Zeline Dan King

Zeline Dan King
Mengukir sejarah


__ADS_3

Zeline masih tak habis pikir dengan sikap King yang berubah 180 derajat setelah menikah, bila boleh memilih, Zeline lebih suka King yang seperti dulu yang kasar, arogan dan menyebalkan agar ia tidak jatuh cinta pada pria itu.


Alarm dari diri Zeline kini selalu berbunyi setiap King bersikap manis, wanita cantik itu trauma patah hati mengingat siapa King di masa lalu.


Setelah jarinya mulai keriput, Zeline segera membersihkan dirinya.


"King... Mandi dulu! Aku udah isi air hangatnya di bathub" Zeline berujar dari depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


King sontak menoleh kearah istrinya, jari yang tadi menari indah diatas keyboard seketika membeku. Apa tadi dia tidak salah dengar? Zeline menyuruhnya mandi dan sudah mengisi air hangat kedalam bathub? Kenapa terdengar seperti perhatian seorang istri kepada suami?


Zeline bisa melihat King yang memandangnya dengan tatapan tak terbaca dari pantulan cermin, ia pun mulai tersadar akan apa yang telah ia perbuat.


Sebelum membersihkan tubuhnya tadi, wanita itu refleks membuka saluran air di bathub kemudian sekilas membersihkan bathub dari sisa-sisa sabun yang tadi ia pergunakan kemudian mengisinya kembali dengan air hangat.


Otaknya pun memberi perintah kepada mulutnya untuk mengeluarkan kalimat yang menyuruh suaminya mandi.


Zeline benar-benar tidak sadar akan hal itu, apa ada makhluk lain yang kini bersemayan dalam dirinya?


Zeline memutus tatapannya dengan King dan kembali melanjutkan aktifitas menyisirnya. Beberapa detik kemudian ia dikejutkan dengan ciuman di pipi yang dilayangkan oleh suaminya itu.

__ADS_1


"Thanks baby, jangan tidur dulu ya!" ucapnya kemudian setengah berlari menuju kamar mandi.


Deg


"Kenapa jangan tidur dulu? emang mau ngapain? Jangan-jangan? Apa dia ga cape? Aku sih cape banget... Aaarrggghhh.... " pekik Zeline dalam hati, wanita itu menggelengkan kepala cepat hingga rambutnya kembali berantakan, menghapus pikiran erotis yang berujung pada ingatan tentang malam pertamanya kemarin. Ups... Bukan malam pertama tapi siang pertama karena mereka melakukannya siang bolong.


Zeline mulai gelisah, ia membaringkan tubuhnya diatas kasur dan tenggelam didalam selimut.


"Tolak... Jangan... Tolak... Jangan... Tolak... Jangan..." terus saja Zeline menggumamkan dua kata itu dalam hati seperti merapal mantra.


Tak lama kemudian, King keluar dari kamar mandi dengan bathrobenya dan langsung menuju kearah ranjang masuk kedalam selimut.


"Kamu diem aja, biar aku yang gerak!" bisik King yang kini sudah berada diatasnya dengan tangan yang mulai menjelajahi tubuh Zeline.


"Tapi a... Aku masih marah sama kamu!!" seru Zeline sambil menjauhkan wajah King yang sudah berhasil membuat tanda merah di ceruk lehernya.


"Besok lanjut lagi marahnya... " ucapnya kemudian menyambar bibir Zeline dengan bibirnya.


Zeline hanya bisa berharap, suaminya itu melakukan ini hanya pada dirinya seorang dan berhenti menjadi seorang ladykiller yang menjadi profesinya dulu kala.

__ADS_1


*****


Beberapa detik ekspresi wajahnya datar kemudian tersenyum membalas senyum King. Wanita itu pun mengangguk.


"Tapi aku masih marah ya!" dengus Zeline dengan menyatukan alisnya.


"Bisa ga, marahnya pause dulu selama disini? Kita lagi bulan madu loh, baby!" King berucap dengan sangat lembut.


Tapi entah kenapa kalimat itu malah membangunkan sesuatu dalam diri Zeline.


"Kamu tuh ya ngeremehin perasaan aku banget deh!" Zeline mulai emosi, ia menghentakan garpu dan pisaunya hingga terdengar bunyi nyaring dentingan mengenai piring.


"Oke... Aku minta maaf" King mencoba menenangkan Zeline karena para pengunjung sebagian mulai memperhatikan mereka.


"Aku harus gimana biar kamu ga marah lagi, hem?" tanyanya berusaha tenang.


Zeline termenung, ia bingung harus menjawab apa. Tapi sebetulnya King tau kan inti permasalahan kenapa Zeline marah? Kenapa sih harus dipertanyakan lagi?


Akhirnya wanita itu hanya diam, dan diamnya seorang istri merupakan neraka bagi suami. Tapi King kadung jatuh, jatuh sejatuh jatuhnya dalam jurang perangkap cinta Zeline. Pria tampan itu pun hanya berusaha sabar, beruntung kini kesabarannya bisa dicharge. Ya, istrinya itu ternyata tidak menolak ketika King 'menginginkannya' padahal tadi malam Zeline sedang dalam mode marah.

__ADS_1


Well, King tidak rugi sama sekali apa lagi ia sudah mengerti karakter istrinya. Cukup di peluk, dan diberi perhatian yang lebih seperti kata Anin, Zeline langsung luluh. Bukannya sepasang suami istri memang harus bertengkar untuk menambah kehormonisan rumah tangga.


__ADS_2