
Hari ini Zeline benar-benar lelah, setelah berdiri beberapa jam menyalami para tamu, malam harinya ia dan King harus segera berangkat ke paris untuk bulan madu tanpa Anin dan Joe asisten kesayangannya.
Liburan kali ini Zeline harus sendirian mengurus kebutuhannya selama di paris, hal yang jarang sekali ia lakukan.
Beruntung ia mempunyai suami dari cucu yang masuk dalam 5 besar orang terkaya didunia, sehingga tak perlu repot-repot mengepack pakaian.
Kemarin saja suami tampannya itu bilang untuk membeli sebagian baju di Paris karena kebetulan saat ini sedang musim dingin.
Papa Andra sudah memesan kamar hotel dengan pemandangan langsung menara eifel menambah kesan romantis perjalanan bulan madu King dan Zeline.
King menggenggam tangan istrinya menyalurkan kehangat karena pendingin dalam pesawat bekerja maksimal. Awak kabin memberikan selimut dan membantu membalutkan selimut pada tubuh pengantin baru itu.
Hati King menghangat seiring dengan hangat yang di timbulkan oleh balutan selimut. Ternyata memahami perasaannya sendiri itu sangat sulit apa lagi setelah itu harus mengejar cinta gadis yang ia nikahi. Banyak yang harus ia korban termasuk stock sabarnya yang belum pernah ia berikan kecuali kepada orang tuanya.
Salah satu contoh nya adalah beberapa jam yang lalu saat Zeline berdansa dengan Rangga teman masa kecilnya, emosi King langsung tersulut. Ingin rasanya memisahkan keduanya, benci melihat tangan Rangga melingkar di pinggang ramping istrinya.
Untung sahabatnya yang seorang polisi itu menahan King agar tidak berbuat sesuatu yang bisa menghancurkan pestanya.
Saat itu Daniel menahan King yang akan menghampiri Zeline dan Rangga, mencoba memberikan pengertian agar King bisa bersabar dan menahan emosinya.
"Kalau kamu mau gadis itu jatuh cinta sama kamu, tunjukin pengorbanan kamu, bro! Sabar, setiap perempuan suka sama lelaki yang penyabar. Dan kamu sudah menang telak dengan menjadi suami Zeline yang syah!" Kata-kata bijak Daniel kembali terbayang.
King menempelkan pipinya di puncak kepala Zeline.
Flash Back ON
"*Kamu ga marah kan tadi aku berdansa sama Ka Rangga?" tanya Zeline setelah selesai berdansa dengan Rangga, melihat suaminya sedang duduk sambil menatapnya.
Entah sejak kapan pria itu menatapnya yang pasti setelah Rangga melepaskan rangkulannya di pinggang dan gadis itu berbalik langsung mendapat tatapan tak terbaca dari suaminya.
"Ngga" jawab King datar
__ADS_1
"Kamu mau balas dendam ya nanti... Pergi sama Jenni?!" goda Zeline dengan ceria padahal dia tau hatinya akan sakit bila mendengar jawaban IYA
"Ngga" saut King lagi tanpa berkedip menatap manik mata Zeline
"Boohoooong" pancing Zeline dengan suara manjanya.
"Ngga, Baby! Aku ga bohong...," King berucap sambil mengelus pipi Zeline saat gadis itu sudah duduk disampingnya.
"Aaaaahhhh.... Jadi sayang deh sama kamu!"
Zeline memeluk King dari samping dan menyimpan dagunya di pundak suami tampannya itu*"
Flash Back Off
Dan ucapan Daniel terbukti, Zeline makin menempel padanya. Gadis itu tidak menolak saat King menggenggam tanganya, memeluk pinggangnya posesif saat berjalan dan mencium pipinya didepan banyak orang. Yang ada hanya rona merah diwajah cantiknya itu.
King mengecup puncak kepala Zeline sambil tersenyum. Baru kali ini ia merasakan berbunga-bunga saat bersama seorang gadis karena biasanya para gadis yang datang merayunya.
Zeline yang selalu galak dan menolak bersentuhan kini setelah King berhasil mendapatkan hatinya menjadi manis dan menggemaskan. Sensi saat menyentuhnya belum pernah pria itu rasakan sebelumnya.
Getaran-getaran dan gelitikan di perut ketika mencium bibirnya, bahkan menggenggam tangannya saja saat ini jantung King seperti sedang berlari marathon.
Apalagi membayangkan malam pertama dengan Zeline yang masih suci belum tersentuh pria mana pun, sepertinya semua pengorbanan ini tidak sia-sia.
Pasalnya selema ini King belum pernah tidur dengan gadis yang masih perawan, sama prinsipnya dengan Papi Zach saat muda, tak ingin terikat dan merasa bersalah Just One Night Stand. Hanya Jenifer yang selama ini kuat dan menerima ia apa adanya, entah apa yang diinginkan gadis itu darinya.
Ngomong-ngomong soal Jenifer, beberapa hari lalu gadis itu menghubunginya sekembali ke Indonesia. Ia datang langsung ke kantor tapi King tidak mau menemui.
Gadis itu mengirimkan beberapa pesan singkat ancaman kepada King hingga ia harus memblokir nomor Jenifer.
King mengambil telepon genggam di saku celana jeansnya, ia membuka aplikasi pesan singkat dan membaca kembali pesan yang Jenifer kirim kepadanya.
__ADS_1
***Jenifer :
[Kenapa kamu menghindar? Aku hanya ingin bicara, hubungi aku]
[Sayang, aku tak apa kau menikah dengan Zeline tapi jangan tinggalkan aku, please]
[King please.... Biarkan aku jadi simpanan mu]
[King!!! Angkat telepon ku, kita harus bicara!!!]
[Heh!!! Brengsek!!! Jangan membuat pengorbanan ku sia-sia selama 10 Tahun ini!!!]
[Oke... Kamu akan menyesal King, lihat saja! Kamu tidak akan pernah bahagia bersama Zeline***!!!]
Rentetan pesan singkat ditambah 115 panggilan tak terjawab Jenifer membuat King memutuskan untuk memblokir nomor gadis itu.
Tidak hanya sampai disitu King juga berjaga dan lebih waspada terhadap Jenifer, gadis itu sangat abisius dan akan melakukan segala cara mengerikan untuk mencapai keinginannya.
10 Tahun memang bukan waktu sebentar bersama seorang gadis, Jenifer disana saat King membangun bisnisnya. Berada disampingnya saat jatuh bangun perjuangan itu dimulai.
Cinta, pernah kah King mencintai Jenifer? Tapi gadis itu selalu bisa memuaskannya dalam segala hal. Selalu bisa menenangkannya dan tidak pernah menyusahkannya kecuali masalah materi, Jenifer memang selalu menuntut uang saku kepada King dan pria itu tidak pernah menolak, King pikir itu adalah satu bayaran atas service yang Jenifer berikan.
Entahlah, King tidak mau memikirkan itu dulu sekarang. Ia akan menikmati perasaan yang baru pertama kali ia rasakan ini pada Zeline, istrinya.
Setelah pesawat mendarat dengan mulus dilandasan pacu pribadi, King membangunkan istrinya dengan mencium lembut bibir yang kini sudah menjadi candu itu.
Zeline langsung terbelalak merasakan bagian yang tidak bertulang itu melesat masuk kedalam mulutnya dan bermain disana.
Zeline tertawa dalam ciumannya, dengan berat hati King harus menghentikan aksinya itu karena Zeline sudah terbangun.
"Kamu apaan sih?" Zeline mengusap bibirnya sambil terkekeh
__ADS_1
"Bangunin kamu laah... Udah sampe" jawabnya sambil merapikan kemeja lengan panjang yang ia gulung sampai sikut.