
Kevlar menggulingkan tubuhnya kesamping Jenifer, setelah penyatuan tubuh keduanya disiang hari yang panas itu cukup melelahkan.
Mereka berlomba menghirup oksigen dengan nafas tersengal, niat awal ingin mendiskusikan rencana memisahkan Zeline dan King malah berakhir diatas ranjang dengan bermandikan peluh.
Jenifer begitu mudahnya Kevlar dapatkan, sedang Kevlar sangat memuaskan bagi Jenifer.
Apa keturunan Alterio semua seperti itu?
Kevlar beranjak dari ranjang tanpa menoleh kearah Jenifer, pria itu langsung memasuki kamar mandi setelah memunguti pakaiannya.
Sedangkan sang wanita seolah seperti tidak terjadi apapun, dengan santainya ia memakai kembali mini dressnya kemudian keluar dari kamar.
"Jadi kamu punya rencana apa?" tanya Kevlar sambil menyesap kopi buatan Jenifer.
"Kamu dekati Zeline hingga jatuh cinta kembali dengan mu dan King akan menjadi urusan ku!" ucap Jenifer sambil menyeringai.
Kevlar menatap ngeri kearah wanita itu, kadang cinta memang bisa membuat seseorang gila tapi sepertinya ia belum segila Jenifer.
Sepanjang perjalanan kembali ke kantornya, Kevlar tercenung memikirkan pertemuannya tadi dengan Jenifer.
Berbagai rencana sudah ia susun dibenaknya tapi mengkhianati sepupu dekatnya, apa ia sanggup?
*****
Zeline memasuki ruangan Kevlar, menurut Anin tadi pria itu memintanya untuk menemuinya di ruangannya karena ada sesuatu yang harus dibicarakan.
"Kev?" panggil Zeline,
Pria yang sedang menatap keluar dinding kaca itupun menoleh.
"Zeline... Duduk" pintanya, sambil mengendikan dagu kearah sofa.
"Ada apa?" tanya Zeline tanpa bas-basi.
"Masalah kontrak kamu... Setiap karyawan ku mengajukan jadwal syuting sering Anin tolak alasannya King ga kasih ijin dan aku harus cari orang untuk menggantikan kamu... Para astrada, sutradara bahkan produser udah males ngadepin kamu Lin, mereka bergunjing dibelakang kamu... Dan bisa jadi berita ini sampai keluar, kamu ga akan dapet kerjaan lagi... Cobalah bilang sama suami kamu buat ga terlalu mengekang, kalau gini terus nama kamu bisa hilang dari dunia entertainment... " tutur Kevlar panjang lebar.
Zeline menghirup udara dalam kemudian menghembuskannya perlahan sambil mencerna semua perkataan Kevlar tadi karena semua perkataan itu benar adanya dan sudah sempat terpikir oleh Zeline sebelumnya.
Haruskah ia berhenti dari dunia entertainment seperti para aktris lain yang menikahi pengusaha sukses? Atau tetap melanjutkannya dengan membuat negosiasi kembali dengan sang suami?
Tapi apa mungkin King akan memberikan kelonggarannya lagi kali ini?
Zeline mengesah, mungkin bila bukan Kevlar yang akan selalu ada disekelilingnya, suaminya itu pasti akan menyetujui.
"Ya udah aku nanti ngomong sama King... " jawab wanita itu akhirnya walau ragu.
"Oh ya... Kamu jadi host tamu untuk acara di Bali dua hari lagi, kamu bisa kan?" King menaikan satu alisnya menunggu jawaban.
"Aku tanya King dulu... " jawabnya sambil meringis,
Kevlar menghembuskan nafas kasar sambil membuang tatapan tidak sukanya tapi Zeline tidak menghiraukannya.
__ADS_1
"Aku pulang, Kev!" Zeline beranjak dari sofa hendak keluar dari ruangan itu tapi tangan Kevlar menahan.
"Lin... " panggil Kevlar sambil menatap lurus istri sepupunya.
"Kamu yakin sudah ga cinta aku lagi? Pernah kamu tanya lagi hati kamu?" tanya Pria itu dengan tatapan sendu.
Zeline mengulurkan satu tangannya untuk menangkup pipi Kevlar "Kev... aku hanya mencintai King, dan kamu aku anggap ga lebih dari sepupu dari suami aku... Jangan tanya lagi, lupakan semua karena aku benci harus menjelaskannya terus sama kamu!" ucap gadis itu tanpa berkedip.
"Aku pulang ya... Oh Ya, ada salam dari sepupu kamu... Tadi sebelum kesini aku ijin dulu sama dia!" Zeline mengedipkan satu mata sambil menjulurkan lidahnya.
Zeline keluar dari ruangan King meninggalkan pria itu yang masih berdiri mematung dengan perasaan berkecamuk.
*****
Hari ini King pulang cepat, pintu apartemen terbuka sesaat setelah sang istri selesai memasak makan malam.
Zeline langsung menyambutnya dengan mengalungkan kedua tangan di leher King kemudian mencium sekilas bibir sang suami.
"Mandi dulu gih... Setelah itu kita makan!" ucap Zeline sambil membawakan tas King.
Mencium kening Zeline sekilas kemudian tersenyum, pria itu langsung memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya.
King sudah merasakan lapar saat memasuki apartemen tadi karena indera penciumannya langsung dimanjakan oleh harumnya masakan sang istri tercinta.
Dengan lahap pria itu menyantap masakan Zeline, "Pelan-pelan sayang... " Zeline berujar sambil memberikan air mineral didalam gelas tinggi.
"Lama-lama aku bisa gendut, baby! Apapun yang kamu masak selalu enak... " ucap pria itu dengan mulut penuh makanan.
Ting... Tong... Pintu apartemen berbunyi,
"Kamu nunggu seseorang?" King mengernyit dan Zeline balas menggelengkan kepala.
"Biar aku aja... " Zeline beranjak dari meja makan menuju pintu apartemen.
Ceklek...
"Uncleeee..... " Zeline berhamburan memeluk sang Uncle yang selalu ramah itu.
Dibanding Uncle Janson, Uncle Bianco paling ramah dan selalu tersenyum walaupun status yang disandangnya adalah ketua Mafia yang paling ditakuti, tapi pria paruh baya yang masih kekar dan berotot itu sangat lembut dalam berbicara.
Uncle Bianco terkekeh mendapat serangan pelukan dari istri sang keponakan.
"Uncle udah makan? Aku masak makan malem... Uncle makan dulu ya!" Zeline menarik Bianco ke ruang makan tanpa sempat Bianco menjawab.
Dan Uncle yang ramah itu hanya bisa menurut mengikuti langkah Zeline yang menarik tangannya.
"Uncle... " sapa King kemudian berdiri memeluk Unclenya dengan musculin.
King merasa heran, pasalnya sang Uncle favoritenya itu sangat sibuk tapi masih bisa menyempatkan untuk berkunjung ke apartemen.
"Uncle tadi dari rumah Papi kamu, tapi sebelum ke bandara lewat apartemen kamu jadi Uncle mampir dulu kesini!" ucap pria itu menjawab pertanyaan yang belum sempat King lontarkan.
__ADS_1
"Ini Uncle... Uncle suka udang asam manis? Cobain deh Uncle" Zeline sudah memindahkan nasi beserta lauk pauknya ke piring kosong untuk Uncle.
Bianco tidak bisa menolak, walau berbeda lidah dengan orang Indonesia tapi ia mencoba menghargai keponakannya itu.
"Ini enak... " puji Bianco setelah memakan dua sendok masakan Zeline dan sang keponakannya yang cantik itu tertawa puas.
Setelah selesai makan malam, Ketiganya melanjutkan perbincangan di ruang tamu.
"Oh iya, Uncle punya oleh-oleh buat kamu, Zeline!" Bianco mengeluarkan kotak perhiasan dari dalam saku jasnya kemudian menbuka kotak tersebut.
Zeline terperangah melihat isi dari kotak tersebut, "Ini cantik banget, Uncle... Terimakasih!" ucap Zeline tulus dengan mata berbinar.
"Tolong pakaikan, King" pinta Bianco pada sang keponakan.
King mengambil kalung berliontin batu ruby dari dalam kotak perhiasan ditangan Bianco kemudian memakaikannya ke leher sang istri.
"Thanks Uncle" ucap King.
"Baiklah... Uncle pulang dulu, kalian harus rukun dan saling menjaga ya! Karena berpisah itu mudah, yang sulit itu mempertahankannya!" pesan Bianco, bijak.
Zeline dan King menganggukan kepala antusias kemudian mengantar Bianco hingga depan lobby.
Setelah mobil hitam itu menghilang dari pandangan, King dan Zeline kembali kedalam unit apartemen mereka.
"King... " panggil Zeline saat keduanya sudah diatas tempat tidur dengan posisi berpelukan.
"Hem?" jawab King sambil memejamkan matanya.
"Aku ada syuting di Bali dua hari lagi, boleh ya?" tanya Zeline hati-hati.
Lama King tidak menjawab, kemudian Zeline memanggilnya lagi dengan suara manja.
"Kiiiing.... "
Menghela nafas, "Berapa hari?" King malah balik bertanya.
"Sampai jum'at... " jawabnya cepat,
"Aku kan udah suruh Anin buat nolak kerjaan itu, Baby!" ucap King dengan suara berat.
Zeline bangun dari dada King, "Sayang... Kamu tau ga kalau setiap kerjaan aku tolak itu bisa berpengaruh sama karir aku... Orang-orang TV pasti males berhubungan sama aku, kabar aku yang sering cancel atau nolak kerjaan juga pasti kedenger sama stasiun TV atau PH lain dan lama-lama nama aku hilang dari dunia entertainment... Walau aku anak Papa Andra, tapi ga mudah loh sayang aku masuk ke dunia ini, aku rintis dari awal... Jadi please ngertiin aku, jangan terlalu ngekang aku!" Zeline berucap dengan nada suara serendah mungkin untuk menghindari pertikaian.
"Baby... Apa yang kamu cari sebagai artis? Dengan kamu menjadi istri aku aja, kamu bisa dapatkan apa yang kamu mau... Istana, bahkan satu pulau pun bisa aku beli untuk kamu... Aku cuma ga mau kamu sibuk, aku ga mau kamu stress, dan aku ga mau kamu dekat dengan Kevlar" tanpa sadar komentar King tadi malah malah menyulut pertikaian.
"Oh jadi kamu ngelarang aku itu karena Kevlar? Kamu ga percaya sama aku, iya? Aku udah bilang berapa kali sama kamu kalau aku udah ga ada perasaan apapun sama Kevlar... Aku harus gimana biar kamu percaya? Sedangkan aku aja selalu percaya sama kamu padahal kamu sedang terikat bisnis bersama Jenifer! Kamu tuh egois King!" nada suara Zeline mulai meninggi.
King membuang nafasnya kasar, pria itu memejamkan mata menahan emosinya.
"Bukan gitu, baby!!" sanggah King,
"Cukup King! Aku ga mau kaya gini! Aku butuh kepercayaan dari kamu... Aku cuma minta itu, dan aku akan tetap pergi ke Bali!" ucap Zeline final tidak bisa diganggu gugat.
__ADS_1