
Beberapa hari terakhir, King selalu pulang lebih awal. Menyempatkan mengantar Zeline kekampus, menemani sang istri mengerjakan tugas, juga menemani pemotretan bahkan mengantar syuting.
Hal tersebut membuat pemberitaan tentang King dan Jenifer perlahan menghilang.
Zeline merasakan cinta King yang besar untuknya, pria itu memperlakukannya seperti porselen yang sangat rapuh.
Semenjak King tau mengenai obat-obatan yang dikonsumsi Zeline dan kesehatan mentalnya, kini King lebih peka pada sang istri.
King sudah tidak begitu peduli lagi dengan pekerjaannya, yang penting perusahaannya masih beroperasi dan bisa membayar gaji para karyawan itu sudah cukup.
Elgi yang kini sekuat tenaga berperan untuk perusahaan King, semangatnya untuk memajukan perusahaan demi keluarga kecilnya sepertinya harus ia tunda dulu hingga sang istri bisa terlepas dari traumanya dan ia juga benar-benar lepas dari Jenifer yang bisa memicu trauma sang istri.
Syukurlah King anak dari Papi Zach dan cucu dari Tuan Matthew yang terkenal kaya dan selalu bisa membantunya kapan saja.
Malam ini King menemani Zeline di pesta ulang tahun sahabatnya sesama artis.
Sesuai permintaan yang berulang tahun, setiap tamu berhenti didepan lobby kemudian berjalan diatas karpet merah menuju pintu lobby sambil melambaikan tangan dan berfoto didepan para wartawan yang sudah menunggu.
Mirip seperti dalam perayaan premiere film di hollywood.
Driver menurunkan Zeline dan King ditempat yang telah di tentukan, kilatan lampu flash kamera menyambut sepasang suami istri itu.
Zeline melingkarkan tangannya di lengan King, keduanya berpose dan tersenyum kearah kamera.
"Bagaimana komentar anda mengenai pemberitaan Tuan King dengan Jenifer yang katanya merupakan mantan kekasih?" tanya salah satu pemburu berita.
Zeline menatap King kemudian keduanya saling melempar senyum, "Ga ada komentar, karena memang tidak terjadi apa-apa..." jawab Zeline singkat,
Tiba-tiba King mencium pipi Zeline didepan semua orang dan menarik pinggangnya masuk menuju gedung tempat acara berlangsung.
King pikir tidak perlu menjelaskan apapun kepada wartawan, apalagi setelah itu King yakin pertanyaan para wartawan pasti akan diluar kendali dan mungkin saja bisa menyakiti perasaan istrinya.
Sebelum itu terjadi, sebaiknya King membawa Zeline pergi jauh dari sana.
Banyak aktris, aktor juga model yang diundang dalam pesta tersebut.
Keduanya berjalan beriringan, menyapa teman Zeline, berbincang sebentar dengan para produser, sutradara bahkan photographer.
Walau canggung tapi King berusaha membaur.
Tangan King melingkar posesif dipinggang Zeline, wanita cantik itu pun mengenalkan King dengan banyak teman-temannya sesama artis.
Pria itu baru sadar Zeline tidak memiliki sahabat, hanya teman-teman biasa saja yang sempat main film bersama atau project bersama.
Banyak yang memandang King dengan tatapan penuh arti, pria itu merasa seperti seorang tersangka.
"Pasti gara-gara pemberitaan itu!" batin King gusar,
"Sayang... Ko tegang?" Zeline mengusap rahang King yang terasa mengeras,
"Kamu nyaman berada disini? Dengan tatapan mereka?" tanya King sambil melapisi tangan Zeline kemudian mencium telapak tangannya.
"Aku udah biasa, sayang... " Zeline nepiskan senyum.
"Tapi kamu ga harus minum obat kan setelah ini?" tanya King hati-hati dan sang istri terkekeh.
__ADS_1
King melihat kehidupan Zeline sebagai artis sepertinya tidak menyenangkan, tapi sang istri sangat mencintai pekerjaannya.
"Hai Zeline... " suara lembut seorang wanita mengalihkan perhatian keduanya.
"Jeni... " ucap Zeline tanpa suara,
Jenifer langsung memeluk Zeline kemudian mencium pipi kanan dan kiri, Zelina menegang sesaat dengan jantung yang berdetak sangat kencang. Gadis itu tidak memiliki persiapan bertemu dengan Jenifer
Jenifer kemudian hendak memeluk dan mencium King tapi dengan sigap kedua tangan King menghalangi tubuh Jenifer sambil melayangkan tatapan tajamnya.
"Eh sorry.. Kebiasan dulu kita waktu masih bersama" ucapnya canggung,
"Kamu apakabar Zeline?" Jenifer bertanya dengan santainya.
"Baik... " Zeline menjawab sambil menepiskan senyum.
Tanpa menghiraukan Jenifer lagi, King langsung membawa Zeline keluar dari dalam gedung.
Zeline mengernyit karena King langung membawanya pergi tanpa pamit pada Jenifer tapi tak urung ia mengikuti kemana langkah kaki King melangkah.
Sedangkan wajah cantik Jenifer berubah mengerikan karena menahan kesal atas perlakuan King dan Zeline yang sudah meninggalkannya begitu saja.
Di luar gedung terdapat taman dengan kolam yang cukup besar dan terdapat kursi taman dari besi bercat putih disana.
Tangan King masih menggenggam tangan Zeline untuk membawanya duduk di kursi taman tersebut.
Zeline menatap kolam ikan yang terdapat lampu-lampu mengelilingi kolam tersebut.
"King... Kita belum pamit sama Jeni" ucap Zeline sambil menoleh menatap sang suami.
"Kamu bilang kalo ketemu Jeni, harus lari yang kenceng... Inget?" jawab King sambil terkekeh dan menular pada Zeline.
"Aku ga punya temen King, atau sahabat... Aku cuma punya kamu!" tutur Zeline tanpa mengalihkan tatapan kosongnya.
King menarik tangan Zeline kemudian mendekap tubuh sang istri, "Aku milik kamu, seutuhnya baby!" balas pria itu sambil mengecup kepala Zeline berkali-kali.
"Aku menyukai pekerjaan ku, hanya saja aku membenci lingkungannya... Kamu ga akan meminta aku berhenti menjadi aktris kan?" Zeline mendongak agar bisa menatap manik sang suami.
"Berhenti ga perlu, hanya kurangi saja dan kamu ga perlu mereka... Cukup aku!" ucap King sambil mengecup hidung Zeline.
Cukup lama keduanya disana, memilih untuk menjauh dari hingar bingar pesta kemudian seorang pria dengan suara bariton menyanyikan lagu dari penyanyi wanita Indonesia yang terkenal.
🎶 Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
__ADS_1
Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau kau
Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik
Yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau
Jika kau tak percaya padaku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau kau
Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
.......................................
King melepaskan pelukannya kemudian membawa kepala Zeline agar menyandar dibahunya, dengan tangan King merangkul pundak sang istri.
Keduanya menikmati alunan lagu dan suara khas sang penyanyi pria.
King merasa lagu itu pas untuk mengungkapkan perasaan pada Zelinenya dan sang istri pun merasakan itu.
Tanpa keduanya sadari, ada sepasang mata yang mengawasi dengan tatapan kecewa dan sedih. Pria itu memegang satu gelas wine dengan satu tangan yang mengepal didalam saku celananya.
"Kamu bisa dapatkan Zeline kembali, bila kita bekerja sama" Jenifer menghampiri Kevlar dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Benarkah begitu? Jenifer, kan?" balas Kevlar sambil menaikan satu alisnya,
Jenifer tersenyum menggoda.