Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 99


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Di sisi lain kabar tentang kemunculan Zoya di acara ulang tahun perusahan milik Cakra mampu menggemparkan media sosial , foto Zoya terpajang jelas di setiap siaran yang tayang di televisi untungnya saat acara berlangsung Cakra membiarkan para wartawan yang hadir di sana mereka dengan jelas ,akibatnya kabar kekacauan tersebut telah menyebar luas di seluruh kota.


Banyak orang berspekulasi jika selama ini Cakra memanfaatkan harta mendiang istrinya untuk membiayai anak di luar nikahnya .


Kenyataan yang baru saja mereka dapat ,seketika membuat perusahaan Cakra Alexander mengalami kerugian cukup banyak , hampir semua kolega yang bekerjasama dengannya memutuskan kontrak mereka.


Kehancuran yang Zoya inginkan telah tercapai ,tujuan utamanya telah selesai dan janji yang dia buat dengan Zoya asli serta mommy nya telah usai.


Dan berita jika Zoya masuk rumah sakit juga sudah sampai ke telinga Natasha yang kini sedang berada dalam perjalanan menuju rumah sakit .


Semenjak Zoya menghilang Nata tidak pernah masuk kampus ,dia membantu pencarian Zoya bahkan kedua orang tua juga ikut andil dalam pencarian Zoya .


Seperti saat ini Nata baru saja sampai di halaman rumah sakit , dia keluar dari mobil dan berlari menyusuri lorong menuju ruang rawat Zoya ,dia sudah di beri tau di mana letak kamar Zoya oleh Bima.


Tap. Tap. Tap.


Dari kejauhan Nata dapat melihat banyak orang sedang menunggu di luar ruangan , dia bergegas menghampiri mereka.


"Bim gimana kondisi Zoya ?!."ujar Nata begitu sampai di hadapan Bima.


Di sana tidak hanya ada Bima ,tapi ada si kembar Leon Lion ,Alvaz serta Naufan sedangkan Dafi masih berada di ruangan Zoya .


"Dia belum siuman Nat ."sahut Bima lesu.


Nata menghela nafas berat ."Apa kalian yang nemuin Zoya ?!."


"Bukan ,kita cuma lihat dia bawa motor terus kita ikutin sampai akhirnya dia menggegerkan semua orang , bukannya lo udah lihat berita tentang Alexander ?!."ujar Bima menatap heran ke arah Natasha.


Nata mengangguk ."Udah , gue beneran nggak nyangka kalo om Cakra bisa sejahat itu ,apa lagi dia melampiaskan kesalahan yang di buat sama Zoya , gue beneran nggak habis pikir ."


"Bukan cuma lo yang heran Nat kita semua juga nggak habis pikir sama tindakan om Cakra , bisa-bisanya manusia kaya dia hidup di lingkungan Zoya , untung Zoya bukan gadis biasa coba kalo Zoya punya mental yupi yang ada sampai akhir dia selalu di manfaatin sama om Cakra." cetus Naufan .


"Gue setuju sama bang Naufan ,kak Zoya termasuk tangguh dia bisa beladiri dia juga bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik."ujar Lion yang mendapat anggukan dari semua orang.

__ADS_1


Di tengah obrolan mereka ,Alvaz tiba-tiba memikirkan keberadaan Dafa yang sampai sekarang belum mereka temukan.


"Apa ada perkembangan tentang keberadaan Dafa ?!."ujar Alvaz pada Naufan.


"Belum , bang Javas juga bilang kemungkinan besar ada orang yang membantu menyembunyikan dia ."sahut Naufan.


Alvaz terdiam sesaat hingga dia teringat tentang saudara tirinya . "Kemungkinan Gara yang menyembunyikan dia , gimana menurut kalian?."


"Wah gue malah baru inget kalo masih ada bajingan itu , apa mungkin mereka berdua sedang merencanakan sesuatu ?!." ucap Bima.


"Bisa aja mereka mau balas dendam setelah semua kejadian yang membuat mereka kehilangan keluarganya ?!." cetus Leon.


Alvaz mengangguk singkat ."Kita nggak boleh lalai jagain Zoya, gue takut mereka mengincar Zoya lagi."


Mereka semua mengangguk serempak ,keberadaan Gara dan Dafa membuat pikiran mereka kembali terusik.


...________________________...


Berbeda dengan Alvaz dkk yang sedang berdiskusi , di dalam ruangan Zoya terlihat Dafi sedang menatap adiknya dengan lekat ,tatapan menyesal dan rindu terlihat jelas dari sorot matanya.


Rasa menyesal semakin menggerogoti perasaan nya,andai waktu bisa dia putar kembali pasti Dafi akan memutarnya dan memperbaiki hubungan nya dengan Zoya.


''Bahkan ribuan kata maaf nggak bisa menyembuhkan luka yang gue buat ,Gue cuma bisa berharap setelah ini semua selesai lo bisa hidup bahagia Zoy .'' Dafi mencium punggung tangan Zoya .


Jika Zoya tau Dafi melakukan hal itu ,dia pasti akan mendapat tendangan mematikan dari adiknya .


''Cepat bangun Zoy .'' gumam Dafi sebelum beranjak dari kursi menuju pintu keluar.


Waktu terus berjalan dan kini malam telah berganti sore ,hari ini merupakan satu hari Zoya berada di rumah sakit , kondisi Zoya semakin baik namun dia belum membuka kedua matanya.


Alvaz dkk bergantian dengan Dafi untuk menjaga Zoya ,mereka tidak membiarkan penjagaan Zoya longgar .


Seperti saat ini Bima dan Naufan yang mendapat giliran menjaga Zoya setelah si kembar Lion dan Leon serta Alvaz izin pulang untuk mandi .


Sedangkan Dafi sedang berada di kantin rumah sakit untuk makan ,Malven sudah menjenguk Zoya pagi-pagi sekali sebelum dia menuju kantornya dan bertemu pengacara yang mengusut kasus Cakra , dan rencananya dua hari lagi akan ada persidangan untuk menentukan hukuman apa yang akan Cakra terima .

__ADS_1


''Zoy lo betah banget tidurnya , lo nggak kangen sama Alvaz ?.'' ucap Bima yang mencoba mengajak Zoya bicara meski dia tidak menjawab .


''Iya Zoy , si Alvaz udah mirip orang gila tau dia sampai nggak mandi dari beberapa hari yang lalu waktu lo hilang ,dia terus sibuk nyari lo kesana kemari .''timpal Naufan yang duduk di kursi samping ranjang Zoya .


Bima mengambil buah apel yang tergeletak di meja samping ranjang Zoya dan memakannya .


''Tapi jujur gue salut sama perjuangan lo Zoy ,gue jadi bangga punya bu bos kaya lo .'' ujar Bima di sela memakan apelnya .


Naufan mengangguk setuju, dia menoleh ke arah Bima . ''Bim kenapa gue merasa ada yang lagi mata-matain kita yah ?.''


''Perasaan lo aja kali Naf , mending tidur sana biar gue yang jaga Zoya .'' sahut Bima.


Naufan menggeleng pelan , dia celingukan mencari jawaban dari perasaan resah nya . ''Bim perasaan gue nggak tenang nih.''


''Ck lo kurang tidur Naf ,makanya lo jadi parnoan .'' jawab Bima acuh .


" Sialan , bukan gitu Bim tapi gue cuma cemas bakal ada kejadian baru lagi .''ujar Naufan .


''Lo tenang aja , di sini rumah sakit Naf kalau ada apa-apa lo tinggal di obati.'' sahut Bima enteng .


Naufan memutar bola matanya malas.''Dah lah gue tidur dulu ,kalo Dafi datang lo bangunin gue .''


Bima mengangguk patuh , Naufan berdiri dari kursi dan berjalan menuju sofa yang ada di ruangan tersebut .


Tanpa mereka berdua sadari di luar pintu ada seseorang yang sedang mengamati ruangan Zoya dengan tatapan rumit , dia memperhatikan dengan seksama gerak gerik dari Bima dan Naufan sejak tadi .


Setelah memastikan sesuatu ,orang tersebut pergi dari depan pintu ruangan Zoya tanpa ada yang menyadari keberadaannya sejak tadi .


...See you next time..........


.......


.......


*Ha*yo udah mau tamat aja nih😁 ,btw maklumi yh klo ceritanya masih belepotan terus kurang masuk akal jg😅 sekali lg makasih buat semua support kalian 😊

__ADS_1


__ADS_2