
...☠️☠️☠️...
Eksekusi Yoga berlangsung sangat panjang , Alvaz benar-benar menggunakan seluruh skill nya pada Yoga ,seperti saat ini nyawa Yoga hampir melayang sejak tubuhnya di obrak abrik oleh Alvaz , nafasnya semakin memberat setelah kedua matanya lepas dari tempatnya.
Tubuh Alvaz di penuhi oleh darah milik Yoga , bau amis dan anyir sangat menyengat di ruangan remang-remang tersebut , Bima dan Naufan menjadi resah mereka tidak menyangka jika Alvaz akan menghabisi Yoga .
"Al , lo yakin mau bunuh Yoga ?! Gimana kalau bang Renold tau ?! Dia pasti nggak bakal tinggal diam meski dia mantan anggota Alaska.!" ucap Bima khawatir.
"Kalian berdua tenang aja ,meski Yoga mati di tangan gue tapi kita bakal baik-baik aja !" sahut Alvaz sambil bermain dengan kulit wajah Yoga yang sudah dia robek sana sini.
"Maksud lo ?!" bingung Naufan.
Alvaz tersenyum smirk . "Naf ambilkan gue gergaji.!"
Naufan melotot mendengar permintaan Alvaz. "Lo mau ngapain njir ?!"
Alvaz tak menjawab ,dia hanya menatap Naufan dengan raut wajah datar hingga Naufan meneguk ludah nya dengan kasar dan bergegas mengambil alat yang Alvaz minta.
Tak berselang lama Naufan datang dengan gergaji di tangan nya . "Nih ! Emang lo mau motong apa ?!"
"Yoga !" sahut Alvaz dengan entengnya.
"Lo serius ?!"
Alvaz mengangguk , dia mendekati telinga Yoga dan berbisik . "Gue bakal akhiri semuanya , thanks udah jadi mainan gue !"
Tak ada jawaban dari Yoga karena nyawanya sudah berada di ujung tanduk , Alvaz menyalakan mesin gergaji tersebut ! Suara bising memenuhi ruangan itu , tanpa ada rasa bersalah sedikit pun Alvaz mulai memotong satu persatu tangan Yoga ,berlanjut pada kedua kakinya dan terakhir kepalanya .
Naufan yang masih berdiri di samping Alvaz tak luput dari cipratan darah yang mengenai wajah dan bajunya.
"Ck sialan ,gue harus mandi lagi deh.!" gerutunya namun dia tetap berdiri di samping Alvaz .
Setelah semua tubuh Yoga terpotong ,Alvaz membuka rantai yang mengikat tubuh Yoga dan kembali membagi tubuh Yoga menjadi potongan kecil-kecil .
Bima menggeleng pelan ,dia heran kenapa bisa berteman dengan psikopat seperti mereka .
"Bim ambil kardus yang di sana.!" perintah Alvaz.
Bima mengambil kardus tersebut dan menyerahkan nya pada Alvaz. " Nih ,btw Kardus ini buat apa Al ?!"
Alvaz tak menjawab ,dia mengambil kepala Yoga dan kedua tangan Yoga yang sudah di potong menjadi enam bagian untuk di masukan ke dalam kardus.
Dia mengambil kertas dan menulis sesuatu di sana dengan darah Yoga setelahnya dia memasukan kertas tersebut ke dalam kotak dan menutupnya dengan lakban.
"Kirim ke mansion Wagindra , suruh Leon sama Lion ke sana dan jangan sampai ketahuan !" perintah Alvaz.
"Lo gila ?! Kalau lo lakuin ini yang ada lo di bunuh sama bang Renold Al.!" sentak Naufan .
"Nggak akan ,gue ada kejutan buat mereka .!" sahut Alvaz di selingi senyum smirk di bibirnya.
"Lo serius bakal nyuruh mereka nganterin kepala Yoga ?!" tanya Bima.
Alvaz mengangguk . "Sana buruan ,gue penasaran apa yang bakal bang Renold lakuin setelah ini.!"
Mau tak mau Bima akhirnya membawa kotak tersebut ke atas , Alvaz melihat sisa-sisa tubuh Yoga yang masih berserakan di sana.
"Panggil dua orang kesini Naf ,suruh mereka bawa mayat Yoga dan kasih sama Kitty .!" ujar Alvaz.
Naufan mengangguk ,Kitty adalah singa peliharaan Alvaz yang menjadi tempat pembuangan mayat orang-orang yang dia binasakan.
____________________
Di sisi lain Zoya sudah sampai di tempat Dark Wolf berada , dia turun dari motornya dan berjalan menghampiri asisten nya yang bernama Javas Arsalan.
Tap. Tap. Tap.
Semua orang menoleh ,mereka serempak membungkuk memberi hormat pada Zoya.
"Selamat datang Queen.!" ujar mereka secara bersamaan.
"Angkat kepala kalian .!" perintah Zoya dengan tegas.
Mereka mengangkat kepalanya hingga berdiri tegak , raut wajah Zoya sangat tegas tidak ada keraguan bahkan ketakutan yang terlihat di wajahnya.
"Apa kalian sudah siap hm ?!" tanya Zoya.
"Siap Queen.!"
"Bagus , Target sudah dekat ! Persiapkan senjata kalian !"
Mereka semua mengangguk , dan benar saja beberapa detik kemudian terdengar deru suara bising mulai mendekati mereka , Zoya tersenyum simpul dia mengeluarkan pistol dari pinggang nya dan mengarahkan pada ban mobil milik Keyla .
DOR.!
__ADS_1
Satu peluru menancap sempurna di ban mobil tersebut , Di dalam mobil Keyla panik ketika ban mobilnya meletus dia menghentikan mobilnya dan bergegas keluar dari sana untuk kembali berlari, dia belum menyadari jika ada Zoya di depan nya.
DRAP. DRAP. DRAP.
Brukk.
"Akh." Keyla terjatuh ke aspal ,para bodyguardnya yang baru saja sampai bergegas turun dari mobil untuk membantu Keyla.
Drap. Drap . Drap.
"Nona tidak apa-apa.!" ujar bodyguard yang membantu Keyla.
"Ck minggir.!" sentak Keyla .
Dia melihat ke depan ,betapa terkejutnya dia ketika melihat ada Zoya di hadapan nya. "L-Lo .."
"Hay Key ,udah lama kita nggak bertemu seperti ini kan !" ujar Zoya sambil memainkan pistol di tangan nya.
Keyla perlahan mundur. "Jangan bilang lo yang merencanakan semua ini !"
"Tepat sekali ,gimana bagus kan !" senyum cerah terpatri di bibir Zoya.
Keyla menggeleng cepat. "Nggak !! Lo nggak mungkin melakukan ini sama gue !"
Zoya menaikan satu alisnya , tatapan heran dia berikan pada Keyla. "Kenapa gue nggak boleh melakukan ini sama lo ?! Padahal lo yang mulai semuanya Key."
Melihat Keyla yang terus melangkah mundur , Zoya tau jika dia akan kabur hingga tiba-tiba Zoya menembakan peluru ke arahnya yang sengaja dia pelesetkan pada bodyguard milik Keyla.
DOR.!
Seketika tubuh Keyla menegang saat peluru meluncur di samping wajahnya degup jantung Keyla berpacu sangat cepat .
"BUNUH SEMUA BODYGUARD MILIKNYA SISAKAN PEMILIKNYA SAJA !" perintah Zoya pada Javas.
"Baik Nona .!"
Keyla terkejut mendengar perintah Zoya ,dalam sekejap pertarungan terjadi di sana Zoya memanfaatkan kesempatan itu untuk menangkap Keyla.
GREP.!
Zoya membius Keyla hingga dia pingsan ,setelahnya Zoya mengendong Keyla layaknya karung beras , tenaga Zoya sudah sepadan dengan tenaga laki-laki setelah dia sering berlatih beladiri .
BRUK.!
DRAP. DRAP. DRAP.
BUAAKK. JLEB. BUUGHHH.
"Hosh...hosh..!" Nafas mereka tersengal-sengal setelah bertarung selama lima belas menit ,namun energi mereka masih sangat bagus.
DUAAKK. DOR. DOR. TRAANG.
Zoya meninju ,memukul ,menembak dan menendang mereka satu persatu ! Pertarungan melawan puluhan bodyguard akhirnya di menangkan oleh Zoya .
"BAKAR MEREKA SEMUA !" perintah Zoya pada anggota Dark Wolf.
"Siap Queen.!" jawab mereka semua.
Mereka mulai menumpuk semua mayat bodyguard milik Keyla ,Javas mengeluarkan bensin dari mobilnya dan menyiramkan ke tubuh para bodyguard tersebut.
CREK. CREK.
Zoya menyalakan korek api dan melemparnya pada tumpukan mayat tersebut , seketika kobaran api yang cukup besar mulai menyala, Zoya tersenyum puas untungnya tempat perkelahian mereka jauh dari jalan yang biasa di lalui oleh orang-orang jadi semua akan aman.
"Jav bawa Keyla ke markas Dark Wolf , saya akan menyusul nanti !" perintah Zoya yang di angguki Javas.
Zoya juga meminta beberapa anggota Dark Wolf untuk menunggu api tersebut melahap habis mayat itu agar semuanya benar-benar aman.
Setelah memberi perintah seperti itu ,Zoya bergegas menaiki motornya untuk menuju gedung yang tadi di singgahi oleh Keyla .
___________________
Beberapa menit kemudian Zoya telah sampai di gedung tersebut ,dia bergegas turun dari motor ,di sana sudah ada seseorang yang menunggunya .
"Darimana lo ?!" tanya orang tersebut.
"Bukan urusan lo ! Buruan kita kerjain sebelum Fairy Devil tau.!" ujar Zoya dingin.
Pemuda tersebut mengangguk ,mereka berdua mulai memasuki gedung tersebut , pemuda itu membuka ranselnya dan mengeluarkan sepuluh dinamit yang akan di pasang di setiap sudut ruangan sesuai perintah Zoya beberapa waktu yang lalu.
"Kita berpencar Zoy !" usul pemuda tersebut yang di setujui oleh Zoya.
Mereka mulai berpencar untuk memasang semua dinamit tersebut ,saat Zoya menuju ruangan bawah tanah dia melihat ada Aruna di dalam jeruji besi.
__ADS_1
Tap. Tap . Tap.
"Runa ?! Aruna !" panggilan Zoya membuat Aruna perlahan membuka kedua matanya.
"Zoya .!" tatapan terkejut Aruna berikan pada Zoya.
Zoya mengambil pistolnya ,dia menembak gembok yang menggantung di sana hingga Aruna bisa keluar.
"Lo ngapain di sini ?!" heran Zoya.
"A-aku di sekap sama Keyla.!"
Zoya mengernyit bingung . "Bukan nya lo bawahan Keyla ?!"
DEGH.
"A-aku sebenar-"
"Nggak usah di jelasin ,gue udah tau !" sahut Zoya singkat.
Zoya melihat seorang perempuan paru baya duduk di kursi roda . "Itu nyokap lo ?!"
Aruna menoleh ke belakang ,ternyata mamahnya juga ada di sana ! Aruna bergegas membawa mamahnya menghampiri Zoya.
"Kalo lo mau keluar dari sini cepetan ,waktunya cuma sepuluh menit .!" ujar Zoya.
"Tapi kamu gimana ?!"
"Buruan sialan ,sebelum gue berubah pikiran.!" sentak Zoya ,dia membiarkan Aruna pergi bukan karena kasihan padanya tapi dia kasihan pada ibu Aruna yang tidak bisa bergerak sama sekali.
Aruna bergegas meninggalkan Zoya ,selepas kepergian Aruna Zoya mendapat telfon dari pemuda yang tadi bersamanya.
Klik.
Telfon tersambung . "Kenapa ?!"
"Gue udah beres ,lo gimana ?!" tanya pemuda tersebut.
"Oke , kita keluar sekarang.!" ujar Zoya .
Setelah telfon di matikan ,Zoya bergegas keluar namun lewat jalur belakang yang tadi di lewati oleh Aruna karena pintu yang di depan sudah dia kunci terlebih dulu.
Senyum smirk terlihat di bibir tipisnya ."Thanks Bian ,karena lo udah masuk ke dalam perangkap gue .!" Gumam Zoya.
Yah pemuda yang sejak tadi bersamanya adalah Bian ,dan dia juga orang yang di temui Zoya saat di LA .
Zoya menyetujui ajakan Bian untuk ikut balas dendam pada Keyla semua itu dia lakukan untuk memudahkan nya menyingkirkan Bian tanpa harus pusing memikirkan bagaimana jika Bian kabur. Sebab tanpa Bian sadari sejak awal dia sudah menargetkan Bian untuk di singkirkan secepatnya.
Drap. Drap. Drap.
Bian berlari menyusuri gedung tersebut hingga dia tiba di pintu utama ,saat dia akan membuka pintu ternyata pintunya sudah terkunci , Bian berlari ke arah pintu belakang ternyata pintu tersebut juga sama.
"Sialan ! Apa Zoya mau bunuh gue di sini?!" gumam Bian dengan cemas ,meski dia sendiri ragu jika itu ulan Zoya.
Dia kembali berlari menuju jendela di pintu utama ,dia dapat melihat Zoya sedang berdiri di sana dengan senyum devil yang di tunjukan padanya.
"ZOYA !! KELUARIN GUE ! "
Brak. Brak. Brak.
Bian menggedor-gedor jendela tersebut namun percuma karena jendela itu di lapisi besi dan juga kacanya terlalu tebal.
Kecemasan Bian semakin menjadi ketika dia melihat tombol penghubung pada dinamit yang dia pasang ada di tangan Zoya.
"ARRGHH BRENGSEK JADI INI BALASAN LO SAMA GUE ZOY ?! BAJINGAN.!"
"CEPAT KELUARIN GUE SIALAN !! LO MAU BUNUH GUE DI SINI.!" teriakan Bian bagaikan angin lalu untuk Zoya .
Zoya tersenyum riang melihat mangsanya frustasi. "Bye bye Bian.!"
KLIK.
DUUUAAARRRR.!
Tombol di tangan Zoya telah dia pencet
Saat itu juga ,Gedung tersebut meledak dalam hitungan detik dan membunuh Bian yang masih berada di dalamnya .
Zoya tersenyum puas ,satu persatu orang yang menyakitinya akan lenyap dengan cara yang berbeda-beda , Api berkobar menghanguskan bangunan itu ,sayup-sayup teriakan kesakitan dari Bian masih terdengar Zoya menikmati semua itu dengan senang hati hingga matahari mulai muncul dengan malu-malu dan hari ini Zoya serta Alvaz sama-sama menyingkirkan satu orang .
Bonus ledakan dari Zoya👇
__ADS_1
...see you next time.......