
...✨✨✨...
Malam ini Zoya merasa tidurnya tidak nyenyak ,Terlalu banyak mimpi yang seperti puzzle bertaburan di alam bawah sadarnya.
Hingga tiba-tiba dia mendengar seseorang memanggil namanya .
"Alesha.!"
Zoya membuka kedua matanya dia terkejut ketika melihat hamparan bunga-bunga yang menyegarkan matanya .
Zoya celingukan dia mencari orang yang memanggilnya namun dia tidak mendapati ada orang lain di sana.
"Siapa lo ?! "
Tidak ada jawaban ,Zoya melihat sekitarnya yang terasa baru di matanya.
"Gue dimana ?! Ini tempat apaan ?!"
Hamparan luas yang ada di depan nya membuat Zoya bertanya-tanya tentang tempat yang dia singgahi .
Zoya menyusuri tempat tersebut ,Hingga dia melihat beberapa memori yang berhasil membuat dia ketakutan.
Dia terus berjalan hingga dia melihat sosok perempuan mengenakan pakaian putih dengan rambut berkibar sedang duduk di sebuah bangku.
Zoya yang penasaran memilih mendekati nya untuk bertanya .
"Lo siapa ?." ucap Zoya pada perempuan tersebut.
Perempuan itu menoleh ,Senyum lembut terpatri di sudut bibir tipisnya.
"Gue udah lama nungguin lo Alesha !"
Zoya terkejut . "Dari mana lo tau nama gue ?!"
"Gue yang narik jiwa lo kesini ! Kenalin gue Zoya Raveena Alexander pemilik raga yang lo tempati .!"
(Zoya kita panggil alesha di sini yh gaes)
Alesha membulatkan kedua bola matanya ,Dia mengamati gadis di depan nya yang benar-benar mirip seperti dirinya saat menjadi Zoya.
"Kenapa lo bawa jiwa gue kesini ? Dan ini dimana ?! "
"Sekarang lo berada di alam bawah sadar mu ! Karena cuma lo yang bisa merubah dunia ini !" jawab Zoya .
Alesha mengernyit bingung. " Kenapa gue harus merubah dunia novel ini?."
"Yah bagi lo mungkin ini dunia novel , Tapi sebenarnya dunia ini sama seperti dunia lo sebelumnya ,Semua orang yang ada di sini nyata .! "
Alesha mengangguk dia sedikit paham maksud Zoya , namun ada satu hal yang selalu dia pertanyakan selama ada di dunia ini.
" Apa gue bisa balik ke tubuh gue Zoy ?! Bukan di sini tapi di kehidupan gue sebelum nya.!"
"Lo udah meninggal dan raga lo udah di kubur jadi lo nggak bisa balik kesana.!"
Alesha menghela nafas berat ,Harapan nya untuk bertemu Anna sudah musnah.
"Lalu apa yang harus gue lakuin disini ?! Kenapa lo nggak balik ke raga lo aja Zoy ?!" Tanya Alesha.
"Gue udah mati Al , Gue nggak bisa balik ke raga gue harapan gue cuma lo .!"
Zoya menatap kedua bola mata Alesha. "Tolong gantiin gue Al ,Bongkar semua fitnah yang di lemparkan ke gue ! Tuduhan mereka ke gue atas meninggalnya mommy dan juga hal-hal yang membuat gue di benci keluarga gue.!"
"Tunggu dulu ! Maksud lo gimana Zoy ?! Gue nggak ngerti ?!"
"Mommy gue nggak meninggal saat melahirkan gue Al , Ada seseorang yang membunuh mommy setelah gue lahir dan lo harus cari tau siapa orang itu.!"
__ADS_1
Alesha tak menyangka jika ada kejadian seperti itu , Saat Alesha hendak bertanya kembali tiba-tiba dia melihat wanita cantik yang datang menghampiri mereka.
"Sudah waktunya kita pergi nak.!" ujar wanita tersebut pada Zoya asli.
Alesha mengernyit ,Wajah wanita tersebut cukup mirip dengan Zoya asli.
"Ini mommy gue Al ,Sekarang tubuh gue udah sepenuhnya jadi milik lo jaga baik-baik yah .!"
"Mommy?!" hanya kata itu yang keluar dari mulut Alesha .
Wanita paruh baya itu tersenyum lembut pada Alesha.
"Saya sangat berterima kasih sama kamu Alesha , terima kasih atas semuanya.!"
Alesha mengangguk dan tersenyum ,Kini Zoya memeluk Alesha.
"Gue seneng karena lo yang gantiin gue ,dan maaf karena gue nggak bisa ngasih petunjuk sama lo .!"
"Nggak papa Zoy ,Gue janji bakalan cari tau semuanya dan membalas mereka berkali-kali lipat.!"
Zoya mengangguk . "Lo harus hati-hati ,Mereka sangat licik dan lo nggak boleh percaya sama siapa pun di sana ,Lo cuma bisa percaya sama diri lo sendiri Al ,Ini menjadi pertemuan pertama dan terakhir kita !"
Alesha mengangguk. "Akan gue inget nasehat lo , Makasih udah kasih info yang penting buat gue .!"
Zoya mengangguk. "Gue harus pergi ,Lo pasti bisa melewati semuanya , Gue percaya sama lo , Karena lo nggak selemah gue Al ! Dan lo harus cari kebahagian lo di sana Alesha.!"
Alesha mengangguk ,Dia melambaikan tangan nya ketika melihat tubuh Zoya dan Mommy nya menghilang begitu juga dengan tubuhnya yang kembali pada kenyataan .
..._____________________...
Pagi ini Zoya di sambut dengan cahaya matahari yang masuk ke dalam kamarnya lewat celah jendela yang sedikit terbuka.
Perlahan Zoya membuka kedua matanya ,Dia menyandarkan tubuhnya di ranjang ,Zoya memijit pelipisnya pelan .
Zoya mengusak rambutnya dengan kasar . " Ck kalo kaya gini terus ,Gue bisa gila ! Akhh sial ! Kenapa hidup gue rumit banget sih !"
Berbagai pertanyaan tertata rapi di kepalanya , Mimpi semalam seperti pertanda bahwa sekuat apa pun dia berusaha merubah alurnya , dia tetap akan mati , Dalam mimpinya Zoya yang melihat tubuhnya di bunuh oleh Dirga dengan sangat sadis , Zoya menjadi bertanya-tanya siapa orang yang menghasut Dirga untuk membunuhnya .
" Apa mungkin usaha gue selama ini akan berakhir sia-sia ?! Jika ini dunia asli berarti kalau gue mati di sini gue juga nggak bisa balik ke tubuh gue .!" gumam nya .
"Nggak bisa di biarin ,Gue nggak boleh mati di sini !! Gue harus hidup dengan bahagia !! Yah harus .!" tekad Zoya.
Lelah terlalu banyak berfikir , Zoya memilih mandi untuk menyegarkan tubuhnya ,Dua hari sudah berlalu semenjak hilang nya Natasha .
Selama itu pula Zoya dan Alvaz terus mencari kesana kemari tanpa henti ,Bahkan kedua orang tua Nata sudah mengerahkan polisi untuk mencari putri mereka yang tak kunjung pulang.
Dua puluh menit kemudian ,Zoya telah selesai melakukan ritual mandinya ,Dia mengambil seragam sekolahnya dan juga ransel yang hanya berisi satu buku dan satu pulpen.
Zoya mencepol rambutnya asal-asalan ,Dia sedang malas bahkan dia merasa tidurnya berkurang semenjak Nata menghilang.
" Ck perasaan waktu cepet banget berlalu ,Baru juga gue tidur tiba-tiba udah pagi lagi .!" gerutunya ketika bersiap-siap.
Zoya melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukan pukul 07.00 pagi .Zoya bergegas turun menuju ruang makan dimana keluarga nya sudah berkumpul .
" Pagi sayang !" Sapa Daddy Cakra dengan lembut .
" Hm.!" hanya itu yang keluar dari mulut Zoya.
Zoya mengambil tempat duduk di samping Daddy nya ,Dia juga mengambil roti tanpa selai dan memakan nya dengan tenang .
Sikap Zoya membuat ketiga orang di hadapan nya mengernyit .
"Lo cuma makan roti Zoy ?!" Tanya Dafa.
"Hm.!"
__ADS_1
"Lo bisu sampai nggak bisa jawab dengan benar ?!" ujar Dafi geram.
Zoya tak menjawab ,Dia memilih melanjutkan memakan rotinya dengan tenang.
Beberapa menit kemudian Zoya telah selesai sarapan , Dia bergegas menyampirkan ranselnya di pundak.
"Aku berangkat .!" ujarnya dan berlalu tanpa mencium tangan sang daddy seperti biasanya.
Dafa yang melihat hal itu segera berpamitan dan menyusul Zoya . " Aku juga pamit Dad.!"
Setelah Dafa dan Zoya keluar , Daddy Cakra menatap satu putranya dengan tatapan curiga.
" Apa yang kamu perbuat sama Zoya ?!Kenapa dia berubah dingin.!" ujar Daddy Cakra .
"Aku nggak ngelakuin apa-apa kok ,Kenapa Daddy curiga sama aku ?!"
"Karena cuma kamu yang selalu mencari masalah sama Zoya !"
Dafi mengangkat kedua bahunya acuh. "Mungkin sekarang dia sadar harus dimana posisinya .!"
Daddy Cakra tertegun . " Posisi apa maksudmu ?!"
"Posisi dia sebagai pembunuh di rumah ini !"
DEGH.!
Tiba-tiba perasaan Daddy Cakra terasa janggal , Ada perasaan takut yang menghampiri hatinya.
Sedangkan di luar rumah , Zoya yang sudah berada di atas motornya terkejut ketika Dafa menghadang di depan nya .
"Minggir !" perintah Zoya dengan tajam.
" Zoy gue mau bicara sama lo sebentar aja !"
" Gue nggak mau bicara sama lo.!"
"Zoy please kali ini aja ,Gue mau jelasin soal waktu itu ! Lo salah paham sama ucapan Dafi .!"
Zoya memutar bola matanya malas. "Gue nggak butuh penjelasan apa pun dari lo .! Jadi lo minggir dari hadapan gue !"
"Tapi Zoy-"
Brum. Brum. Brum.
"Minggir atau gue tabrak .!" Ancam Zoya.
Dia menggeber motornya hingga membuat Dafa menutup telinganya dan menyingkir , Zoya menjalan kan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Dafa di halaman.
..._____________________...
Zoya tidak langsung ke sekolah ,Dia mampir ke warung bakso terlebih dulu .
" Bang bakso satu nggak pake kecap.!" ujar Zoya begitu memasuki warung .
Tadi saat makan Zoya tidak tau makan nya masuk kemana ,Pikiran nya terlalu banyak belum lagi dia harus menghadapi ocehan non faedah dari keluarganya.
"Siap neng.!" jawab tukang bakso .
Saat sedang menunggu pesanan ,Zoya teringat ucapan Zoya asli di mimpinya.
'Huuuh kayanya hidup gue kali ini lebih berat dari sebelumnya .' Batin Zoya lelah .
Tak berselang lama makanan nya telah sampai ,Zoya makan dengan tenang ,Selesai makan Zoya bergegas menuju sekolah karena jam pelajaran hampir di mulai.
...See you next time.......
__ADS_1