Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 46


__ADS_3

kamu ibarat analogi piramida ,yang kokoh berdiri meski musim silih berganti .


...Alvaz....


.......


.......


...✨✨✨✨...


Alvaz membuka kamar Zoya tanpa mengetuknya ,Perlahan dia mendekati ranjang Zoya.


Dia melihat luka-luka baru yang ada di wajah Zoya dan lengan nya ,Dia mengelus pelan rambut Zoya ,Helaan nafas berat terdengar dari mulut Alvaz.


"Pasti sakit jadi kamu kan ?! " ujarnya sendu.


Alvaz mengambil tempat duduk di samping Zoya ,Dia menggenggam tangan Zoya dan menciumnya.


Zoya yang merasa terusik ,perlahan membuka kedua bola matanya.


" Al ?!"


Alvaz menoleh dia menatap wajah Zoya tanpa sengaja dia melihat luka robekan di sudut bibir Zoya .


Nasibnya dan nasib Zoya beda tipis mungkin Alvaz lebih beruntung dari pada Zoya karena dia pernah merasakan kasih sayang dari ibunya sedangkan Zoya tidak sama sekali.


" Maaf gara-gara aku ,Kamu jadi kebangun ." sesal Alvaz.


" Bukan kok ,Aku juga udah cape tidur terus.!"


Zoya perlahan bangun ,Alvaz yang melihat Zoya kesusahan segera membantunya .


Zoya bersandar pada ranjangnya ,punggungnya terasa perih Dia teringat kejadian tadi pagi ,dimana dia mendapat sambutan yang berhasil menghancurkan mentalnya.


Zoya terkekeh kecil setelah mengingat semua kejadian yang dia alami.


" Kamu nggak papa ?!" tanya Alvaz pelan.


Zoya mengangguk. " Nggak papa kok .!"


Alvaz menatap Zoya yang berusaha menahan tangisnya , Alvaz masih menggenggam tangan Zoya dengan erat.


" Kamu boleh nangis Zoy nggak perlu di tahan ,Kalau itu bisa meringankan perasaan kamu nangis aja aku bakal di sini nemenin kamu.!" ujarnya pada Zoya.


Zoya tertawa pelan. " Buat apa aku nangis ?! Aku baik-baik aja tuh ,aku kan kuat.!"


Alvaz terdiam , sesaat kemudian bibir Zoya melengkung ke bawah dan buliran kristal bening turun membasahi wajah cantik nya.


Zoya menangis dalam diam ,Alvaz hanya memperhatikan wajah Zoya tanpa berbicara apa pun ,dia ingin menjadi sandaran untuk gadisnya .


Ingatan Zoya penuh dengan kejadian tadi pagi ,semuanya menyakitkan dia bahkan tidak bisa melawan dengan perbuatan daddy nya .


" Kenapa harus aku yang jadi korban nya Al ,Kenapa ?! salah aku dimana ?! Kenapa semua orang nyalahin aku ?!"ucap Zoya di sela tangisan nya.


" Dosa apa yang udah aku lakukan sampai tuhan menghukum aku seperti ini Al !"


Alvaz merasakan perasaan sesak di hatinya ketika melihat Zoya menangis sesenggukan ,Dia memeluk Zoya dan mengelus punggung nya yang bergetar hebat.


" Kamu nggak salah Zoy , nggak ada yang salah dari kamu !" ucap Alvaz berusaha menenangkan Zoya.


  Zoya membenamkan wajahnya di dada bidang Alvaz ,Dia menumpahkan semua rasa sakit yang dia terima .


Zoya merasa menjadi orang bodoh karena berharap mendapat keluarga di sini ,mendapat sosok ayah yang menyayangi nya dengan tulus ,Dia terbuai sampai dia lupa jika di sini dia hanya orang asing .


Sejak awal dia sudah salah karena menaruh harapan pada daddy nya , berharap kekosongan yang dia alami di kehidupan sebelumnya tergantikan oleh sosok daddy nya.


Dia merasa menjadi pecundang karena berusaha menghindar dari kenyataan , Takdir yang mengikatnya di sini tidak berbeda jauh dengan kehidupan sebelumnya.


Setelah beberapa saat Zoya menumpahkan tangisan nya ,sekarang dia sudah kembali tenang .


" Kenapa takdir aku harus begini Al ?! Apa tuhan sangat benci sama aku sampai aku tidak di beri kesempatan buat bahagia ?! Apa lebih baik aku pergi dari dunia ini ."


Alvaz mengelus rambut Zoya . " Kamu nggak boleh ngomong gitu , pasti suatu saat kamu akan bahagia Zoy .!"


" Kapan Al ?! "


"Eum nanti setelah semuanya selesai.!"jawab Alvaz tidak yakin.


" Aku nggak mau jadi Zoya kalau tau akan seperti ini." gumam Zoya yang masih terdengar di telinga Alvaz.


"Maksud kamu ?!"


"...."

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Zoya ,namun dia masih memeluk Alvaz .


"Zoy kamu tau alasan aku nggak menyerah dengan kehidupan ini ?!" ucap Alvaz .


" Kenapa ?!"


Alvaz tersenyum simpul. " Karena aku nggak mau ngecewain bunda yang udah berkorban ngelahirin aku dan membesarkan aku.!"


Alvaz melerai pelukannya ,di menangkup wajah Zoya sehingga kini mereka berdua berhadapan.


" Kalau semesta nggak ngizinin kamu buat bahagia ,biar aku yang bikin kamu bahagia , Aku yang akan menjadi tempat terakhir kamu pulang kapan pun kamu butuh aku saat itu juga aku langsung nyamperin kamu."


"Aku bakal jadi satu-satunya tempat dimana kamu merasa di lindungi , Apa pun yang nggak kamu dapat dari semesta ini aku yang bakal memenuhi semua itu jadi jangan pernah berfikir untuk menyerah dan ninggalin aku !" ucap Alvaz dengan tulus.


Zoya menarik sudut bibirnya ke atas ,Dia mengangguk pelan Zoya terharu dengan ucapan Alvaz untuknya ,pikiran nya kembali normal .


'Yah gue nggak boleh nyerah sekarang ! Gue belum membalas perlakuan mereka .!' batin Zoya.


" Makasih udah hadir dalam hidup aku ,Sekarang aku sadar harusnya dari sini aku belajar bahwa hidup aku nggak cuma berporos di kediaman Alexander , tapi Al yang bawa aku kesini siapa ?!" tanya Zoya.


"Bang Malven .!" jawab Alvaz.


Zoya menarik satu alisnya ke atas . "Bang Malven siapa ?!"


"Dia om kamu ,ketua Alaska sebelum aku dan dia pilar utama Alaska. !"


" Kok aku nggak tau kalau aku punya om ?!" heran Zoya.


"Eum itu biar om kamu yang jelasin sendiri yah .!" ucap Alvaz dia tak mau menceritakan semuanya pada Zoya karena itu menyangkut masalah keluarga mereka.


Mereka berdua kembali berbincang sebelum Alvaz di panggil untuk turun oleh Malven.


...____________________...


Waktu berlalu begitu cepat ,tanpa terasa sudah satu minggu Zoya berada di kediaman Jazzairo ,Dia juga sudah mengetahui cerita dari om nya dan alasan kenapa dia baru muncul sekarang.


Seperti saat ini Zoya sedang rebahan di sofa ruang tamu ,di sana dia benar-benar merasa bebas , Malven sangat memanjakan nya bahkan Malven menganggap Zoya seperti anaknya sendiri.


Tap. Tap. Tap.


Suara langkah kaki Malven terdengar saat menuruni tangga ,Zoya menoleh dia melambaikan tangan nya pada Malven.


"Om sini !" panggil Zoya.


Malven berjalan dan duduk di samping Zoya . "Gimana kondisi kamu ?! Udah baikan ?"


"Hm sama-sama ,Oiya ada yang mau om bicarain sama kamu Zoy .!"


Zoya memiringkan kepalanya ke samping, hal itu membuat Malven gemas dan ingin mencubit pipi zoya namun dia urungkan karena lebam di pipi Zoya masih ada meski sudah samar-samar , di matanya Zoya masih lah bayi yang harus di jaga 24 jam,Bahkan Malven lebih posesif dari pada daddy nya dulu.


" Apa om ?!" tanya Zoya.


" Kamu mau ikut om ke LA kan ?! Kamu sekolah di sana sekalian memulihkan kondisi kamu gimana ?!"


Zoya terkejut mendengar ucapan om nya . " LA ?!"


Malven mengangguk. "Di sana kamu bisa mencari suasana baru dan juga melanjutkan pendidikan mu ."


Zoya terdiam sesaat ,Jika dia pergi maka dia akan meninggalkan sahabatnya dan juga Alvaz .


"Boleh aku pikirin dulu om ?" ujar Zoya yang di angguki Malven.


" Kamu kasih tau juga teman-teman mu agar mereka tidak terkejut .!" usul Malven.


Zoya tersenyum ,setelah mengucapkan hal itu Malven kembali menuju ruang kerjanya ,dia selalu bekerja dari rumah semenjak Zoya tinggal di sana ,dia tidak ingin jika terjadi sesuatu lagi ada keponakan nya.


Zoya mulai menimbang ajakan Malven ,Dia berfikir itu ide yang bagus di sana dia bisa memulihkan tubuhnya dengan cepat tanpa ada yang mengganggu ,beberapa saat kemudian Zoya menghubungi Nata dan juga Alvaz untuk datang ke mansion Jazzairo , Dia akan membicarakan hal ini pada mereka.


'Gue harus memperkuat tubuh gue kalau gue mau membalas mereka .' batin Zoya penuh tekad.


...____________________...


Di sisi lain sekolah dandelion sedang tegang ,di mana anggota beeatles sedang berkumpul di lapangan setelah menyeret Yoga dengan paksa.


" Apa maksud lo mau keluar dari Beeatles !" tanya Dirga dengan tajam.


" Lo tuli ?! Gue bilang gue muak sama kalian !" hardik Yoga.


BUGH.!


Tiba-tiba Bian meninju rahang Yoga hingga membiru , Yoga terkekeh kecil dia mengusap darah yang keluar dari mulutnya.


" LO GILA ?! LO NGGAK BISA KELUAR DARI BEEATLES !! FORMASI KITA BISA RUNTUH !" bentak Bian.

__ADS_1


" Itu yang gue mau ! " Jawab Yoga santai.


"Bajingan !" geram Bian .


Yoga tersenyum smirk . " Gue nggak sudi terlalu lama bergabung dengan lo semua yang nggak punya otak !"


" Siapa yang lo maksud nggak punya otak hah !! Lo berubah Yog ! Lo bukan Yoga yang kita kenal !" ucap Dafa.


"Jangan pura-pura bodoh ,Kalian sadar apa maksud gue kan ! nggak perlu gue perjelas lagi ." sahut Yoga.


'' Apa gara-gara Zoya lo berubah ?'' ucap Gara.


Yoga tersenyum smirk saat mendengar ucapan Gara yang terdengar cemburu.


'' Kenapa lo penasaran ? Bukan nya lo nggak perduli sama dia ?.''


Gara mengepalkan kedua tangan nya .''Jadi benar semua ada sangkut pautnya sama dia ?.''


'' Menurut lo gimana ? Lo kan pintar pasti lo bisa nebak jawaban gue .'' jawab Yoga santai.


'' LO PENGHIANAT .'' teriak Dafi dengan amarah yang tertuju pada Yoga .


"Terserah kalian mau nganggap gue apa ,Intinya mulai hari ini gue KELUAR DARI BEEATLES.!" ucap Yoga yang di dengar semua murid.


Yoga keluar ?!


sebenarnya apa yang terjadi ?


Mereka semua bertengkar ?


Gimana *f*ormasi beeatles tanpa Yoga?


Bisik-bisik dari semua murid mulai terdengar , Dirga sebagai ketua merasa marah .


'' Gue kecewa sama lo Yog , gue nggak nyangka lo bakal lakuin ini sama kita .'' ujar Dirga.


Yoga mengangguk .'' Yah gue akui gue udah ngecewain kalian , Tapi di sini gue juga kecewa sama lo Dir .''


'' Maksud lo apa Yog ? Kenapa lo kecewa sama Dirga ?.'' tanya Dafa .


Yoga menatap wajah Dirga , kemudian dia beralih menatap wajah Dafa .


'' Karena dia bohongin gue .'' jawab Yoga .


Semua orang mengernyit bingung mendengar ucapan Yoga barusan .


'' Ngomong yang jelas sialan , apa yang lo maksud Dirga bohongin lo ?.'' tanya Bian tak sabar.


'' Dirga bukan ketua Beeatles yang asli , dia cuma pengganti dan pemain yang menjalankan perintah .''


'' APA ?.'' teriak mereka semua.


Yoga mengangguk , dia menatap sekeliling lapangan yang sudah di penuhi oleh murid-murid yang penasaran dengan mereka .


'' DIRGA BUKAN KETUA ASLI DIA HANYA BONEKA UNTUK SAGARA , dia menggantikan posisi Gara demi menutupi sesuatu yang hanya mereka berdua yang tau .''


DEGH.


Semua orang membulatkan mata mereka , tidak ada yang percaya dengan ucapan Yoga .


'' Lo jangan fitnah Yog , atas dasar apa lo nuduh Gara ngelakuin itu ? Dia nggak mungkin bohongin kita semua .'' ujar Bian tak terima.


'' Terserah kalian mau percaya atau nggak , intinya Gara menggenggam kelemahan Dirga yang sekarang sedang dia tawan di bawah pengawasan ayahnya .'' ujar Yoga menyeringai .


DEGH . DEGH.


Jantung Gara berpacu begitu cepat , dia merasa gelisah dan takut jika mereka semua akan percaya dengan ucapan Yoga.


''Jaga mulut lo sialan , gue nggak pernah melakukan semua tuduhan lo .'' hardik Gara.


'' Lo takut Gar ? Gimana kalau lo buka aja topeng busuk lo .''


Mendengar ucapan Yoga , Gara tak bisa menahan amarahnya , dia melayangkan tinju pada wajah Yoga yang berhasil mengenai rahang nya .


BUUUGHH.


Gara menarik kerah seragam Yoga .


 '' Jangan main-main sama gue sialan .''


Yoga tersenyum smirk . '' Akhirnya topeng lo terbuka juga , kita lihat lo atau gue yang menang .'' ujar Yoga .


Saat Gara akan menjawab , tiba-tiba kepala sekolah mereka datang dan membubarkan semua muridnya menuju kelas.

__ADS_1


Banyak yang tidak percaya dengan ucapan Yoga , namun tidak sedikit pula yang percaya dengan ucapan Yoga , dan mulai hari ini kondisi Beeatles berada di ujung tanduk .


...See you next time........


__ADS_2