Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 90


__ADS_3

...✨✨✨...


Di dalam ruangan yang di penuhi oleh buku tebal dan berkas yang menumpuk , terlihat seorang pemuda sedang sibuk dengan pulpen di tangan nya .


Pemuda dengan wajah tampan dan memiliki tatapan mata yang sangat tajam itu tak lain adalah Alvaz pemilik Universitas Enola , kampus bergengsi yang di wariskan oleh mendiang bundanya, kampus yang akan dia berikan pada kekasihnya kelak.


Ting.


Fokus Alvaz terganggu ketika dia mendapat pesan di ponselnya , Dia mengambil ponsel yang tergeletak di dekatnya lalu membuka pesan tersebut yang ternyata dari Bima.


Pesan berisi informasi jika Zoya telah hilang di pasar malam berhasil membuat pikiran Alvaz berkecamuk, tanpa pikir panjang dia menghubungi Naufan dan memintanya bertemu di lokasi yang Bima kirim.


Alvaz mengambil kunci motornya serta jaket yang menggantung di sandaran kursi , dia bergegas keluar dari ruang kerjanya untuk menuju tempat yang sudah di sherlock oleh Bima.


BRUM. BRUM. BRUM.


Malam semakin larut dan jalanan sudah sepi membuat Alvaz leluasa membawa kendaraan nya dengan kecepatan di atas rata-rata ,hingga tiga puluh menit kemudian dia sampai di tempat tujuan .


Alvaz memarkirkan motornya di samping motor Naufan ,yah Naufan langsung tancap gas saat mendapat kabar dari Alvaz makanya dia bisa tiba lebih dulu karena posisinya juga tidak terlalu jauh dari tempat tersebut.


Tap. Tap. Tap.


Langkah Alvaz terhenti ketika sampai di hadapan Naufan. "Apa lo juga dapat kabar dari Bima ?!."


Naufan mengangguk singkat. "Yah tapi dia bilang mau nganterin Nata dulu ,jadi kita di suruh nunggu di sini Al ."


"Apa di sini terjadi pertarungan ?!."ujar Alvaz ketika melihat tempat tersebut sudah porak poranda.


"Kayanya iya ,gue juga liat ada noda darah berceceran di tanah dan juga peluru yang tergeletak dimana-mana." sahut Naufan.


Penasaran dengan ucapan Naufan ,Alvaz memutuskan untuk masuk dan melihat sendiri kondisi di tempat itu .


Dia terus melangkahkan kakinya menjarah tempat tersebut , hingga dia melihat sebuah ponsel tergeletak tidak jauh darinya .


Alvaz mendekati ponsel tersebut dan mengambilnya , betapa terkejutnya dia ketika melihat wallpaper ponsel tersebut yang berisi foto dirinya bersama Zoya , dapat dia pastikan jika itu ponsel milik Zoya .


Wallpaper ponsel Zoya.



Foto tersebut di ambil saat mereka ada di LA beberapa bulan yang lalu, Alvaz menggenggam ponsel Zoya dengan erat ,baru saja mereka bisa bernafas dengan tenang tapi ternyata semesta belum mengizinkan mereka untuk istirahat .


''Sial ! Beraninya mereka membawa gadisku .'' geraman terdengar dari bibir Alvaz , bahkan urat-urat di lehernya sudah menonjol dan wajahnya menjadi merah padam .


Alvaz muak , dia muak di permainkan terus menerus seperti sekarang dia ingin secepatnya terbebas dari semua belenggu penderitaan yang dia dan kekasihnya alami .


Alvaz berbalik menuju pintu keluar , dia kembali ke tempat Naufan berada begitu dia sampai ternyata di sana sudah ada Bima .


Tanpa basa basi Alvaz langsung mencecar Bima dengan berbagai pertanyaan . '' Jelasin apa yang terjadi di sini ?! Apa lo tau siapa yang memporak-porandakan tempat ini ?! apa Nata udah ngasih petunjuk sama lo Bim .''


"Al sabar satu-satu nanya nya dong , gue pusing tau .'' sungut Bima , dia lelah baru saja tiba setelah mengantar Nata tapi sudah di cecar pertanyaan sebanyak itu .


Naufan menghela nafas berat , dia tau Alvaz panik apa lagi kali ini tidak ada petunjuk apa pun tentang hilangnya Zoya .


''Lo harus tenang Al , kalau lo kaya gini yang ada kita cuma berantem .'' sela Naufan .


''Ck sialan .'' Alvaz memilih duduk di bangku yang ada di sana , dia mengusak rambutnya dengan kasar .


Bima dan Naufan pun ikut mendudukan tubuhnya di sebelah Alvaz , mereka juga kasihan melihat Alvaz yang terlihat sangat cemas.


''Al menurut cerita Nata ,orang yang membawa Zoya semua memakai pakaian serba hitam mirip kaya bodyguard gitu , sebelum Nata pingsan dia melihat Zoya di pukul sampai muntah darah lalu mereka membawa Zoya menaiki mobil entah kemana, saat Nata hendak berlari mengejar Zoya tiba-tiba dia juga mendapat pukulan di tengkuknya yang membuat dia pingsan .'' penjelasan Bima cukup membuat Alvaz menemukan jawaban nya .

__ADS_1


''Mereka udah nargetin Zoya sejak lama Al , persiapan mereka terlalu matang kalau cuma mau dapatin Zoya .'' imbuh Naufan .


Alvaz terdiam ,ucapan kedua sahabatnya semakin meyakinkan pendapat Alvaz . '' Kita cari Zoya malam ini , kabarin anak-anak suruh mereka ikut membantu pencarian .''


''Oke Al .'' sahut Naufan.


Setelah mengambil keputusan , mereka bertiga bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk memulai pencarian .


...______________________...


Di sisi lain Malven baru saja tiba di depan markas Fairy Devil ,dia turun dari mobil miliknya di ikuti beberapa bodyguard yang dia bawa .


''Siapkan senjata kalian .'' perintah Malven .


''Baik tuan .''


Mereka semua mengeluarkan pistol dari jas masing-masing , Malven mengkode mereka untuk maju menyerang markas tersebut .


DRAP. DRAP. DRAP.


DOR . DOR . DOR .


Begitu mereka masuk , Malven langsung menyerang mereka tanpa membiarkan mereka mengeluarkan senjata .


Kegaduhan yang Malven buat mampu membuat Lingga yang sedang berada di ruang kerjanya bergegas keluar , dari lantai atas dia melihat sosok Malven sedang menghabisi satu persatu anak buahnya .


'' Bajingan sialan .'' geram Lingga .


Dia mengeluarkan pistol miliknya dan mengarahkan pada Malven dengan harapan peluru tersebut mampu menembus kepala Malven .


''Mati kau sialan .''


Tiga peluru Lingga lontarkan ,namun sayangnya semua itu berhasil Malven hindari.


Malven mendongak dia melihat Lingga yang sedang berdiri di lantai dua , tatapan Malven sangat tajam bahkan Lingga merasa tatapan Malven sedang mengulitinya hidup-hidup .


Lingga sadar dia pasti akan kalah jika terus ada di sana terlebih anak buahnya hampir di habisi semua.


Tanpa pikir panjang Lingga berbalik ,dia kembali ke ruang kerjanya untuk mengambil senjata serta ponselnya dan beberapa berkas penting di ruangan tersebut.


Dari lantai bawah Malven tau jika Lingga berniat kabur , dia menepuk pundak salah satu bawahan nya .


"Bereskan mereka , jangan lupa ratakan bangunan ini dengan tanah." perintah Malven.


"Baik tuan."


Setelah memberi komando ,Malven berlari menuju lantai dua meninggalkan pertarungan di lantai satu ,dia yakin bawahan nya mampu membereskan mereka semua.


Draaapp. Draaap. Draaap.


Dari kejauhan Malven melihat Lingga berlari menuju pintu darurat , tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut Malven bergegas menyusul Lingga menuju pintu tersebut .


DRAP. DRAP. DRAP.


Lingga menuruni tangga dengan terburu-buru , dia melihat Malven yang juga mengikuti nya.


"Sialan , dia benar-benar menyusahkan." geram Lingga.


Tanpa di duga Lingga menembakan satu peluru ke arah Malven ,beruntungnya insting Malven tajam jadi dia masih bisa menghindari serangan Lingga.


"BERHENTI BAJINGAN." bentak Malven.

__ADS_1


"JANGAN MIMPI SAYA AKAN MENYERAH BEGITU SAJA BRENGSEK." balas Lingga ikut berteriak.


Lingga telah sampai di pintu belakang ,tanpa menunda lagi dia berlari menuju mobilnya namun sayang tinggal dua langkah lagi tiba-tiba Malven menembak kaki Lingga hingga membuatnya terjatuh.


DOR.


BRUK.


"Akkhh bajingan ."Lingga melihat kakinya berdarah ,dia berusaha berdiri namun lagi dan lagi Malven kembali menembak lengan nya .


DOR.


"Arrghhh."Teriak Lingga .


Tap. Tap. Tap.


Malven mendekat dia berjongkok dan tersenyum smirk."Bagaimana hm apa anda masih bisa kabur ?!."


"Bajingan ! apa maumu sialan ." sentak Lingga.


"Tentu saja saya menginginkan kematian anda ,namun tidak jadi karena saya harus menyerahkan anda pada organisasi saya." ujar Malven .


Lingga menggeram marah dia merasa harga dirinya tercoreng , hingga tiba-tiba dia mengeluarkan belati dan mengarahkan nya pada wajah Malven.


SREET.


JLEEB.


Kedua netra Lingga membulat sempurna saat melihat belati tersebut tidak menancap di wajah Malven melainkan di genggam oleh Malven.


"A-apa ini-"


BUUAAGH.


Belum sempat Lingga menyelesaikan ucapan nya ,tiba-tiba sebuah bogeman mentah melayang di wajahnya.


BUUAAGH. BUAGH. DUAAK.


Malven menghajar Lingga tanpa henti , dia melampiaskan amarahnya pada Lingga, hingga beberapa saat kemudian Lingga telah terkulai lemas .


"Ck sialan ! Kenapa anda harus mengincar keponakan saya hah ?! Belum cukup anda mengincar kakak saya sampai dia ketakutan , dan sekarang anda mengusik putrinya apa yang sebenarnya anda inginkan dari mereka bajingan !." sentak Malven.


Pertanyaan yang dia pendam selama berpuluh-puluh tahun kini keluar bersamaan dengan amarahnya.


"DIA GADIS POLOS YANG TIDAK SALAH APA-APA ! KENAPA KALIAN BEGITU INGIN MELENYAPKAN NYA HAH ! JAWAB BAJINGAN." bentak Malven.


"DIA PEMBUNUH ! DIA TELAH MEMBUNUH WANITA YANG SAYA CINTAI ."sentak Lingga.


Mendengar jawaban Lingga ,tawa Malven pecah. "Ppffftt HAHA PEMBUNUH ?! Ternyata tidak hanya Cakra yang bodoh ,anda pun sama dengan nya sama-sama tidak punya otak ."


"Anda membenci Zoya bukan karena alasan itu ,tapi anda hanya ingin melampiaskan amarah anda karena dulu kakak saya menolak anda kan ,anda kira saya tidak tau jika anda bahkan mengancam akan membunuh kakak saya hingga dia memutuskan menikah dengan pria tamak seperti bajingan itu." sentak Malven.


Lingga terdiam tak berkutik ,dia sendiri bingung dengan tujuan nya yang sangat ingin menghabisi anak dari wanita yang dulu menolaknya berulang kali.


Melihat Lingga terdiam ,Malven semakin geram tanpa di duga dia menodongkan pistol ke arah kepala Lingga .


"Mati kau bajingan."


DOR .


...See you next time........

__ADS_1


__ADS_2