
"Kiiing..." rengek Zeline dengan suara manja khasnya, berusaha menahan jari kekar nakal yang mencoba membuka kancing piyama berenda yang ia kenakan.
King mengangkat kepalanya dengan tatapan sayu, kemudian membenamkan wajah diceruk leher istrinya.
"Berrraaattt.... Turun gih" tangan Zeline memukul lembut lengan suami yang kini berada diatasnya.
"Ini aku tahan pake tangan sama lutut, baby" bisiknya kemudian mengecup dalam leher beraroma strawberry itu.
"Eungh... Kiiiiing"
"Come on, babe... Kamu ga kasian sama aku?" ucap King lirih
"Aku belum siap King..."
"Trus kapan siapnya? Aku itu suami kamu, dapet pahala loh nyenengin suami"
Wajah tampan itu masih setia diceruk leher istrinya, sehingga Zeline bisa merasakan gerakan bibir King dilehernya.
Zeline mendecak pelan.
"Ck... Udah deeh, ga usah bawa-bawa pahala..." bibir gadis itu mengerucut
King mendongak mencoba menatap wajah Zeline
"Baby... Please!" bisik King dengan suara berat dan mata berkabut dengan gairah.
"Aku belum mencintai mu, King... Aku belum bisa!" batin Zeline
King mencium bibir istrinya dan mendapat penolakan, gadis itu mendorong dada King dengan kedua tangannya.
"Aku lagi EM... Ntar ya kalo udah beres!" Zeline berbohong, terserah lah besok yang penting malam ini ia bisa selamat.
King menghela nafas berat, kemudian mencium kening Zeline sekilas, dengan wajah kecewa pria itu beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, sepertinya ia butuh mandi air dingin untuk memadamkan gairahnya saat ini.
Zeline mengerjap berkali-kali masih terkesiap karena perlakuan manis suaminya, pria itu berubah benar-benar berubah setelah menikah. Berubah manis dan penyabar, tak pernah memaksakan kehendak mengenai masalah ranjang padahal gadis itu tau betul seorang King Edzard Alterio memiliki libido diatas normal.
Kini Zeline takut, takut akan jatuh cinta padanya.
King menumpukan kedua tangannya di dinding, menunduk saat guyuran air dari shower menerjang mulai dari kepala hingga jari kaki. Ia jadi teringat Jenifer, gadis itu tak pernah menolaknya bahkan saat sedang datang bulan sekalipun malah memberikan hadiah wanita lain sebagai pengganti.
Tapi kali ini dunianya benar-benar dibuat jungkir balik oleh gadis bernama Zeline Zekisha.
Beberapa menit berlalu, King keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dipinggang. Ia jadi harus mandi tengah malam seperti ini gara-gara gadis itu.
Entahlah ia harus sabar sampai kapan, rasanya ingin sekali ia menghubungi Elgi untuk mencarikannya wanita yang bisa memuaskannya malam ini karena Jenifer sedang di Amerika menunaikan tugas Zeline yang digantikan olehnya karena keserakahan.
Zeline membalikan tubuh menghadap walk in closet, masih berbaring ditempat tidur memainkan ponselnya.
"Kiing... " panggil gadis itu
"Apa?" sautnya datar masih diliputi kekesalan.
"Siiniii... " Zeline menepuk kasur disampingnya dengan suara manja.
Sambil memakai kaosnya, pria itu berjalan menuju ranjang dan duduk ditepinya.
Zeline menatap King yang sedang tak ingin menatapnya.
Gadis itu bangun dan bersimpuh didepan King,
"Maaf..., " ucapnya dengan memelas.
Menghembuskan nafas kasar, pria itu langsung menarik Zeline dalam dekapannya seraya merebahkan tubuh.
__ADS_1
"Tidurlah... " King berujar setelah mendaratkan beberapa ciuman dikepala Zeline, seketika gadis itu melingkarkan tangannya ditubuh King.
*****
Semenjak subuh, Zeline sudah berkutat dengan peralatan masak didapur hingga aroma masakan itu tercium oleh indera penciuman King dan berhasil membangunkannya dari mimpi indah.
Saat pria itu keluar dari kamar, ia mendapati istrinya sudah memakai apron dan menghidangkan beberapa masakan di meja makan. Rambutnya yang diikat bun dengan sebagian poni yang menjuntai didahi makin menambah kecantikan gadis itu.
Belum pernah King sebahagia ini saat bangun pagi, dengan langkah jinjit pria itu mendekati istrinya kemudian memeluknya dari belakang, memberikan kecupan-kecupan mesra di pundak terbuka Zeline. Membuat gadis itu memekik terkejut.
"Kamu udah mandi sepagi ini? Wangi banget sih" kemudian kecupan itu naik keleher jenjang istrinya.
"King, aku lagi masak sarapan nih... Kamu duduk dulu disana gih... Atau mandi dulu sana!" Zeline menggerakan tubuhnya agar terlepas dari pelukan King, kedua tangannya sibuk memegang spatula dan penggorengan.
"Oke baby!" ucapnya kemudian mendaratkan satu ciuman di pipi Zeline cukup lama hingga gadis itu memiringkan kepalanya. Zeline tiba-tiba tersenyum lalu menggigit bibir karena telah lancang mengembangkan senyum bahagia.
Setelah mandi dan memakai pakaian kerja, King kembali ke meja makan, Zeline sudah selesai dengan sarapan paginya tapi masih berada di meja makan sedang meminum teh hijau sambil membaca berita online di macbook. Ia memang berniat menemani suaminya itu sarapan.
King duduk didepan Zeline melahap sarapan sehat yang dibuat istrinya dengan disuguhkan pemandangan wajah cantik natural tanpa make up yang sedang serius menatap layar pipih 5inch.
Tanpa sengaja King tersedak, Zeline langsung mengalihkan perhatiannya dengan dahi berkerut. Mengambil gelas dan mengisinya dengan air mineral lalu memberikannya pada King yang masih terbatuk-batuk.
"Pelan-pelan sayang..." ucapnya tanpa sadar sambil menepuk lembut bahu suaminya.
"A.. Uhuk.. Pa? Uhuk..."
"Minum dulu..." Zeline membantu memegang gelas mendekatkan kemulut King.
Setelah air dalam gelas itu habis dan kerongkongannya sudah terasa lancar karena sesuatu yang mengganjal telah terdorong oleh air mineral, ia pun kembali menanyakan hal yang sama.
"Kamu tadi bilang apa?"
"Apa?" tanya Zeline bingung
"Tadi pas kamu nepuk pundak aku, kamu manggil aku apa?" cecar pria itu lagi.
King berdecak kesal.
"Padahal aku tadi seneng loh, kamu manggil aku gitu..." ucapnya dengan wajah ditekuk.
"Udah dapet message dari Papa?" Zeline mengalihkan pembicaraan.
"Udah... Lusa setelah pesta kita langsung pergi honeymoon!" jawabnya sambil mengaduk makanan didepannya.
"Ya udah. .. Aku siapin bajunya ya..."
"Ga usah banyak-banyak, nanti sebagian kita beli disana aja... Disana lagi musim dingin!"
"Oke...," jawab Zeline kembali fokus pada macbooknya.
"Ko kaya yang ga happy kita mau honeymoon?"
"Abis kamunya juga lagi EM, mau gimana coba?" saut King lalu menyuapkan satu sendok makanan ke mulutnya.
Zeline tertawa kecil memperlihatkan deretan gigi yang putih bersih dengan dua gigi menyerupai kelinci ditengahnya. King menyukai tawa Zeline seperti itu.
"Kamu udah ga marah?"
"Marah kenapa?" Zeline menatap King serius.
"Aku batalin kontrak film kamu... " jawab King hati-hati.
"Anin udah cerita, Mami juga bilang kamu ngelarang aku karena kamu tuh cinta banget sama aku, ga mau jauh-jauh dari aku. Ya udahlah, sebagai istri kan aku harus nurut sama suami..., "
__ADS_1
King berdecak pelan
"Nurut paan, tadi malam aja aku minta jatah ga dikasih... " King memberengut.
Zeline terkekeh.
"Ya udah... Nanti ya..."
"Kapan?" tanya King antusias.
"Kalau aku udah bener-bener percaya dan jatuh cinta sama kamu..."
King membuang nafas kasar sambil mendorong sedikit piring yang masih berisi sarapannya.
"Ko ga diabisin? Ga enak?"
"Omongan kamu yang bikin aku ga enak makan..."
"Jangan gitu donk sayang... Sini aku suapin" Zeline berpindah duduk menarik kursi disamping suaminya.
"Kamu manggil aku apa tadi?" tanya King dengan mata berbinar
"Yang manaaa?" Zeline malah bakik bertanya dengan manja.
"Udahlah... Aku pergi dulu!" lelah rasanya pagi ini ia berkomunikasi dengan gadis itu.
Zeline mengantar suaminya ke pintu dan membantu membawa tas saat pria itu memakai sepatu.
"Nanti ada maid yang datang buat beres-beres" ucapnya tidak bersemangat.
Zeline mengangguk.
King berlalu begitu saja melewati pintu, tidak memberikan kecupan seperti biasanya karena ia masih jengkel dengan perkataan Zeline.
"Apa dia ga bisa ngehargain pernikahan ini? Aku suaminya, seharusnya dia udah bisa aku milikin seutuhnya!" gerutu King dalam hati.
Ia berjalan menuju lift.
"Hati-hati yaa saayaaang..." teriak Zeline kemudian menutup pintu apartemennya.
Sontak King berbalik, ia yakin gadis itu sudah tiga kali pagi ini memanggilnya sayang dan bukan dengan tidak sengaja.
Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju lift dengan wajah yang memanas dan senyum lebar hingga memperlihatkan gigi putihnya.
Zeline bersandar dipintu yang baru saja ia tutup sambil memegang dadanya.
"Kenapa jadi deg-degan gini, coba?" gumamnya.
Pagi ini bibirnya terus saja melengkungkan senyum, hatinya seperti berbunga-bunga.
.
.
.
.
.
.
Kurang baik apa coba thor bela-belain up pas lagi sibuk hehehe soalnya sayang banget sama kalian yang selalu like, coment dan kasih vote 💋
__ADS_1
Kalo beberapa hari kedepan ga up, tolong di maklum ya sayang karena lagi sibuk, tapi kalo ada waktu pasti thor sempetin up yaaa....
Hug dan kisses (^3^)