Zeline Dan King

Zeline Dan King
Trimester Kedua


__ADS_3

Perut Zeline terlihat sedikit membesar, kehamilannya sudah menginjak trimester ke dua minggu ini dan sesuai kontrak yang telah disepakati, Zeline akan menjadi model untuk pagelaran bergengsi New York Fashion Week yang mengusung tema Maternity.


Rumah mode kenamaan dunia sudah menghubungi manajemennya untuk memberikan pengarahan apa saja yang perlu Zeline persiapkan maka dengan dukungan sang suami, Zeline akhirnya berangkat menuju benua Amerika untuk melakukan pekerjaan terakhirnya.


Zeline sudah berniat untuk mundur dari dunia entertainment dan pekerjaan ini merupakan pekerjaan terakhir yang akan ia ambil.


Ia sudah tidak ingin kehidupan pribadinya menjadi konsumsi publik.


Berharap hidupnya akan normal setelah ini bersama keluarga kecilnya.


Dibantu Anin dan Joe, saat ini Zeline sedang mempersiapkan semuanya.


Saat itu King mengabari akan pulang larut untuk menyelesaikan pekerjaan karena ia akan menemani Zeline beberapa minggu disana.


Kebetulan Azalea lebih memilih untuk melahirkan di mansion Grandpa Mathew di New York agar adil tidak memilih di negara suaminya maupun di negaranya.


Sudah beberapa bulan terakhir, tempat dimana Azalea akan melahirkan menjadi pembahasan bahkan terjadi perdebatan yang tidak hentinya antara keluarga kerajaan melawan Mami Azuri maka Zeline memutuskan untuk melahirkan selain di dua negara tersebut dan dipilihnya New York tempat dimana Kakek kesayangannya berada.


Kebetulan sekali karena Zeline dan King pun akan berada disana tepat disaat waktunya Azalea melahirkan bila prediksi dokter tidak meleset.


Zeline yang kelelahan mempersiapkan keperluannya selama disana tidak sadar sudah terlelap di sofa sedangkan Anin dan Joe entah sejak kapan meninggalkan kamar itu.


Ketika King mendorong pintu kamar, tatapannya langsung tertuju pada sosok istrinya yang tidur dengan posisi duduk di sofa.


King mengernyit, sambil membuka dasinya ia melangkah tanpa suara mendekati sofa kemudian menjatuhkan tubuhnya disana.


Tangannya ia rentangkan untuk membawa Zeline dalam dekapannya.


Diusapnya kepala Zeline lembut tak lupa ia hadiahi kecupan dikepala wanita yang sangat ia cintai itu.


Zeline mengerjap dengan pelan ia mendongak menatap King yang sedang tersenyum kearahnya.


Mereka hanya saling pandang beberapa saat hingga akhirnya King menempelkan bibirnya di bibir sang istri memberi kecupan kemudian menggigit kecil disana.


Awalnya permainan bibir itu lembut, membuai saling memberi dan menerima namun lama kelamaan berubah panas dan menuntut hingga King merebahkan tubuh sang istri disofa.


King menyusupkan dirinya diantara kaki Zeline kemudian mulai merayunya dengan kecupan disekitar leher hingga turun kedada.


Tangannya sudah bergerilya menjelajah tubuh yang tak pernah bosan ia nikmati hingga menyingkap dress yang dikenakan Zeline dan membuangnya sembarang.


Zeline melenguh ketika sensasi geli ia rasakan dititik sensitifnya membuat King mengerang dan melucuti dengan cepat celana bahan yang dikenakannya.


Setelah celana itu terlepas, King mulai mendorong tubuh dan membenamkan segala hasratnya hingga Zeline merasa penuh.


Menghentaknya perlahan karena tidak ingin menyakiti calon anak mereka yang sedang berjuang untuk tumbuh didalam perut Zeline.


Suara kecupan, decapan hingga nafas keduanya yang memburu menggema di kamar yang luas itu.


Dengan lembut seperti mengayun dengan tempo yang lambat namun begitu sensual, King berhasil membawa Zeline merasakan puncak kenikmatan dunia bersama.


Masih dengan nafas tersengal ia mencium kening Zeline kemudian mencabut segala hasrat yang sudah tertanam begitu dalam kemudian berguling kesamping dan memeluk Zeline dari belakang.


"Kebiasaan kamu tuh, dateng-dateng bukannya mandi dulu atau makan dulu malah - "


"Nyicipin kamu dulu... " sambar King yang langsung mendapat pukulan pelan ditangannya.

__ADS_1


King terkekeh kemudian menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Zeline.


"Kangen kamu terus... Besok-besok kamu ikut kerja ya... " bisik pria itu.


"Besok kan kita pergi... " sanggah Zeline


"Maksudnya.... Pulang dari New York... " bisik King dengan nafas panasnya yang terhempas ke tengkuk Zeline.


"Besok kita pergi jam berapa?" dengan suara paraunya King bertanya.


"Pagi banget... " jawab Zeline sembari mendudukan tubuhnya menyandar pada tangan sofa.


King ikut bangkit dari sofa kemudian memakai kembali boxernya lalu menggendong Zeline ke ranjang, istrinya sempat memekik karena terkejut tapi King langsung membungkamnya dengan kecupan.


"Tidur ya... Aku ganti baju dulu" ucap pria itu kemudian mencium bibir Zeline sekilas lalu pergi menuju kamar mandi.


Zeline memperhatikan punggung King hingga hilang dibalik pintu kamar mandi, tanpa sadar tangannya mengelus perut yang sudah terlihat membesar.


"Mommy... Sayang banget sama Dady kamu... " bisik Zeline kepada janin yang ada dalam kandungannya.


Subuh sekali rumah Zeline sudah ramai oleh Anin dan Joe, mereka menarik beberapa koper untuk dibawa ke mobil.


Dibantu oleh King, Zeline menuruni tangga dengan hati-hati.


"Sayang... Aku masih bisa jalan ko, ga usah gini-gini amat" protes Zeline kepada King karena King negitu hati-hati memapahnya.


"Kamu lagi hamil, baby... Aku takut kamu kepeleset!" balasnya dengan raut khawatir sambil menuntun Zeline dengan gerakan selambat siput.


Zeline berdecak kesal, "Kalau kaya gini, baru sore kita sampe didepan rumah... " rengek Zeline dengan bibir mengerucut.


"Kolokan... " ledek Anin sambil membuang tatapannya.


"Biarin... " Zeline menjulurkan lidahnya kearah Anin.


King dan Joe terkekeh melihat sikap kekanak-kanakan Zeline.


"Aku tuh khawatir, Lin... Kamu masih laya anak kecil mau punya anak, mau gimana nanti anaknya?" tutur Anin setengah meledek.


"Rock n Roll ntar anaknya" celetuk Zeline sambil menampilkan cengiran.


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di bandara, King meminta Joe berhenti tepat di depan tangga pesawat agar Zeline tidak perlu jalan terlalu jauh.


Ketiganya turun dari mobil kemudian masuk kedalam privat jet milik King yang sudah siap akan lepas landas.


Joe memarkirkan dulu mobilnya sebelum menaiki pesawat.


Ketika King mengedarkan matanya memindai isi kabin pesawat, Papi Zach dan Mami Azuri sudah duduk manis didalam sana.


"Pi... Mi... " sapa King sedikit terkejut, pasalnya tidak ada pembicaraan apapun mengenai keikit sertaan kedua orang tuanya dalam perjalanan kali ini.


"Ko bisa ada disini?" tanya King sambil mengernyit.


"Kenapa memangnya? Mami sama Papi ga boleh nebeng privat jet kamu?" sewot Mami Azuri.


"Bukan gitu Mi... Tapi Mami tuh suka ribet, ah... " gerutu King yang langsung mendapat jitakan dari Mami Azuri ketika menyalaminya.

__ADS_1


"Aww... Kekerasan kepada anak nih!" protes King sambil mengusap keningnya.


Papi dan Mami terkekeh begitu pula Zeline yang sedang menyalami kedua mertuanya.


Mami Azuri langsung menarik tangan Zeline hingga menantu cantiknya itu terduduk disampingny tepat didepan Papi Zach.


"Sebentar lagi Mami akan mempunyai dua cucu sekaligus... " ucap Mami Azuri kemudian mencium kening Zeline penuh sayang.


Zeline tersenyum menatap Mami Azuri dengan mata berbinar, ternyata walau banyaknya masalah yang dialaminya dimasa lalu tapi banyak juga orang-orang yang menyayangi Zeline.


Memang setiap orang memiliki porsi masalahnya masing-masing.


"Papi minta maaf atas segala pengalaman buruk yang kamu alami selama menikahi anak Papi yang nakal ini ya!" ucap Papi Zach sambil menjitak pelan kepala King yang ketika itu sudah duduk di sampingnya.


"Ssh... Papi.. Paan sih... " protes King dengan kening berkerut.


Sepagi ini sudah dua kali kepalanya di hantam jitakan oleh kedua orang tuanya, mereka tidak ingat apa bahwa King menduduki level tertinggi diperusahaannya.


Tidak ada yang luput dari perhatian Papi Zach, seperti kebiasaan yang dilakukan sedari muda, Papi Zach selalu mengawasi orang-orang didekatnya.


Jadi Papi Zach tau semua yang terjadi dengan Zeline hingga fitnahan yang diberikan Reka, Papi Zach sudah tau semuanya.


"Papi ga perlu minta maaf karena semua masalah itu sudah digaris kan untuk Zeline dan ga ada artinya dibanding kebahagiaan Zeline sekarang yang menjadi bagian dari keluarga Alterio dan memiliki King disamping Zeline!" tuturnya lembut.


King tersenyum menatap Zeline, kecantikan wanita itu akhir-akhir ini meningkat 1000% membuat King ingin menerkamnya saat ini juga.


"Gemesin banget sih kamu, baby... " ucapnya sambil mencondongkan tubuh hendak mencium Zeline tapi Papi Zach menahan karena pilot sudah memberi peringatan akan lepas landas dan para penumpang harus segera mengenakan sabuk pengaman.


Rupanya Joe sudah berada didalam pesawat.


Mereka akan melakukan perjalanan panjang ke New York


Privat Jet milik King dengan type G650ER, Global 7000 dirancang untuk menjadi jet pribadi jarak jauh yang dibuat khusus.


Pesawat senilai US$ 73 juta itu memiliki Kabin yang dapat dikonfigurasi dalam berbagai cara, termasuk dengan ruang makan lengkap dan teater multimedia.


Global 7000 bahkan tersedia dengan kamar tidur pribadi. Ini merupakan opsi penting, mengingat jarak pesawat lebih dari 8.500 mil – yang berarti bisa terbang tanpa henti dari New York ke Sydney, Australia.


(Sumber : TrenAsia)


.


.


.


.


.


Aku kembaliiii


Maaf kemarin sempet berhenti up cukup lama karena thor lagi ada project di aplikasi novel sebelah jd harus fokus kesana karena sudah tanda tangan kontrak, tapi novel thor yg ini ga akan di lupain ko...


Akan thor selesaikan sampai tamat tapi sabar ya ga bisa cepet2...

__ADS_1


Terimakasih yanng masih setia membaca novel ini dan ga menghapus ya dari favorit, makasih juga yg masih bersedia vote 🙏


__ADS_2