Zeline Dan King

Zeline Dan King
Sok Ganteng


__ADS_3

Zeline sudah terbangun dari tidurnya tapi ia enggan membuka mata walau rasanya malam ini begitu nyenyak tertidur, mungkin karena seorang pria memeluk hangat dirinya atau karena ia merasa lega suaminya tidak tidur dengan wanita lain karena belum satu jam King meminta ijin untuk bersama wanita lain tadi malam, tapi pria itu sudah kembali kedalam kamar.


Akhirnya gadis itu pun membuka mata, baru tersadar yang menjadi bantal adalah dada bidang seorang pria dan tangannya dengan lancang melingkar diperut kotak-kotak pria itu. Matanya melebar sempurna langsung terperanjat bangun melepaskan pelukannya.


"Ya Tuhan...kenapa jadi aku yang peluk dia? Bukannya tadi malem dia yang peluk aku? Iiih... Gengsiiii, ngga...ngaa!!" Zeline menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saat akan turun dari ranjang, pria itu malah menarik tangannya membawanya kembali dalam dekapan.


Zeline mendongak dengan nafas tertahan.


"King... Engap!! Kamu pengen cepet-cepet jadi duda ya?" seru Zeline dengan wajah memerah kekurangan oksigen.


King tersenyum dengan mata terpejam disela melonggarkan pelukannya tapi masih dengan mode mengunci hingga gadis itu tidak bisa bergerak.


"King... Lepas!! Aku mau mandi!!" Zeline mulai meronta.


"berusahalah merebut hati dan kepercayaannya..., perlakukan dia seperti seorang Tuan Putri...."


Ucapan Uncle Janson menggema dipikiran King.


Seketika pria itu melepaskan dekapannya dan malah membuat Zeline terheran. Biasanya King akan memaksa hingga membuatnya kesal.


"Kenapa? Kamu mau aku peluk lagi?" King berucap dengan suara parau masih memejamkan mata saat dirasa istrinya itu masih belum beranjak dari tempat tidur.


Zeline menggelengkan kepala langsung berlari menuju kamar mandi.


Setelah melakukan ritual mandi paginya, gadis itu keluar dengan memakai bathrobe tapi pada saat kewaspadaannya sudah pada level paling tinggi untuk menghadapi suaminya yang mesum dan jahil itu, ternyata Zeline tidak mendapati siapapun disana.


Tak memperdulikan, gadis itu membalut dirinya dengan dress diatas lutut berlengan pendek dan mengaplikasikan make up natural diwajahnya lalu menuju restoran untuk sarapan lagi.


Semua sudah berkumpul disana, para grandpa dan grandma, para orangtua, aunty juga uncle berada dalam satu meja panjang. Mereka terlihat begitu akrab dan sesekali tertawa.


Hati Zeline merasa hangat dan bahagia karena melihat kebahagiaan dari keluarganya juga keluarga barunya.


Para sepupu tidak ketinggalan untuk sarapan bersama, kebetulan area restoran untuk sarapan pagi tersebut menghadap kolam renang sehingga ada sebagian yang memilih berenang, kebetulan sudah memasuki musim hangat saat itu.


Zeline mengambil sarapannya dari buffe dan stand yang berjejer mengelilingi restoran tersebut mengedarkan pandangan seolah sedang memilih menu apa yang akan ia santap pagi ini tapi pada kenyataanya ia sedang mencari Kevlar, pria yang kemarin sudah ia lukai hatinya dengan mengusirnya didepan King. Harga diri pria itu pasti ternoda kali ini, dan Zeline merasa sangat bersalah.


Zeline memilih duduk dimeja sepupunya, karena ia belum mengenal lebih jauh sepupu suaminya itu, mungkin nanti ia akan lebih mendekatkan diri lagi pada para sepupu suaminya yang hampir rata-rata bule itu.


"Cie... Cie... Cie.... "


Surakan beserta suitan dari para sepupunya sukses membuat Zeline merona.


"Gimana tadi malem? Berapa kosong?" tanya Keenan dengan mencondongkan tubuhnya sedikit kearah Zeline saat gadis itu sudah duduk didepannya.


"Yaaaa gitu deh" Zeline mengendikan bahu tak acuh yang mendapat decakan kesal dari Keenan.


"Gimana rasanya?" goda Keanu


"Nguuuuunaaaaaah..." Zeline memanjangkan kata sambil memejamkan mata.


(Ngunah \= ngeunah \= enak)


Dan semua terbahak termasuk Ken, yang tak percaya adiknya telah merelakan mahkotanya.


"Masa sih enak? Sakit tau!!" celetuk Nafeesa sambil meneguk kopinya yang malah mendapat tatapan curiga dari para sepupu dan yang bersangkutan hanya mengedip pura-pura tak pernah mengatakan sesuatu.


"Ka Zeline... Itu Aa King ganteng amat ya? Aqila baru liat didunia nyata perut yang udah kaya roti sobek gitu!" celetuk Aqila sedang terpesona menatap King yang sedang berenang.


Zeline pun menoleh mengikuti arah pandang gadis abg tanggung di depannya.


"Oh.. Dia lagi berenang...pantesan ga ada tadi dikamar" batinnya.


Ia pun kembali menyuapkan sarapan paginya.


"Heh... Anak kecil, kamu tuh kalo naksir sama yang seumuran jangan sama om-om!" dengus Nafeesa sambil menjitak kepala adik sepupunya.


"Apaan sie, Ka..., ga suka aqila tuh sama yang seumuran, paling jajaninnya cilok sama seblak doank tapi kalo yang udah dewasa macam executive muda kaya Aa ganteng itu kan pasti ngajaknya direstoran mevvah, Ka!" Aqila mengucap kata mewah menggunakan dua V pengganti huruf W.


"Kalo sama om-om kamu itu dibawanya bukan ke bioskop atau maen time zone, Qila... tapi dibawa ke hotel!!" tegur Ken, ikut menjitak Aqila yang berada disampingnya.


"Ah Ka Ken nih suka becanda, emang ada Apaan di hotel? Mau tiduran mah di rumah aja..." saut Aqila polos, sepolosnya.


"Waaa... Gawat ini anak minta dipesantrenin!" ancam Keanu.


"Jangan donk Ka..., please, Qila becanda lagi ka..." rayu Qila dengan wajah menggemaskan.


Kemudian semua pun tertawa.


Freya, kaka sepupu King yang baru saja berenang dengan bathrobe yang membungkus tubuhhnya menghampiri Zeline.

__ADS_1


"Jagain tuh si King, sok kegantengan dia digodain cewe-cewe sini... " setelah berucap dengan ekspresi datar, gadis itu pun berlalu mengambil sarapannya dan tak luput dari perhatian Ken.


Dan benar saja, suaminya itu seperti sedang tebar pesona, setelah menyelam ia pun naik dan melewati para gadis disana dengan percaya diri memakai celana renang yang menyetak jelas kepemilikannya. Membuat para gadis melirik dan berbisik-bisik.


Dengan sok gantengnya pria itu mengeringkan rambut menggunakan handuk kemudian memakai sunglasess karena matahari sudah mulai merangkak naik. Para gadis makin menjerit histeris dibuatnya, dan dengan santainya ia malah mengulas senyum tipis sambil mendudukan tubuhnya di kursi panjang yang disediakan hotel disisi kolam renang.


Zeline berdecak sambil memutar bola matanya malas.


"Sok ganteng" gumamnya.


"Ka Zeline... Mau disamperin ga tuh Aa gantengnya? Kalo ngga, Qila yang nyamperin nih!" tegur Aqila terlihat serius karena tubuhnya sudah hampir terangkat dari kursi.


"Aku ko geli ya kamu manggil dia Aa?" Zeline mengalihkan pembicaraan.


"Iya, Aa ku cayang!" Qila mengedip-ngedipkan kedua matanya.


"Ko ga cemburu sih, Ka? Itu ketampanan suaminya lagi dinikmati cewe lain!" tanya Aqila lagi, dengan penyakit keponya dan hanya dibalas dengan senyuman oleh Zeline.


"Mau kemana?" tanya Nafeesa pada Zeline yang sudah beranjak dari duduknya.


"Nyamperin saumi aku... Takut ditikung Qila!" Zeline berujar sambil melirik Aqila kemudian berlalu menuju tempat jus.


Aqila tersenyum memamerkan gigi putihnya.


Zeline menuang jus jeruk dalam gelas panjang dan memutar arah, berjalan menghampiri King, tak lupa gadis itu pun mengambil roti sandwich dan meletakannya diatas piring kecil.


Dengan jus jeruk ditangan kanan dan sandwich di tangan kiri ia melangkah keluar dari area restoran menuju tempat dimana King berada.


"Sarapan..." Zeline meletakan Jus dan sandwich diatas meja dihadapan King.


King menyeringai dengan menaikan satu alisnya.


"Ada apa nih?" tanyanya


"Mencoba melayani suami...," saut Zeline seraya mengedarkan pandangan kepenjuru area kolam renang.


Ia pun mendapati tatapan kesal dari para gadis disana.


"Kalo entar malem, Mau coba?" tanya King dengan seringai.


"Ogah!! Sore ini aku harus ke Bali, ada pemotretan sampai tiga hari kedepan, kamu pulang kapan?" setelah menyelesaikan kalimatnya barulah Zeline menatap King menunggu jawaban.


King membuka sunglasess dan menatapnya dalam diam, pagi hari yang cerah ini mendadak hatinya kelabu mendengar penuturan istrinya. Apa gadis didepannya ini lupa, bahwa mereka belum sampai 24 jam menikah? Bahkan malam pertama pun belum mereka lakukan, dan sekarang waktunya bulan madu ia malah ijin, ah salah... Zeline sedang tidak meminta ijin tapi menginformasikan bahwa ia akan bekerja mulai dari sore ini hingga tiga hari kedepan.


"Baby... Apa ga bisa ditunda dulu? Kita kan baru menikah? Kamu ga ambil cuti menikah?" tanya King dengan suara lembut disertai senyum di bibirnya.


Zeline sampai bingung dari mana suaminya itu belajar senyum sambil bicara sekaligus.


Bila gadis lain mendapat panggilan baby dari pria setampan dan sekaya King akan melambung tinggi dengan rasa bahagianya atau mungkin hingga jerit-jerit kegirangan sambil salto atau guling-guling tapi tidak dengan Zeline, gadis itu malah terkekeh geli.


"Kamu lucu... Kamu kenapa sok baik gitu, sih?" gadis itu masih terkekeh.


"Jadi kamu mau aku gimana?" kini ekspresi King berubah datar.


Melihat perubahan ekspresi suaminya yang mendadak galak, Zeline mengambil sadwwich dimeja.


"Ya biasa aja kali King...nih makan!" Zeline menyodorkan sandwich ditangannya kemulut King, dan pria itu membuka mulut menggigit sandwich ditangan Zeline.


Tanpa sadar Zeline sedang berbuat manis menyuapi suaminya.


"Kenapa ga dijawab?" tanya King dengan mulut penuh sandwich.


"Yang mana?" Zeline malah bertanya balik sambil menyuapi sandwich ke mulut King karena dilihatnya mulut pria itu sudah kosong.


King mendecak kesal sambil menyatukan alisnya, benar-benar membuat emosi bersosialisai dengan gadis didepannya ini.


Tapi tak urung, ia mengigit sandwich yang istrinya suapi.


Zeline tersenyum dengan dua gigi yang mirip kelinci menghiasi bibir membuat King bisa menurunkan kadar emosi jiwanya.


"Kontraknya udah dari jauh hari, sebelum 'malam itu' " Zeline memberi tanda petik dengan jarinya disamping kepala ketika mengucapkan malam itu agar pria didepannya mengerti apa yang dimaksud.


"Ga boleh!! Kamu harus pulang bareng aku, seminggu lagi!" King berujar dengan ketus seraya mengulurkan tangan mengambil jus jeruk di meja lalu meneguknya dan tatapan tajam tak lepas dari mata Zeline.


Dengan wajah kesal Zeline beranjak dari duduknya yang sebelumnya sudah memasukan potongan sandwich terakhir kemulut King. Ia berjalan dengan menghentakan kakinya menuju kamar.


"Zeline.... Baby!!!" King berteriak memanggil istrinya yang sudah berjalan menjauh ditelan pintu kaca menuju lift.


Dan Zeline seolah menulikan telinganya tidak erduli dengan King yang berteriak menggila hingga menjadi pusat perhatian.


King mengejar Zeline menuju lift dan bertemu dengan Ken dan para sepupu istrinya.

__ADS_1


"Sabar Bro!!" Ken menepuk pundak King seraya tersenyum.


King yakin semua keluarganya pasti sudah melihat drama dipinggir kolam renang tadi bersama Zeline, dan sialnya kenapa lift ini lama sekali. Ia sudah tak tahan mendapat tatapan aneh dan senyum miring dari sepupu istrinya.


Ia baru sadar, saat itu hanya memakai celana renang pendek dan ngetat dengan bertelanjang dada.


*****


"Baby..." King menarik ke dua tangan istrinya lembut dan menggenggamnya.


Zeline menatap pria didepannya dengan jengah.


"Berhenti panggil aku, Baby!" seru Zeline dengan melototkan matanya.


Gadis itu benci mendapat panggilan sayang dari King, entah ia wanita yang keberapa yang mendapat panggilan seperti itu dari King. Zeline tak mau disamakan dengan mereka, wanita-wanita bayaran pemuas nafsu suaminya.


Kembali pria itu terbakar emosi, ia tak pernah sesabar ini dalam hidupnya


"Oke... Zeline! Kamu boleh pergi..." King melepaskan genggamannya dan berbalik memunggungi Zeline menuju kamar mandi.


Sekali lagi Zeline tertegun, King sang pemaksa dan tak bisa dibantah telah berubah. Sedikit aneh dan Zeline tak berusaha perduli.


King keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian, ia merapikan rambutnya dan pakaiannya sambil bercermin. Selama itu, sama sekali King tak menghiraukan Zeline yang sedang merapikan pakaian dan alat make upnya . Setelah rapi, pria itu keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Zeline memanggil Anin agar membantunya berkemas.


*****


Hingga sore hari King tak muncul, beberapa keluarga ada yang sudah pamit untuk pulang, ada juga yang masih tinggal lebih lama disana semua mempertanyakan kemana perginya King. Zeline bingung setengah mati dibuatnya, ia malu tak tahu sama sekali keberadaan suaminya padahal baru sehari mereka menikah.


"Tadi bener-bener ga bilang Ma, dia pergi gitu aja...!" Zeline melipat tangan didada dengan wajah ditekuk saat kedua orang tua dan Kakanya sedang melakukan sidang keluarga.


"Aduh.. Kamu tuh bikin Mama malu aja ah, Mama tau kamu terpaksa menikah dengan King tapi apa ga bisa kamu coba perhatian sama dia, sayang?" tegur Mama Rena.


"Zeline, kamu sekarang udah jadi seorang istri! Kalian sudah mengikat janji suci pernikahan dan semenjak kemarin itu kamu harus nurut sama suami kamu, kalau kata suami Iya ya Iya, kalau Ngga ya Ngga, jangan dibantah! Dosa nanti kamu, dan bukan hanya kamu aja yang dosa...Mama dan Papa juga ikut menanggung dosanya!" Kali ini Papa Andra sedikit keras, karena mendengar cerita bahwa Zeline tidak menurut kepada suaminya.


"Tapi kontraknya ga bisa dibatalin Pa, udah mepet... Zeline ga bisa nolak!" belanya.


"Oke... Mama ngerti, tapi setelah ini kamu harus nurut sama suami kamu ya?!" Kali ini Mama Rena melunak.


"Dan kamu harus mengadakan bulan madu kembali bersama King, nanti Papa yang urus!" Papa Andra pun mulai melunak, karena Zeline sudah menundukan kepala sambil meremat tangan dengan mata berkaca-kaca.


Ken yang sedari tadi menonton sidang tersebut hanya bisa bungkam dengan memasukan kedua tangan kedalam saku celana sambil bersandar didinding.


Ia tak mau menambah pikiran sang adik yang sangat disayanginya.


Setelah kedua orang tuanya pergi, barulah pria jangkung itu mendudukan tubuhnya disamping Zeline yang mulai terisak.


"Ya ampun de, gitu doank ampe nangis!" King melingkarkan tangannya dibahu Zeline membawanya dalam dekapan.


"Zeline mau cerai, Ka..., " ucap Zeline disela isaknya.


Ken terkekeh...


"Jangan sampe de, ga ada sejarahnya dikeluarga kita bercerai apa lagi kamu public figure, ga bagus! Jalanin aja seperti air mengalir, jangan ngebantah suami kamu lagi ya!" sarannya, sambil mengecup pucuk kepala Zeline.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai Hai Readers setia, yang mau like dan komen disetiap partnya juga kasih vote setiap minggunya, yang ga like dan komen ga Hai ya... Hahaha


Abis kesel, yang baca ampe ribuan yang like sedikit, tinggal ketukin jempol doank, kan ga susah sayaaaaang....


Thor ucapin terimakasih banyak ya yang udah like, komen dan vote... Bahkan thor liat, banyak pembaca setia dari jamannya novel pertama Cerita Cinderela Versi aku dan Unconditional Love dan kasih vote, Aaahhh.... Jadi sayang deh sama kalian, 💋💋


Mohon maaf yang biasanya up sehari sekali sekarang aga jarang, karena pertama thor nya lagi sakit teruuusss lagi banyak kegiatan, acara, urusan atau apalah namanya yang menyita waktu dan tenaga thor.


Jadi harap readers tercinta sabar ya, biar ga asal-asalan ceritanya, biar menjiwai dan ga sama dengan novel-novel lain.

__ADS_1


Segitu aja, ketchup manja dari thor buat kalian 💋💋


__ADS_2