Zeline Dan King

Zeline Dan King
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

King menggandeng tangan Zeline berjalan menuju pelaminan dengan decor bunga hidup yang cantik dan indah berthema warna peach diseluruh ruangan. Disepanjang langit-langit ballroom terdapat dekorasi sedemikian rupa kain yang membusur, bunga-bunga yang begitu banyak dan lampu-lampu crystal dan gantungan crystal yang glamour tapi elegan.


Pesta kali ini untuk teman-teman dan kolega dari mempelai pengantin dan kedua belah pihak orang tua. Semua nya bersatu dengan dua ballroom berukuran besar ditambah area kolam renang.


Bukan hanya para artis ibu kota dan para pengusaha di negri ini bahkan beberapa petinggi dalam pemerintahan turut hadir dalam pesta tersebut.


Meja untuk tamu VIP didekor sedemikian rupa dengan kursi yang diberi sarung putih dan pita dengan bunga mawar berwarna peach.


Disetiap meja bundar terdapat vas bunga yang menjulang tinggi keatas yang dihiasi berbagai macam bunga bernuansa putih dan peach juga terdapat beberapa daun berwarna hijau menghidupkan karangan bunga yang cantik.


Disalah satu sisi ruangan ballroom terdapat kue pengantin dengan 10 tingkat yang tersusun makin mengecil ke bagian atasnya. Bagian atasnya dikelilingi bunga mawar peach dan putih dan beberapa bunga melingkar hingga dasar kue beralas persegi itu dengan lilin yang menyala indah didalam gelas crystal.


Disisi bagian lain ruang juga terdapat pianis lengkap dengan tuxedo, jari-jarinya menari diatas tuts piano mengiringi langkah kedua mempelai. Disamping pianis, seorang pria betuxedo rapih berdiri dengan biola dan dawainya siap menambah kesyahduan dan keromantisan pesta pernikahan tersebut.


King dengan menggandeng Zeline melangkah dengan anggun menuju bagian tengah ballroom,sesekali tersenyum dan menyapa para tamu undangan.


King dan Zeline menghentikan langkahnya tepat ditengah ballroom saling berhadapan dan saling menatap tanpa kata, sedetik kemudian keduanya saling melempar senyum.


Lagu A Thousand Years mengalun merdu dari gesekan biola yang dimainkan dengan cara berbeda dibuat pelan dan dan sangat lembut diiringi dengan piano.


King menarik pinggang Zeline agar lebih mendekat, sementara tangan kanan keduanya terangkat dan saling menggenggam lembut. Mengayunkan tubuh dan melangkah ke kiri dan kekanan mengikuti alunan musik.


"You are so beautiful Mrs. Alterio" ucap King dengan tatapan binar penuh damba.


Refleks Zeline makin melebarkan senyumnya, senyum bahagia senyum tersipu dan senyum cinta bercampur menjadi satu. Tapi apa benar gadis itu sudah mncintai King? Pria arogan, sombong, tidak sabaran, kasar, playboy dan tampan itu? Zeline sendiri bahkan tak mengerti akan perasaannya.


Disudut ruangan seorang pria dengan hati terluka menatap kedua mempelai yang tampak sedang di mabuk asmara itu dengan tatapan getir. Walau hatinya terluka karena tidak bisa memiliki tapi perasaan bahagia tidak bisa membohongi hatinya saat melihat senyum dan cara Zeline menatap suaminya.


Rangga sendiri merasa selama ini ia tidak pernah ditatap sebegitunya oleh gadis yang dulu selalu berucap ingin menikah dengannya.


"Rangga..." panggil Nafeesa dengan selidik


Rangga bangun dari lamunannya, menatap gadis cantik dihadapannya sama menyeledik.


"Nafeesa kan? Sepupu Ken?" telunjuk Rangga terangkat mengarah gadis itu.


Nafeesa mengangguk sambil tersenyum.


"Long time no see, apa kabar?" Rangga melebarkan tangan memeluk sekilas Nafeesa.


Di Negaranya, itu merupakan hal yang biasa tapi tidak di Indonesia. Nafeesa mengelus sekilas punggung Rangga saat pria itu memeluknya.


"Baik... Udah berapa taun ya? Aku udah jarang ke rumah Om Andra"


"Lama banget... Dan kamu makin cantik ya dari terakhir kita ketemu!" ucap Rangga tulus


"Ssttt... Jangan keras-keras nanti Tuan Putri kamu cemburu!" Nafeesa menempelkan telunjuknya dibibir lalu mendelik kearah Zeline sedang berdansa dengan King.

__ADS_1


"Tuan Putri aku sudah menemukan Pangerannya... " ucap Rangga dengan senyum pelik.


"Oooh jadi ini Pangeran yang lagi patah hati?" ledek Nafeesa sambil menyenggol perut Rangga dengan sikutnya.


Rangga terkekeh.


"Berapa lama di Indonesia?" tanya Nafeesa


"Hanya beberapa hari..."


"Mainlah ke Bandung... "


"Ya... Besok aku akan mengantar adik aku kembali kuliah di Bandung..."


"Kuliah dimana?"


"Di Universitas Pa******"


"Aku praktek di rumah sakit dekat sana"


"Oh ya? Kau seorang dokter sekarang?"


Nafeesa mengangguk.


"Apa kita bisa makan siang besok?" tanya Rangga


Dan keduanya pun bertukar no ponsel lalu kembali larut dalam kemeriahan pesta.


Lain halnya dengan Kevlar, pria itu duduk di meja VIP dengan memainkan gelas kristal berisi air beralkohol berwarna bening, menatap penuh penyesalan dan kesal kearah pelaminan.


Tak mengira Zeline akan secantik ini, dan ia menyesal belum merasakan tubuhnya indahnya. Ken yang baru mengetahui saat di Australi bahwa Kevlar lah yang menoreh kan luka di hati adiknya sudah mewanti-wanti agar pria itu menjauhkan diri dari Zeline dan King tapi Kevlar malah memilih untuk pindah ke Indonesia dan menetap disini.


Dari kejauhan Ken melihat Kevlar, pria jangkung itu hendak menghampirinya dengan tatapan mata tajam dan rahang mengetat.


Ken melewati beberapa tamu, matanya terkunci pada sosok pria dengan suits tanpa dasi yang masih duduk di meja VIP yang tak lain adalah Kevlar.


"Aaahhh..." pekik seorang gadis saat tak sengaja Ken menyenggolnya.


Bukan hanya menyenggol tapi Ken menginjak gaun gadis itu hingga robek dibagian samping.


Dengan sigap Ken menarik pinggang ramping Azalea saat gadis itu limbung, kini Ken mendekap gadis malang itu dari belakang. Selain robek, gaunnya pun penuh dengan tumpahan minuman karena ikut tersenggol oleh Ken.


"Maaf... " ucap Ken dengan suara beratnya.


Azalea yang masih menyandar pada dada bidang Ken langsung menoleh.


"Ka Ken?"

__ADS_1


"A.. Azalea, aku minta maaf... " ucap Ken terbata


"Ga apa-apa.. Tapi gaun aku, emmm... " Azalea menatap nanar gaunnya.


"Ada butik di loby hotel ini, ayo aku belikan gaun pengganti" Ken langsung meraih tangan Azalea dalam genggamannya, menarik gadis itu keluar ballroom.


Ken berjalan terlebih dahulu karena banyaknya tamu, membuka jalan untuk Azalea yang masih ia genggam dibelakangnya.


Sementara Azalea menatap punggung bidang itu dengan senyum penuh rona, pertamakali dalam hidupnya ia tidak memperdulikan tatapan mata orang-orang yang melihat penampilannya dengan gaun penuh noda dan sobek di beberapa bagian.


Ia terlalu bahagia saat jemarinya dilahap oleh tangan kekar Ken. Jantungnya bertalu-talu mengiringi langkah kaki dibelakang pria pujaannya itu.


Tanpa sadar Ken sendiri lupa akan maksud dan tujuan awalnya yang hendak menegur Kevlar, ia teralihkan oleh rasa bersalah kepada gadis dengan penuh pesona yang sayangnya merupakan adik dari adik iparnya sendiri.


Setelah lagu A thousand Years selesai dimainkan, atas permintaan MC keduanya menyapa beberapa tamu sambil berjalan menuju pelaminan.


Senyum mengembang di bibir pengantin yang sedang berbahagai saat menerima ucapan selamat dari para tamu undangan, Papa Andra - Mama Rena - Papi Zach juga Mami Azuri terlihat sangat bahagia menyalami para tamu.


"Aku udah ga sabar..." bisik King kepada Zeline disela-sela menyalami tamu.


"Ga sabar apa?" tanya Zeline dengan kening mengkerut


"Ngasih nafkah bathin ke kamu!"


Zeline mencubit perut King yang keras, bahkan tak terasa apapun oleh King.


Pria itu terkekeh, moment saat Zeline mencubit perut King dengan wajah merona sempat tertangkap kamera wedding photographer.


Seolah kebahagiaan kedua mempelai itu menular kepada seluruh tamu undangan yang sedang menikmati kemeriahan pesta dan berbagai hidangan yang telah disediakan.


Terdengar kembali alunan Piano dan Biola yang mengiri beberapa pasangan untuk berdansa di tengah ballroom.


Mata Zeline kini tertuju pada Kakanya dan seorang gadis cantik bergaun biru elegan yang tidak lain adalah adik iparnya.


Keduanya berdansa cukup mesra dengan saling melempar senyum. Bila orang lain yang melihat tanpa tau status keduanya, pasti akan berdecak kagum dan mengakui bahwa keduanya merupakan pasangan yang serasi.


Azalea berdandan seperti wanita dewasa dengan sifat mandirinya yang merupakan salah satu kriteria Ken dalam memilih pasangan, dan Zeline tau itu.


Perhatian Zeline teralih, tiba-tiba rasa takut mulai menjalari keseluruh aliran darahnya. Ekspresi wajahnya berubah hingga para tamu yang menyalami dan memberikan ucapan doa sedikit heran melihat Zeline yang tidak fokus.


"Kamu kenapa?" bisik King dengan mendekatkan wajahnya pada telinga Zeline


Zeline menggeleng dengan senyum getir, ingin sekali ia menceritakan semuanya pada King dan Mami Papinya tapi belum ada waktu yang tepat. Ia juga takut mereka tak mempercayainya dan malah hanya membuatnya terlihat bodoh dan paranoid saking mencintai King.


Zeline mendesah membuang nafas sambil menatap Ken dengan tangannya yang melingkar dipinggul Azalea.


"Please Ka Ken... Jangan mencintai Azalea, pleaaaase... Karena aku tak ingin berpisah dengan King" batin Zeline

__ADS_1


Eeeh... Zeline seketika menutup mulutnya, apa iya ia tidak ingin berpisah dengan King? Ia sendiri pun masih belum menyadari perasaannya.


__ADS_2