
Jangan memaksakan dirimu untuk menjadi sempurna ,Tapi carilah tempat dimana kamu di terima bukan di hina .
...Yoga ....
.......
.......
☠️☠️☠️
Berita keluarnya Yoga dari Beeatles menjadi trending topik di kalangan para murid , Berbagai spekulasi mulai menyebar di sekolah dandelion.
Dampak buruknya bagi Beeatles adalah ,mereka di anggap membuang Yoga setelah tidak berguna ,Hal itu membuat Sagara geram .
Di rooftop sekolah ,Para inti Beeatles sedang berkumpul mereka sedang membicarakan alasan keluarnya Yoga.
" Gue masih nggak percaya kalau Yoga beneran keluar dari Beeatles !" ujar Dafa dengan tatapan kosong.
"Ini pasti hasutan Zoya deh ,gue yakin dia pasti ngomong hal jelek tentang kita sama Yoga .!" sahut Bian .
Dirga yang masih sedikit waras tidak setuju dengan ucapan Bian. " Itu nggak mungkin ,Kondisi Zoya waktu itu kritis dia nggak mungkin bisa menghasut Yoga.!"
" Kenapa nggak mungkin ?! Bisa aja setelah dia sembuh dia bicara hal buruk tentang kita dan nyuruh Yoga keluar dari Beeatles.!" sahut Dafi.
"Kalian kenal Yoga kan , Dia bukan orang yang gampang di pengaruhi , pasti ada alasan di balik keluarnya dia." jawab Dirga.
" Tapi tetap aja ini pasti ada sangkut pautnya sama lintah itu , Dia aja nggak perduli sama pacarnya .!" ujar Bian.
Dirga terdiam ,dia malas berdebat dengan sahabatnya namun dia masih kepikiran dengan ucapan Yoga yang tau kalau Gara adalah ketua Beeatles sebenarnya.
'Apa dia juga tau kalau adik gue di tahan.' batin Dirga.
Gara yang sejak tadi terdiam ,tiba-tiba terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Dafa. " Lo tau arti ucapan Yoga tadi ?"
Gara menghela nafas sebelum menjawab. "Gue juga nggak tau ,Dari awal dia jelas mau memecah belah kita semua."
" Tapi perkataan Yoga bikin gue kepo Gar, Dia yang biasanya jarang ikut campur dan berkomentar kali ini bilang kaya gitu , kan aneh kalo dia cuma ngada-ngada doang.!"Sahut Bian yang di angguki Dafa dan Dafi.
Gara terdiam ,Dia bingung harus menjawab apa dan itu membuat mereka bertiga mulai curiga pada Gara.
"Lo nggak menyembunyikan sesuatu kan ?!"ujar Dafa.
Gara menggeleng. "Nggak , intinya Yoga cuma mau kita semua hancur.!"
"Benar kata Gara , Bisa aja Yoga lagi merencanakan sesuatu supaya kita saling curiga .!" sahut Dirga membela Gara .
(Emng dirga tolol 😑!)othor.
"Iya juga sih ,gue sampai nggak kepikiran kesana." ucap Dafi.
Beberapa menit kemudian bel tanda jam istirahat telah usai ,mereka memilih turun dari rooftop menuju kelas masing-masing.
...____________________...
Di sisi lain Yoga sedang menemui Aruna ,semenjak kejadian yang menimpa Zoya , mereka belum bertemu kembali.
Tap . Tap. Tap .
__ADS_1
Yoga berjalan menuju taman belakang sekolah ,dimana Aruna sudah menunggu dirinya di sana.
" Hai." Sapa Yoga begitu sampai di samping Aruna.
Aruna mengangguk. "Gimana keadaan Zoya ?!"
" Dia udah mendingan kok , Btw ada yang mau gue omongin sama lo.!"
"Apa ?!" tanya Aruna.
Yoga menatap wajah Aruna , dia tidak benci padanya hanya saja dia tidak ingin terlibat dengan perasaan yang membebani nya .
" Gue mau kita putus ." ucap Yoga secara langsung.
Aruna terkejut ,dia menatap Yoga tak percaya. " Kenapa ?!"
" Gue mau sendiri Run ,gue nggak mau terlibat dengan perasaan lebih dulu dan maaf karena gue jadiin lo pelarian ."
Mendengar jawaban Yoga ,hati Aruna sakit dia baru merasa nyaman dengan Yoga dan kini dia harus di hempas kan oleh kenyataan.
Yoga melihat raut wajah Aruna yang terlihat sedih . " Lo bisa nemuin laki-laki yang beneran sayang sama lo dan lebih baik dari gue.!"
Aruna mengangguk ,dia memaksakan senyumnya . " Nggak papa kok , makasih udah mau jujur sama aku .!"
Yoga mengangguk. " Gue balik ke kelas dulu yah ,lo jangan kebanyakan melamun .!"
Aruna mengangguk ,setelah Yoga pergi Aruna berkali-kali menghela nafas berat .
Aruna kembali berdiri dari duduknya dan kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
Waktu berlalu begitu cepat ,dan jam pelajaran telah selesai .
Yoga memasukan peralatan sekolahnya ke dalam tas sebelum pergi , dia menyampirkan ranselnya di pundak dan bergegas menuju parkiran.
Yoga menjalankan motornya dengan kecepatan rata-rata ,dia merasa lega setelah menyelesaikan masalahnya dengan Beeatles.
Namun dia tidak menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya dari belakang .
Yoga memilih jalan pintas untuk kembali kerumahnya , saat dia melewati jalanan yang sepi tiba-tiba punggungnya di pukul hingga membuatnya oleng dan jatuh dari motornya.
BRUK.!
Yoga mendesis pelan saat lengan dan kaki nya menggores aspal , Yoga berdiri dengan tertatih-tatih ,dia mengangkat motornya dan memarkirkan nya di sisi jalan.
Yoga menatap sekitar ternyata di sana ada lima orang yang baru turun dari motor masing-masing .
'Sial .' batin Yoga.
'' Siapa kalian ?.'' tanya Yoga pada mereka berlima.
'' Habisi dia , jangan biarkan dia lolos.'' ujar salah satu dari mereka.
Saat itu juga mereka menghajar Yoga , kondisi Yoga yang mendapat luka saat jatuh tadi membuat pergerakan nya melambat .
BUUGH. BUAKKK . BRUUKK.
'' Uhuk-uhuk .. Siapa yang menyuruh kalian ?.'' ujar Yoga .
__ADS_1
'' Kau tak perlu tau .'' jawab mereka.
Yoga menatap sekeliling nya , tidak ada cara lain kecuali masuk ke dalam hutan .
'' Bawa dia ! Kita harus menyerahkan dia sebelum matahari terbenam .'' perintah salah satu dari kelima orang tersebut.
Merasa tidak ada cara lain kecuali kabur , Yoga berdiri dia melempar tasnya pada mereka dan berlari memasuki hutan.
'' KEJAR DIA, JANGAN SAMPAI DIA KELUAR HUTAN INI .''
''BAIK.''
Mereka mengejar Yoga memasuki hutan , aksi kejar-kejar berlangsung cukup sulit , Yoga berlari tak tentu arah untuk menghindari mereka .
'' Hosh.... Hosh... Hosh.''
Yoga merasa sudah berlari cukup jauh , dia menoleh kebelakang dan ternyata mereka berhasil menyusulnya .
'' ITU DIA ! CEPAT TANGKAP DIA HIDUP ATAU PUN MATI .'' teriak salah satu yang menjadi ketua mereka.
Mendengar hal itu Yoga kembali berlari , dia harus lolos dari kejaran mereka .
Drapppp . Drapp . Draapp.
'' Hosh... Hosh... Hosh.''
Yoga telah memasuki hutan cukup jauh , namun mereka masih juga mengejar Yoga .
Di tengah kepanikan , dia melihat sungai dengan air yang mengalir cukup deras .
BYUR.!!
Tanpa pikir panjang Yoga menceburkan dirinya ke dalam sungai tersebut , dia menenggelamkan seluruh tubuhnya hingga tak terlihat dari atas.
Tak berselang lama orang-orang yang mengejarnya sampai di tepi sungai , mereke celingukan mencari keberadaan Yoga .
'' Sial ! kemana bocah itu pergi ?.'' ujar ketua mereka .
'' Mungkin dia sudah keluar dari hutan ini bos .'' ujar bawahan nya .
Pria tersebut mengusak rambutnya dengan kesal . '' Kita harus menangkapnya hidup atau mati , jika tidak bisa-bisa kita yang di habisi dan dia bisa menyebarkan semua rahasia tuan muda .''
'' Kita kembali sekarang .'' lanjutnya .
Mereka semua berbalik dan kembali menuju motor mereka.
Setelah beberapa menit Yoga akhirnya keluar dari dalam air , untunglah air itu tidak jernih jadi dia bisa bersembunyi dengan baik .
Yoga kembali naik ke daratan , dia menghela nafas lelah , nafasnya masih ngos-ngosan .
'' Huuff sialan jadi mereka suruhan Gara , pantas aja mereka gigih banget mau nangkap gue .'' ucap Yoga pada diri sendiri.
Dia mengusak rambutnya yang basah ,dia mengecek ponselnya ,untung nya ponsel Yoga tidak mati setelah terkena air , dan ternyata ada beberapa pesan dari Alvaz yang memintanya ke basecamp Alaska .
Setelah membalas pesan Alvaz , Yoga menghubungi supirnya untuk menjemput dirinya di sisi lain hutan itu , dia tidak akan kembali pada motornya karena dia yakin mereka masih disana dan menunggu dirinya .
...See you next time.......
__ADS_1