
...☠️☠️☠️...
Dua minggu telah berlalu semenjak kejadian yang menggemparkan sekolah dandelion.
Saat ini Aruna sedang berjalan sendirian menyusuri trotoar , dia habis menengok mamahnya di rumah sakit .
Saat di perjalanan , dia berpapasan dengan beberapa preman yang sedang mabuk .
Aruna mempercepat langkahnya ketika melewati mereka , jalanan yang sepi membuat Aruna takut terlebih tatapan para preman terlihat sangat lapar .
Baru beberapa langkah dia melewati mereka , tiba-tiba tubuhnya di peluk dari belakang hingga dia jatuh ke pelukan preman itu .
GREP.!
''Mau kemana sendirian neng ?.'' bisik preman tersebut di telinga Aruna.
Aruna ketakutan , dia berusaha melepas pelukan pria tua bangka tersebut.
'' Lepasin aku om , aku mau pulang .'' ucap Aruna memberontak .
'' Ututu jangan takut manis , kita nggak jahat kok ! kita cuma mau main sama kamu sebentar .'' ujar preman tersebut tersenyum mesum.
Bau alkohol menyeruak masuk ke dalam hidung Aruna , dia berusaha melepaskan cengkraman di pinggang nya namun semua itu percuma , tenaga mereka berbeda jauh .
'' Bawa dia . '' ujar salah satu preman yang memegang botol alkohol.
Aruna menggeleng brutal . '' Nggak !! Aku nggak mau ikut kalian . ''
'' Diam ! Seret dia cepat . '' perintahnya lagi .
Aruna berusaha melepaskan pegangan mereka , pikiran nya buntu dan itu membuat Aruna kelimpungan .
Tiba-tiba tengkuknya di pukul hingga membuat dia pingsan , saat itu juga dia di bawa menuju gubuk di tengah hutan.
Begitu sampai di gubuk Preman tersebut mengguyur wajah Aruna menggunakan alkohol yang membuat Aruna kembali tersadar dari pingsan nya.
"Uhuk...Uhuk.!"
"Ck ck kalau di lihat dari dekat ternyata kamu cantik juga !" ucap preman itu.
Mendengar suara asing di telinganya ,Aruna menoleh dia melihat wajah mesum preman yang tadi .
"Pergi !! "Teriak Aruna .
"Pergi kemana cantik , di sini tidak ada tempat untuk pergi haha.!" tawa sumbang dari mereka yang berjumlah empat orang membuat Aruna ketakutan.
Perlahan Aruna merangkak menuju pintu , dia tidak di ikat sama sekali hanya saja ada beberapa memar di kakinya yang membuat langkahnya tak bisa cepat.
Dengan air mata yang membasahi pipi nya dia berusaha sekuat tenaga menjangkau pintu yang terasa sangat jauh .
"Jangan jauh-jauh dong manis ,kita nggak akan nyakitin kamu kok.!" rayu preman itu.
Aruna tak menggubris , tinggal beberapa langkah lagi tiba-tiba tubuhnya di tarik dan di banting ke lantai .
BRUK.!
"Sssttt .!" Aruna meringis ngilu ketika tangan nya tergores paku yang ada di sana.
Ke empat preman itu mendekati Aruna ,Tatapan lapar terpancar di wajah mereka meski kondisi gubuk itu remang-remang.
Aruna memundurkan tubuhnya ketika preman itu semakin mendekat .
"Jangan !! jangan kesini ! PERGI." teriak Aruna.
"Hahaha mari kita bermain dulu cantik !"ujar mereka serempak.
Aruna menggeleng brutal ,Tiba-tiba salah satu dari mereka menarik pergelangan kaki Aruna dan menyeretnya ke tengah-tengah .
"J-jangan...aku mohon ..!" air mata Aruna jatuh , Tangisan nya terdengar sngat pilu dan menyayat hati ,sayang nya telinga preman itu terbuat dari kulit b**i yang tidak memiliki lubang hingga mereka menghiraukan tangisan Aruna.
"Pegang dia !"
" Siap.!"
Kedua teman preman itu memegang tangan Aruna dan mereka mulai melucuti pakaian Aruna tanpa perduli dengan isak tangis Aruna yang menggema dan Malam itu Aruna kehilangan kehormatan nya di tangan empat preman sekaligus .
..._____________________...
Di Los Angeles.
Zoya sedang mengasah kemampuan nya , baru dua minggu dia di sana namun perkembangan nya sangat pesat .
Seperti saat ini dia sedang berlatih menembak di temani oleh Malven .
DOR .! DOR .! DOR.!
Prok .! Prokk.! Prok.!
Malven bertepuk tangan untuk Zoya , dia menghampiri keponakan nya dengan wajah bangga .
'' Bagus skill kamu berkembang sangat cepat , bahkan om tidak mengira kamu pandai menembak .'' ujar Malven .
Zoya menggaruk tengkuknya yang tak gatal , dia malu mendapat pujian seperti itu.
'' Om berlebihan , aku belum sepandai itu kok .'' ujar Zoya .
Malven mengusak rambut Zoya pelan .''Jawaban Kamu mirip sekali dengan mommy mu .''
Zoya menarik satu alisnya ke atas .''Ck aku kan anaknya , udah pasti aku bakalan mirip .''
Malven mengangguk . ''Kamu benar , kamu berbeda dengan saudaramu yang satu itu .''
Zoya mengernyit heran . '' Maksud om siapa ? Dafa atau Dafi ?!"
'' Dafi.!"
Malven menepuk kedua pundak Zoya pelan . "Kamu mau tanya tentang mommy kamu kan ?!"
Zoya mengangguk lugu ,Malven tersenyum dia mengajak Zoya duduk di kursi yang ada di sana.
__ADS_1
"Mungkin kamu bakal terkejut ,tapi om tidak bisa menutupinya dari kamu lebih lama lagi.!" ucap Malven.
Zoya menatap wajah Malven dengan penuh tanda tanya besar.
Malven menoleh dia melihat reaksi Zoya ,tapi yang ada di wajah keponakan nya bukan keterkejutan melainkan wajah datar .
"Dulu Mommy kamu jatuh cinta sama bajingan itu yang merupakan pegawai di perusahaan mommy mu !" Malven menghela nafas berat.
"Kenapa mommy suka sama dia ?!" tanya Zoya.
Malven menggeleng pelan. "Om juga nggak tau alasan nya apa ,Om udah mencegah mommy kamu tapi dia keras kepala bahkan orang tua om meninggal karena shock !"
Degh.!
"Om menentang pernikahan mommy kamu dengan segala cara ,namun semuanya sia-sia mereka tetap menikah dan bajingan itu menyingkirkan om dari mansion Alexander.!"
"Satu tahun pernikahan mereka , bajingan itu mulai berulah ! Dia menyelingkuhi mommy kamu dengan karyawan di perusahaan mommy mu yang merupakan teman bajingan itu dulu sebelum menikah dengan mommy mu.!"
"Dari perselingkuhan mereka ,hadirlah satu putra yang sekarang menjadi kakak tiri kamu yaitu Dafa.!"
DEGH.!
"Jadi Dafa bukan saudara kandung aku ?!" ujar nya pada Malven ,meski dia sudah tau namun tetap saja dia terkejut.
Malven mengangguk. "Dia anak selingkuhan bajingan itu .!"
" Kenapa mommy mau merawatnya ?!"
" Mommy mu memiliki hati yang lemah terhadap anak kecil ,dia tidak ingin melihat anak yang tidak berdosa itu menderita , jadi dia mengurusnya dan menganggap dia sebagai putranya sendiri.!"
"Sayang nya..!"
Zoya mengernyit bingung ketika ucapan Om nya terhenti. " Kenapa om?!"
" Sayangnya anak itu tidak sebaik yang mommy mu kira .!"
Zoya mengangguk paham ."Om tau siapa nama perempuan itu ?!"
"Namila itu namanya ,tapi dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.!"
'Namila ? bukan nya itu ibu Keyla anj*** ?'Batin Zoya.
Melihat perubahan di wajah Zoya ,Malven menjadi heran.
" Kamu kenapa ?!"
"Aku cuma penasaran aja om ,kalau dari awal mereka cuma mau harta mommy kenapa sampai mau nyingkirin anak-anaknya juga ?! Bukan nya aku sama Dafi anak Cakra ?!" ujar Zoya.
Dia tidak memanggil Cakra dengan sebutan daddy lagi .
"Kapan dia bilang seperti itu ?! "
"Kemarin waktu aku kesana ,Bajingan itu bilang bakal nyingkirin siapa pun yang menghalangi nya ." jawab Zoya.
Malven menarik satu alisnya ke atas. "Kamu ngapain ke sana ?! Jangan bilang kamu mau balik ke rumah biadab itu ?!"
Malven mengangguk-anggukan kepalanya. "Jadi kamu sudah menemukan apa yang kamu mau ?!"
"Udah dan aku bakal balik ke sana tiga tahun lagi untuk membalas mereka satu persatu . !" ujar Zoya.
Malven mengangguk . "Bagus ,om akan ikuti kemauan kamu .!"
...________________________...
Waktu berlalu begitu cepat ,malam ini Zoya akan menjalankan misi dari om nya sekaligus mengasah kemampuan bela dirinya.
"Kamu sudah siap ?!" tanya Malven.
"Udah om.!"
Malven tersenyum dan mengajak Zoya keluar dari mansion Jazzairo ,mereka menggunakan mobil dalam misi kali ini .
Misi malam ini adalah menghancurkan markas mafia yang meresahkan negara tersebut ,Zoya baru tau jika Malven merupakan organisasi yang membantu membereskan hal-hal meresahkan di dunia bawah.
"Kamu harus hati-hati , jika kali ini kamu bisa mengalahkan mereka ,nantinya akan berguna untuk melawan Fairy Devil."
Zoya mengangguk ,tak berselang lama mereka akhirnya tiba di markas Dark Onions ,Markas mafia terbesar di LA .
" Ini markasnya om ?! Kenapa simbolnya pake bawang sih ? Nggak ada ide lain apa gimana ?!" gerutu Zoya .
Malven mengangkat kedua bahunya acuh ,dia sendiri heran dari banyaknya nama mafia baru kali ini yang namanya sedikit aneh dan juga unik.
Mereka berdua keluar dari mobil mewah milik Malven , Aura kejam terpancar kuat dari mereka berdua.
"Ayo.!" ajak Malven .
Mereka berdua mulai berjalan menuju halaman depan markas Dark onions.
Baru saja mereka tiba , sambutan peluru dari mafia Dark Onions mulai menyerbu mereka .
DOR.! DOR.!
DRAP .! DRAP ! DRAP.!
"Siapa kalian ?!" tanya mereka sembari menodongkan senjata .
Malven mengkode Zoya dengan tatapan matanya ,Saat itu juga Zoya dan Malven menyerang mereka.
BUUAAKK.! BRAK !
DOR.! DOR .!
Drappp.! Draapp .!Draapp .!
BUUGHH. ! BRAAAK .!
"ZOYA SEKARANG !" teriak Malven.
Zoya mengangguk , dia menerjang mereka menggunakan katana yang sejak tadi dia bawa.
__ADS_1
Zoya menerabas masuk ke dalam markas itu untuk bertemu dengan pimpinan mereka .
DRAPPP ! DRAPP ! DRAPP !
BRAKK.!
Zoya mendobrak pintu ruangan ketua Dark Onions .
"BRENGSEK !! SIAPA KAMU !" bentak ketua Dark Onions.
"Saya ?! " Zoya menunjuk dirinya sendiri.
"Saya tamu yang tidak di undang om.!"lanjut Zoya.
Dia berlari dengan katana di tangan nya ,ketua Dark Onions menembak Zoya berkali-kali namun semua berhasil Zoya hindari.
DOR.! DOR.! DOR.!
Drap.! Drap.! Drap.!
BUAK.! BRAAKK.!
Zoya menendang perut ketua Dark Onions hingga terpental ,Tak mau kalah ketua Dark Onions melempar belati miliknya yang berhasil mengenai pundak Zoya.
JLEEBB.!
"Ukh !! Sialan !" umpat Zoya.
Dia mencabut belati tersebut tanpa memperdulikan darah yang keluar di pundaknya.
Zoya yang melihat ketua Dark Onions hendak kabur ,bergegas menyelesaikan pekerjaan nya.
DRAP ! DRAPP.! DRAAPP.!
JLEEEBBB.!
Zoya berlari dan menerjang ketua Dark Onions ,dia menancapkan belati di leher ketua Dark Onions , seketika itu juga dia tewas di tangan Zoya dengan darah yang mengucur seperti air dari lehernya.
" Sialan !! Baju gue kotor anjir !" gerutu Zoya ketika bajunya terkena cipratan darah.
Dia kembali melihat mayat ketua Dark Onions , Zoya memenggal kepala ketua Dark Onions dengan katana miliknya.
Zoya mengambil kepala ketua Dark Onions dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.
Ketika sampai di tangga ,Zoya melempar kepala tersebut dan membiarkan nya menggelinding menuruni tangga .
Zoya mengeluarkan pistol dari saku celana nya yang sejak tadi tidak dia gunakan.
Tap.! Tap.! Tap.!
Langkah Zoya menggema saat menuruni tangga yang sudah berlumuran darah.
Di sana terlihat Malven yang masih bertarung dengan mereka semua, Tanpa aba-aba Zoya menembakan pistolnya ke atas hingga membuat mereka semua menoleh.
DOR.!
"Zoya ." ucap Malven pelan.
Zoya menatap bawahan Dark Onions yang tinggal beberapa orang saja.
" KETUA KALIAN SUDAH MATI ! DAN GUE PUNYA PENAWARAN BUAT KALIAN !" ucap Zoya dengan lantang.
Malven kebingungan mendengar ucapan keponakan nya .
Zoya kembali berucap. " KALIAN PUNYA DUA PILIHAN ! PERTAMA KALIAN MATI DI SINI ATAU KALIAN MAU HIDUP DI BAWAH KEPEMIMPINAN GUE !"
"MULAI SEKARANG DARK ONIONS GUE AMBIL ALIH , TERSERAH KALIAN MAU IKUT GUE ATAU MATI !!"
Malven tertegun mendengar ucapan Zoya ,Semua itu di luar rencana mereka berdua.
Bisik-bisik mulai terdengar ,saat itu juga mereka yang tersisa memilih hidup di bawah kepemimpinan Zoya.
" KAMI IKUT DENGAN ANDA QUEEN !" teriak lantang mereka .
Mereka tidak ingin mati konyol di tangan kedua orang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan .
Yah Zoya telah membuang rasa kepedulian nya ,dia merubahnya menjadi dendam .
Zoya hanya akan mengambil orang yang bisa dia manfaatkan ,sebalik nya jika orang itu tidak berguna maka dia dengan senang hati akan membunuhnya, itulah sosok Zoya yang sekarang.
Zoya tersenyum smirk. "BAIKLAH !! TAPI GUE NGGAK MENERIMA PENGHIANAT ,JIKA DI ANTARA KALIAN ADA YANG BERKHIANAT MAKA GUE SENDIRI YANG AKAN MENGHABISI SELURUH KETURUNAN KALIAN TIDAK PERDULI DIA ANAK KECIL ATAU BAYI SEKALI PUN !"
'GLEK' mereka semua menelan ludahnya kasar ,bahkan Malven juga ikut melakukan nya.
Zoya berubah ,Bahkan tidak ada lagi tatapan ragu dan takut di matanya , Seolah-olah dia terlahir kembali.
"Bagaimana ?!" tanya Zoya.
" KAMI BERJANJI TIDAK AKAN BERKHIANAT DAN AKAN MEMATUHI SELURUH PERINTAH QUEEN !" jawab mereka serempak .
"Bagus !! Kenalin gue ZOYA RAVEENA JAZZAIRO KETUA BARU KALIAN .!" ucap Zoya memperkenalkan diri.
Dia sudah membuang marga Alexander dari namanya dan mengganti nya dengan marga sang paman.
"HIDUP QUEEN ZOYA !!"
"HIDUP QUEEN ZOYA !"
Zoya tersenyum puas ,ini adalah awal menuju rencana balas dendamnya pada mereka semua.
Malven menghampiri Zoya ." Apa kamu yakin ?!"
" Yah aku yakin om ,aku cuma perlu mengetes mereka akan berkhianat atau tidak , aku tidak sebodoh dulu yang langsung percaya dengan sebuah janji om.!" sahut Zoya .
Malven mengangguk . "Kamu sudah berubah Zoy !"
Zoya hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Malven .!
...See you next time.......
__ADS_1