Zeline Dan King

Zeline Dan King
Lunch


__ADS_3

Restoran Perancis Energy Building, SCBD.


Sesuai janji, King bertemu Zeline di restoran perancis favoritenya. Zeline takjub pada pandangan pertama dengan desain interornya yang mewah dan elegan. Digawangi oleh Chef Gilles Marx, Zeline dan King akan dimanjakan dengan hidangan Perancis tradisional yang menunya selalu berganti sesuai dengan musimnya.


"Makasih bunganya.... " ucap Zeline setelah pelayan pergi dengan catatan pesanan makan siang mereka.


King tersenyum sambil mengambil kedua tangan Zeline untuk ia genggam.


Setelah ia keluar dari ruangan Kevlar, selain meminta Elgi untuk membatalkan semua jadwal pagi ini juga meminta sekertarisnya itu untuk mengirim satu buket bunga tulip putih untuk permintaan maaf pada istrinya.


Sehingga saat, Zeline selesai syuting dan kembali ke ruang riasnya sudah ada sebuket bunga tulip putih disana dengan kartu bertuliskan ' I'm Sorry, Love' berinisial K. Konon bunga tulip putih merupakan simbol dari ketulusan, kemurnian, harapan dan pengampunan.


Itulah alasan King memberikan bunga tulip tersebut untuk istrinya, mengingat rasa bersalah yang belum bisa pergi dari hatinya.


"Kamu udah maafin aku belum?" King menatap nanar istrinya.


"Udah, King... Aku udah maafin kamu, ga liat aku udah ga marah?" kembali wanita itu bebohong. Jujur, Zeline masih merasa sakit dan tidak rela King bertemu dengan mantan kekasihnya itu.


"Mending kamu marah deh, trus pukul aku gitu!" King mengeratkan genggaman tangannya.


Zeline terkekeh,


"Buat apa?"


"Biar aku tenang..." Pria itu berdiri dan menarik kursi diseblah istrinya, kemudian mendekap tubuh Zeline dan tak perduli pada orang-orang disekitarnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu takutkan hingga membuat mu ga tenang, hmm?" Zeline bertanya dengan lembut.


King tidak bisa menjawab pertanyaan istrinya itu, ia merasa pertanyaan Zeline lebih sulit dari pertanyaan Profesor penguji pada sidang tesisnya.


Pelayan yang membawa semua pesanan mereka menyelamatkan King kali ini, pelayan tersebut meletakan berbagai makanan di meja dengan hati-hati setelah itu mempersilahkan dan menunduk sekilas untuk kemudian pergi meninggalkan keduanya.


"Tadi kamu ketemu Kevlar?" pertanyaan King disela makan siangnya, sebetulnya ia sudah tidak sabar menanyakan hal itu sedari tadi pada istrinya.


"Ngga... Tadi abis syuting, aku ada meeting untuk proyek terbaru stasiun TV itu, aku akan menjadi host acara terbaru disana" saut Zeline santai


"Kamu setuju?" King menghentikan aktifitas makannya, tatapannya beralih pada Zeline.


"Mau ga mau harus setuju, kan aku udah tanda tangan kontrak jadi artis tetap stasiun TV itu" Zeline mengedip beberapa kali.


"Tadi aku ketemu Kevlar, dia sekarang CEO disana... Dia sengaja memilih kamu jadi artisnya biar bisa ketemu kamu terus!" ucap King akhirnya, ia harus mendiskusikan masalah ini kepada Zeline, jangan ada salah paham lagi. Betul kata Papi Zach, ia adalah kepala rumah tangga. Ia harus bisa memimpin istrinya, masa karyawan yang berjumlah puluhan ribu saja bisa ia pimpin, Zeline seorang seharusnya bisa ia tangani.


Sama halnya dengan masalah rumah tangga, masalah Ken dan Azalea saja belum selesai, ia tidak mau Kevlar menjadi masalah baru dalam rumah tangga yang baru seumur jagung itu.


"Oh ya? Kenapa? Dia belum move on dari aku? Padahal dia duluan yang berkhianat, kenapa sekarang jadi kaya ngejar-ngejar aku gitu! Nyesel tuh emang selalu belakangan ya..." Zeline sedang bersarkasme ria, perkataannya itu juga ia tujukan sebagai ancaman untuk King.


King dengan susah payah menelan makanan dimulutnya.


"Kalau aku ga ngijinin, kamu mau nurut sama aku?" tanya King hati-hati.


Zeline menyimpan garpu dan pisau yang ia gunakan untuk memakan steak dipiringnya.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu takut aku dan Kevlar.... " Zeline tidak melanjutkan kalimatnya, ia tau pasti King mengerti maksudnya.


Pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban Iya dan Tidak itu, lagi-lagi tidak bisa pria itu jawab. King hanya menatap dalam Zeline, tatapan memohon itu bisa Zeline tangkap bahkan ada sedikit ketakutan disana.


"Kamu ga percaya sama aku?" tanyanya lagi dengan mengangkat satu alisnya.


"Aku percaya sama kamu, baby! Aku hanya ga percaya sama laki-laki itu" King mengesah, ia kembali melanjutkan melahap makan siangnya.


"Sayang...sebelum menikah kan kamu tau aku itu siapa? Trus sekarang kalau aku memutuskan kontrak gitu aja, gosip akan beredar dan aku ga akan dipercaya lagi sama stasiun TV atau production house lainnya" tutur Zeline mencoba menjelaskan kondisinya.


"Aku bisa menghidupi mu, tenang aja aku masih anak sultan ko!" King berucap dengan santai.


Zeline tergelak, "Trus aku ngapain di rumah?"


"Lanjutin kuliah...." jawab King sambil menatap Zeline.


Zeline terlihat berpikir sejenak, ia menimbang tawaran suaminya untuk melanjutkan kuliah. Walau bagaimanapun seorang istri kan harus menurut kepada suami. Apalagi kalau pekerjaannya merupakan ancaman bagi keberlangsungan rumah tangga mereka.


"Emmm... Gimana kalau kita nego sama pihak stasiun TV nya, aku masih jadi artis disana tapi ga menjadi host kalau pun menjadi host itu hanya acara sekali tayang misalkan acara award atau menjadi bintang tamu di acara TV tersebut dengan alasan aku harus melanjutkan kuliah dan jangan sampai acaranya mengganggu jadwal kuliah. Minta pengacara aku dan pengacara pihak TV mengkaji ulang kontraknya, kalaupun aku harus bayar ganti rugi, ya bayar aja! Tapi kamu yang bayar ya, kan kamu yang mau.... Kalau ga bisa, mintalah Papi Zach untuk turun tangan, kan itu perusahaan Papi juga... Pokoknya jangan sampai aku kena klausal perdata yang ada di dalam kontrak itu, gimana?" Zeline menaik turun kan kedua alisnya membuat King gemas dan menjawil hidungnya.


King setuju dengan ide istrinya itu, menurutnya bila hanya sekali-sekali, ia akan menyempatkan menemani istrinya syuting selain itu kuliah Zeline pun tidak akan terbengkalai. Mungkin ia akan meminta pertolongan Aunty Humasa dan Uncle Sam yang merupakan orang tua dari Kevlar, bila sampai pria itu menuntut Zeline secara hukum.


King baru bisa bernafas lega, sekali lagi metode komunikasinya berhasil diterapkan. Tapi dibalik itu King tidak tau, Zeline mati-matian harus menahan egonya agar diskusi ini berjalan lancar. Mungkin kedepannya nama Zeline akan sedikit meredup dan ditinggalkan oleh fansnya bila King terus-terusan over protectif seperti ini tapi apa boleh buat, ia tak ingin King berbuat childish seperti kemarin dengan Jenifer.


Ini demi rumah tangganya, ia harus bisa berkorban. Bila setiap suami istri seperti Zeline dan King bisa menekan ego dan sama-sama mau berkorban, mungkin tidak akan ada perceraian di dunia ini, keduanya sama-sama mengalah sama-sama menghargai dan menghormati keinginan pasangan masing-masing. Tapi sampai kapan mereka bisa bertahan untuk menekan egonya?

__ADS_1


"Oke... Besok aku suruh pengacara ku membantu pengacara mu untuk menyelesaikan masalah ini, kamu tenang aja, biar aku yang urus" King mengedipkan satu matanya lalu mencium kening Zeline sekilas.


__ADS_2