Zeline Dan King

Zeline Dan King
Award


__ADS_3

"Kenapa akhir-akhir ini kamu jadi pendiam?" Kevlar menghampiri Jenifer disela-sela syuting.


Model cantik berparas asia itu menggelengkan kepala sambil mengulas senyum tipis.


"Mau datang ke acara Award?" tanya pria itu lagi.


"Entahlah.... " jawabnya sambil merapikan riasan diwajah.


"Mau aku jemput?" usul Kevlar dengan mengangkat kedua alisnya.


"Nanti jadi bahan gosip, lagi.... " tolak Jenifer halus


"Ya bagus, kamu akan jadi pemberitaan dimana-mana dan nama kamu semakin naik, gimana?" Kevlar menaik turun kan alisnya berkali-kali, wajah tampan itu kini terlihat kocak.


"Ya udah deh... " balas Jenifer setengah hati, sebetulnya ia enggan pergi ke acara-acara seperti itu.


Semenjak terakhir kali pertemuannya dengan King, perempuan itu menjadi sangat pendiam.


Seolah iblis dalam dirinya kabur setelah mendengar ancaman yang dengan santai King lontarkan untuknya.


Jenifer sudah tidak berselera merusak hubungan King dengan istrinya lagi.


Sakit hati masih dirasakan, tapi keinginan untuk hidupnya melebihi apapun.


Perhatian Kevlar padanya yang sedikit berlebihan itu tidak serta merta membuat hatinya berbunga-bunga karena ia tau Kevlar mencintai Zeline dan seperti dirinya yang mencintai King, tidak semudah itu menggantikan posisi seseorang yang bertahta dihati.


Mungkin Kevlar hanya mengasihani dirinya saja karena merasa senasib.


****


"Kiiing... Kalau yang ini gimana?" tanya Zeline setelah baju ke 18 ia coba, bermacam warna gaun berserakan dari mulai ranjang hingga lantai kamar beralas karpet itu.


Tifak perlu ditanyakan bagaimana kondisi walk in closetnya saat ini yang pasti setelah mencoba gaun, Zeline akan mencocokannya dengan heels dan clutch dan setelah semua ia coba, barang-barang itu tergeletak begitu saja tanpa ia simpan lagi ketempatnya.


"Bagus, baby... Semua bagus! Perut kamu juga belum membuncit... Masih rata, masih seksi!" King mengedipkan satu mata dengan satu jempol ia acungkan kemudian kembali memfokuskan diri pada layar Macbook ditangannya.


Ingin Zeline berteriak karena yang ada dipikiran sang suami hanya pekerjaan dan ia tau penilaiannya akan gaun yang diperlihatkanya tadi sama seperti gaun-gaun sebelumnya, asal saja yang penting dirinya berhenti bertanya.


Zeline menghembuskan nafas kasar kemudian mengambil gaun secara asal lalu mengenakannya.


Gaun yang ada di salah satu lemari itu belum pernah ia gunakan dan merupakan hasil karya perancang busana kenamaan di Italy, saat itu ia membelinya ketika mengunjungi Azalea.


Setelah mengenakan gaunnya dengan susah payah tanpa bantuan King karena sang suami sedang sibuk dengan angka-angka pada layar pipih itu, Zeline menghentakan heels 5cm dilantai Parket kayu diluar kamarnya.


King terkesiap mendengar hentakan suara itu, bukan apa-apa ia takut istrinya jatuh karena lantai parket kayu yang licin dan sepatu heels merupakan suatu perpaduan yang cocok untuk membuat seseorang terpeleset kemudian jatuh berguling di tangga.

__ADS_1


Maka setelah melempar Macbooknya sembarang di sofa, King melesat secepat kilat keluar kamar mengejar Zeline-nya dan benar saja satu detik ia terlambat, Zeline pasti sudah berguling-guling ditangga berbahan marmer di rumah mewah tersebut.


Ternyata tanpa sengaja Zeline menginjak ujung gaunnya kemudian melangkah cepat untuk menghindari terpeleset tapi malah hellsnya lolos begitu saja di lantai parket kayu tersebut, untung dengan sigap King menarik tangan Zeline kemudian mendekapnya sehingga ia luput dari drama berguling-guling manja di tangga.


"Makanya jangan marah-marah sama suami, ntar kualat... Untung aku keburu datang, kalau ngga... " bahkan King tidak sanggup mengucapkannya.


Zeline mendongak, "Maaf.... " ucapnya tulus.


"Ya udah kita pergi sekarang....!"


"Eh bentar... " Zeline merapihkan dasi kupu-kupu King yang tersenggol kepalanya saat tadi mereka berpelukan.


"Perfect!" ucap Zeline sambil mengangkat kedua jempolnya.


*****


Baru pertama kali King menghadari acara bergengsi seperti ini, pria itu terlihat gugup dengan banyaknya kilatan kamera menyambar wajahnya.


Tapi tidak dengan Zeline yang memang pekerjaannya sehari-hari berada didepan kamera.


"Santai aja... Cukup senyum, ga usah pose karena kamu udah ganteng banget, sayang...!" bisik Zeline sambil mengelus rahang tegas sang suami didepan para pencari berita.


King dan Zeline berjalan perlahan mencari bangku sesuai dengan nomor yang sudah dibagikan sebelumnya bersama kartu undangan.


Senyum merekah dibibir merah Zeline, sesekali sang aktris papan atas menyapa para teman sesama aktris dan juga sutradara tidak lupa produser yang pernah bekerja sama dengannya.


Bukan cemburu, bukan... Tapi traumanya mendadak muncul karena yang ada dipikiran Zeline penculikan yang dilakukan Reka kepadanya adalah karena Jenifer.


"Kiiing... " panggilnya lirih dengan wajah pucat pasi, tubuhnya bergetar hebat.


King menarik garis lurus arah pandang sang istri dengan sesuatu yang membuatnya gugup ternyata ia menemukan Jenifer disana.


"Mau pulang?" usul King sambil mengusap punggung tangan Zeline yang melingkari lengannya.


Zeline mengangguk kaku dan King hendak membawa Zeline meninggalkan ruang aula tersebut tapi langkahnya kembali tertahan seorang EO yang memakai stelan jas hitam.


"Sebelah sini Tuan.... " EO tersebut menggiring King dan Zeline ketempat dimana mereka seharusnya duduk dan ternyata bersebelahan dengan Kevlar dan Jenifer.


Keduanya sudah tidak bisa menolak dan mengikuti arahan yang diberikan EO, "Nanti Mbak jalan lewat pinggir sana kemudian naik keatas panggung... Udah siapin kata-katanya kan?" tanya EO tersebut kemudian pergi sebelum mendapat jawaban karena Zeline tiba-tiba semaput.


Apa? Apa maksudnya? Kata-kata apa? Zeline tidak mengerti.


"Kayanya ada yang bakal menang Award, nih!" celetuk Kevlar yang duduk disebelah King.


Saking tegangnya, Zeline sampai tidak menyapa mantan tapi sepupu iparnya itu.

__ADS_1


Zeline balas tersenyum tipis dan wajahnya kembali menegang.


King sama sekali tidak menyapa Jenifer, bahkan meliriknya pun tidak pria itu benar-benar menghindari kontak mata dengan gadis yang telah setia menemaninya selama 10 tahun.


Jenifer terlihat menundukan pandangan, wanita itu juga tidak ingin bersinggungan dengan King atau Zeline.


Kevlar menarik dagu Jenifer agar wajah cantiknya terangkat dan ketika gadis itu menoleh, Kevlar memberikan tatapan teduhnya.


"Semangat... Kamu juga pasti dapet Award!" bisiknya kemudian.


King menautkan jemarinya diantara jari Zeline selama acara berlangsung, hingga namanya dipanggil untuk mendapatkan Award dalam katagori Pemeran Wanuta terbaik dari film yang dibintanginya tahun lalu.


Zeline terkesiap mendengar namanya disebut dan sorotan kamera langsung mengarah kepadanya, King sempat memberikan kecupan di pipi sebelum sang istri beranjak dari duduknya untuk kemudian melangkah menuju panggung.


Kecupan sayang tadi dari sang suami sempat terekam kamera dan terpampang dilayar besar dipanggung tersebut, suara riuh rendah yang memberikan semangat dan ucapan selamat kepada Zeline juga tepuk tangan terdengar mendengung ditelinganya.


Zeline seperti sulit melangkah, jantungnya berdetak kencang.


Rasa trauma nya saja belum berhasil ia hilangkan kini harus memberikan sepatah dua patah kata didepan banyak orang.


Rasanya Zeline ingin lenyap begitu saja tapi tidak mungkin, jalan satu-satunya adalah ia harus menghadapi semua itu.


Maka ia pun berdekhem untuk menghilangkan kegugupannya kemudian mengangkat wajah menatap para hadirin yang ada disana.


Setelah menerima award tadi, Zeline diminta untuk mengucapkan rasa terimakasih.


"Selamat malam semua, saya ucapkan rasa syukur yang tidak terhingga kepada Tuhan yang Maha Esa dan juga ucapan Terimakasih sebanyak-banyaknya untuk Keluarga dan orang tua atas untaian doa yang tidak pernah putus mereka lantunkan... Tidak lupa teman-teman artis, para produser dan sutradara yang sudah banyak membantu saya, para fans yang telah membuat saya menjadi seperti ini dan Anin juga Joe partner yang selalu setia menemani saya semenjak saja memulai karir dan untuk suami saya tercinta yang tetap setia menemani, mendampingi disetiap badai yang menyapa hidup saya selama satu tahun ini, terimakasih sayang, Lucky to have you" Ada jeda cukup lama karena Zeline sempat menunduk kemudian mengambil nafas dalam.


"Untuk Jenifer, yang pernah menjadi sahabat terbaik... Saya minta maaf atas segala perih dan sakit hati yang pernah saya torehkan, saya berdoa agar kamu selalu bahagia dan saya harap kamu juga akan bahagia melihat saya bahagia.... Terimakasih" ungkap wanita itu tanpa pernah King, Kevlar bahkan Jenifer sangka-sangka.


Didepan semua orang bahkan satu Indonesia melihat keberanian Zeline mengungkapkan maafnya atas kesalahan yang sama sekali tidak ia perbuat.


Wanita itu mengungkapkan dengan tulus, lancar dan lugas.


Hingga beberapa detik semua mematung kemudian tepuk tangan kembali terdengar setelah Zeline turun dari panggung.


Mata Jenifer membulat sempurna, ia tidak pernah membayangkan Zeline akan mengungkapkan perasaannya dengan cara seperti ini.


Hatinya bergetar diiringi air mata yang lolos mengalir tanpa ijin.


Zeline kembali ketempatnya tapi bukan untuk duduk, ia memberi kode dengan anggukan agar King bisa membawanya pergi dari tempat itu dan sebelum sang istri sampai, King sudah berdiri kemudian menggenggam tangan Zeline untuk pergi dari sana.


King melirik kebelakang memberikan senyum bangga kepada Zeline.


Dibalik sifat menyebalkan dan jelmaan singa betina yang labil itu, karakter Zeline yang seperti ini lah yang membuat King jatuh hati.

__ADS_1


Hati Zeline begitu murni, begitu bersih dan tulus.


__ADS_2