung.


"Menantu Mamiii.... " ucap Mami Azuri pongah.


"Siapa dulu donk Papi Mertuanya... " ucap Zach tidak mau kalah.


"Yang jelas karena Cucu menantu kesayangan Grandpa.... " Grandpa ikut-ikutan.


"Beuuuh.... Niiiih, suaminya!" cetus King sambil menepuk dada.

__ADS_1


"Kalian itu ya, Zeline aja terus yang dibanggain.... Ini disini ada aku sama Adrian juga, sama sekali ga dibanggain... " sambar Azalea berakting kesal membuat semua yang ada di ruang makan VIP itu tergelak.


"Kan sekarang momentnya Zeline sayang.... " Mami Azuri menjelaskan agar sang anak tidak cemburu.


Suasan kekeluargaan begitu kental, dari awal Zeline masuk kekeluarga Alterio belum pernah ia merasakan perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu anggota keluarga tersebut.


Walau awalnya ia tidak menerima pernikahan ini tapi keluarga Alterio begitu baik dan menyayanginya, bahkan Zeline terlebih dahulu mencintai Keluarga King sebelum ia memberikan cintanya untuk pria playboy cap kampak itu.


"Ssshhh..... " Azalea meringis ketika merasakan kontraksi diperutnya.


"Baby... Are you oke?" tanya Adrian panik sambil menggenggam tangan Azalea.


"Sepertinya aku akan melahirkan.... " jawab Azalea kemudian air mengalir kepaha hingga betis dan berakhir di kaki Azalea


"Tapi menurut dokter kamu melahirkan dua minggu lagi sayang... " Adrian berujar dengan ekspresi panik dan Azalea kini sudah mengerang.


"Bawa... Bawa ke rumah sakit sekarang!" perintah Papi Zach dengan ekspresi panik.


Adrian langsung menggendong Azalea dan membawanya ke mobil yang sudah terparkir eksclusive didepan loby.


Mereka semua dengan mengendarai mobil masing-masing, melesat membelah kota NewYork menuju rumah sakit terbaik disana.


Sesampainya di rumah sakit, Azalea langsung dilarikan ke IGD untuk diberikan penanganan pertama.


Adrian mengikuti kemana sang istri pergi, menggenggam erat tangannya untuk memberi semangat karena sang istri akan berjuang menaruhkan nyawa untuk buah cinta mereka.


Buah cinta yang sempat ia tolak keberadaannya, tapi kini penyesalan saja tidak ada artinya.


Ia akan berjuang menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga kecilnya.


Keluarga yang lain menanti dengan berbagai ekspresi menghiasi wajah mereka.


Berjam-jam mereka menunggu karena Dokter mengusahakan persalinan normal tapi berhubung pinggul Azalea yang kecil dan wanita itu sudah kelelahan menahan sakitnya kontrasi, akhirnya di putuskan persalinan tersebut akan dilakukan secara caesar.


Adrian sudah panik bahkan ikut menangis melihat perjuangan Azalea yang bagitu besar untuk melahirkan anaknya.


"Maaf kan aku sayang.. " ucap Adrian ditelinga Azalea berkali-kali seperti merapal mantra.


Azalea memaksakan senyum, "Aku tidak apa-apa" dustanya dengan dengan suara kering.

__ADS_1


"Aku mencintai mu, Azalea... Mencintai mu sangat!" ungkap Adrian tulus.


Dan akhirnya Azalea harus dibawa ke ruang operasi, Adrian masih mengikuti dengan berusaha tegar dan kuat untuk menyaksikan kelahiran sang anak dengan menyakiti sang istri yang belah perutnya.


__ADS_2