
"You know what? Kamu satu-satunya wanita yang aku nyatakan cinta, aku bersumpah!" imbuhnya lagi dengan tatapan sendu.
"I love you too Mr. Alterio" kedua kalinya, kata cinta itu hanya bisa ia ungkapkan dalam hati.
"Kiss me... " bisik Zeline, udara dingin membuat kepulan uap mengiringi kalimat yang selalu bisa membuat King bahagia itu.
Satu detik kemudian, King mengecup bibir Zeline sekilas kemudian menjauhkan sedikit wajahnya dari wajah Zeline. Lantas mencium kembali bibir bawah Zeline dan menggigit kecil disana dan kembali mencium Zeline lembut menelusupkan bagian yang tidak bertulang itu bermain dalam mulut Zeline. King tersenyum dalam ciumannya bahkan Zeline bisa merasakan itu. Sekali lagi, Zeline merasa melayang walau hanya dengan ciuman saja.
Hari sudah hampir malam, keduanya memutuskan untuk kembali ke hotel karena udara dingin sudah tidak bisa bersahabat lagi.
"Kita berendam di dalam Jacuzi lagi?" tawar King sambil menaik turun kan kedua alisnya.
Zeline terkekeh, "Harus ya tiap hari kaya gitu, King? Emang kamu ga bosen?" Zeline merajuk sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya harus lah tiap hari mandi memangnya kamu pikir apa, baby?" King mengulum senyumnya berhasil menggoda Zeline dan membuat wanita cantik itu salah tingkah.
Ia tidak menjawab, mengalihkan pandangan keluar jendela menahan malu karena pikiran sensualnya.
*****
Ting...
Lift di hotel tersebut terbuka,
Zeline menangkap sosok wanita cantik dengan blouse gading beraksen pita besar yang terbuat dari dua tali panjang di bawah kerahnya, bagian bawahnya dibalut rok span berwarna nude hingga atas lutut.
"Ka Iren?" panggil Zeline dengan kening terlipat dalam.
"Hallo Nona Zeline" Iren sedikit membungkuk memberihormat kepada adik dari bosnya.
Ekspresi wajahnya biasa saja, tidak terlihat terkejut karena Iren ahli menyembunyikan ekspresi.
"Kamu disini sama Ka Ken?" tanya Zeline lagi, King masih setia disamping Zeline sambil merangkulnya.
"Betul Nona, Tuan Ken ada meeting dengan client dihotel ini" saut Iren dengan senyum manis menonjolkan lesung pipinya.
__ADS_1
"Sampai kapan meetingnya? Kaka menginap dikamar berapa?"
"Belum ada kejelasan kapan meetingnya akan selesai, Tuan Ken menginap di kamar 5028" jawab Iren dengan lugas.
"Oh Oke... Jangan kasih tau Ka Ken ya kita ketemu, nanti malam aku akan memberikan surprise sama Kaka" bisik Zeline sambil mengedipkan satu matanya.
Iren mengangguk kemudian pamit dengan sedikit membungkuk.
"Siapa?" tanya King sambil menekan tombol lantai tempat mereka menginap saat sudah memasuki lift.
"Sekertarisnya Ka Ken... Cantik ya?" pancing Zeline
"Cantikan kamu..." jawab King santai.
Buaya mau dikadalin, pikir King. Dia tidak akan sesukses ini dalam bisnisnya bila mudah terpancing.
Zeline menahan senyumnya dibibir, betul analisis King. Hanya kalimat pujian yang remeh saja, Zeline sudah mengeratkan pelukannya.
*****
"Ayo... " King mengangguk.
Seharusnya tadi malam keduanya memberi surprise pada Ken, tapi King memaksa Zeline untuk melanjutkan adegan panas mereka yang dimulai pada saat ditaman Champ de Mars sehingga membuat Zeline kelelahan dan tak sadarkan diri hingga pagi.
Pintu Lift tersebut berhenti di lantai 5,
"Kamu ingat kamar ka Ken no berapa?" tanya Zeline sambil celingukan mencari kamar no 5028. Ia masih ingat Iren menyebutkan nomor kamar Ken tapi Zeline ingin lebih yakin siapa tau ia salah dengar.
"5028...sebelah sana!" seru King menggerakan telunjuknya, keduanya pun menuju kamar tempat King menginap.
Ting tong... Ting tong...
Zeline menekan bel pintu kamar Ken, keduanya bersembunyi di balik dinding berharap Ken tidak melihatnya dari lubang pintu.
Tapi setelah beberapa kali Zeline menekan bel, pintu itu masih belum terbuka. Zeline berdecak, ekspresi wajahnya berubah kesal.
__ADS_1
"Mungkin lagi ngegym atau sarapan diba-" King belum sempat menyempurnakan kalimatnya
Klik! Pintu terbuka,
Mata Zeline dan Ken melebar sempurna, saat melihat gadis kesayangan keluarga Alterio keluar dari kamar Ken dengan rambut berantakan dan hanya memakai bathrobe.
Zeline mendorong kasar Azalea hingga gadis itu mundur satu langkah kebelakang, ia berharap kaka nya tidak ada dikamar itu dan ia salah kamar. Demi Tuhan, Zeline sangat takut kali ini.
Ia tau Azalea menyukai Ken, tapi apa sudah sampai sejauh ini? Ya Tuhan, Zeline hingga menahan nafas saat memasuki kamar Ken.
"Yaya?" kening King berkerut dengan alis menaut, ia masih belum percaya adiknya berada di kamar yang disebutkan sekertaris Ken bahwa itu adalah kamar Tuannya.
"Abang?" Ekspresi Azalea seperti melihat setan, hantu atau makhlus halus lainnya. Mata gadis itu hampir keluar dari rongganya dan ia menutup mulut dengan satu tangan mungilnya.
"Ka Ken?" teriak Zeline, ia melihat Kaka nya tertidur pulas dikasur dengan seprei yang berantakan dan bertelanjang dada, aroma percintaan menguar diseluruh ruangan kamar.
Zeline lemas seketika, tak berapa lama King yang sudah mengerti apa yang telah terjadi merangsak masuk melewati Zeline dan melayangkan pukulannya.
Ken yang masih tidak sadarkan diri tidak siap mendapat pukulan adik iparnya itu dan seketika terbangun saat pukulan sudah mengenai rahang tegasnya.
"Kiiing!" Zeline histeris, begitu pun Azalea.
"Abaaang, No! ini salah aku bukan salah Ka Ken!" teriak Azalea.
Zeline menarik tubuh King, menghalangi pria itu dengan memeluknya tidak sedikit air mata yang mengalir hingga pipi.
Begitu pula Azalea membantu Ken hingga terduduk diranjangnya.
Ken mengangkat kedua tangan memegang pelipis dengan kening mengkerut, ia pun meringis meraba bibirnya yang mengeluarkan darah.
Ken masih belum sadar akan apa yang telah terjadi.
bergantian Ken menata heran Azalea, Zeline dan King.
"Ada apa?" seru Ken dengan kening terlipat dalam
__ADS_1