Zeline Dan King

Zeline Dan King
Bukti Foto


__ADS_3

Elgi sudah duduk menanti Anin disudut suatu Cafe dengan satu cangkir kopi diatas meja.


Berita mengenai Zeline yang mengunjungi Reka belum ia beritahukan kepada Tuannya karena Elgi yakin ada sesuatu yang perlu diluruskan.


Untung saja jadwal hari ini begitu padat dan Tuannya ingin segera pulang menemui sang istri tercinta di rumah sehingga tidak sempat menanyakan hal itu kepadanya.


Anin berjalan tergesa melewati pintu Cafe, diedarkannya pandangan keseluruh ruangan Cafe dan matanya tertuju pada pria tampan dengan kemeja bergaris biru disudut ruangan.


"Maaf aku terlambat!" Anin sedikit membungkuk kemudian duduk didepan Elgi.


Pria itu melirik jam tangannya sekilas kemudian meletakan kedua tangannya di meja.


"Jadi...untuk apa Nona Zeline bertemu Reka?" tanya Elgi dengan nada menuntut.


Anin menatap Elgi dengan kening berkerut, menimbang apakah keputusannya benar dengan mengungkapkannya kepada Elgi?


"Apa Tuan King sudah tau hari ini Zeline menemui Reka?" bukannya menjawab Anin malah balik bertanya.


Dengan tatapan datar, Elgi menggelengkan kepala.


"Aku tidak ingin ada salah paham, jadi sebetulnya apa yang dilakukan Nona Zeline disana?" Elgi mengulangi pertanyaannya.


"Apa kamu tau sewaktu di sekap, Zeline diduga di perkosa oleh Reka?" Anin memulainya dengan pertanyaan.


"Tuan King juga menduga seperti itu!" balas Elgi sambil menopang dagunya dengan satu tangan.


"Zeline cerita sewaktu pertama kali ia bangun, sudah tidak mengenakan sehelai benang pun dan Reka disampingnya yang juga dengan tubuh polos tapi Zeline tidak ingat kalau ia diperkosa bahkan merasakan jejaknya pun tidak... Jadi menurut saya antara 'punya' Reka lebih kecil dari Tuan King atau ini hanya rekayasa Reka saja!" Anin menatap lurus Elgi.


Elgi berdecak, "Apa maksud ucapan kamu itu!" sang sekertaris memutar bola matanya.


"Itu karena Zeline bilang tidak merasakan jejak apapun... Aku wanita jadi aku tau!" tukas Anin sengit.


"Oke lanjutkan!" sambar Elgi tidak ingin berdebat.


"Dan sekarang Zeline sedang mengandung, dia takut kalau bayi yang... " ucapan Anin terjeda.


"Yang dikandungnya anak Reka, begitu?" Elgi menyambung perkataan Anin dan mendapatkan anggukan antusias dari sang asisten.


"Kita test dna sebelum Tuan King tau! Besok, saya akan atur tempatnya!" cetus Elgi cepat.


"Tapi jangan sampai Zeline tau kalau kamu sudah tau masalah ini!" pinta Anin dengan tatapan memohon dan Elgi mengangguk paham.


"Kalau ternyata itu anak Reka bagaimana?" tanya Anin dengan semburat khawatir di matanya.

__ADS_1


Bahu Elgi melorot, pria miskin ekspresi itu seolah ikut tak berdaya bila memang hal itu yang terjadi.


"Kita harus optimis kalau itu anak Tuan King" Elgi berujar dengan tatapan kosong tidak sesuai dengan kalimat yang diucapkannya.


Sebagai laki-laki tentu Elgi mencoba menempatkan diri bila ada diposisi Tuannya, dengan cinta sebesar itu lalu mendapat kekecewaannya sebesar ini, akan berakhir seperti apa rumah tangga Tuannya nanti.


*****


Kondisi Jenifer sudah pulih dan sudah kembali pada aktifitasnya.


Selama beberapa minggu ia sempat terkurung di apartemnnya untuk menyembuhkan luka diwajah dan tubuhnya tapi tidak dengan hatinya.


Ia bersumpah untuk membalas semua perbuatan King dan akan membuat pria itu menyesal.


Namanya Kian melambung karena Kevlar ikut membantunya sedangkan Zeline makin meredup karena banyak menghindari wartawan yang ingin sekedar mengetahui tentang kehamiannya.


Padahal King tidak membatasi Zeline untuk hanya sekedar melakukan wawancara asalakan itu dilakukan dikediamannya, tapi Zeline menolak karena lagi-lagi masalah kandungannya.


Ia harus tau dulu siapa ayah dari Janin yang ada dalam perutnya.


"Aku pergi... Kamu tidur aja, nanti siang aku telepon! Bye Baby... I love you!" King pamit sambil mengjadiahkan kecupan dikening sang istri yang masih terbalut selimut diranjangnya.


"I love you too, sayang!" balas Zeline lemah.


Pria itu benar-benar telaten merawat Zeline, padahal seharian kemarin King bekerja begitu keras dan seharusnya malamnya ia mendapat tidur cukup malah dihadapkan dengan morningsick istrinya yang kepagian.


Tapi King sabar, ia begitu mencintai istri dan anaknya.


Sebelum jam makan siang, King hendak menghubungi Zeline tapi ia urungkan setelah melihat sesosok wanita cantik memasuki ruangannya.


"Hai King.... " sapa wanita itu dengan senyum merekah, make up yang digunakan dan dres yang membalut tubuhnya tidak begitu mencolok bahkan terkesan sederhana tapi elegan dan menampilkan sisi Jenifer yang lain yang terkesan cantik natural.


Mungkin wanita itu sedang mencoba gaya make up korea yang sedang trend saat ini.


King menampilkan ekspresi tidak sukanya tapi ia juga penasaran apa yang akan dilakukan wanita itu kali ini.


"Aku dengar Zeline sedang hamil... " Jenifer membuka pembicaraannya sebelum duduk di kursi tepat didepan meja King.


"Mau apalagi?" King menautkan kedua alisnya dengan tatapan meledek.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat, King... Kepada Zeline bukan kepada mu, maaf.... " Jenifer berdiri kemudian memutar setengah bagian meja untuk bisa berada di samping King.


Mata Jenifer mengunci mata King, dan pria itu masih diam mengikuti permainan sang mantan kekasih.

__ADS_1


Gerakannya pelan bagai slowmotion dan dengan gestur menggoda kemudian duduk di lengan kursi yang sedang King duduki.


Tangannya merangkul pundak King kemudian mencondongkan tubuh agar bibirnya mendekat dengan telinga King.


"Karena anak itu belum tentu anak kamu... " bisik Jenifer tepat ditelinga King.


Sontak King berdiri hingga Jenifer hampir terjengkang, rahangnya mengetat dengan tatapan nyalang seolah ingin memakan Jenifer hidup-hidup.


"Apa maksud kamu?" balas King membentak keras hingga suaranya bisa terdengar keluar ruangan.


Elgi yang baru saja keluar dari lift mendengar teriakan Tuannya langsung berhamburan keruangan King.


Jenifer mengeluarkan lembaran foto dengan gambar Zeline bersama Reka seolah mereka sedang berhubungan intim dengan Zeline yang sedang dalam keadaan tak sadarkan diri.


Sepsikopat itulah Reka.


Wanita itu menunjukannya lembar demi lembar foto tersebut didepan King dan pria itu membatu.


Elgi langsung meminta security untuk datang kemudian menyeret Jenifer dengan paksa keluar ruangan King, foto tersebut berhamburan dilantai.


Jenifer menjerit, mengumpat dan memaki bahkan Elgi harus menyumpal mulutnya dengan gumpalan kertas saat dua security menyeret tubuhnya.


King terduduk kembali di mejanya, menumpukan sikutnya di meja untuk bisa menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.


Dadannya bergemuruh dengan debaran jantung yang sudah tidak terkendali, hatinya terasa sakit hingga hancur berkeping-keping seperti dipukul oleh palu thor.


Hal buruk apa yang telah dilakukannya hingga cintanya selalu diuji seperti ini disaat ia telah berubah.


Ingin rasanya menikmati hidup dengan wanita yang dicintainya dengan damai dan bahagia.


Menerka kalau sang istri telah diperkosa oleh Reka saja hatinya sakit, dan kini harus menerima kenyataan kalau istrinya benar-benar diperkosa dan di duga tengah mengandung anak pria itu.


Ternyata itu alasan kenapa Zelinenya bersedih dan apa salah dirinya hingga sang istri tidak mempercayainya untuk menceritakan hal ini.


Kenapa?


Apa ia tidak cukup berguna bagi Zeline hingga wanita itu lebih memilih menyelesaikan masalah berat ini sendirian?


King tertawa kering.


Dan bagaimana bila anak itu bukan anaknya?


Ia sangat mencintai Zeline tapi apa bisa ia menerima anak itu?

__ADS_1


Apa yang harus dilakukannya?


__ADS_2