Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 62


__ADS_3

...✨✨✨...


Pagi ini di dalam kamar yang bernuansa klasik dan elegant terdapat satu pemuda yang sedang bersiap-siap untuk menemui seseorang .


Dia Naufan , dia akan menemui Zoya di kediaman nya sebelum memasuki kampus nanti siang ! Naufan tidak datang bersama Alvaz melainkan dia datang sendiri karena ada hal lain yang harus dia tanyakan pada Zoya ,tentu saja Alvaz akan menyusulnya nanti karena dia sudah mengabari Alvaz jika dia akan ke rumah Zoya.


Setelah melihat penampilan nya di cermin ,Naufan mengambil ransel serta ponsel miliknya dan bergegas meninggalkan kamar .


Naufan memakai kaos berwarna putih di balut dengan kemeja berwarna navy dan celana jeans hitam serta sepatu hitam kesayangan nya.


Tap.! Tap .! Tap .!


Naufan berjalan menuruni tangga ,dia menghentikan langkahnya ketika melihat dua pasang foto yang bertengger di meja dekat tangga.


Tangan Naufan bergerak mengambil salah satu foto tersebut , dia tersenyum simpul saat memandang foto tersebut.


"Sera , do'ain gue semoga kali ini gue bisa berhasil dapatin petunjuk tentang kematian lo.!" ujarnya pada foto sera yang dia pegang .


Naufan meletakan kembali foto tersebut dan bergegas melanjutkan jalan nya menuju pintu mansion .


Naufan mengambil kunci motor yang tergantung di dinding garasi miliknya ,dia berjalan menuju motornya dan menyalakan nya .


Dia mengeluarkan motornya dan bergegas meluncur menuju kediaman Jazzairo.


Satu jam kemudian Naufan telah tiba di kediaman Jazzairo , dia memarkir motornya di halaman depan setelah satpam kediaman Jazzairo membukakan pintu.


DING. DONG.


Naufan memencet bel rumah kediaman Jazzairo ,tak berselang lama pintu mansion itu terbuka.


Ceklek.!


Seorang perempuan paru baya berdiri di hadapan Naufan , dia Art kediaman Jazzairo.


 " Aden teman nya non Zoya yah ?!" ujar Art tersebut pada Naufan.


Naufan tersenyum dan mengangguk sopan. " Iya bi , Zoya nya ada ?!"


"Ada den ,silakan masuk dulu biar bibi panggilin non Zoya dulu.!" ujar Art tersebut menyuruh Naufan masuk.


Naufan di ajak menuju ruang tamu , dia mendudukan tubuhnya di sofa ! Tak berselang lama Zoya datang dengan pakaian yang sudah rapi , Zoya mengenakan atasan kaos berwarna putih yang di balut jaket kulit berwarna hitam dan celana jeans berwarna senada tak lupa ransel yang menggantung di pundaknya.


" Lo udah nunggu lama Naf ?!" ujar Zoya begitu sampai di hadapan Naufan, Zoya mengambil tempat duduk di sofa berhadapan dengan Naufan.


" Belum kok ,btw gue langsung ke intinya aja ! Kemarin lo telfon gue dan nyuruh gue kesini katanya ada hal penting ?! kalau boleh tau hal penting apa Zoy ?."


Zoya membuka ranselnya ,dia mengambil laptop dan meletakan nya di atas meja.


" Gue tau siapa yang merencanakan pembunuhan Sera !" ujarnya pada Naufan.


DEGH.!


Naufan terperangah ,dia tidak percaya jika Zoya sudah menemukan dalang di balik kematian Sera.

__ADS_1


" Siapa Zoy ?! Apa gue kenal orangnya ?!" ucap Naufan tergesa-gesa.


Zoya mengangguk ,dia membuka file di laptopnya dan menyalakan sebuah rekaman sebelum kematian Sera.


Zoya menyodorkan laptopnya pada Naufan yang langsung di terima olehnya.


Kedua netra Naufan membulat sempurna ,dia benar-benar shock ! Selama ini dia sudah berusaha mati-matian mencari bukti kematian kekasihnya namun ternyata orang yang dia cari ada di depan matanya sendiri .


Melihat raut wajah Naufan yang berubah Zoya segera menyadarkan nya. " Lo nggak boleh gegabah Naf , lo harus inget rencana kita sejak awal untuk menghancurkan dia.!"


Naufan mengangguk , dia mematikan rekaman tersebut dan kembali menatap Zoya . " Gue ternyata bodoh yah ,padahal orang nya ada di depan mata tapi gue nggak sadar !"


" Lo bukan nya nggak sadar ,tapi dia yang menjadikan orang lain sebagai kambing hitam , lo tau sendiri Keyla itu licik gue aja bisa ketipu.!"


Yah orang yang membunuh Sera adalah Keyla dan kini giliran Keyla yang harus mempertanggung jawabkan semuanya .


Naufan mengangguk . " Lo benar , jadi target kita di mulai dari Keyla ?!"


"Benar , dia harus kita singkirkan lebih dulu ! Gue udah nggak sabar mau liat dia membayar semuanya .!"


Di tengah pembicaraan mereka ,tiba-tiba bel rumah Zoya kembali berbunyi ! Tak berselang lama munculah Alvaz serta Bima dari arah pintu .


Mereka berdua berjalan menghampiri Zoya dan Naufan .


Alvaz mengambil tempat duduk di samping Zoya dan Bima di samping Naufan.


" Kalian lagi ngomongin apa ?! Kenapa serius banget ?!" ujar Bima penasaran.


Tanpa menjawab Naufan menunjukan rekaman yang tadi Zoya berikan padanya , Bima dan Alvaz sama-sama terkejut mereka berdua menggelengkan kepalanya pelan.


" Kita bergerak malam ini ,kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan ?!" perintah Zoya yang di angguki semuanya.


" Bagus ! Nanti gue sherlock dimana lokasinya !" lanjut Zoya yang kembali mendapat anggukan dari mereka.


Setelah mereka selesai berdiskusi , Zoya melihat jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 09.00 WIB.


Zoya mengambil kembali laptopnya dan memasukan nya kedalam ransel.


" Kalian berangkat duluan aja ,gue masih ada urusan !" ujar Zoya pada mereka bertiga.


" Kamu mau kemana Zoy ?!" tanya Alvaz penasaran.


" Aku mau ke perusahaan ,ada hal penting yang harus aku urus !"


Alvaz mengangguk ,merek berempat berdiri dari duduknya .


"Kamu nggak mau aku anter ?!" ujar Alvaz pada Zoya.


" Nggak usah Al , aku cuma sebentar kok ! kamu tunggu aku di kampus aja !" pesan Zoya yang mendapat anggukan lesu dari kekasihnya.


"Cabut yuk udah siang nih !" ajak Bima .


Mereka berempat berjalan keluar menuju kendaraan masing-masing ,kali ini Zoya dan Alvaz sama-sama membawa mobil sport mereka yang berwarna senada yaitu hitam .

__ADS_1


Zoya memasuki mobilnya ,begitu juga dengan Alvaz yang memasuki mobil miliknya .


Naufan dan Bima juga menaiki motor mereka masing-masing , setelah semua berada di kendaraan mereka saat itu juga mereka mulai meninggalkan kediaman Jazzairo.


..._____________________...


Zoya mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh ,dia tidak ingin membuang waktu lebih lama .


Setengah jam kemudian dia telah sampai di perusahaan nya , Zoya melepas jaket kulitnya dan menggantinya dengan baju kemeja lengan panjang .


Zoya mengambil topeng miliknya sebelum turun dari mobil , begitu dia turun semua pegawai di kantornya yang sudah berbaris rapi di depan pintu membungkuk hormat ketika melihat kedatangan Ceo mereka.


Tap. Tap. Tap.


"SELAMAT DATANG NONA .!" ucap semua pegawai di sana.


Zoya mengangguk menanggapi salam dari mereka semua , Zoya memang tidak menyebutkan namanya pada semua pegawainya ,dia hanya menyebutkan namanya pada asisten yang di rekrut oleh Malven secara pribadi setelah menyeleksinya dengan ketat untuk memastikan jika dia bisa di percaya berdiri di samping keponakanya.


Zoya berjalan menuju lift khusus Ceo , begitu sampai di lantai paling atas yaitu lantai 38 Zoya bergegas menuju ruangan nya .


Meski perusahaan nya termasuk baru ,namun fasilitasnya sangat luar biasa ! Zoya membangun perusahan di indonesia bersamaan saat dia membangun cabang nya di LA.


Ceklek.


Zoya memasuki ruangan nya , di sana sudah ada asisten nya yang sudah menunggu nya.


" Bagaimana ?!" ujar Zoya saat berjalan menuju kursi kebesaran nya.


" Laboratorium milik Pramudya ternyata tidak mendapat izin dari negara ,artinya dia melakukan eksperimen ilegal yang bisa kita tuntut menurut hukum.!" ucap asisten nya pada Zoya.


Zoya sudah meminta asisten nya untuk mencari tau laboratorium milik Pramudya dua hari yang lalu dan hasilnya sangat memuaskan untuknya.


" Kita tidak akan menuntut atau pun melaporkan nya ! Tapi kita akan menghancurkan nya secara rata !"


Asisten Zoya mengangguk , Dia kembali berbicara pada Zoya . " Nona ,tadi tuan Malven mengabari saya jika dia sudah dalam perjalanan kemari ! Namun ada sedikit masalah dalam kesehatan nya ."


Kedua alis Zoya mengernyit heran ,dia merasa om nya baik-baik saja saat dia pergi kenapa sekarang om nya tidak sehat.


" Apa yang terjadi ?!" ucap Zoya.


" Tuan Malven mendapat tusukan saat bertarung ,dan ternyata belati yang menusuknya memilik racun yang sangat kuat dan itu membuat tuan Malven tak bisa leluasa bergerak seperti biasanya !"


"Om Malven bertarung ?! Dengan siapa ?!" ujar Zoya penasaran.


" Lingga Bramantyo nona , dan sepertinya racun itu tidak ada penawarnya , kami sudah mencari ke seluruh negara namun tidak ada yang menjualnya !"


Mendengar penjelasan dari asisten nya ,Zoya menjadi yakin jika racun yang di pakai oleh Lingga adalah hasil racikan dari Pramudya .


Zoya mengepalkan kedua tangan nya , urat-urat di lehernya menonjol ,tatapan nya sangat tajam dan menusuk ! Aura kekejaman menguar dari tubuh Zoya.


" Pilih beberapa orang yang sudah saya latih , persiapkan mereka dengan teliti ! besok malam kita akan bergerak mencari penawar racun untuk Om Malven.!" perintah Zoya mutlak.


"Baik nona.!"

__ADS_1


Perbincangan mereka berakhir ketika Zoya mendapat panggilan dari Nata jika dia sudah berada di kampus dan sedang menunggunya datang.


...See you next time......


__ADS_2