Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 69


__ADS_3

...✨✨✨...


Waktu berlalu begitu cepat ,tanpa terasa lima hari sudah berlalu semenjak kejadian yang menggemparkan kediaman Wagindra beberapa hari yang lalu.


Saat ini kediaman Alexander sedang tegang karena sudah beberapa hari terakhir mereka tidak melihat Keyla kembali ke rumah.


TAK.


Cakra menaruh botol alkohol di meja dengan kasar , dia mengambil cerutu yang tergelak di hadapan nya !


Kepulan asap keluar dari mulutnya ,Beberapa hari ini dia sibuk mengurusi pekerjaan nya setelah posisi perusahaan nya di lengser oleh perusahaan yang baru berdiri beberapa tahun yang lalu di tambah juga mencari Keyla .


Dafa yang duduk di hadapan daddy nya hanya bisa diam , dia tidak ingin mengganggu dan memancing amarah sang daddy.


"Apa kamu sudah mendapat kabar dari adikmu ?!" ujar Cakra sambil menikmati cerutunya.


Dafa menggeleng pelan. "Aku belum menemukan jejak apa pun tentang Keyla dad ,dia seperti hilang di telan bumi.!"


"Ck tidak berguna !" sinis Cakra.


Obrolan mereka terhenti ketika mendengar langkah kaki dari arah tangga , mereka berdua menoleh hingga melihat sosok Dafi yang sudah berpakaian rapi serta membawa ransel di bahunya.


"Mau kemana kamu Daf ?!" tanya Cakra penasaran karena tidak biasanya Dafi pergi malam-malam begini dengan membawa ransel.


"Aku ada tugas kelompok dad , mungkin aku nggak bakal pulang beberapa hari ke depan !" ujar Dafi sambil berjalan ke dapur untuk mengambil air putih.


''Tugas ? Kok gue nggak tau kalo ada tugas kelompok ?'' heran Dafa .


Dafi mengangkat kedua bahunya acuh , dia meletakan gelasnya di meja dan kembali berjalan menuju arah daddy nya .


'' Aku pergi dad .'' pamitnya tanpa menghiraukan pandanga Dafa yang terlihat keheranan dengan sikap acuh Dafi .


''Janggan lupa kamu juga harus mencari Keyla Daf .'' ujar Cakra.


'' Aku nggak janji dad .'' sahut Dafi dan berlalu dari sana.


Di dalam garasi motornya saat Dafi akan menyalakan motor tiba-tiba lengan nya di cekal oleh Dafa .


''Sebenarnya lo mau kemana Daf ? Jangan bohongin gue .'' ucap Dafa .


''Minggir ! '' sentak Dafi .


'' Nggak ! Lo jawab dulu mau kemana .''

__ADS_1


Dafi menepis tangan Dafa dengan kasar , dia menatap sinis pada Dafa . ''Bisa nggak lo jangan ganggu gue , mending lo fokus cari adik kesayangan lo itu ! Nggak usah kepo sama urusan gue .''


Dafa tercengang mendengar ucapan sarkas dari Dafi . ''Lo berubah Daf , apa yang bikin lo berubah kaya gini ?.''


''Semua orang bisa berubah ketika mengetahui fakta yang membuatnya sadar dengan kenyataan .'' sahut Dafi .


Dia memakai helm nya dan menyalakan motornya , sebelum pergi dia berbisik pada Dafa . ''Sampai saatnya tiba , gue orang pertama yang bakal menghabisi lo.''


Dafi menyunggingkan senyum smirk dan berlalu dari hadapan Dafa yang belum paham akan ucapan Dafi tadi , karena bisikan dari Dafi tidak terlalu jelas karena terhalang helm yang di pakai oleh Dafi .


...------------------------------...


Semilir angin malam menerpa wajah Dafi , dia membawa motornya menuju kediaman Jazzairo , yah Dafi berniat mendatangi Zoya dia tidak perduli meski harus di tendang ribuan kali oleh adiknya itu .


BRUM . BRUM . BRUM .


Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya dia sampai di pintu gerbang kediaman Jazzairo , Dafi menghentikan motornya di depan gerbang , dia melihat mansion megah yang ada di hadapan nya dengan tatapan kagum .


''Jadi selama ini kamu tinggal di sini Zoy ?.'' gumamnya .


Dia turun dari motor dan berjalan menuju pos satpam . ''Malam pak .'' sapa Dafi .


''Eh malam nak , ada yang bisa saya bantu ?.'' tanya satpam tersebut.


''Apa benar di sini ada gadis bernama Zoya pak ?.''


Dafi tersenyum sopan . ''Bisa bapak panggilkan dia , bilang saja ada kakaknya yang mau bertemu .''


Satpam tersebut mengangguk , dia menghubungi kedalam rumah untuk meminta maid menyampaikan ucapan Dafi pada Zoya .


Sepuluh menit kemudian Dafi dapat melihat wajah Zoya yang sudah berhari-hari dia rindukan ,lucu memang tapi itu yang dia rasakan belakangan ini namun semakin dekat Zoya berjalan Dafi dapat melihat raut kebencian terpampang jelas di wajah adiknya .


Zoya menunda rencananya untuk masuk ke dalam laboratorium milik Pramudya ,dia harus mematangkan rencananya terlebih dulu sebelum kesana ,untungnya Malven sudah mendapat penanganan yang cukup baik hingga dia bisa menahan sampai Zoya mendapatkan penawar tersebut .


'' Mau apa lo kesini hm ? Apa belum cukup lo ganggu hidup gue selama ini ?.'' ujar Zoya dingin setelah sampai di hadapan Dafi .


''Gue kesini cuma mau ketemu lo ,gue nggak ada niatan buat ribut sama lo Zoy ! G-gue....kangen sama lo .''


DEGH .


Zoya tertawa sinis . ''Kangen lo bilang ? Heh Datol kalau lo udah tolol nggak usah bodoh lo embat juga kali , lo kira gue percaya sama omongan t** dari mulut lo ?.''


Dafi menggeleng pelan. "Gue nggak berharap lo bakal percaya Zoy ,gue cuma pengin liat wajah lo ! Kalo gitu gue balik dulu yah makasih udah mau ketemu gue .!"

__ADS_1


Zoya menaikan satu alisnya ke atas ,dia heran dengan perubahan sikap Dafi yang terkesan aneh di matanya.


Dafi kembali menaiki motornya ,sebelum memakai helm dia kembali menatap Zoya di selingi senyum tipis di bibirnya.


"Besok gue bakal kesini lagi Zoy ,lo jangan kangen sama gue yah .!" ujar Dafi dengan pedenya .


Zoya berkacak pinggang ,dia melemparkan tatapan sinis pada Dafi.


"Nggak usah kesini lagi ,gue nggak mau liat wajah slengean lo !" sahut Zoya .


Dafi mengangkat kedua bahunya acuh ."Terserah gue dong toh gue yang mau ketemu lo ,kalau lo nggak suka tinggal merem aja .!"


"Sialan ! Lo ngajak ribut Daf.!" sentak Zoya.


Dafi menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. "Nggak Zoy ,gue cuma mau baikan sama lo dan gue nggak bakal nyerah sampai lo mau maafin gue ! Meski gue harus menunggu seribu tahun sekali pun pasti gue lakuin buat lo.!"


"Cih omongan lo tinggi banget , yang ada lo keburu modar .!"


"No problem ,yang penting gue udah usaha masalah umur biar jadi urusan takdir ,kalau memang takdir berpihak sama gue pasti gue di izinin buat liat lo bahagia sebelum gue mati.!" ujar Dafi dengan tatapan lembut yang tertuju pada Zoya.


Namun bagi Zoya ,semua ucapan Dafi hanyalah kebohongan belaka ! Dia menganggap angin lalu semua ucapan dari Dafi.


Melihat Zoya terdiam ,Dafi bergegas memakai helmnya dan mulai menjalankan motornya , dia menatap Zoya sekali lagi sebelum berlalu dari sana.


'Gue janji bakal menebus semua kesalahan gue sama lo dek.' batin Dafi dengan sungguh-sungguh.


...____________________...


Di sisi lain Dirga sedang menghubungi seseorang ,meski dia tau kemungkinan besar permintaan nya akan di tolak tapi dia tidak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya .


Drrrtt. Drrrtt. Drrrtt.


Klik.


Sambungan telefon telah terhubung ,dari ponsel Dirga terdengar suara seseorang yang dulu pernah dia benci sedemikian rupa.


"Gue bisa ketemu sama lo besok ?! Ada hal penting yang mau gue usulin sama lo .!" ujar Dirga membuka pembicaraan.


Terdengar helaan nafas berat dari balik ponsel Dirga yang membuat Dirga menjadi ketar ketir , dia cemas jika kali ini orang tersebut menolak maka dia tidak tau harus meminta bantuan pada siapa lagi.


Namun kecemasan Dirga lenyap setelah mendapat jawaban yang dia ingin kan dari orang tersebut.


"Oke besok gue tunggu di tepi danau jam 09.00 pagi .!" ujar Dirga dengan antusias .

__ADS_1


Wajahnya yang tadi muram kini berseri-seri seperti mendapat jackpot seumur hidup.


...See you next time......


__ADS_2