Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 50


__ADS_3

...✨✨✨...


Kediaman Alvaz tampak ramai ,ternyata bukan hanya Zoya yang datang ke sana tapi para sahabat Alvaz juga ada di sana .


Zoya yang baru saja sampai terkejut melihat penampakan rumah Alvaz yang sangat berantakan , banyak plastik bekas camilan tersebar dimana-mana.


" Alvaz mana Naf ?!" tanya Zoya karena tidak melihat batang hidung kekasihnya.


" Ada di dapur bu bos!" jawab mereka serempak.


Zoya mengangguk ,dia menyusul Alvaz ke dapur ,saat dia sampai dia melihat Alvaz sedang sibuk dengan gelas airnya.


" Al ."


Panggilan Zoya membuat Alvaz menoleh ,Dia meletakan gelasnya dan berjalan menghampiri Zoya.


" Udah lama hm ?!" Alvaz bertanya sembari menarik pinggang Zoya supaya mendekat padanya.


"Baru aja sih .!" sahut Zoya kikuk .


Dia malu bahkan dia merasa pipinya panas ,Alvaz yang melihat pipi Zoya memerah tiba-tiba menggigitnya pelan.


"Ssstt sakit anjir !" ucap Zoya jengkel.


Alvaz terkekeh geli melihat wajah Zoya yang jengkel padanya. "Ck jangan bercanda deh Al .!" ucap Zoya dengan sebal.


" Kamu beneran mau ke LA ?!" ucap Alvaz lirih.


Zoya mengangguk mantap ,Dia melihat raut wajah Alvaz berubah sendu.


"Kamu kenapa hm ?!" tanya Zoya dengan lembut.


Alvaz tiba-tiba memeluk tubuh Zoya dan menyandarkan kepalanya di bahu .


"Empat bulan lagi baru bisa ketemu sama kamu .!" ujarnya sedih.


Zoya tertawa pelan ,dia mengusak rambut Alvaz dengan perasaan gemas .


"Kita kan bisa telfon atau vidio call tiap hari Al , Jadi nggak akan terasa lama waktunya ! Kamu juga di sini ada tugas dari Bang Malven pasti kamu bakalan sibuk kedepan nya.!"


Alvaz mengangguk lesu ,Dia memainkan rambut panjang Zoya .


"Btw kamu mau ngasih tau apa Al ?! Soalnya bang Malven ngizinin aku pergi cuma satu jam .!" ujar Zoya.


Seketika Alvaz melepas pelukan nya ,dia menatap Zoya dengan tatapan tak percaya .


" Ck rasanya aku pengin ngurung kamu biar nggak pergi aja.!" gerutu Alvaz tidak terima dengan waktu yang di berikan Malven pada kekasihnya .


Zoya kembali terkekeh kecil. "Udah jangan manyun terus , kita samperin yang lain yuk.!"


Alvaz mengangguk , Mereka berdua menghampiri anggota Alaska yang lain Zoya duduk di samping Alvaz .


" Tumben kalian ikut kesini ?!" tanya Zoya pada mereka semua .


"Kita nggak boleh biarin Alvaz sendirian Zoy ,bisa-bisa lo di *****-***** sama dia ." jawab Bima yang di angguki Si kembar.


BUK.!


Satu bantal sofa mendarat di wajah tengil Bima ,Alvaz yang menjadi pelaku pelemparan kini sedang menyenderkan kepalanya di bahu Zoya ,Dia sama sekali tidak merasa bersalah pada Bima.


" Ck untung lo ketua Alaska kalau bukan udah gue gibeng lo !" sungut Bima.


" Emang lo berani ?!" tanya Naufan.


Bima menggaruk tengkuknya yang tak gatal . " Hehe kaga sih."


Naufan menggeleng pelan ,Tiba-tiba Bima bertanya untuk memecah keheningan.


"Naf kalau nanti kita udah lulus lo mau kuliah dimana ?!" tanya Bima.


Naufan mengangkat kedua bahunya acuh. "Gue belum tau !"


" Kalo lo Al ?!" ujar Bima pada Alvaz.


" LA.!"


Bima melotot mendengar jawaban Alvaz. " Lah lo serius ?!"


Alvaz mengangguk mantap. " Kenapa ? Lo mau ikut ?!"


Bima cengengesan mendengar pertanyaan Alvaz. "Iya boleh kan ?! Sekalian gue bisa bantu lo jagain bu bos yakan Zoy ?!"


Zoya mengangguk saja ,dia tak tau harus merespon mereka seperti apa .


" Katanya bang Naufan mau ngurus masalah itu dulu ?! Jadinya kapan bang ?!" cetus Leon tiba-tiba.


Kedua mata Zoya menyipit , dia mengamati raut wajah Naufan yang berubah ,sorot matanya menajam namun ada kesedihan yang terpancar di sana.


" Leon !" panggil Lion pada kembaran nya.


Zoya yang penasaran memberanikan diri untuk bertanya pada Naufan.

__ADS_1


" Maaf kalo gue lancang ,tapi gue penasaran sebenarnya masalah apa yang kalian maksud ?!" ucap Zoya.


Pertanyaan Zoya membuat Alvaz menghela nafas berat ,Dia menatap Naufan untuk meminta izin padanya.


Naufan ikut menghela nafas berat ,Dia mengangguk lesu dan mengizinkan Alvaz untuk menceritakan nya.


Alvaz mengangguk dan mulai menceritakan masalah yang menimpa Alaska satu tahun yang lalu.


..."Saat itu di sekolah All Star.."...


Siang hari dengan panas yang sangat terik ,Para inti Alaska sedang melakukan olah raga Basket dimana Alvaz sebagai kapten .


Sorakan para murid terdengar sangat antusias ,dan di sana ada salah satu perempuan yang menjadi bagian dari Alaska .


"NAUFAN !! NAUFAN ! NAUFAN !"


**Teriakan tersebut berasal dari gadis berambut panjang yang di ikat pony t***ail*.


Dia kekasih Naufan yang bernama Sera Aulia ,Gadis bar-bar yang berhasil merubah pandangan Naufan pada perempuan.


Gadis blak-blakan yang tidak kenal takut meski musuhnya memiliki ribuan senjata ,Dia menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil masuk menjadi bagian Alaska.


Tap.Tap. Tap.


Langkah kaki Sera terdengar menggema di lapangan yang baru saja melakukan pertandingan antar kelas.


Sera menghampiri Naufan dengan senyum cerah di bibirnya.


" Nih !"


Sera menyodorkan minuman pada Naufan yang di terimanya dengan senang hati.


" Makasih.!" ucap Naufan lembut.


Sera mengangguk , dia mengelap keringat di dahi Naufan .


"Ser minum buat kita mana ?! Kenapa cuma Naufan yang lo kasih njir !" cetus Bima.


" Beli sendiri lah ,lo kan punya kaki !" sahut Sera sinis.


Bima menggeram marah. " Kalau bukan pacar Naufan udah gue-"


" Gue apa hah ?! Lo berani sama gue Bim !" hardik Sera.


Bima cengengesan ." Kaga Ser ,gue berjanda eh maksudnya bercanda elah.!"


Sera memasang wajah garang pada Bima ,hal itu membuat anggota Alaska yang lain tertawa.


Hari itu tiba-tiba dia menghampiri Naufan di dalam kelas ,Sera berjalan dengan wajah riang seperti biasa .


Dia duduk di samping Naufan dan menyenderkan kepalanya di pundak Naufan.


" Naf boleh nggak gue peluk lo yang lamaaa bangeeettt." Ucap Sera tanpa menatap wajah Naufan.


" Kenapa ?!"


Sera menggeleng pelan. "Gue pengen aja ,Nggak boleh yah ?! "


Tanpa menjawab Naufan langsung memeluk tubuh Sera dengan erat ,perasaan Naufan begitu besar pada Sera bahkan dia menjadi satu-satu nya obat dari luka yang Naufan terima selama ini.


Luka akibat perceraian kedua orang tuanya.


Beberapa menit kemudian ,munculah para sahabat Naufan yaitu Alvaz dan Bima.


" Wih pacaran mulu lo ! Nggak malu sama yang jomblo.!" sindir Bima.


"Nggak tuh ,malah gue bangga !" sahut Naufan.


" Anj*** lo.!" sinis Bima.


BUK.!


Sera melempar buku tepat mengenai kepala Bima . '' mulut lo mau gue gorok Bim ?!"


Bima menggeleng brutal . " Kaga anjir , gue khilaf ser hehe.!"


Sera paling tidak terima jika Naufan di umpat dengan kata-kata kasar meski itu hanya bercanda.


Sera sudah melepas pelukan nya , Dia menatap mereka semua dengan tatapan rumit.


" Kalian harus janji sama gue ,Jangan pernah ninggalin satu sama lain apa lagi berkhianat !" ujar Sera .


" Lah tumben lo ngomong gitu ?! Emang lo mau kemana Ser ?!" tanya Bima penasaran.


Sera mengangkat kedua bahunya acuh ,Dia kembali menatap Naufan yang sedang menatapnya balik.


Sera mengelus pipi Naufan pelan."Jaga diri baik-baik yah sayangnya Sera.!"


Naufan mengangguk ,meski dia merasa aneh dengan ucapan Sera.


Sera tersenyum lembut. "Makasih ganteng."

__ADS_1


Sesudah mereka mengobrol ,Sera berpamitan untuk kembali ke kelasnya namun ternyata dia tidak kembali ke kelas melainkan dia menuju rooftop sekolah.


Dia bergegas menaiki tangga menuju rooftop untuk menemui seseorang.


BRAK.!


Sera membuka pintu rooftop dengan kasar ,Dia mencari seseorang yang mengajaknya bertemu secara sembunyi-sembunyi.


" ARUNA KELUAR LO !" teriak Sera.


Namun tak ada jawaban sama sekali ,Sera berjalan menuju pembatas tembok dia masih mencari-cari dimana Aruna berada .


Saat dia berbalik tiba-tiba lehernya di cekal sangat kencang hingga tubuhnya separuh berada di pembatas tembok.


" Uhuk..Ugh.. R-runa l-lepas..uhuk..!"


" Maaf Ser Maaf !! Aku nggak punya cara lain hiks... Maaf !" lirih Aruna dengan tangis yang membasahi pipinya.


" N-nggak papa R-run , tapi t-tolong l-lepas dulu t-tangan lo uhuk...uhuk..!"


"Aku takut Sera ,aku takut hiks... Maaf Sera tolong jangan benci aku !" ucap Aruna.


Di saat itu juga Muncul satu orang lagi yang sangat Sera kenal ,dia adalah teman nya lebih tepatnya sahabat Sera yang sudah dia anggap sebagai adiknya.


Dia tersenyum smirk ,Saat itu juga dia mendorong tubuh Sera hingga melewati pembatas tembok dan jatuh ke lantai satu.


Naufan yang sedang berjalan menuju kelas Sera di kejutkan dengan teriakan Alvaz yang memanggilnya.


" NAF !! NAUFAN ! SERA NAF !"


" Sera kenapa Al ?!"


" Sera jatuh dari rooftop ." Sahut Alvaz.


DEGH.!


Tanpa pikir panjang Naufan berlari menghampiri tempat Sera berada , Dia dapat melihat darah yang menggenang mengelilingi tubuh Sera .


Tak berselang lama ambulance datang dan Sera di bawa kerumah sakit namun sayang nyawanya tak tertolong.


Naufan histeris ,Dia bahkan mengurung diri selama tiga bulan setelah kematian Sera ,hingga dia memberanikan diri membuka ponsel Sera yang berisi chat terakhir dengan Aruna sebelum kematian nya .


Zoya membulatkan kedua bola matanya setelah mendengar cerita dari Alvaz ,dia tidak menyangka jika ada kejadian seperti itu yang menimpa Naufan.


" Maksud kalian kunci dari kematian Sera adalah Aruna ?!"


Mereka semua mengangguk . "Cuma Aruna yang tau kejadian sebenarnya dan apa motif dia ngelakuin itu !" ucap Alvaz.


" Kalau gitu kalian tinggal seret si Setan terus interogasi dia dong ,kenapa kalian nggak bergerak ?!" ujar Zoya.


" Kita nggak mau asal nuduh Zoy , nggak ada bukti kuat buat nyeret Aruna ke penjara ! makanya kita lagi berusaha nyari tau apa Aruna ngelakuin itu sendiri atau di bantu orang lain.!" ucap Bima.


'Pantesan gue merasa ada yang janggal dengan kepindahan Aruna .' batin Zoya .


" Setelah kejadian itu ,Aruna langsung pindah ke sekolah lo dan dia berada di bawah bayang-bayang Beeatles !" tambah Naufan.


" Jadi kalian mengulur waktu sampai sekarang ?!" tebak Zoya yang di angguki mereka semua .


" Kenapa nggak kalian retas Cctv rooftop ?!" Lanjut Zoya.


" Di sana nggak ada Cctv Zoy ,makanya susah buat nyari bukti .!" sahut Naufan .


Zoya termenung sejenak. " Apa nggak ada petunjuk sama sekali di sana ?!"


Mereka semua menggeleng pelan ,Zoya memijit pelipisnya yang terasa pening .


'' Coba kalian nyuruh Yoga buat nanyain hal itu sama si setan .'' usul Zoya .


'' Yoga udah pernah nanya , tapi jawaban Aruna sama dia nggak tau apa pun tentang kejadian itu .'' jawab Naufan.


" Ck pasti ada orang lain yang terlibat, gue bakal bantu kalian nyari tau siapa dalang sebenarnya ,karena kalo cuma Aruna itu nggak mungkin karena dia orang yang ceroboh.!"


" Thanks Zoy !" ucap Naufan.


Zoya mengangguk tak berselang lama om Malven menelfon nya dan menyuruh dia pulang ,Alvaz mengantar Zoya sampai ke mobil .


" Hati-hati kalau udah sampai kabarin aku.!" ucap Alvaz yang di angguki Zoya.


Saat Zoya akan menutup pintu Alvaz mencegahnya ,dia mengambil tangan Zoya dan meletakan sebuah USB di tangan nya.


" Jaga baik-baik ,ini bisa membantu kamu nantinya .!" ucap Alvaz.


Zoya tertegun ,dia menatap wajah Alvaz . " Kamu da-"


" Kamu nggak perlu tau aku dapat dari mana ,intinya aku bakal bantuin kamu sampai tuntas jadi jangan pernah kamu berfikir kalau kamu sendirian !"


Zoya masih bengong ,melihat hal itu Alvaz dengan cekatan mencium pipi Zoya singkat sebelum menutup pintu dan melambai padanya.


Di dalam mobil kedua pipi Zoya merona ,perutnya tergelitik seperti ada banyak kupu-kupu yang berterbangan di perutnya .


...See you next time.......

__ADS_1


__ADS_2