Zeline Dan King

Zeline Dan King
Buah dari kesabaran


__ADS_3

Entah sejak kapan pria itu menatapnya yang pasti setelah Rangga melepaskan rangkulannya di pinggang dan gadis itu berbalik langsung mendapat tatapan tak terbaca dari suaminya.


"Ngga" jawab King datar


"Kamu mau balas dendam ya nanti... Pergi sama Jenni?!" goda Zeline dengan ceria padahal dia tau hatinya akan sakit bila mendengar jawaban IYA


"Ngga" saut King lagi tanpa berkedip menatap manik mata Zeline


"Boohoooong" pancing Zeline dengan suara manjanya.


"Ngga, Baby! Aku ga bohong...," King berucap sambil mengelus pipi Zeline saat gadis itu sudah duduk disampingnya.


"Aaaaahhhh.... Jadi sayang deh sama kamu!"


Zeline memeluk King dari samping dan menyimpan dagunya di pundak suami tampannya itu*"


Flash Back Off


Dan ucapan Daniel terbukti, Zeline makin menempel padanya. Gadis itu tidak menolak saat King menggenggam tanganya, memeluk pinggangnya posesif saat berjalan dan mencium pipinya didepan banyak orang. Yang ada hanya rona merah diwajah cantiknya itu.


King mengecup puncak kepala Zeline sambil tersenyum. Baru kali ini ia merasakan berbunga-bunga saat bersama seorang gadis karena biasanya para gadis yang datang merayunya.


Sedangkan bersama Zeline, King harus memperjuangkannya dan saat gadis itu jatuh kepelukannya ada kepuasan tersendiri.


Zeline yang selalu galak dan menolak bersentuhan kini setelah King berhasil mendapatkan hatinya menjadi manis dan menggemaskan. Sensi saat menyentuhnya belum pernah pria itu rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Getaran-getaran dan gelitikan di perut ketika mencium bibirnya, bahkan menggenggam tangannya saja saat ini jantung King seperti sedang berlari marathon.


Apalagi membayangkan malam pertama dengan Zeline yang masih suci belum tersentuh pria mana pun, sepertinya semua pengorbanan ini tidak sia-sia.


Pasalnya selema ini King belum pernah tidur dengan gadis yang masih perawan, sama prinsipnya dengan Papi Zach saat muda, tak ingin terikat dan merasa bersalah Just One Night Stand. Hanya Jenifer yang selama ini kuat dan menerima ia apa adanya, entah apa yang diinginkan gadis itu darinya.


Ngomong-ngomong soal Jenifer, beberapa hari lalu gadis itu menghubunginya sekembali ke Indonesia. Ia datang langsung ke kantor tapi King tidak mau menemui.


Gadis itu mengirimkan beberapa pesan singkat ancaman kepada King hingga ia harus memblokir nomor Jenifer.


King mengambil telepon genggam di saku celana jeansnya, ia membuka aplikasi pesan singkat dan membaca kembali pesan yang Jenifer kirim kepadanya.


***Jenifer :


[Sayang, aku tak apa kau menikah dengan Zeline tapi jangan tinggalkan aku, please]


[King please.... Biarkan aku jadi simpanan mu]


[King!!! Angkat telepon ku, kita harus bicara!!!]


[Heh!!! Brengsek!!! Jangan membuat pengorbanan ku sia-sia selama 10 Tahun ini!!!]


[Oke... Kamu akan menyesal King, lihat saja! Kamu tidak akan pernah bahagia bersama Zeline***!!!]


Rentetan pesan singkat ditambah 115 panggilan tak terjawab Jenifer membuat King memutuskan untuk memblokir nomor gadis itu.

__ADS_1


Tidak hanya sampai disitu King juga berjaga dan lebih waspada terhadap Jenifer, gadis itu sangat abisius dan akan melakukan segala cara mengerikan untuk mencapai keinginannya.


10 Tahun memang bukan waktu sebentar bersama seorang gadis, Jenifer disana saat King membangun bisnisnya. Berada disampingnya saat jatuh bangun perjuangan itu dimulai.


Cinta, pernah kah King mencintai Jenifer? Tapi gadis itu selalu bisa memuaskannya dalam segala hal. Selalu bisa menenangkannya dan tidak pernah menyusahkannya kecuali masalah materi, Jenifer memang selalu menuntut uang saku kepada King dan pria itu tidak pernah menolak, King pikir itu adalah satu bayaran atas service yang Jenifer berikan.


Entahlah, King tidak mau memikirkan itu dulu sekarang. Ia akan menikmati perasaan yang baru pertama kali ia rasakan ini pada Zeline, istrinya.


Setelah pesawat mendarat dengan mulus dilandasan pacu pribadi, King membangunkan istrinya dengan mencium lembut bibir yang kini sudah menjadi candu itu.


Zeline langsung terbelalak merasakan bagian yang tidak bertulang itu melesat masuk kedalam mulutnya dan bermain disana.


Zeline tertawa dalam ciumannya, dengan berat hati King harus menghentikan aksinya itu karena Zeline sudah terbangun.


"Kamu apaan sih?" Zeline mengusap bibirnya sambil terkekeh


"Bangunin kamu laah... Udah sampe" jawabnya sambil merapikan kemeja lengan panjang yang ia gulung sampai sikut.


"Aku laper... " rengek Zeline


"Ya gimana ga laper kamu tidur terus, pegel nih pundak aku... " saut King pura-pura ketus.


"Resiko punya istri, harus siap sedia... Sepenuh jiwa dan raga, eeeh... Kaya pernah denger ada pria yang bilang gitu ke aku" sindir Zeline sambil mendelik manja kearah suaminya.


King mengulum senyum, ia ingat beberapa hari lalu mengucapkan kalimat itu dengan emosi karena istrinya selalu membantah aturan yang dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2