
...✨✨✨...
Waktu berlalu begitu cepat ,kini Alvaz sudah berada di LA kediaman Jazzairo .
Satu minggu yang lalu ,setelah kejadian yang menimpa Yoga , Alvaz mengajak mereka semua untuk meninggalkan indonesia dan melanjutkan pendidikan nya di LA.
Ajakan Alvaz di sambut antusias ,mereka juga akan membantu Zoya melakukan balas dendamnya.
Tap.! Tap .! Tap.!
Zoya menuruni tangga dengan langkah santai ,Kaos oblong dan celana kedodoran melekat pada tubuhnya .
"Udah lama Al ?!" ujar Zoya mengambil tempat duduk di samping Alvaz.
"Belum , gimana kabar kamu hm ?!"
"Aku baik-baik aja , Mana teman-teman kamu ?! Katanya mereka ikut ?!" ujar Zoya karena tidak melihat orang lain di sana.
"Mereka nanti nyusul.!"
Zoya mengangguk ,mereka berdua diam untuk beberapa menit sebelum Alvaz membuka pembicaraan.
"Keyla udah jadi bagian keluarga Alexander , aku nggak ada maksud lain bicara kaya gini ,aku cuma mikir kamu perlu tau hal ini.!" ucap Alvaz menatap kedua mata Zoya.
Zoya tersenyum simpul. "Nggak papa kali Al , sebenarnya aku juga mau tanya sama kamu soal itu !"
Mendengar jawaban Zoya yang tidak tersinggung atau pun sedih ,membuat dia penasaran.
"Kamu nggak sedih kan ?!" ujarnya.
Zoya menggeleng . "Buat apa ?! Mereka nggak ada hubungan apa-apa lagi sama aku .!"
"Y-yah iya juga sih tapi kan dulu mereka keluarga kamu !"
"Itu dulu Al , sekarang semua udah berubah dan aku nggak perduli mau mereka ngangkat anak satu kilo juga bodo amat .!" Zoya mengambil minuman yang ada di meja dan meminumnya.
" Toh tujuan aku bukan untuk mengemis seperti dulu tapi membasmi mereka jadi nggak ada ruginya buat aku.!" lanjutnya dengan santai.
Alvaz menarik sudut bibirnya ke atas ,dia merasa senang karena kekasihnya tidak berlarut dalam kesedihan.
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan ?!" ucap Alvaz sembari mengelus rambut panjang Zoya.
"Aku lagi mantau pembangunan perusahaan aku di sini !"
Alvaz mengehentikan elusan di kepala Zoya ,dia menatap wajah Zoya penuh keterkejutan.
"Kamu mendirikan perusahaan ?! Kamu serius ?!" ujar Alvaz tak percaya.
Zoya mengangguk. " Aku pikir jika aku mau merusak mereka ,aku perlu mengungguli mereka terlebih dulu !"
Belum sempat Alvaz menjawab ucapan Zoya ,tiba-tiba terdengar teriakan dari arah pintu mansion.
"APA !!" teriakan itu berasal dari Bima, Naufan dan juga Yoga yang baru sampai.
Drapp.! Draap .!
Bruk.!
__ADS_1
Mereka bertiga duduk di sofa depan Alvaz dan Zoya.
"Gue nggak salah denger kan bu bos ?!"Ucap Bima.
Zoya mengangguk ,Bima menggeleng kan kepalanya tidak percaya . "Ck ck gue terkejut ,Gimana bisa lo mendirikan perusahaan padahal lo di sini belum lama ? Lo bahkan belum lulus sekolah !"
"Makanya gue ngerjain itu ,supaya nanti kalo gue lulus gue tinggal menjalankan perusahaan itu.!"
"Apa ini ada sangkut pautnya sama rencana lo ?!" ujar Naufan.
"Iya gue harus menghapus marga keluarga Alexander dari dunia ini !"
Mereka semua terkejut. " Lo mau bunuh mereka ?!" ucap Yoga.
Zoya mengangkat kedua bahunya acuh."Nggak !! Tapi gue bakal kasih kejutan buat mereka !"
"Oke kita bakal bantuin lo.!" sambung Yoga antusias.
...__________________...
Di sisi lain Natasha sedang melakukan pertemuan dengan Aruna di sebuah cafe.
Semalam Aruna menelfon Nata dan mengajaknya untuk bertemu hari ini.
Srett.!
Nata menarik kursi di samping Aruna , dia mendudukan tubuhnya di sana.
"Apa yang mau lo bicarain sama gue ?! Langsung ke intinya aja gue sibuk.!" ujar Nata sarkas.
Aruna mengangguk , dia mengambil kotak berwarna biru tua dari saku jaketnya.
"Ini apa ?! Lo nggak nyimpen Bom di sini kan ?!" ujar Nata curiga.
Aruna tertawa pelan . "Pfftt nggak lah ,aku nggak mungkin lakuin itu !"
"Yeah tapi kan bisa aja lo kek gitu ,lo kan benci Zoya !" sindir Nata.
"Eum Nat ..!"
Nata mendongak ,dia menarik satu alisnya ke atas . "Apa ?!"
"Sampaikan maaf aku sama Zoya yah ,dan aku juga minta maaf sama kamu .!"
"Kenapa lo minta maaf sama gue ?! Lo tuh salahnya sama Zoya bukan gue.!"sahut Nata.
Aruna mengangguk . "Yah tapi aku juga ikut andil dalam penderitaan kamu selama ini !"
Nata tertegun ,dia teringat kejadian beberapa bulan yang lalu saat dia di culik.
"Maksud lo apa ?! Lo ikut andil dalam hal apa ?! lo tau sesuatu kan Run ?!" ujar Nata beruntun .
"Mungkin....Tapi aku nggak bisa ngasih tau kamu Nat ,posisi kita sama-sama dalam bahaya dan aku nggak mau kamu makin menderita .!"
Aruna berdiri dari duduknya. "Aku pergi dulu Nat ,sekali lagi maaf dan selamat tinggal.!"
Aruna berlari keluar dari cafe dengan tergesa-gesa ,bahkan dia tidak menghiraukan panggilan dari Natasha.
__ADS_1
"Ck sial !! Sebenarnya apa yang Aruna sembunyikan ? Kenapa dia terlihat sangat ketakutan ?!" gumamnya.
Tak ingin ambil pusing ,dia menyampirkan tas selempang nya di pundak dan ikut keluar dari cafe.
Dalam perjalanan menuju rumahnya ,Nata kembali memikirkan ucapan Aruna .
"Apa dia tau tentang penculikan gue ?!"lirihnya.
Tak berselang lama Nata sampai di kediaman nya ,dengan langkah santai dia memasuki rumahnya .
Kedua orang tuanya tidak ada di rumah ,jadi Nata bebas jika ingin bermalas-malasan .
Nata berjalan menuju kamarnya , dia berniat untuk menghubungi Zoya.
BRUK.!
Nata melempar tubuhnya ke atas kasur , dia mengambil ponsel dan menghubungi Zoya .
Drrrrrtt.! Drrrrrttt.!
Klik .
''Halo Nat .'' jawab Zoya dari sambungan telfon.
''Lo lagi ngapain Zoy ?.''
''Gue lagi sama Alvaz kenapa ?.''
''Ck jangan pacaran mulu Zoy , buruan balik dong gue sendirian tau .'' ujar Nata merajuk.
''Salah sendiri kenapa punya teman cuma satu .'' sahut Zoya .
'' Gue trauma njir , gue takut kejadian kaya Keyla terulang .''
'' Hm bener juga sih , Btw tumben lo telfon gue jam segini kenapa ?.''
'' Tadi gue ketemu Aruna , dia nitip kotak sama gue katanya buat lo .'' jawab Nata.
Zoya menarik satu alisnya ke atas . ''Kotak ? Kotak apa?.''
''Gue juga nggak tau , Runa bilang harus sampai ke tangan lo gitu , dia juga bilang minta maaf udah nyusahin lo .''
'' Hm , Kirim kotaknya hari ini bisa Nat ?.''
''Bisa , gue kirim sekarang aja !bye Zoya .''
'' Bye.'' Zoya mematikan telfon mereka.
Natasha bergegas membungkus kotak itu untuk di kirim menuju LA.
Nata tak berani membuka nya , dia menghargai ucapan Aruna yang di tunjukan pada Zoya , toh ujung-ujung nya dia juga bakal tau nantinya.
Selesai dengan pekerjaan nya , Nata kembali keluar dari kamar dan bergegas menuju kantor pos , dia harus memastikan sendiri keamanan dari kotak tersebut .
Nata merasa yakin jika itu menyangkut Zoya , maka semuanya akan menjadi penting terlebih musuh Zoya sudah terlalu banyak bergerak hal itu memicu kekhawatiran Nata .
'' Gue berharap lo segera kembali Zoy , mereka sudah terlalu lama bahagia di atas penderitaan lo ,sekarang waktunya lo membalikan keadaan.'' gumam Nata di dalam mobil.
__ADS_1
...See you next time..........